1970 research outputs found
Sort by
ANALISIS PENERAPAN FINANCIAL LEVERAGE TERHADAP PENINGKATAN EARNING PER SHARE
Analisis financial leverage menjelaskan tentang bagaimana pembelanjaan dana dapat dilakukan agar memberikan efek yang menguntungkan terhadap laba per lembar saham (EPS). Metode yang digunakan adalah indifference point (titik kesamaan) titik dimana EBIT dapat menghasilkan EPS yang sama pada berbagai alternatif pembelanjaan dan metode ini juga dapat menentukkan bagaimana sebaiknya pemenuhan kebutuhan modal diperoleh. Adapun tujuan penulis dalam penelitian ilmiah ini adalah untuk mengetahui seberapa besar Earning Per Share (EPS) yang akan digunakan dan untuk mengetahui peningkatan Earning Per Share melalui analisis financial leverage jika tingkat Earning Before Interest and Tax (EBIT) berubah? Dan untuk mengetahui penelitian yang dilakukan oleh penulis bahwa perhitungan earning per share (EPS) yang dihasilkan relatif stabil yaitu sebesar 2.5/lbr saham dan analisis financial leverage dengan menggunakan metode indifference point menunjukkan perubahan laba per lembar saham atau Earning Per Share (EPS) sebagai akibat perubahan Earning Before Interest and Tax (EBIT) pada PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. Earning per share yang dihasilkan relatif stabil yaitu sebesar 2.5/lbr saham, artinya income effect/pendapatan dari berbagai perimbangan (mix) dan berbagai alternatif pembelanjaan terhadap pendapatan pemegang saham sama atau dinamakan dengan “indifference point”. Analisis financial leverage menunjukkan perubahan laba per lembar saham atau earning per share sebagai akibat perubahan earning before interest and tax dan memiliki kecenderungan menurun yang tidak signifikan terjadi tahun 2005, terlihat dari turunnya earning before interest and tax perusahaan pada PT. Indofood Sukses Makmur Tbk
Otonomi Daerah Sebagai Upaya Memperkuat Perekonomian Daerah
Krisis Ekonomi yang tengah melanda bangsa Indonesia telah menyadarkan kepada kita semua akan pentingnya menggagas kembali konsep otonomi daerah dalam arti sebenarnya. Gagasan penataan kembali system otonomi daerah bertolak dari pemikiran untuk rnenjarnin terjadinya efisiensi, efektivitas, transpransi, akuntabilitas dan demokratisasi nilai-nilai kekayaan dalam praktek penyelenggaraan Pemerintah Daerah. Selama ini Pemerintah Daerah untuk dapat membangun daerah ternyata semakin jauh dari kenyataan. Yang terjadi adalah ketergantungan fiscal dan subsidi serta bantuan Pemerintah Pusat sebagai wuiud ketidakberdayaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam membiayai Belanja Daerah. Pemerintah Daerah kurang diberi keluasaan untuk rnenentukan kebijakan daerahnya sendiri. Kewenangan yang selama ini diberikan kepada daerah tidak disertai dengan pemberian infrastruktur yang memadai, penyiapan sumber daya manusia yang professional dan pembiayaan yang adil, Akibatnya yang terjadi bukannya tercipta kemandirian dearah tetapi justru ketergantungan daerah terhadap pernerintah pusat, Dampak dari system yang selama ini kita anut menyebabkan Pemerintah Daerah tidak responsive dan kurang peka terhadap aspirasi masyarakat daerah Pemerintah pusat melakukan campur tangan terhadap Daerah dengan alasan untuk menjamin stabilitas nasional dan masih lemahnya sumber daya manusia yang ada di Daerah. Karena dua alasan tersebut , sentralisasi otoritas dipandang sebagai prasyarat untuk menciptakan persatuan dan kesatuan nasional serta mendorong pertumbuhan ekonomi
PENGARUH PENGUMUMAN DIVIDEN TERHADAP RETURN SAHAM SEBELUM DAN SESUDAH EX-DEVIDEND DATE DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI)
This research’s aims to analize whether the announcement of dividend increase and decreaase give positive effect on stock return before and after ex- dividend date in Indonesian Stock Exchange. In this research, sample consisted of 25 companies that joined in the 50 biggest market capitalization on the Indonesian Stock Exchange. Testing the influence of dividend announcements made through observation of the abnormal return during the 11 days observation at 5 days before the announcement day and 5 days after the date of the dividend announcements. Research results show that the 5 % significance level generate significant abnormal returns.The company announced a dividend increase is a significant abnormal return there on third day (t + 3) after the announcement of 3.325% with t values ,calculated for 1.815 > t-table values are only for 1.771,and thus Ho was rejected. While the company announced a dividend reduction, significant abnormal returns are on the day (t-1) before the announcement, of -9.251% for the t-calculated value of –1.165 < t-table value of its registration -1,79 and thus Ho accepted. From these test results , it can be concluded that the announcement of dividend increases is positive , while the dividend reduction announcement negatively effect the stock return before and after ex-devidend rate on the Indonesia stock exchange
Pengaruh Orientasi Wirausaha dan Orientasi Pasar Ekspor terhadap Kinerja Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)
Pembinaan UMKM terhadap manajemen dan pemilik perusahaan UMKM
tradisional atau manajemen keluarga lebih ditingkatkan agar dapat menangkap
peluang ekspor dengan cakupan yang luas. Berdasarkan beberapa penelitian
sebelumnya menunjukkan bahwa orientasi pasar dan orientasi entrepreneur keduanya
merupakan faktor yang mempengaruhi kinerja perusahaan.
Penelitian ini mencoba untuk mengetahui pengaruh orientasi wirausaha dan
orientasi pasar dari usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) produsen
eksporter di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi
(Jabodetabek), sehingga dapat ditetapkan suatu kebijakan untuk mendukung
pengembangan pasar dan produksi dari industri tersebut. Penelitian ini menganalisis
tiga variabel yaitu orientasi wirausaha (X1), orientasi pasar (X2), dan Kinerja unit
UMKM (Y). Koefisien ρ dan r merupakan koefisien regression weight, sedangkan Є
merupakan disturbance term (error).
Berdasarkan hasil regresi linier dan korelasi dibuktikan bahwa hubungan antara
Variabel orientasi wirausaha terhadap kinerja unit UMKM adalah positif dan
signifikan berdasarkan p = 0,009 < 0,05. Demikian juga hubungan antara Variabel
orientasi pasar terhadap kinerja unit UMKM adalah positif dan signifikan
berdasarkan p = 0,037 < 0,05. Hasil analisis jalur, kekuatan pengaruh parsial orientasi
wirausaha terhadap kinerja unit UMKM adalah positif sebesar 19%. Sedangkan
pengaruh parsial orientasi pasar terhadap kinerja unit UMKM adalah positif sebesar
11,7%. Kekuatan pengaruh kedua Variabel, yaitu orientasi wirausaha dan orientasi
pasar secara bersama-sama (simultan) terhadap kinerja unit UMKM adalah sebesar
51,9% nilai tersebut adalah sama dengan nilai koefisien determinasi. Besarnya
tingkat pengaruh dari orientasi wirausaha secara langsung terhadap kinerja unit UMKM
adalah sebesar 19% bilamana ditambah dengan hubungan dengan orientasi pasar akan
meningkat menjadi 29,4%. Sedangkan besarnya pengaruh dari orientasi pasar secara
langsung terhadap kinerja unit UMKM adalah sebesar 11,7% dan bilamana melalui
orientasi wirausaha besarnya tingkat pengaruhnya menjadi 22,3%
THE INFLUENCE OF CAPITAL ADEQUACY RATIO, RETURN ON ASSET AND LOAN TO DEPOSIT RATIO TO DEPOSIT TWELVE MONTH BANK PERSERO IN INDONESIA
One of bank product use for collected money from people with rate of return is time deposit, term one month, three months, six months, twelve months and two years
EVALUASI KUALITAS KINERJA PROSES BELAJAR MENGAJAR DENGAN METODE FOCUSED QUALITY
University nowadays encounters a harder and more serious challenge by the development of knowledge and technology that grows even faster and in high speed. The expected quality is a continue quality which point out to an important commitment on a higt quality of studying process for community. This observation is done for some purpose, such as: (1) Knowing the teaching and studying pocess (2) Observing the working quality of teaching and studying process The method being used is a quality focuss method from the analysis report, we Can conclude that there is still a big pag in a teaching and studying process, for about 3,05-5,84 and the working quality of teaching and studying process in Economic Faculty according to my opinion is still not maximum. This fact is based on the observation of teaching and studying process that has been done by student which the score is about 4,16-6,95 which means the process of teaching and studying is cathegorized good
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PENGGUNAAN TEKNOLOGI 3G (Studi Kasus: Pelanggan Indosat Di Lingkup Mahasiswa Universitas Gunadarma)
Penelitian ini merupakan studi yang menguji tentang pengaruh faktor-faktor perilaku konsumen yang terdiri dari bauran pemasaran (produk, harga, promosi, distribusi), individu konsumen (gaya hidup, motivasi, persepsi, pembelajaran), dan pengaruh lingkungan (kelompok acuan) terhadap keputusan penggunaan teknologi 3G secara simultan, serta mengetahui variable perilaku konsumen yang mempunyai pengaruh dominan terhadap keputusan penggunaan teknologi 3G. Data yang diperlukan merupakan data primer yang dikumpulkan menggunakan instrumen penelitian kuesioner. Kuesioner disebarkan ke responden penelitian, yaitu pelanggan Indosat di lingkup mahasiswa Universitas Gunadarma. Dari uji ANOVA yang memperlihatkan nilai Fhitung lebih besar dari Ftabel (6.288 > 2.124), berarti terdapat pengaruh yang signifikan secara simultan antara variabel-variabel bauran pemasaran (produk, harga, promosi, distribusi), individu konsumen (gaya hidup, motivasi, persepsi, pembelajaran), dan pengaruh lingkungan (kelompok acuan), terhadap keputusan penggunaan teknologi 3G (Y) Variabel dominan dalam penelitian ini adalah motivasi yang mempengaruhi keputusan penggunaan teknologi 3G
ANALISIS PRODUKTIVITAS PEMANCANGAN STEEL CASING PADA BORED PILE JEMBATAN SURAMADU BENTANG MAIN BRIDGE
Produktivitas adalah hal yang penting yang harus diketahui dalam akan melaksanakan
suatu proyek. Suatu proyek dikatakan sukses apabila kontraktor berhasil mendapatkan
laba maksimum dan owner mendapatkan hasil yang memuaskan serta tepat waktu dalam
penyelesaiannya. Salah satu yang menentukan kesuksesan suatu proyek tersebut adalah
produktivitas. Produktivitas khususnya pembuatan pondasi bored pile dapat
ditingkatkan dengan meningkatkan sumber daya yang mendukungnya, termasuk para
pekerja proyek dan alat-alat yang dipergunakan dalam proyek tersebut. Pada penelitian
ini yang diamati adalah pondasi bored pile Jembatan Suramadu daerah main bridge
yaitu hanya pada pylon 46 dengan jenis pekerjaan pemancangan casing steel. Hasil
analisis proses pemancangan steel casing bored pile pada penelitian ini menunjukkan
produktivitas untuk diameter 2,7 m dengan panjang 35,20 m pada pylon 46 adalah 41,08
m/jam
AKULTURASI BUDAYA PADA PERKEMBANGAN KRATON KASEPUHAN CIREBON
Cirebon merupakan salah satu kota di Indonesia yang memiliki sejarah dan kebudayaan
yang menarik untuk diamati. Banyak peninggalan-peninggalan dari masa lampau yang
pada saat ini kemudian dijadikan benda cagar budaya. Diantara bangunan-bangunan
peninggalan sejarah yang ada di Cirebon, Keraton merupakan bangunan yang dapat
menggambarkan kebudayaan Indonesia. Kota Cirebon memiliki tiga keraton yaitu
Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman dan Keraton Kacirebonan. Masing-masing
keraton tersebut memiliki sejarah yang saling terkait dan memiliki persamaan serta
perbedaan fisik antara satu dengan yang lainnya. Pada penelitian ini Keraton
Kasepuhan dijadikan sebagai studi kasus, dengan pertimbangan kraton Kasepuhan
merupakan Keraton pertama yang berdiri di Cirebon, Keraton Kasepuhan terkait
langsung dengan sejarah awal mulanya terbentuk kota Cirebon dan secara nonfisik
Keraton Kasepuhan memiliki sejarah masuknya berbagai suku, agama dan budaya di
Cirebon. Hal ini bisa dilihat pada perkembangan Keraton Kasepuhan yang berawal dari
Padepokan Pakungwati sampai menjadi Keraton Kasepuhan. Tujuan dari penelitian ini
adalah untuk menunjukkan adanya akulturasi berbagai budaya pada pekembangan
keraton Kasepuhan. Penelitian ini menggunakan paradigma naturalistik dengan
mengambil data dan menganalisa secara kualitatif. Hasil yang didapatkan dari
penelitian ini adalah ditemukannya akulturasi dari budaya Cina, Eropa, Jawa, Hindu
dan Budha pada perkembangan fisik keraton Kasepuhan Cirebon tersebut
MENYAKRALKAN YANG PROFAN DAN MEMROFANKAN YANG SAKRAL?
The development of contemporary science, as commonly known as modern science, cannot
be separated from a school of philosophy called positivism. It is a school of philosophy
dominantly influenced almost all aspects of both natural sciences, social sciences and
humanities. As the name implies, this school of thought prerequisites the presence of
empirical phenomenon, statistical measurement, and absenteeism of the relationship
between the researcher and the thing to research. Hence something which does not meet
the conditions, referring to positivism, would be something scientifically unacceptable.
Because of such doctrines, therefore it shows that this school of thought negated the
presence of non empirical phenomenon, non statistical measurement, and the involvement
of the researcher’s belief to the subject of the research. To understand adequately the
relationship between positivism and sacred things which are commonly non empirical
things , this paper elaborates through literary studies