Repo Dosen ULM (Universitas Lambung Mangkurat)
Not a member yet
6336 research outputs found
Sort by
Plagiat Checker : Subchronic inhalation of coal dust particulate matter 10 inducesbronchoalveolar hyperplasia and decreases MUC5AC expression inmale Wistar rats
Aktivitas Afrodisiaka Fraksi n-butanol Cawat Hanoman (Labisia pumila) terhadap mencit jantan"
"Aktivitas Afrodisiaka Fraksi n-butanol Cawat Hanoman (Labisia pumila)
Terhadap Mencit Jantan
Anna Yulisbeth, Arnida
Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat
Korespondensi [email protected]
Abstrak
Cawat hanoman (Labisia pumila) salah satu tanaman yang digunakan secara empirik sebagai afrodisiaka di Kalimantan Selatan. Penggunaan secara tradisional dengan meminum air rebusan akar cawat hanoman. Penelitian bertujuan mengetahui dosis dan persentasi fraksi n-butanol akar cawat hanoman yang memberikan efek afrodisiaka mencit putih jantan. Penelitian dilakukan dengan cara non hormonal berdasarkan parameter introduksi, klimbing, dan koitus. Mencit dikelompokkan dalam 5 kelompok, kontrol negatif (KN), kontrol positif mestrolon (KP), dosis 2 mg/kgBB (K1), dosis 5mg/kgBB (K2), dosis 10mg/kgBB (K3). Mencit jantan diadaptasi 5 menit setelah pemberian fraksi n-butanol, selanjutnya dikumpulkan dengan 3 ekor mencit betina estrus dalam satu kandang. Jumlah introduksi, klimbing, koitus dihitung dan dianalisis pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil analisis diperoleh perbedaan bermakna antara perlakuan dan terhadap kontrol. Aktivitas afrodisiaka pada mencit putih jantan dosis 5 mg/kgBB (K2) memberikan efek paling baik yakni introduksi 80,15%, klimbing 99,35%, koitus 100% terhadap kontrol negatif dan memberikan efek introduksi -6,34%, klimbing 69,03%, dan koitus 91,30% terhadap kontrol positif. Fraksi n-butanol mengandung senyawa golongan alkaloid, saponin dan steroid.
Kata kunci: Afrodisiaka, cawat hanoman, Labisia pumila, persentase, koitus
PERENCANAAN PENDIDIKAN MELALUI PROGRAM INDIVIDUAL LEARNING PLAN di SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
Individual Learning Plans (ILP) merupakan program bimbingan dan konseling yang dapat digunakan oleh konselor dalam membantu peserta didik merencanakan pendidikan sampai dengan pengambilan keputusan studi lanjut SMA/MA/SMK sesuai dengan kemampuan konseli. Dalam rangka mengimplementasikan program yang profesional, program diselenggarakan dengan mengikuti kaidah-kaidah pelaksanaan program Individual Learning Plans yang ada yaitu sesuai dengan kegiatan dalam program Individual Learning Plans: (a) Kegiatan Academic Learning Plan; (b) I-PASS (Individual, Physical, Academic, Social, Success Plan); (c) Individual Learning Plans Check list. Tujuan penulisan makalah program Individual Learning Plans mediskripsikan proses dalam mengimplentasikan program Individual Learning Plans di sekolah. Metode yang digunakan dalam penulisan makalah ini adalah kajian literature yang dima semua bahan di ambil berdasarkan referansi yang sesuai dengan materi yang dibahas. Manfaat Rencana Pembelajaran Individual (ILP) untuk konselor sekolah (a) dapat memonitoring kinerja dan perkembangan siswa; (b) dapat mengintegrasikan penilaian awal dan diagnostic, perencanaan tindakan dan kebutuhan dukungan tambahan; (c) melihat kebutuhan siswa untuk memastikan bahwa program yang diberikan sesuai dengan kebutuhan dan membantu siswa mencapai sesuai dengan harapan; (d) merencanakan kesempatan bagi siswa untuk mendapatkan bimbingan dan arahan dalam mengambil keputusan studi lanjutan seperti ke SMA,SMK atau MA.
Kata Kunci : Perencanaan Pendidikan, Individual Learning Pla
Peer Review - Potential fly ash waste as catalytic converter for reduction of HC and CO emissions
PENINGKATAN KEANDALAN PADA DRIVE STATION ALAT ANGKUT REL KONVEYOR DENGAN METODE FAILURE MODE, EFFECT and CRITICALITY ANALIYSIS (FMECA)
Salah satu moda transportasi angkutan batubara dengan biaya satuan rupiah per ton per km yang paling ekonomis, sampai dengan rentang jarak 100 km, adalah teknologi rel konveyor. Sebagai target, rel konveyor diharapkan dapat mengangkut hingga 2,5 juta ton/tahun. Rel konveyor terdiri dari 8 sub sistem, salah satunya adalah drive station yang merupakan komponen penggerak dari rel konveyor yang dipasang pada lokasi-lokasi tertentu. Untuk mencapai target angkut di atas, drive station sebagai komponen utama diharapkan memiliki keandalan yang memadai. Analisis diawali dengan pengumpulan data, lalu dilanjutkan dengan penerapan proses FMECA dan perhitungan keandalan dengan waktu observasi yang seragam, serta tahap akhir adalah bagaimana upaya meningkatkan keandalan tersebut. Hasil analisis dari 21 sub komponen dan 18 part, sub komponen baterai isi ulang yang memiliki nilai kekritisan tertinggi 0,093 dengan nilai keandalan 91,4 %. Untuk menurunkan nilai kekritisan dengan cara menaikkan keandalan, tiga usulan direkomendasikan yaitu (1) Mengganti sub komponen atau part dengan komponen yang memiliki keandalan yang lebih tinggi, dan/atau (2) Pemasangan sistem secara redundancy, dan/atau (3) Menurunkan waktu observasi dengan pemeriksaan dan pemeliharaan berkala. Untuk sub komponen baterai isi ulang, alternatif pertama dan ketiga yang dapat diterapkan, dan memberikan penurunan nilai kekritisan masing-masing sebesar 0,018 dan 0,022 dengan nilai keandalan masing-masing 97,3 % dan 97,7 %.
Kata kunci : Keandalan, Rel konveyor, Drive Station, FMECA, waktu observasi, redundanc
KANDUNGAN GIZI BULU BABI (Diadema setosum) DAN POTENSI CANGKANGNYA SEBAGAI ANTIBAKTERI
Diadema setosum is one type of sea urchins that have economic value, the body that consumed is gonad.
This organism can be used as a source of nutritious food because it contains amino acids, vitamin B complex, vitamin A,
minerals, fatty acids omega-3 and omega-6. Besides gonads, the shell has potential as an antibacterial. This study aims
to determine the nutrient content of D. setosum of various waters in Central Maluku Regency and the potential of shell as
an antibacterial. Gonad and shell samples taken from Liang Village, Waai and Sila Village waters in Central Maluku
Regency. The testing procedure includes the proximate analysis and antibacterial activity test using agar diffusion
method using methanol, ethyl acetate and chloroform. The results obtained, nutrient content of the three study sites in
sequence, namely water content: 72.24%, 71.95%, 77.31%; ash content: 3.26%, 2.06%, 2.74%; fat content: 0.89%,
0.98%, 2.28%; and protein content: 12.43%, 13.37%, 14.78%. While the shells were extracted using methanol provides
antibacterial effect against Eschericia coli, Salmonella and Bacillus cereus by the inactivation unit of each 1.84 mm/g,
1.84 mm/g and 2.65 mm/g; ethyl acetate solvent 14.18 mm/g, 1.65 mm/g and 14.49 mm/g; and chloroform 0.68 mm/g,
8.98 mm/g and 3.77 mm/g. D. setosum gonads from Sila Village waters has better nutritional value. Shell extract with
ethyl acetate solvent more effectively inhibit the growth of bacteria E. coli and B. cereus than methanol and chloroform.
Keywords: Diadema setosum, nutrient, gonad, antibacterial, shel
Introduksi dan Faktor Pembatas Teknologi Sawit Dupa di Desa Anjir Muara Kabupaten Batola Kalimantan Selatan
Secara teknis teknologi Sawit Dupa adalah metoda perbaikan IP (Indeks Pertanaman) lahan melalui pengaturan
pertanaman dengan menerapkan efesiensi penggunaan sumberdaya melalui penghematan pengolahan tanah. Sawit
Dupa merupakan singkatan dari sakali mawiwit dua kali panen yang merupakan Bahasa daerah Banjar, yang dalam
Bahasa Indonesia berarti sekali mengolah lahan, dua kali memanen hasil. Teknologi ini memiliki keunggulan karena
dapat mencapai tingkat produksi yang lebih tinggi dengan biaya yang lebih hemat, untuk memperoleh dua kali panen
dengan hanya satu kali pengolahan lahan. Sayangnya, teknologi ini masih memiliki tingkat serapan yang sangat rendah
di kalangan petani ketika introduksi dilakukan, padahal teknologi ini berpotensi sangat baik untuk mendukung
ketahanan pangan daerah melalui tingkat produktivitasnya yang lebih tinggi dan peningkatan IP lahan pada lahan-lahan
pasang surut
Analisa Teknis-Ekonomis Pemanfaatan Genset dan Panel Surya sebagai Sumber Energi Listrik Mandiri untuk Rumah Tinggal
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan analisa kelayakan teknis dan ekonomis dari pemanfaatan
genset dan panel PV sebagai sumber energi listrik mandiri (off-grid) bagi sebuah rumah kecil. Penelitian ini bermaksud menjawab beberapa pertanyaan penting dalam pengembangan pemanfaatan energi terbarukan, yaitu: apakah pemasangan panel PV sebagai pembangkit listrik lebih ekonomis dibandingkan dengan genset? Jika tidak, dalam kondisi seperti apa panel PV dapat lebih ekonomis dibandingkan dengan genset? Untuk mempermudah dan mempercepat analisa, perangkat lunak HOMER (micropower optimization model) sebagai alat simulasi dan optimasi.
Sistem power mikro ini akan terdiri atas sebuah genset, panel PV, baterai, dan konverter. Hasil analisa menunjukkan bahwa sumber listrik dari panel surya saja, genset saja, dan kombinasi genset dan panel surya layak secara teknis untuk dimanfaatkan. Hasil analisa juga menunjukkan bahwa, untuk harga panel dan bahan bakar saat ini serta kekurangan kapasitas tahunan (annual capacity
shortage) diset nol, kombinasi genset dan panel PV sebagai sumber energi listrik yang paling ekonomis. Kombinasi ini lebih ekonomis dari panel PV saja atau genset saja. Namun ketika annual capacity shortage diijinkan sedikitnya 1% maka pembangkitan listrik dengan panel PV saja menjadi lebih menguntungkan daripada dengan kombinasi PV dan genset atau dengan genset saja, meskipun
harga-harga bahan bakar dan panel tetap seperti saat ini. Nilai-nilai yang dibandingkan adalah nilai sekarang dari biaya (total net present cost/NPC) dan COE (cost of electricity atau ongkos produksi energi).
Kata kunci : Genset, Panel Surya, Listrik rumah tinggal, HOMER, Net present cost, CO