Repo Dosen ULM (Universitas Lambung Mangkurat)
Not a member yet
6336 research outputs found
Sort by
The Study Of The Rate Of Infiltration And Soil Permeability On Different Land Cover In Watershed Maluka Province Of South Kalimantan
Salivary Antioxidative Index in Newborn at Risk of Sepsis as Novel Parameter for Early-Onset Neonatal Sepsis
KUALITAS AIR SUNGAI DI DESA TANIPAH (GAMBUT PANTAI), KALIMANTAN SELATAN
Desa Tanipah merupakan desa pesisir di Kecamatan Aluh-Aluh, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan dan merupakan daerah pasang surut air laut. Masyarakat desa Tanipah memanfaatkan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari, sehingga kualitas air sungai menjadi perhatian utama. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi informasi tentang kualitas air sungai di desa Tanipah. Penelitian ini merupakan penelitian survei lapangan dan teknik analisis secara in-situ maupun ex-situ. Analisis dilakukan dengan membandingkan hasil uji terhadap baku mutu yang telah ditetapkan. Suhu air sungai di desa Tanipah berkisar 280C – 33,60C serta tidak memiliki rasa dan tidak berbau. Kekeruhan berkisar 54,8 NTU, mengindikasikan tidak layak untuk konsumsi. Oksigen terlarut sebesar 5,9 mg/L dan berada dalam kategori tercemar ringan. Nilai COD dan BOD berturut-turut adalah 17,03 mg/L dan 6,70 mg/L, melebihi batas baku mutu air Kelas I. Nilai pH berada pada rentang normal yaitu 7,33. Konsentrasi besi sebesar 1,71 mg/L, melebihi kadar maksimum yang diperbolehkan untuk air minum. Logam Mn, Pb, Cu dan Cd, berada dalam ambang batas untuk perairan. Air sungai di desa Tanipah berdasarkan nilai oksigen terlarut berada pada kategori tercemar ringan. Sehingga, secara umum air sungai di desa Tanipah tergolong air kelas III, yaitu hanya sebagai pengairan tanaman.
Kata Kunci: klasifikasi mutu air; kualitas air sungai; sungai desa Tanipa
Karakterisasi Tanah Lempung Gambut Kalimantan Selatan Sebagai Bahan Baku Pembuatan Membrane Support
Meningkatkan Keterampilan Proses Sains dan Karakter Kayuh Baimbai melalui Modul Fisika Bermuatan Kearifan Lokal
Abstrak : Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keterampilan proses sains (KPS) yang
berkategori kurang baik dan karakter kayuh baimbai yang berkategori cukup baik pada
siswa kelas XI IPA 1 SMA PGRI 6 Banjarmasin. Oleh karena itu, dilakukan penelitian
yang bertujuan meningkatkan KPS dan karakter kayuh baimbai melalui modul fisika
bermuatan kearifan lokal dengan model kooperatif. Penelitian ini ialah penelitian
tindakan kelas model Kemmis Mc Taggart yang terdiri dari dua siklus. Subjek penelitian
ini siswa kelas XI IPA 1 SMA PGRI 6 Banjarmasin berjumlah 27 orang. Data dianalisis
secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini
lembar observasi karakter kayuh baimbai, lembar penilaian KPS, dan tes hasil belajar
(THB). Hasil penelitian menunjukkan : 1) keterlaksanaan RPP siklus I 80,14%
berkategori baik dan pada siklus II 81,99% berkategori sangat baik; 2) KPS pada siklus I
81,13% berkategori baik dan siklus II 91,2% berkategori baik; 3) karakter kayuh baimbai
pada siklus I 3,94 berkategori baik dan siklus II 4,4 berkategori baik; dan 4) hasil belajar
siswa siklus I 88,90% berkategori tuntas dan siklus II 92,60% berkategori tuntas.
Diperoleh simpulan bahwa keterampilan proses sains dan karakter kayuh baimbai siswa
kelas XI IPA 1 SMA PGRI 6 Banjarmasin pada materi fluida statis meningkat setelah
diterapkan modul fisika bermuatan kearifan lokal dengan model kooperatif.
Kata kunci : Kooperatif, keterampilan proses sains, karakter kayuh baimbai.
Abstract : This research is motivated by the low-category of scientific and sufficiently
categorized Kayuh Baimbai Characters in the class XI IPA 1 SMA PGRI 6 Banjarmasin.
Therefore, a study aimed at increasing the scientific and Kayuh Baimbai Character
through the physics module that containing local wisdom with a cooperative model. This
research is a Kemmis Mc Teggart class action research model which consists of two
cycles. The subjects of this study were students of class XI IPA 1 in SMA PGRI 6
Banjarmasin consist of 27 students. Data were analyzed descriptively qualitatively and
quantitatively. The tools and instruments in this study are modules, questionnaires,
lesson, plan, implementation of the Kayuh Bambai character, and learning oucome test
worksheett . The results of the research showed: (1) the implementation of the first cycle
lesson plan 80.14% categorized well and was the second cycle 81.99% was categorized
very well; (2) scientific proses skills in the first cycle 81.13% good category and the
second cycle 91.2% was good category; (3) the Kayuh Bambai character in the first cycle
of 3.94 is categorized good and cycle second 4.4 is categorized good; (4) student learning
outcomes in cycle first 85,18% categorized as complete and cycle second 92.60%
categorized. The conclusion is that skills of scientific and Kayuh Bambai character of
class XI IPA 1 SMA PGRI 6 Banjarmasin in static fluid material increased after the
physics module was with local wisdom with a cooperative model.
Keywords: Cooperative, skills of science process, Kayuh Bambai characte