Repo Dosen ULM (Universitas Lambung Mangkurat)
Not a member yet
6336 research outputs found
Sort by
IbM Pengolahan Aneka Produk Pangan Alternatif dari Vegetasi Mangrove Lindur (Bruguiera sp) dan Jeruju (Acanthus sp) di Desa Batakan Kabupaten Tanah Laut
ABSTRAK
Kegiatan Ipteks berbasis Masyarakat (IbM) dengan target khusus untuk mengaplikasikan produk dan bahan baku pangan olahan sebagai aneka produk penganan berbasis potensi tanaman lokal ketika musim panceklik dengan memanfaatkan buah dan daun vegetasi mangrove Lindur (Bruguiera sp) dan Jeruju (Acanthus sp) di Desa Batakan. Tujuan kegiatan untuk meningkatkan usaha pengolahan aneka penganan dengan memanfaatkan potensi mangrove lokal sebagai bahan baku produk dengan target kegiatan (a) penggunaan bahan baku alternatif pengganti tepung menjadi tepung mangrove sebanyak 20-30%; (b) mengadopsi dan inovasi teknologi pengolahan buah dan daun mangrove untuk bahan baku produk; (c) memanfaatkan bahan baku produk yang berasal dari mangrove sebagai aneka produk penganan bernilai ekonomis; (d) membuat aneka produk penganan olahan dari mangrove sebagai alternatif musim panceklik ikan di laut; (e) pengemasan produk penganan (f) meningkatan kapasitas manajemen usaha dan pemasaran aneka produk penganan mangrove. Metode yang digunakan adalah metode FGD (Focus group of Discussion) kepada kelompok-kelompok masyarakat pengolah produk perikanan di RT 7 dan 8 Desa Batakan yang telah melakukan kegiatan pengolahan krupuk dan ikan kering, sedangkan kegiatan penyuluhan dan pelatihan keterampilan diberikan sebagai paket alih teknologi pada setiap program IbM agar khalayak sasaran atau mitra Teknik skoring dari hasil evaluasi menginformasikan 80% meningkatnya pengetahuan teknik pemilihan/sortasi mangrove sebagai bahan utama, teknik penghilangan tanin dan HCN 55%, 65% peningkatan pemakaian bahan baku tepung berbahan mangrove, 75% pengetahuan pengolahan aneka produk penganan berbahan mangrove, perbaikan desain dan teknik pengemasan 60% serta labelisasi produk dan peningkatan kapasitas manajemen usaha pemasaran produk olahan sebesar 60%.
Kata Kunci: Pangan, Bruguiera sp, Acanthus sp, Mangrove, Tepung, Tanin, Teknologi
BUDAYA HUKUM MASYARAKAT DALAM PERSPEKTIF SISTEM HUKUM
Budaya hukum masyarakat sebagai bagian dari sistem hukum. Dalam budaya hukum masyarakat terkandung nilai-nilai dan sikap serta perilaku anggota masyarakat dalam kehidupan hukum. Budaya hukum masyarakat tercermin oleh perilaku pejabat (eksekutif, legislatif maupun yudikatif), tetapi juga perilaku masyarakat. Budaya hukum masyarakat dipergunakan untuk menjelaskan sistem hukum. Struktur hukum dan substansi hukum dengan sendirinya akan berinteraksi dengan budaya hukum masyarakat. Budaya hukum masyarakat inilah yang akan memberikan warna dan nuasa kepada struktur hukum dan substansi hukum
PKM PENERAPAN PETA DAERAH PENANGKAPAN IKAN DI PESISIR KALIMANTAN SELATAN
Keterbatasan yang dimiliki oleh nelayan tradisional di kawasan pesisir Kalimantan Selatan khususnya di Desa Tabanio Kecamatan Takisung Kabupaten Tanah laut dalam menentukan daerah penangkapannya mengakibatkan perolehan hasil tangkapan ikan tidak cukup signifikan untuk meningkatkan pendapatannya dalam kondisi layak. Metode yang akan digunakan untuk mendukung realisasi Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini adalah penyuluhan dan pelatihan yang akan diberikan kepada Kelompok Nelayan Desa Tabanio. Luaran yang dihasilkan terdiri dari dua jenis peta yaitu: (1) peta pola sebaran ikan pelagis berdasarkan total dan jenisnya, dan (2) peta kondisi suhu permukaan laut dan klorofil-a (penanda kesuburan perairan) dipadukan dengan arah dan kecepatan arus permukaan 5 m. Kegiatan penyuluhan dalam program PKM ini bertujuan untuk memberikan penjelasan mengenai profil dan kegunaan peta daerah penangkapan ikan sedangkan kegiatan pelatihan untuk melatih cara penggunaannya sekaligus cara melakukan pembacaan atau interpretasi yang tepat terhadap peta daerah penangkapan ikan tersebut. Ketercapaian kedua kegiatan di atas menunjukkan tingkat keberhasilan yang cukup signifikan yang diindikasikan dengan tumbuhnya minat dan pemahaman, perubahan sikap dan terciptanya kemampuan nelayan peserta dalam memanfaatkan output atau luaran sebagai hasil dari program kegiatan yang telah dilaksanakan. Kata kunci: daerah penangkapan ikan, kelompok nelayan, penyuluhan, pelatihan, pet
The Role of cadmium in proteins glycation by glucose formation of methylglyoxal and hydrogen peroxide in vitro
Aplikasi Pendidikan Karakter dan Meotode Pembelajaran yang Mencerdaskan Berbasis Hati Nurani: Membangun Pendidikan Indonesia yang ....
Peer Review : Screening Potensi Lahan Basah Kabupaten Batola dan Kota Banjarmasin Sebagai Sumber Belajar IPA SMP, Tahun 2016
Multi Model Implementation Of Waste Empowerment To Establishing Community Responsibility In Jilatan Village Batu Ampar Sub-Distric Of Tanah Laut
Analisis Resource Leveling Sumber Daya Alat Menggunakan Metode Burgess
Dalam mengalokasikan sumber daya diperlukan logika saling ketergantungan antar kegiatan dalam suatu proyek konstruksi. Semakin banyak kegiatan atau pekerjaan yang terdapat dalam suatu proyek maka semakin rumit pula pengalokasian sumber daya tersebut. Karena kerumitan tersebut, maka alokasi sumber daya yang direncanakan tidak terdistribusi secara ideal sehingga mengakibatkan alokasi sumber daya yang bersifat tidak tetap. Penelitian dilakukan pada dua proyek jalan yaitu pada proyek Jalan Kiram-Simpang 3 Tahura-Mandiangin dan Jalan Gunung Kupang-Kiram-Tambang Ulang, dengan pembahasan khusus pada sumber daya alat. Pemanfaatan alat berat pada suatu proyek konstruksi dapat memberi insentif pada efisiensi dan efektifitas pada tahap pelaksanaan maupun hasil yang dicapai maka diperlukan upaya penelitian dengan menerapkan perataan sumber daya (resource leveling) peralatan. Tujuan penelitian ini adalah membuat penjadwalan dan alokasi alat setelah dilakukan resource leveling, menganalisa perbandingan pada biaya dan waktu alokasi alat sebelum dan setelah resource leveling. Metode analisis menggunakan metode burgess terhadap dua proyek sekaligus. Setelah dilakukan resource leveling pada aktifitas-aktifitas non kritis, penggunaan alat dan biaya langsung perminggu lebih stabil atau hampir rata. Hasilnya maka perlu dilakukan penundaan sebanyak 4 minggu pada pekerjaan pasangan batu dengan mortar pada proyek 2, dan penundaan sebanyak 7 minggu pada pekerjaan pasangan batu dengan mortar pada proyek 1.
Kata Kunci: Alokasi Sumber Daya Alat, Burgess, Resources Levelin
The Role of Domicile on the Achievement of Village Midwife Performance in Antenatal Care through a Job Involvement
The pervalence of maternal mortality rate (MMR) in Indonesia is still high at 305/100, 000 births and can be caused by the quality of health services, for example the village midwife as the spearhead of antenatal care which is still low. There are many factors that can affect the performance of the village midwives such as a domicile and a job involvement. This research use a quantitative with cross-sectional design and sample size 95 village midwives spread to 13 public health center in Hulu Sungai Tengah District. The sampling technique used multistage random sampling. The data analyze by the Partial Least Square (PLS) testwith the level of significance 95%. The results showed that the domicile effect on the performance of village midwife on the antenatal care through the job involvement (p=0.092). Domicile is not significant to have a direct effect on the performance of village midwife on the antenatal care (p=-0.073). The conclusion of this research is a high job involvement without being influenced by the domicile can achieve a good performance, but to form a high job involvement required domicile of the village midwife who resides in the assisted village