Repo Dosen ULM (Universitas Lambung Mangkurat)
Not a member yet
6336 research outputs found
Sort by
PASAR SENI KERAJINAN DI BANJARMASIN
Abstrak
Jumlah wisatawan mancanegara dan nusantara di Kalimantan Selatan meningkat dari tahun ke
tahun. Seiring dengan itu, produktivitas dan kreativitas akan seni kerajinan di Kalimantan Selatan juga
semakin besar hingga telah menembus pasar dunia. Potensi tersebut membuat Dinas Pariwisata
Provinsi Kalimantan Selatan mencanangkan Pasar Seni Kerajinan di Banjarmasin yang bertujuan
untuk memperkenalkan seni dan budaya Kalimantan Selatan kepada wisatawan yang sedang
berkunjung. Cara memperkenalkannya dengan tiga kegiatan wisata; something to see, something to
learn, dan something to buy yang diterapkan pada galeri, bangunan workshop, dan kios kerajinan.
Metode yang digunakan dalam perancangan adalah ikonik. Diangkat dari bentuk bangunan yang
menunjukkan ikon lokalitas Kalimantan Selatan.
Kata kunci: Wisatawan, Produktivitas, Kreativitas, Seni Kerajinan, Potensi, Pariwisata, Budaya,Ikonik
Abstract
The number of foreign and domestic tourists in South Kalimantan increased from year to year. Along
with it, the productivity and creativity of art crafts in South Kalimantan also grow up to have
penetrated the world market. This potential made South Kalimantan Provincial Tourism Office
announced Pasar Seni Kerajinan di Banjarmasin which aims to promote and educate the art and
culture of South Kalimantan. There is three activity of tourist activities to promote it; something to
see, something to do and learn, and something to buy that is applied to the gallery, workshop, and
craft stalls. The method used in the design is iconic method. Lifted of form building which show an
icon of locality South Kalimantan.
Keywords: Tourist, Productivity, Creativity, Art Craft, Potential, Tourism, Culture, Iconi
Cek Plagiasi : KAJIAN POTENSI DAN PENGEMBANGAN PENGUSAHAAN ARANG KAYU DI DESA RANGGANG LUAR KECAMATAN TAKISUNG KABUPATEN TANAH LAUT PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
PEER REVIEW (KARYA ILMIAH) : EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK TANAMAN KARET DI KECAMATAN WANARAYA KABUPATEN BARITO KUALA PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
Organizational Commitment Antecedent and Its Effect on Managerial Performance in Public Sector Budgeting
Peer Review: The Relationshiop of land Cover to Stands Density and Biomass Production in Tropical Rainforest South Kalimantan.
Nilai-Nilai Kejuangan Masyarakat Banjar Pada Periode Revolusi Fisik (1945-1950) Sebagai Sumber Pembelajaran IPS
REVIEWER : LEMBAGA NEGARA DAN PEI{YELESAIAN SENGKETA KEWENANGAN KONSTITUSIONAL LEMBAGA NEGARALEMBAGA NEGARA DAN PEN YELESAIAN SENGKETA KEWENANGAN KONSTITUSIONAL LEMBAGA NEGARA
Keefektifan Pembelajaran Biologi Melalui Inkuiri Terbimbing pada Konsep Ekosistem di SMA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan pembelajaran biologi melalui inkuiri terbimbing pada konsep ekosistem di SMA. Metode penelitian kuantitatif ini menggunakan rancangan The Counterbalanced Design dengan dua kali pembelajaran. Populasi adalah siswa kelas X SMA Negeri 4 Barabai (157 orang siswa yang terbagi menjadi 6 kelas). Sampelnya 4 kelas yang terdiri atas dua kelas perlakuan dan dua kelas kontrol. Siswa kelas XA 25 orang, XB 28 orang, XE 25 orang, XF 22 orang. Pembelajaran biologi melalui inkuiri terbimbing tergolong efektif. Keterampilan inkuiri terbimbing berkategori baik (skor rerata 3,07), keterampilan menggunakan termometer berkategori baik (rerata 3,32), keterampilan sosial berkategori baik (rerata 3,04), dan perilaku berkarakter berkategori cukup baik (rerata 2,99). Hasil belajar proses dengan skor rerata 76,65% (baik). Hasil belajar kognitif produk antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol berbeda secara signifikan; pada pembelajaran 1 (F = 93,31; p = 0,0001) dan pada pembelajaran 2 (F = 87,53; p = 0,0001). Pembelajaran prototipe ini perlu didesiminasikan dalam konteks yang lebih luas sesuai dengan lingkungan belajar yang setara dengan pelaksanaan penelitian.
Kata kunci: inkuiri, lingkungan, keefektifan, pembelajara
Potensi Energi Baru Terbarukan (Ebt) Berbasis Limbah erselulosa Dengan Proses Produksi Secara Enzimatis
Energi baru terbarukan salah satunya yaitu bahan bakar biomassa. Biomassa dapat diproduksi sebagai bahan bakar yaitu bioetanol. Bioetanol dapat dihasilkan dari bahan selulosa seperti ampas tebu dan kulit pisang kepok. Ampas tebu dan kulit pisang kepok dikembangkan sebagai bahan baku pembuatan bioetanol karena memiliki komponen selulosa yang tinggi. Komponen selulosa pada ampas tebu yaitu sebesar 42,26% dan kulit pisang kepok 32,22%. Komponen selulosa inilah yang akan dikonversi menjadi glukosa pada proses hidrolisis enzimatis. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formula terbaik antara ampas tebu dan kulit pisang kepok untuk rendemen bioetanol terbaik. Proses konversi selulosa dari ampas tebu dan kulit pisang kepok memiliki beberapa tahapan yaitu, delignifikasi menggunakan NaOH (kulit pisang kepok NaOH 1,5 % selama 2 jam dan ampas tebu dengan NaOH 6% selama 12 jam), hidrolisis enzimatis menggunakan enzim selulase dari Aspergillus niger, dan fermentasi menggunakan Saccharomyces cerevisiae. Formulasi terbaik ditentukan dengan parameter rendemen Bioetanol, pH Bioetanol dan Massa Jenis dalam menentukan kadar bioetanol tertinggi. Hasil uji kadar bioetanol terbaik pada proses hidrolisis enzimatis adalah formulasi kulit pisang kepok 75% : ampas tebu 25%, dengan rendemen 8%, pH 7,52, massa jenis 0,846 g/cm3dan hasil kadar bioetanol menggunakan GC adalah 1,53%. Kesimpulan yang didapat yaitu proses hidrolisis secara enzimatis sangat memungkinkan menghasilkan glukosa yang tidak optimal tetapi mampu menghasilkan produk bioetanol dikarenakan kemampuan rekayasa dari proses enzimatis yang mampu merubah substrat dengan cara meningkatkan peran aktivator (koenzim) dan menjadikan amobil peran inhibitor (apoenzim)