1970 research outputs found
Sort by
THE SEMANTIC TYPOLOGY OF BERAT AND KERAS IN THE INDONESIAN COLLOCATIONS
This paper tries to address the semantic typology of two Indonesian words berat and keras as
words that function to intensify another word preceding. The thing to be analyzed is the semantic
dimensions of Indonesian collocations involving the two words mentioned. It is necessary to
understand the semantic nature of the two words, for there are some Indonesian collocations
involving the two words which are syntactically and naturally acceptable in the standard
Indonesian, yet they are hard to interpret semantically. Implying that the two words are
components with which a communication process involving the two can runs smoothly, the
entailment is to what extent the two words mean significantly to make the real intentions of
Indonesian speakers get communicated well. From the data analyzed in this paper, it is found
that there are two semantic typologies for the words berat and keras. Those two are positive, and
negative. Those words have negative meaning when they collocate with something naturally
unwanted. The word berat has positive meaning when it collocates with nominal deverbal
involving reasoning processes. The word berat has negative meaning when it collocates with
nominative agentive mostly involving physical dimensions. The word keras has positive meaning
when it collocates with nominative agentive involving cognitive dimensions
USING NEW INFORMATION TECHNOLOGY IN BANKS UZBEKISTAN ABSTRACT
The using of CASE technologies is considered in this article. We analyzed the structured of the
system "bank-client" and qualitative decision of the problems operative and strategic planning
Penentuan Kebijakan Deviden Dengan Menggunakan Pendekatan Fuzzy Logic (Study Kasus Perbankan di BEI tahun 2008-2009)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebijakan dividen yang dikeluarkan perusahaan sudah tepat atau belum
Interaksi Budaya Organisasi dengan Sistem Pengendalian Manajemen Terhadap Kinerja Unit Bisnis Industri manufaktur dan Jasa
Peranan Sistem Pengendalian Manajemen (SPM) sangat signifikan dalam peningkatan kinerja
perusahaan yang tergantung pada bentuk maupun budaya organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui pengaruh interaksi budaya organisasi dengan proses Sistem Pengendalian Manajemen (SPM)
yang difokuskan pada alat pengendalian sebagai atribut SPM dan mekanisme SPM (yaitu evaluasi dan sistem
urnpan balik) terhadap kinerja unit bisnis pada industri manufaktur dan jasa di Jakarta. Penelitian ini
menggunakan metode survey ke manajer suatu unit bisnis, pusat laba, atau divisional dalam perusahaan, baik
manufaktur maupun jasa yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta. Hipotesis diuji dengan moderated regression
analysis dengan multiplicative model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organsasi tidak
memperkuat hubungan antara atribut dan mekanisme SPM dengan kinerja unit bisnis
DESAIN SOLDIER PILE DENGAN PLAXIS MENGGUNAKAN PEMODELAN HARDENING SOIL
Semakin terbatasnya lahan dan mahalnya harga tanah di lokasi strategis di kota-kota besar
seperti di Jakarta mengakibatkan dibangunnya gedung tinggi untuk memanfaatkan semaksimal
mungkin lahan yang ada. Semakin tinggi suatu gedung dibangun, semakin luas pula kebutuhan
parkir yang harus disediakan. Untuk memenuhi kebutuhan parkir tersebut basement merupakan
altematif penyelesaian. Masalah utama dalam pembangunan basement yang sering dihadapi
adalah adanya bangunan tinggi di sekitamya sehingga dibutuhkan struktur dinding penahan
tanah yang kokoh Dalam pelaksanaan ga/ian basement pada suatu proyek, pada prinsipnya harus
menjaga stabi/itas tanah. Untuk mengatasi masalah tersebut di atas, digunakan dinding soldier
pile yang merupakan rangkaian atau barisan bored pile yang terbuat dari beton yang dicor di
tempat (cast in situ). Ga/ian basement proyek The City Center Office Park, Jakarta Pusat,
mempunyai kedalaman -16,5 m di bawah muka tanah. Dari hasil penye/idikan tanah diketahui
bahwa tanah berupa lempung berlanau yang sebagian tersedimentasi dan secara bergantian
disisipi oleh pasir yang sangat pad at sampai kedalaman 30 m. Soldier pile yang digunakan
berdiameter 1 m dan dipancang sampai kedalaman 32,5 m. Ana/isis dilakukan menggunakan
program PLAXIS menggunakan pemodelan hardening soil dan program komputer Excel.
Perhitungan meliputi deformasi maksimum dan gaya-gaya dalam dari struktur dinding soldier
pile. Didapatkan deformasi maksimum soldier pile sebesar 0,11043 m. Dari hasil ana/isis
menurljukkan bahwa struktur penahan tanah perlu dibuat untuk menahan beban lateral tanah.
Hasil dari ana/isis PLAXIS juga memberikan perhitungan yang dapat diterima dan cukup akurat
Mengukur Variasi Debit Menggunakan Prinsip-Prinsip Entropy Dalam Rezim Stabilas Aliran
Penelitian yang dilakukan ini bertujuan menentukan dan menerapkan indeks baru debit sungai yang didasarkan pada data aliran sungai, dalam rangka untuk menguji variasi debit dari tahun ke tahun. Informasi tentang variabilitas dan distribusi debit bulanan dan tahunan merupakan masukan yang sangat penting untuk berbagai model hidrologi, ekologi, neraca air, model kualitas air dan dalam pertanian, Metode pendekatan dilakukan menggunakan prinsip-prinsip informasi entropy. Sesuai dengan sifat-sifatnya bahwa entropy (H) adalah ukuran ketidakpastian dalam sebuah sistem, dalam prinsifnya semakin tinggi nilai entropy maka semakin tinggi ketidakpastian, sehingga dengan prinsip tersebut, entropy dapat diterapkan sebagai alat untuk mengukur ketidakpastian kejadian serial debit dalam rezim stabilitas aliran, dengan waktu yang ditentukan. Daerah aliran disebut stabil apabila mempunyai Serial data debit yang mempunyai nilai entropy rendah, kebalikannya disebut tidak stabil apabila mempunyai nilai entropy tinggi. Basil yang didapat dari analisa kestabilan aliran yang dilakukan terhadap stasiun pengamatan yang berada di beberapa wilayah sungai di jawa barat menunjukkan bahwa nilai entropy rata-rata berada dalam kisaran 1,09 dan 3,92. Sungai Ciliwung yang berada di wilayah sungai Ciliwung-Cisadane relatif mempunyai nilai entropy yang rata-rata tinggi, yang berarti sudah terjadi ketidakstabilan aliran pada daerah aliran tersebut. Trend kenaikan indek entropy dalam suatu wilayah sungai juga di tunjukkan bahwa nilai entropy di hilir relatif lebih tinggi dari pada di hulu. Sedangkan menurut analisa dengan Disorder Index (DI), nilai minimum adalah 0,003 pada bulan Desember dan nilai maksimum adalah 1,148 pada bulan September. Namun DI rata rata minimum pada bulan maret yaitu 0,109 dan maksimum terjadi pada bulan September yaitu 0,331. Bulan Juni, Juli, Agustus, September dan Oktober adalah bulan-bulan kering, tetapi variabilitas debit menunjukkan nilai yang relatif tinggi dengan puncaknya bulan september. Bulan-bulan basah mempunyai variabilitas relatif rendah dengan minimum terjadi pada bulan Desember
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perataan Laba Periode 2006-2009 (Studi Empiris: Sektor Perbankan Dan Asuransi Yang Terdaftar Di Bei)
Praktik Perataan Luba (Income Smoothing) merupakan tindakan yang sering dilakukan oleh manajernen untuk mengurangi fluktuasi laba sehingga mencapai target yang diinginkan oleh manajemen. Penelitian ini bertujuan untuk menguji faktor-faktor yang mempengaruhi praktik perataan laba secara simultan dan parsial yaitu Ukuran Perusahaan (Size), Return On Asset (ROA), Debt To Equity Ratio (DER), dan Net Profit Margin (NPM). Sampel terdiri dari 21 perusahaan sektor perbankan dan asuransi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selarna 4 tahun dari tahun 2006 2009. Untuk mengidentifikasi perusahaan yang melakukan dan tidak melakukan praktik perataan laba digunakan Indeks Eckel. Analisis statistik yang digunakan terdiri dari pengujian univariat untuk mengetahui signifikansi perbedaan antara perusahaan perata dan bukan perata. Penelitian ini menggunakan Independent Samples T-Test jika data terdistribusi normal dan Mann-Whitney Test jika data tidak terdistribusi normal. Dilakukan juga pengujian multivariat menggunakan binary logistic regression untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap perataan laba secara simultan dan parsial. Ditemukan bahwa variable yang berpengaruh terhadap perataan laba adalah ukuran perusahaan dan Net Profit Margin. Variabel Return on Asset dan Debt on Equity ditemukan ternyata tidak berpengaruh terhadap perataan laba
Intervensi Penyesuaian Perkawinan Dengan Analisis Transaksional
Kemampuan untuk mengekspresikan dirt, perasaan dan mendengar pesan pasangan merupakan inti dart proses komunikasi. Komunikasi yang buruk dalam perkawinan membuat kualitas penyesuaian perkawinan menjadi buruk, demikian juga sebaliknya. Masing-masing individu merasa bahwa pandangannya tentang masalah yang dihadapi, logikanya dalam mengolah data atau menyimpulkan masalah, pilihan sikapnya dan caranya bertindak dalam menyelesaikan masalah adalah cara-cara yang benar, bahkan yang paling benar. Sadar atau talc sadar, sengaja atau tidak, keyakinan khas dan seringkali kalat serta sulit diubah yang mewarnai proses transaksi ini akan mempengaruht jalannya suatu komunikasi, menjadi lancar dan mulus atau seringkali lam bat dan menyakitkan. Demikian juga halnya dengan kasus yang terjadi pada seorang ibu yang bermasalah dengan perkawinan karena ketidakmampuannya dalam menyesuaikan keadaan. Penelitian ini berbentuk penelitian terapan dengan menggunakan Analisis transaksional, yang menawarkan suatu cara atau metode untuk menganalisis atau menemukan pola mana saja yang bertanggung jawab terhadap sulit atau mudahnya kompromi yang sehat dapat dicapai. Metode asses-men yang digunakan dalam kasus ini adalah observasi, wawancara, dan pelaksanaan tes yang meliputi grafis, TAT, dan SPM. Penggunaan analisis transaksional disini bertujuan untuk meningkatkan kualitas penyesuaian perkawinan. Hasil dart analisis transaksional pada kasus int tnenghasilkan perubahan yang positif pada dirt S dalam memandang perkawinannya. S dapat mengubah persepsi yang sebelum ini merasa suaminya lebih mementingkan pekerjaan daripada dirinya menjadi lebih sadar bahwa pekerjaan suaminya memang menyita waktu, lebih mengerti kebutuhan suantinya, serta perubahan sikap dan perilaku yang lebih baik terhadap suaminya
APLIKASI LANGGAM ARSITEKTUR MELAYU SEBAGAI IDENTITAS KAWASAN MENUJU KOTA BERKELANJUTAN
Perkembangan kota yang berkelanjutan (sustainable city) merupakan suatu proses kompleks yang
melibatkan serangkaian interaksi berbagai aspek seperti ekonomi, lingkungan, dan sosial budaya
dalam kehidupan komunitas kota. Aristektur merupakan salah satu bagian yang paling dominan
dalam membentuk wajah dan identitas kota serta mempengaruhi kualitas hidup masyarakan kota.
Dalam konteks arsitektur dan desain perkotaan, arsitektur berkelanjutan (sustainable
architecture) dapat dicapai jika aspek budaya dan ekologi disinergikan sebagai dua hal yang
saling melengkapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentijikasi pen erapan langgam arsitektur
melayu dalam desain bangunan kontemporer di kota Pekanbaru. ldentifikasi didasarkan pada dua
variable yaitu, aspek budaya yang menjelaskan penggunaan langgam arsitektur melayu sebagai
identitas kota dan kawasan dan aspek ekologi yang merefleksikan penggunaan elemen arsitektur
melayu dalam merespon kondisi lingkungan. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif
yang menggambarkan penggunaan langgam arsitektur melayu di kota Pekanbaru. Dari penelitian
ini diketahui bahwa mayoritas desain bangunan kontemporer menggunakan langgam arsitektur
melayu secara tidak tepat menurut jilosojinya dan lebih memprioritaskan aspek identitas daripada
aspek ekologi dalam merespon kondisi lingkungan. Hasi/ studi juga mengidentifikasi
perberbedaan antara bangunan milik pemerintah daerah dan bangunan milik swasta dalam
penggunaan langgam arsitektur melayu