UPH Academic Journals (Universitas Pelita Harapan)
Not a member yet
    4089 research outputs found

    PEMBERDAYAAN PANTI ASUHAN BERDIKARI AN- NAWAWI BANDAR LAMPUNG DENGAN KEWIRAUSAHAAN DIGITAL BERBASIS EKONOMI KREATIF

    Get PDF
    This community service program aims to assist the An-Nawawi Orphanage in developing digital skills and fostering economic independence through technology-based creative entrepreneurship. The program was implemented through a series of training sessions covering graphic design, product photography, videography, as well as business development and digital marketing. Canva software was used as the primary tool for design, photography, and video editing, while the Business Model Canvas (BMC) approach was applied for simple business planning. The progress results show improved competencies among the children in basic design, digital content production, and branding, alongside the active involvement of the orphanage administrators in drafting the BMC as the foundation for their business plan. The conclusion indicates that this program has successfully provided an early impact by enhancing creativity, confidence, and readiness of both the children and the administrators in utilizing digital technology. However, the main limitation is the absence of full implementation of official social media and digital marketing, as the program is still in its early stage. The contribution of this study lies in strengthening digital capacity in social communities—particularly orphanages—which can serve as a model of community engagement in the fields of visual communication design, creative entrepreneurship, and the digital economy

    INTEGRASI TEKNOLOGI PRODUKSI DAN MANAJEMEN DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN KAPASITAS DAN KEBERLANJUTAN USAHA REBANA

    Get PDF
    Program Pengabdian kepada Masyarakat melalui skema PMUPUD dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kapasitas produksi, mutu produk, dan kemandirian usaha mitra produsen alat musik rebana di Kabupaten Gresik. Analisis situasi menunjukkan bahwa UD. Rebana Gresik Tiga Putri dan Rebana Spesial Adnan Khozin menghadapi keterbatasan kapasitas produksi, distribusi barang yang tidak efisien, manajemen persediaan yang belum tertata, serta pemasaran digital yang belum optimal. Permasalahan prioritas yang dihadapi meliputi alur barang di gudang dua lantai yang masih manual, kebutuhan tambahan peralatan untuk gudang baru, pencatatan persediaan dan penjualan yang tumpang tindih, serta rendahnya pemanfaatan marketplace. Solusi yang ditawarkan mencakup rancang bangun Lift Barang, pengadaan kompresor 58 liter dan dua mesin amplas kayu, inventarisasi barang dengan kode/barcode, penerapan aplikasi Kasir Pintar dan Kledo, serta pendampingan pemasaran digital. Metode pelaksanaan dilakukan melalui perancangan, pelatihan, pendampingan teknis, dan evaluasi berkelanjutan dengan melibatkan mahasiswa. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan kapasitas produksi hingga 40%, manajemen persediaan lebih tertata, penjualan online meningkat 20%, dan omzet mitra naik 15–36%. Dampak yang dicapai adalah peningkatan aset mitra, efisiensi operasional, kemandirian pencatatan keuangan, serta perluasan pasar melalui digital economy

    Perancangan Media Sosial Instagram @ecoenzymecirebon Sebagai Media Kampanye Tentang Eco-Enzyme

    Get PDF
    Menurut laporan United Nations Environment Programme (UNEP) yang berjudul ‘Food Waste Index 2021’, Indonesia menjadi negara penghasil sampah makanan terbanyak di Asia Tenggara dengan total mencapai 20,93 juta ton/tahun. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menanggulangi masalah food waste ini adalah dengan cara mengkonversi sampah makanan menjadi Eco-Enzyme. Berdasarkan alasan tersebut perancangan ini dibuat untuk dapat mengenalkan Komunitas Eco-Enzyme Cirebon sebagai wadah untuk mengenalkan tentang Eco-Enzyme dengan lebih menarik. Perancangan ini menggunakan metode pendekatan secara deskriptif kualitatif. Hasil dari wawancara dengan pemilik Komunitas Eco-Enzyme Cirebon menjelaskan bahwa masih sangat sedikit remaja yang mengetahui tentang komunitas tersebut. Pernyataan tersebut dibuktikan dengan survei kuesioner yang telah disebar kepada remaja di Kota Cirebon yang menunjukkan bahwa masih banyak para remaja yang belum mengetahui mengenai apa itu Eco-Enzyme dan Mengenai Komunitas Eco-Enzyme Cirebon namun tertarik untuk mengetahui tentang tentang Eco-Enzyme. Perancangan ini diharapkan dapat mengenalkan Komunitas Eco-Enzyme Cirebon dan memberikan manfaat kepada Masyarakat terutama para remaja di Kota Cirebon dan para pembaca agar lebih mengenal tentang Eco-Enzyme dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari

    FESTIVAL AMBREG 2025 – OLAH SAMPAH KREATIF BERDAYA: AMBREG FESTIVAL 2025 – EMPOWERMENT THROUGH WASTE CREATIVE PROCESSING

    Get PDF
    Kampung Pondok Pucung RT 005 dan 006, RW 02, Tangerang Selatan, adalah kampung kota yang bersebelahan dengan kawasan permukiman modern Bintaro Jaya. Walaupun demikian, kampung ini minim sarana dan prasarana, termasuk perihal pengelolaan sampah. Warga mengelola sampah secara mandiri karena tidak ada sistem pengelolaan sampah yang diberikan oleh pemerintah setempat. Sebagian kecil warga bekerja sama dengan pihak luar untuk mengambil sampah mereka dengan model iuran, sementara sebagian besar warga membakar, menimbun atau membuang sampah di lahan-lahan kosong. Situasi ini yang menjadi permasalahan di Pucung dan dasar dari kemitraan Tim penulis dengan organisasi pemuda/i Green Camp dan Bank Sampah Mawar Kampung Pondok Pucung, RT 005 dan 006, RW 02. Kemitraan ini bertujuan menyelenggarakan festival yang berfokus pada pengelolaan sampah secara kreatif dan inovatif. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah metode pemberdayaan masyarakat melalui desain dengan tahapan Design Thinking (DT). Kegiatan ini terintegrasi dengan kegiatan PKM Hibah Kemdiktisaintek, MK. Desain, Masyarakat, Lingkungan, serta melibatkan Dosen dan mahasiswa/i Prodi Desain Interior, Fakultas Desain, UPH. Kata Kunci: Pengelolaan sampah, pola pikir kreatif & inovatif, festival, pemuda/i, Design Thinking.Abstrak Kampung Pondok Pucung RT 005 dan 006, RW 02, Tangerang Selatan, adalah kampung kota yang bersebelahan dengan kawasan permukiman modern Bintaro Jaya. Walaupun demikian, kampung ini minim sarana dan prasarana, termasuk perihal pengelolaan sampah. Warga mengelola sampah secara mandiri karena tidak ada sistem pengelolaan sampah yang diberikan oleh pemerintah setempat. Sebagian kecil warga bekerja sama dengan pihak luar untuk mengambil sampah mereka dengan model iuran, sementara sebagian besar warga membakar, menimbun atau membuang sampah di lahan-lahan kosong. Situasi ini yang menjadi permasalahan di Pucung dan dasar dari kemitraan Tim penulis dengan organisasi pemuda/i Green Camp dan Bank Sampah Mawar Kampung Pondok Pucung, RT 005 dan 006, RW 02. Kemitraan ini bertujuan menyelenggarakan festival yang berfokus pada pengelolaan sampah secara kreatif dan inovatif. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah metode pemberdayaan masyarakat melalui desain dengan tahapan Design Thinking (DT). Kegiatan ini terintegrasi dengan kegiatan PKM Hibah Kemdiktisaintek, MK. Desain, Masyarakat, Lingkungan, serta melibatkan Dosen dan mahasiswa/i Prodi Desain Interior, Fakultas Desain, UPH

    ANALISIS MUSIKALISASI PUISI SANG GURU MENURUT ESTETIKA IMMANUEL KANT DIKAITKAN DENGAN PENGALAMAN ESTETIS MAHASISWA [ANALYSIS OF THE MUSICALIZATION OF THE POEM SANG GURU ACCORDING TO IMMANUEL KANT’S AESTHETICS ASSOCIATED WITH THE AESTHETIC EXPERIENCE OF STUDENTS]

    Get PDF
    This research aims to describe the musicalization of the poem Sang Guru by Panji Sakti in Immanuel Kant’s aesthetic perspective and its relationship with students’ aesthetic experience. Poetry musicalization as a form of literary work that combines elements of music and poetry can also create a deep aesthetic experience for the audience. This research uses a qualitative approach by distributing questionnaires to 93 students to measure the aesthetic experience of the musicalization of the poem Sang Guru by Panji Sakti. The results showed 82.8% of students agreed that the musicalization of the poem Sang Guru by Panji Sakti was able to evoke aesthetic experiences. The aesthetic assessment of the musicalization of Sang Guru's poetry can be enjoyed universally. This is in accordance with the research results that as many as 62.4% of students agree and 37.6% of students strongly agree that the musicalization of Sang Guru's poetry has aesthetic value, so the musicalization of poetry can be said that its beauty is universal not subjective to individuals. Harmonization between poetry and music in the musicalization of Sang Guru's poem has an integration that weaves aesthetic value. Almost 99% of students agreed with this statement. The musicalization of the poem Sang Guru by Panji Sakti has a free aesthetic value without any practical purpose.  Abstrak bahasa Indonesia Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan musikalisasi puisi Sang Guru karya Panji Sakti dalam perspektif estetika Immanuel Kant dan hubungannya dengan pengalaman estetis mahasiswa. Musikalisasi puisi sebagai suatu bentuk karya sastra yang menggabungkan elemen musik dan puisi juga dapat menciptakan pengalaman estetis yang mendalam bagi penikmatnya. Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif dengan menyebarkan angket kepada 93 mahasiswa untuk mengukur pengalaman estetis terhadap musikalisasi puisi Sang Guru karya Panji Sakti. Hasil penelitian menunjukkan 82,8% mahasiswa menyepakati bahwa musikalisasi puisi Sang Guru karya Panji Sakti mampu membangkitkan pengalaman estetis. Penilaian estetis terhadap musikalisasi puisi Sang Guru dapat dinikmati secara universal. Hal tersebut sesuai dengan hasil penelitian bahwa sebanyak 62,4% mahasiswa setuju dan 37,6% mahasiswa sangat setuju bahwa musikalisasi puisi Sang Guru memiliki nilai estetis, sehingga musikalisasi puisi tersebut bersifat universal bukan subjektif perorangan. Harmonisasi antara puisi dan musik dalam musikalisasi puisi Sang Guru memiliki keterpaduan yang menjalin nilai estetis. Hampir 99% mahasiswa menyepakati pernyataan tersebut. Musikalisasi puisi Sang Guru karya Panji Sakti memiliki nilai estetis yang bebas tanpa adanya tujuan praktis

    PENGEMBANGAN HANDBOOK STRATEGI PEMBELAJARAN INOVATIF UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU HOMESCHOOLING DI KOTA BANDUNG [THE DEVELOPMENT OF AN INNOVATIVE LEARNING STRATEGY HANDBOOK TO IMPROVE THE COMPETENCE OF HOMESCHOOLING TEACHERS IN BANDUNG CITY]

    Get PDF
    Homeschooling is increasingly popular as an alternative educational model, but it faces challenges, including the need for competent teachers who can cater to diverse student needs. This study aimed to develop and evaluate a competency development program for homeschooling teachers in Bandung City, packaged as a handbook titled "Strategi Pembelajaran Inovatif" (Innovative Learning Strategies). The research utilized a Research and Development (R&D) method with the 4D model (Define, Design, Develop, Disseminate). The Define stage involved a Focus Group Discussion (FGD) with homeschooling leaders and interviews with teachers, revealing a need for enhanced teacher competency, particularly in innovative learning strategies. The Design stage focused on creating the handbook structure and content, covering "Mengenal Homeschooling" (Understanding Homeschooling) and "Strategi Pembelajaran Inovatif," which includes personalized learning, project-based learning, inquiry-based learning, and technology integration. The Develop stage included expert validation (content, design, technology) which rated the handbook favorably (average scores 2.8, 2.9, and 2.9 out of 3, respectively, leading to minor revisions) and a trial with homeschooling teachers. The trial showed an increase in participants' understanding, with average pre-test scores of 61.17 and post-test scores of 70.75. Feedback on the training program and handbook was generally "good" (average rating 83.77). The Disseminate stage involved distributing the handbook to four other homeschooling institutions in Bandung, which provided "sufficient" feedback (average rating 75/100) and positive impressions. The study concludes that the developed handbook is a viable and relevant tool for enhancing the competencies of homeschooling teachers in Bandung. Abstrak Bahasa Indonesia Homeschooling semakin diminati sebagai model pendidikan alternatif, namun menghadapi berbagai tantangan, termasuk kebutuhan akan guru yang kompeten dan mampu melayani kebutuhan siswa yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi program pengembangan kompetensi bagi guru homeschooling di Kota Bandung, yang dikemas dalam bentuk sebuah handbook berjudul "Strategi Pembelajaran Inovatif". Penelitian ini menggunakan metode Penelitian dan Pengembangan (R&D) dengan model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate). Tahap Define melibatkan Focus Group Discussion (FGD) dengan pimpinan homeschooling dan wawancara dengan guru, yang mengungkap kebutuhan peningkatan kompetensi guru, khususnya dalam strategi pembelajaran inovatif. Tahap Design berfokus pada perancangan struktur dan konten handbook, yang mencakup materi "Mengenal Homeschooling" dan "Strategi Pembelajaran Inovatif" (pembelajaran personalisasi, project-based learning, inquiry-based learning, dan integrasi teknologi). Tahap Develop meliputi validasi ahli (konten, desain, teknologi) yang menilai handbook secara positif (rata-rata skor 2,8, 2,9, dan 2,9 dari 3, yang mengarah pada revisi minor) dan uji coba kepada guru homeschooling. Hasil uji coba menunjukkan peningkatan pemahaman peserta, dengan skor rata-rata pre-test 61,17 dan post-test 70,75. Umpan balik terhadap program pelatihan dan handbook umumnya "baik" (rata-rata penilaian 83,77). Tahap Disseminate melibatkan pendistribusian handbook ke empat institusi homeschooling lain di Kota Bandung, yang memberikan umpan balik "cukup" (rata-rata penilaian 75/100) dan kesan positif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa handbook yang dikembangkan merupakan alat yang layak dan relevan untuk meningkatkan kompetensi guru homeschooling di Kota Bandung

    Rethinking the Philosophy of Church Music

    Get PDF
    This paper argues that a sound philosophy of church music must be rooted in biblical theology, recognizing music as a divinely given medium that reveals God’s order within time and creation. It contends that music, when understood theologically, serves not merely as an aesthetic expression but as a formative practice through which believers participate in God’s creative and redemptive purposes. In contrast to the modern impulse toward disorder, fragmentation, and instant gratification, music-making embodies the spiritual discipline of patience, attentiveness, and obedience. Drawing on the theological reflections of Jeremy Begbie and others, this study explores how musical structure and temporality mirror the divine harmony between change and order that sustains creation. By reclaiming a theological philosophy of music, the church can resist cultural tendencies toward superficiality and rediscover music as a sacred act of worship that cultivates a meaningful engagement with time and with God’s ongoing work in the world

    Indonesia’s Foreign Policy under Prabowo: A Shift Toward Strategic Assertiveness

    Get PDF
    Indonesia’s foreign policy has traditionally followed the Bebas dan Aktif (Free and Active) doctrine, emphasizing neutrality while actively engaging in global affairs. However, the election of Prabowo Subianto in 2024 marks a significant shift toward a more assertive and strategic approach. While maintaining Joko Widodo’s focus on economic diplomacy, Prabowo has expanded Indonesia’s priorities to include national security, defense, and global partnerships. His administration has actively pursued key initiatives such as joining BRICS, strengthening maritime security in the Indo-Pacific, and expanding military cooperation with major global powers. This study employs a qualitative thematic analysis of existing literature to examine these policy shifts and their implications for Indonesia’s position on the world stage. The findings indicate that while economic diplomacy remains a central pillar, Prabowo’s approach reflects a broader vision that integrates economic interests with national security and strategic alliances. His leadership emphasizes Indonesia’s sovereignty, defense modernization, and a stronger regional and global presence. By balancing economic partnerships with increased military engagement, Prabowo aims to position Indonesia as an influential middle power capable of shaping regional and international dynamics. Overall, this study highlights how Indonesia’s foreign policy under Prabowo represents a transition from economic pragmatism to a more comprehensive strategy that reinforces national interests while fostering strategic global collaborations.Kebijakan luar negeri Indonesia secara tradisional mengikuti doktrin Bebas dan Aktif, yang menekankan netralitas sekaligus keterlibatan aktif dalam urusan global. Namun, terpilihnya Prabowo Subianto sebagai presiden pada tahun 2024 menandai pergeseran signifikan menuju pendekatan yang lebih tegas dan strategis. Sambil mempertahankan fokus Joko Widodo pada diplomasi ekonomi, Prabowo telah memperluas prioritas Indonesia untuk mencakup keamanan nasional, pertahanan, dan kemitraan global. Pemerintahannya secara aktif mendorong inisiatif utama seperti bergabung dengan BRICS, memperkuat keamanan maritim di kawasan Indo-Pasifik, dan memperluas kerja sama militer dengan kekuatan global utama. Studi ini menggunakan analisis tematik kualitatif terhadap literatur yang ada untuk mengkaji perubahan kebijakan tersebut serta dampaknya terhadap posisi Indonesia di panggung dunia. Temuan menunjukkan bahwa meskipun diplomasi ekonomi tetap menjadi pilar utama, pendekatan Prabowo mencerminkan visi yang lebih luas yang mengintegrasikan kepentingan ekonomi dengan keamanan nasional dan aliansi strategis. Kepemimpinannya menekankan kedaulatan Indonesia, modernisasi pertahanan, serta kehadiran yang lebih kuat di tingkat regional dan global. Dengan menyeimbangkan kemitraan ekonomi dan keterlibatan militer yang lebih besar, Prabowo bertujuan untuk menempatkan Indonesia sebagai kekuatan menengah yang berpengaruh dalam membentuk dinamika regional dan internasional. Secara keseluruhan, studi ini menyoroti bagaimana kebijakan luar negeri Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo mengalami transisi dari pragmatisme ekonomi ke strategi yang lebih komprehensif dalam memperkuat kepentingan nasional dan membangun kolaborasi strategis di tingkat global. Kata kunci: kebijakan luar negeri, pemerintahan demokratis, doktrin, kemitraan strategis, diplomas

    Karakteristik Fermentasi Kitin dari Kulit Udang Windu (Penaeus monodon) dengan Kapang Trichoderma virens : [Characteristics of Chitin Fermentation from Black Tiger Shrimp (Penaeus monodon) using Trichoderma virens]

    Get PDF
    Black tiger shrimp (Penaeus monodon) is the most widely used shrimp in fisheries industries of Indonesia for export. This activity contribut to increase the amount of shrimp shell waste. Shrimp shell contains chitin at 15-20%. Chitin can be hydrolyzed using chitinase to produce N-acetylglucosamine. This research was conducted to determine profile of chitin fermentation yield from black tiger shrimp shell (Penaeus monodon) using Trichoderma virens. Chitin was made by demineralization and deproteination black tiger shrimp shell waste.  The production of fermentation yield was using solid substrate fermentation. Duration of fermentation process was 8 days, incubation temperature was 30 oC and pH 4. Based on the results of fourier transform infrared (FT-IR) spectrophotometer and liquid chromatography-mass spectrometry (LC-MS) analysis, it can be seen that crude N-acetylglucosamine oligosaccharides can be produced as the result of chitin fermentation besides N-acetylglucosamine. It can be determined from the presence of C-O-C groups and the molecular weight (10949,6230) which is a derivative molecule of GlcNAc-2-Man-3-GlcNAc-Fuc-GlcNAc and can be classified as N-gylcans. Bahasa Indonesia Abstract: Udang windu (Penaeus monodon) merupakan jenis udang yang paling banyak diekspor oleh negara Indonesia. Kegiatan ini berkontribusi dalam peningkatan jumlah limbah kulit udang. Di dalam kulit udang, terkandung 15-20% kitin. Kitin dapat dihidrolisis menggunakan enzim kitinase untuk menghasilkan N-asetilglukosamin. Penelitian ini bertujuan mengetahui profil hasil fermentasi kitin dari kulit udang windu (Penaeus monodon) dengan kapang Trichoderma virens. Kitin dibuat dengan proses demineralisasi dan deproteinasi limbah kulit udang windu. Proses produksi hasil fermentasi kitin menggunakan proses fermentasi substrat padat. Proses fermentasi dilakukan selama 8 hari dengan suhu inkubasi 30 oC, and pH 4. Berdasarkan hasil analisis fourier transform infrared (FT-IR) spectrophotometer dan liquid chromatography-mass spectrometry (LC-MS) dapat diketahui bahwa selain dihasilkan N-asetilglukosamin dapat dihasilkan crude oligo N-asetilglukosamin merupakan hasil fermentasi kitin. Hal tersebut dapat diketahui dari adanya gugus C-O-C dan berat molekul (1094,6230) yang merupakan molekul turunan GlcNAc-2-Man-3-GlcNAc-Fuc-GlcNAc dan dapat digolongkan sebagai N-glikan

    High-Reliability Teams at Sea: The Role of Psychological Safety, Human–System Interaction, and Workload in Error Reporting Behavior among Offshore Workers

    Get PDF
    Offshore oil and gas operations demand high reliability under extreme physical and psychological conditions. Despite robust engineering systems, many accidents still stem from human and organizational factors. This study examines the role of psychological safety, human–system interaction, and workload in predicting error reporting behavior among offshore workers. A quantitative, cross-sectional design was applied using validated self-report scales: the Psychological Safety Scale (Edmondson), System Usability Scale (SUS), NASA Task Load Index (NASA-TLX), and an adapted Error Reporting Behavior Scale. Data were collected from 188 offshore workers in Indonesia through online questionnaires. Multiple linear regression analysis revealed that psychological safety (β = .38, p < .001) and human–system interaction (β = .27, p < .001) significantly and positively predicted error reporting behavior, while workload showed a significant negative effect (β = −.23, p < .001). The model accounted for 36% of the variance in error reporting (R² = .36). These findings indicate that workers are more likely to report errors when they feel safe to speak up, perceive systems as user-friendly, and experience manageable workloads. The study highlights the need for integrated interventions that simultaneously foster psychological safety, ergonomic system design, and balanced workload management to enhance proactive safety behavior in offshore environments. This research contributes to the intersection of industrial–organizational psychology and human factors engineering, emphasizing that safety performance in high-reliability organizations relies on both social and technological resilience. These findings align with Sustainable Development Goal 9 (Industry, Innovation and Infrastructure), reinforcing that resilient and sustainable industrial systems require the integration of human factors into safety management and system design

    3,097

    full texts

    4,089

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UPH Academic Journals (Universitas Pelita Harapan)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇