UPH Academic Journals (Universitas Pelita Harapan)
Not a member yet
4089 research outputs found
Sort by
Electrical Muscle Stimulation in Swim Training: A Performance and Safety Evaluation In Novice Swimmers
Electrical Muscle Stimulation (EMS) activates muscle fibers by applying electrical currents via electrodes to targeted muscles and is widely used by competitive athletes. Despite its board application, the specific effects of EMS on swimmere remain underexplored. This study evaluates the effectiveness of EMS Butterfly in enhancing speed and performance among novice swimmers compared to conventional training. A single-group pre-post experimental design was conducted with 21 beginer swimmers (treatment group: 14; control group: 7). The treatment group received EMS for 15 minutes before regular training, twice weekly for once month. Speed was assessed by timing a 50-meter freestyle swim using a calibrated digital stopwatch. Statistical analysis included paired t-test and Shapiro-Wilk for normality. All participants were matched for ability and fitness and supervised by coaches and sport nurses. The treatment group demonstrated a mean time reduction of 14.0 seconds (95% CI: 3.63, 21.85), which was statistically significant (p<0.05), whereas the control group improved by 3.7 seconds (95% CI: -7.87, 15.29; p>0.05). The difference between groups was stattiscally significant. These findings indicate that EMS Butterfly is effective for improving novice swimmers' performance, supporting its integration into training programs. Further research is recommended to evaluate long-term effects across performance levels.Electrical Muscle Stimulation (EMS) dapat memicu aktivasi serabut otot melalui arus listrik yang disalurkan melalui elektroda ke otot target. Penggunaan EMS juga telah banyak dilakukan pada atlit kompetitif dari berbagai cabang olahraga. Meskipun EMS telah diterapkan di berbagai cabang olahraga, hanya sedikit penelitian yang meneliti dampaknya secara khusus pada atlet renang, sehingga penelitian ini penting untuk mengisi kekosongan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas EMS Butterfly dalam meningkatkan kecepatan dan performa atlet renang pemula dan membandingkannya dengan metode latihan konvensional. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen satu kelompok pre-test post-test yang melibatkan 21 atlet renang pemula (kelompok perlakuan = 14, kelompok kontrol = 7), yang menerima perlakuan EMS selama 15 menit sebelum latihan rutin dua kali seminggu selama satu bulan. Kecepatan renang diukur dengan menggunakan stopwatch. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok perlakuan mengalami penurunan waktu tempuh yang signifikan dengan rata-rata 14 detik (p<0,05) dibandingkan dengan kelompok kontrol yang hanya mengalami penurunan sekitar 3,71 detik (p>0,05). Uji statistik menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada kecepatan dan konsistensi kinerja kelompok perlakuan. Penelitian ini membuktikan bahwa EMS Butterfly efektif dalam meningkatkan performa renang para atlet pemula, terutama dalam hal kecepatan dan pemulihan. Temuan ini merekomendasikan untuk mengintegrasikan EMS ke dalam program pelatihan profesional dan melakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi efek jangka panjangnya pada atlet di berbagai tingkat kinerja
Penerapan Narasi dan Multisensori pada Desain Interior Museum Wayang Kota Tua Jakarta
Museum Wayang merupakan salah satu museum seni di Indonesia yang menyimpan beragam koleksi wayang dari penjuru nusantara. Terdapat banyak wayang hasil ciptaan museum dan pemberian dari pihak luar. Melalui hal tersebut tentunya museum memiliki tujuan sebagai pelestarian kebudayaan untuk melindungi benda- benda koleksi yang menjadi bagian dari karyaseni Indonesia. Sebagai area rekreasi dan sarana edukasi, museum memberikan fasilitas kepada pengunjung untuk menikmati pameran, belajar tentang wayang, pagelaran dan lain-lain. Melalui metode naratif, penulis mengkritisi tata letak dan alur pameran yang berfokus pada edukasi, melalui penelusuran tersebut penulis menemukan fakta bahwa pengunjung mengalami kesulitan memahami dan mempelajari wayang, sehingga terbuka kesempatan untuk menggunakan metode narasi untuk memahami tiga aspek penting yang harus dilekatkan pada desain interior Museum Wayang Kota Tua, yaitu aspek pengenalan, aspek pemahaman, dan aspek nilai yang mendukung kekuatan edukasi. Kemudian interior museum harus melibatkan pengunjung kepada pengalaman ruang yang menggunakan multisensori, yaitu penglihatan, peraba, penciuman, pendengaran, dan perasa, sehingga metode narasi serta explorasi multisensori, mampu menjadikan Museum Wayang Kota Tua sebagai fasilitas rekreasi dan edukasi yang tepat
Konseptualisasi Desain MPV 2050 dengan Toyota Estima sebagai Referensi Dasar
MPV (Multi-Purpose Vehicle) merupakan jenis kendaraan yang banyak diminati masyarakat Indonesia. Faktor yang mempengaruhi adalah struktur keluarga, tingkat mobilitas dan tradisi atau budaya. Dalam konteks ini, desain MPV masa depan perlu memperhatikan perkembangan teknologi otomotif yang ditopang teknologi informasi serta berorientasi pada prinsip ramah lingkungan. Melalui pendekatan kualitatif dengan melakukan studi pustaka, dilakukan konseptualisasi model MPV 2050. Informasi atau data empirik yang telah dikumpulkan oleh pemerhati otomotif lain, baik berupa buku-buku, laporan-laporan ilmiah ataupun laporan-laporan hasil penelitian digunakan sebagai referensi utama memproyeksikan desain MPV 2050. Model Toyota Estima yang ada saat ini menjadi referensi dasar untuk pengembangan desain MPV 2050. Dengan menjadikan Toyota E Pallete dan General Motor Hy-wire sebagai variable yang mempengaruhi konsep MPV 2050, penulis merancang desain MPV untuk keperluan masyarakat sekitar 25 tahun mendatang. Disimpulkan bahwa MPV 2050 menggunakan teknologi powertrain listrik dengan tetap menekankan pada fungsi untuk mengangkut orang dalam jumlah banyak dengan interior yang luas yang bersifat modular dan bebas emisi
Perancangan Klip Video Musik Animasi Lagu “Mimpi” oleh Putri Ariani
Musik dapat menjadi salah satu bentuk komunikasi antar individu. Musik dengan genre pop memiliki relevansi erat dengan masyarakat. Musik pop di Indonesia sering mengangkat tema seperti motivasi, cinta, dan kisah remaja. Biasanya musik pop diiringi dengan video musik yang mempresentasikan visualisasi dari lagu tersebut. Ada beberapa bentuk teknik dalam menghasilkan video musik, seperti teknik live-action, film dokumenter, dan animasi. Dalam proyek ini akan mengangkat lagu Mimpi oleh Putri Ariani untuk divisualisasikan dengan konsep dapat mempresentasikan makna dalam lagu tersebut. Pelaksanaan proyek ini direncanakan dengan beberapa tahapan penelitian meliputi analisis lirik lagu, struktur lagu, dan cerita yang dapat dikembangkan dalam lirik. Dan dilakukan secara studi kepustakaan dan studi wawancara. Studi Pustaka dikumpulkan dari data-data meliputi halaman web, buku, dan jurnal akademik. Sedangkan untuk studi wawancara dilakukan wawancara langsung dengan narasumber yang terkait. Hasil visual dari proyek ini berupa animasi 2D yang diangkat dari cerita narasi yang dapat menyampaikan makna dalam lirik lagu Mimpi. Disertai dengan pengembangan studi karakter dan latar. Perancangan desain ini terdiri atas animasi berukuran 1920 x 1080 px dengan durasi tiga menit. Animasi ini mengaitkan tema yang berdasarkan dari kata kunci harapan dan ajaib
Pengembangan Desain Pusat Pertanian Vertikultur sebagai Agro Edu-Wisata dengan Pendekatan Biophilic di Tangerang Selatan
Beberapa bangunan dibangun untuk tujuan tertentu, tetapi pada akhirnya beralih fungsi. Hal ini menarik perhatian dalam arsitektur untuk memastikan setiap bangunan tepat secara fungsi. Hadir nya lingkungan pertanian terpadu Tangerang Selatan yang menjadi pusat pengelolaan dan edukasi dari kegiatan pertanian konvensional di lahan terbuka. Namun mengalami pengalihan fungsi sebagai lokasi isolasi Covid-19. Untuk dapat menghidupkan kembali aktifitas awal tersebut maka perlu pengembangan yang lebih menarik untuk dapat menjawab penyebab pengalihan fungsi tersebut dan membuat sarana agro-eduwisata yang mengusung pendekatan biophilic guna mendekatkan alam ke lingkungan manusia dan menyadarkan manusia pentingnya alam untuk kehidupan
Analisis Aksesibilitas pada Jalur Pejalan Kaki dan Pesepeda pada Ruas Jalan Jl. Jenderal Sudirman
Berjalan kaki dan bersepeda merupakan moda transportasi utama bagi masyarakat untuk berpindah tempat dalam sebuah kawasan berorientasi transit. Melihat hal ini, membangun infrastruktur khusus berjalan kaki dan bersepeda yang dapat diakses dengan mudah (accessible) merupakan hal yang penting pada suatu kawasan yang berorientasi transit. Objek penelitian dalam tulisan ini berada pada jalur pejalan kaki dan pesepeda yang berada pada kawasan berorientasi transit Istora, yaitu di Jl. Jendral Sudirman, tepatnya di luar pintu 6 Gelora Bung Karno. Penelitian yang dilakukan menunjukkan hasil bahwa jalur pejalan kaki dan pesepeda di luar pintu 6 Gelora Bung Karno sebenarnya sudah disediakan dengan cukup baik, namun terdapat beberapa elemen penilaian yang belum terpenuhi sehingga aksesibilitas pada jalur ini dinilai belum optimal
Pengembangan Alat Permainan Edukatif Hasil Revitalisasi dari Tradisi Dugderan
Indonesia, negara kepulauan yang kaya akan keberagaman, memiliki tradisi unik di setiap wilayahnya. Namun, seiring waktu, banyak yang menganggap tradisi sebagai sesuatu yang usang dan tidak relevan. Penelitian ini berfokus pada tradisi Dugderan, warisan budaya kota Semarang yang menyimbolkan persatuan warga. Dengan adanya revitalisasi, memiliki nilai kebaruan karena mengangkat masalah seni rupa bukan hanya sebagai artefak fisik semata, melainkan menempatkan nilai terhadapnya sebagai simbol akulturasi budaya yang berguna sebagai pengetahuan untuk masyarakat terkhusus untuk anak- anak. Tujuan penelitian adalah mengeksplorasi dan mengembangkan potensi keragaman Warak Ngendog dalam tradisi Dugderan, serta merancang produk modern berdasarkan hasil penelitian menggunakan metode ATUMICS. Metode pengumpulan data meliputi wawancara semi-terstruktur dan observasi non- partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Warak Ngendog memiliki variasi ukuran dan warna, serta cara penyajian yang beragam. Melalui revitalisasi ini, diharapkan tradisi Dugderan dapat bertahan dan tetap relevan di tengah perubahan zaman, sekaligus memperkuat identitas budaya Semarang
Strategi Kamanata untuk Menghadirkan Lingkungan Kerja Kolaboratif dan Adaptif
Penelitian ini mengeksplorasi strategi yang diterapkan oleh kantor konsultan desain interior, Kamanata, untuk menciptakan lingkungan kerja yang kolaboratif dan adaptif. Penelitian ini berdasarkan dari rumusan masalah: Bagaimana strategi kekeluargaan dan edukasi dapat memengaruhi lingkungan kolaboratif dan adaptif pada Kamanata dalam pengoptimalan desain? Sehingga dapat diketahui strategi yang dijalankan Kamanata untuk mengoptimalkan desain pada lingkungan kolaboratif dan adaptif. Dengan menggunakan pendekatan etnografi, penelitian ini mengamati budaya kerja, strategi kepemimpinan, komunikasi, pembelajaran, dan pengaruh fisik lingkungan kerja pada Kamanata terhadap pengoptimalan desain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kamanata mengutamakan budaya kekeluargaan dan strategi edukasi, yang menciptakan keefektifan dalam menerapkan lingkungan kolaboratif dan adaptif
Perancangan Lift-the-Flap Illustration Book sebagai Media Pengenalan Minuman Rempah bagi Remaja Usia 13-15 Tahun
Rempah sebagai salah satu kekayaan alam dan budaya Indonesia perlu perhatian lebih, khususnya pada remaja sebagai generasi penerus dan penjaga warisan budaya. Pengenalan minuman tradisional berbahan rempah kepada remaja usia 13-15 tahun merupakan tantangan yang memerlukan pendekatan edukatif yang menarik dan interaktif. Proses perancangan meliputi identifikasi tujuan dan sasaran, riset dan pengumpulan data, konsep desain dan storyboarding, pembuatan dan evaluasi prototipe hingga produksi final. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan minat remaja terhadap minuman tradisional. Desain visual yang menarik dan elemen interaktif seperti flap terbukti mampu membuat proses pembelajaran lebih menyenangkan. Buku ini tidak hanya berfungsi sebagai alat edukasi budaya, tetapi juga mempromosikan kesehatan melalui konsumsi minuman berbahan rempah sebagai variasi minuman yang bisa dikonsumsi remaja
Peran Dewan Kehormatan dalam Perspektif Pembinaan dan Pengawasan Notaris
Notary is a professional in the legal field playing an important role in creating legal certainty and assisting the public in various civil legal matters. In carrying out their duties, notary must adhere strictly to the notary's code of ethics, which constitutes all its moral principles. In practice, notaries are supervised by an honorary council. This supervision is very necessary so that notaries do not ignore the nobility and dignity of their profession. The code of ethics is not just a set of rules or guidelines for behavior, but reflects the essence of the integrity and responsibility of a notary as a professional. Therefore, it is important for notaries to understand and adhere to their code of ethics seriously. This research aims to determine the role of the Honorary Council in supervising and enforcing the notary’s code of ethics, as well as its role in enforcing ethics. This study is a normative legal research with descriptive research type. The approach used is normative approach. Based on the results of this research, it is known that the Code of Ethics is a guideline that not only sets standards of behavior, but also maintains the integrity, honesty, and professionalism of notaries. Then, to prevent ethical violations, the Honorary Council needs to improve supervision, education and training for notaries, transparency, accountability and coordination between ethical institutions in this case the Honorary Council and the Notary Supervisory Board to realize dignified notaries.
Bahasa Indonesia Abstract: Notaris adalah seorang profesional di bidang hukum yang berperan penting dalam menciptakan kepastian hukum dan membantu masyarakat dalam berbagai urusan hukum keperdataan. Notaris dalam menjalankan tugasnya harus berpegang teguh pada kode etik Notaris yang merupakan seluruh kaedah moralnya. Dalam praktiknya Notaris diawasi oleh Dewan Kehormatan Notaris. Pengawasan ini sangat diperlukan agar Notaris tidak mengabaikan keluhuran dan martabat profesinya. Kode etik bukan hanya sekadar seperangkat aturan atau pedoman perilaku, tetapi mencerminkan esensi dari integritas dan tanggung jawab notaris sebagai seorang profesional. Oleh karena itu, penting bagi notaris untuk memahami dan mematuhi kode etik mereka dengan sungguh-sungguh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Dewan Kehormatan dalam mengawasi dan menegakkan kode etik notaris, serta perannya dalam penegakkan etik. Penelitian ini adalah penelitian hukum normatif dengan tipe penelitian deskriptif. Pendekatan masalah yang digunakan adalah pendekatan normatif. Berdasarkan hasil penelitian ini, diketahui bahwa Kode Etik merupakan pedoman yang tidak hanya menetapkan standar perilaku, tetapi juga menjaga integritas, kejujuran, dan profesionalisme notaris. Kemudian, untuk mencegah pelanggaran etik, Dewan Kehormatan perlu meningkatkan pengawasan, pendidikan dan pelatihan bagi notaris, transparansi, akuntabilitas dan koordinasi antara lembaga etik dalam hal ini Dewan Kehormatan dengan Majelis Pengawas Notaris untuk mewujudkan notaris bermartabat