UPH Academic Journals (Universitas Pelita Harapan)
Not a member yet
4089 research outputs found
Sort by
Pengaruh Budaya Kerja Platform Architect dalam Menciptakan Sistem Kerja yang Efektif
Platform Architect memiliki pendekatan unik terhadap sistem kerja dan budaya kantor mereka yang ditandai dengan fleksibilitas dan rasa kekeluargaan, serta didukung oleh lingkungan kerja yang nyaman. Karakteristik organisasi, lingkungan, dan pekerja di Platform Architect berpengaruh signifikan terhadap efektivitas sistem kerja mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana budaya kerja yang diterapkan di Platform Architect dapat menciptakan sistem kerja yang efektif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan riset etnografi, di mana peneliti secara aktif terlibat dalam kegiatan sehari-hari selama 5 (lima) hari di Platform Architect untuk mengamati secara langsung bagaimana budaya kerja yang diterapkan
Usability Study pada Rancangan Website “Jelajah”
Penelitian ini mengkaji aspek usability pada rancangan website “Jelajah”, sebuah platform untuk mencari layanan belajar keahlian tertentu seperti belajar keramik/ desain perhiasan/memasak makanan tradisional terutama dia area wisata seperti Bali, Yogyakarta untuk berbagai kelompok usia, agar user dapat berwisata tapi juga dapat mendapatkan pengetahuan dan keahlian baru.
Tujuan utama dari studi ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas, efisiensi, dan kepuasan pengguna dalam menggunakan platform tersebut. Penelitian ini menggunakan metode usability testing yang melibatkan berbagai kelompok user dengan tingkat familiaritas terhadap platform sejenis yang berbeda - beda.
Proses pengujian mencakup evaluasi navigasi, kemudahan penggunaan, serta kepuasan pengguna terhadap fitur-fitur yang disediakan. Data dikumpulkan melalui platform usability testing “Maze”. Hasil studi menunjukkan bahwa sebagian besar pengguna merasa puas dengan desain antarmuka yang intuitif dan fitur-fitur interaktif yang ditawarkan. Namun, beberapa perbaikan masih diperlukan, terutama dalam di alur proses reservasi workshop yang masih dianggap membingungkan bagi beberapa user.
Kesimpulannya, platform “Jelajah” memiliki potensi besar untuk menjadi sarana edukasi dan sosial yang efektif, namun perlu dilakukan beberapa penyesuaian untuk meningkatkan pengalaman pengguna secara keseluruhan. Studi ini memberikan rekomendasi konkret untuk perbaikan lebih lanjut dan menekankan pentingnya melibatkan pengguna dalam proses pengembangan berkelanjutan dari desain website
Hospital Brand Image, Patient Experience, Satisfaction dan E-Health dalam Membangun Outpatient Loyalty [Hospital Brand Image, Patient Experience, Satisfaction and E-Health in Building Outpatient Loyalty]
Patient loyalty is an important aspect for hospitals in the face of increasingly fierce competition in the healthcare sector, especially in line with the rapid development of digital technology. This study aims to analyze the influence of hospital brand image, patient experience, patient satisfaction, and e-health on outpatient loyalty, as well as test the role of e-health as a mediator in the relationship between hospital brand image, patient experience, patient satisfaction and outpatient loyalty. This study uses a quantitative approach with a cross-sectional design. Data was collected through questionnaires distributed online to outpatients using the Mobile JKN application at Hospital X. A total of 172 respondents were selected using consecutive sampling techniques. The data was analyzed using Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with the help of SmartPLS 4.0 software, which included testing of measurement models and structural models. The results showed that hospital brand image and the use of e-health (JKN mobile application) had a positive and significant effect on outpatient loyalty, while patient experience and patient satisfaction showed a not significant influence on outpatient loyalty. In addition, the use of JKN mobile applications as e-health has been proven to mediate the relationship between hospital brand image and patient satisfaction with patient loyalty, but the use of e-health is not significant in mediating the relationship between patient experience and patient loyalty. Based on the results of this study, the management of RS X is recommended to strengthen the hospital brand image and optimize the integration of Mobile JKN with the hospital's internal service system to improve service efficiency, reduce waiting times, and simplify the administrative process and access to health services to build patient loyalty in the long term.
Abstrak Bahasa Indonesia: Loyalitas pasien merupakan aspek yang penting bagi rumah sakit dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat di sektor layanan kesehatan, terutama seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh hospital brand image, patient experience, patient satisfaction, dan e-health terhadap outpatient loyalty, serta menguji peran e-health sebagai mediasi dalam hubungan antara hospital brand image, patient experience, patient satisfaction terhadap outpatient loyalty. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan secara online kepada pasien rawat jalan pengguna aplikasi Mobile JKN di RS X. Sebanyak 172 responden dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Data dianalisis dengan menggunakan Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan software SmartPLS 4.0, yang mencakup pengujian model pengukuran dan model struktural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hospital brand image dan penggunaan e-health (aplikasi Mobile JKN) berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap outpatient loyalty, sedangkan patient experience dan patient satisfaction menunjukkan pengaruh yang tidak signifikan terhadap outpatient loyalty. Selain itu, penggunaan aplikasi Mobile JKN sebagai e-health terbukti dapat memediasi hubungan antara hospital brand image dan patient satisfaction dengan patient loyalty, namun penggunaan e-health tidak signifikan dalam memediasi hubungan antara patient experience dan patient loyalty. Berdasarkan hasil penelitian ini, manajemen RS X disarankan untuk memperkuat hospital brand image dan mengoptimalkan integrasi Mobile JKN dengan sistem layanan internal rumah sakit guna meningkatkan efisiensi pelayanan, mengurangi waktu tunggu, serta mempermudah proses administrasi dan akses layanan kesehatan untuk membangun loyalitas pasien dalam jangka panjang
The Convergence of Online Customer Reviews and Celebrity Endorsements: An Effective Strategy to Enhance Repurchase Intention for Tupperware Products
In today’s digital era, online customer reviews and celebrity endorsements significantly influence consumer decisions, especially regarding repurchase intentions. This study explores their roles in shaping Tupperware customers repurchase intentions in Indonesia, addressing the limited empirical research on this topic. A Non-Probability Purposive Sampling method was used to survey 200 Tupperware users. Data were analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) with SmartPLS 4 software. Out of nine tested hypotheses, eight were accepted, and one was rejected. The results demonstrate that online customer reviews have a significant positive impact on repurchase intention, underscoring their critical role in influencing consumer behavior. Customers are increasingly reliant on digital feedback, which plays a more pivotal role than traditional marketing in driving loyalty. These findings offer valuable insights into Tupperware’s management. By strategically leveraging online reviews and celebrity endorsements, they can optimize promotional campaigns, strengthen customer engagement, and boost brand loyalty in Indonesia’s competitive market. This research emphasizes the importance of integrating digital feedback and influential figures into marketing strategies to enhance repurchase intention, contributing to the broader understanding of consumer behavior in the context of modern marketing
Analisis Pola Sirkulasi terhadap Penyebaran Pengunjung pada Gedung Ali Sadikin Menggunakan Metode Space Syntax
Pola persebaran pengunjung di Gedung Ali Sadikin tidak merata , dengan mayoritas pengunjung bergerak hanya di bagian pusat yang relatif kecil . Beberapa area lantai jarang dilewati atau kurang populer. Sebaliknya, Taman Ismail Marzuki ( TIM ) menjadi pusat perhatian karena popularitasnya yang meningkat sebagai pusat seni dan budaya. Tingkat kunjungan harian yang tinggi membuat setiap masalah kecilpun berpotensi memiliki dampak yang signifikan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif untuk menganalisis pola persebaran pengunjung dan sirkulasi pada objek studi kasus melalui simulasi space syntax dan nilai parameter intelligibility. Pendekatan deskriptif digunakan untuk analisis data secara sistematis, memberikan gambaran yang jelas dan terukur tentang pola sirkulasi dan persebaran pengunjung. Penelitian ini menemukan bahwa lantai 1 dan lantai 4 Gedung Ali Sadikin memiliki intensitas pengunjung tinggi karena sirkulasi yang lebar dan banyaknya hubungan antar ruangan, sementara lantai 2 dan lantai 3 memiliki intensitas yang rendah karena koridor yang sempit dan hubungan ruang yang terbatas
Autentikasi Warna dan Pola pada Peningkatan Nilai IP Drama “Squid Game”
Serial “Squid Game” meraih kesuksesan global dengan genre thriller-horror dan penggunaan warna mencolok yang tidak lazim pada genre tersebut. Penelitian ini mengkaji bagaimana elemen warna dalam “Squid Game” dapat berkontribusi pada peningkatan nilai Kekayaan Intelektual (KI) merek dan peluang merchandise. Dengan metode deskriptif analisis, didapatkan hasil bahwa warna ikonik seperti merah muda, hitam, dan hijau, membentuk identitas visual yang kuat. Motif visual unik seperti simbol permainan juga menjadi elemen kunci dalam strategi pemasaran merchandise. Penelitian ini menggunakan referensi karya Alvya Armelia, mahasiswi Universitas CKIutra yang memanfaatkan elemen “Squid Game” untuk menciptakan motif pola otentik, menunjukkan bahwa strategi desain warna yang efektif dapat meningkatkan nilai KI dan penjualan merchandise
Eksplorasi Material Bentuk Soya Leather terhadap Perancangan Sketsa Kap Lampu
Tahu adalah salah satu makanan olahan kedelai yang sangat diminati di Indonesia, dengan banyak industri rumahan yang memproduksi tahu, termasuk di wilayah irigasi Gondrong, Kota Tangerang. Industri tahu rumahan ini masih menggunakan tungku dan bahan bakar kayu dalam proses produksinya, yang menghasilkan limbah salah satunya cair tahu dari berbagai tahap produksi. Permasalahannya adalah limbah cair tahu sering dibuang tanpa pengolahan, menimbulkan bau busuk dan mencemari lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengaplikasikan limbah cair tahu untuk material utama dalam produksi nata de soya, yang selanjutnya dikembangkan menjadi soya leather, sebagai opsi untuk material pembuatan kap lampu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan eksplorasi material. Penggunaan warna merupakan salah satu metode yang diterapkan dalam pembuatan soya leather. Hasil penelitian ini memberikan solusi alternatif dalam penggunaan material ramah lingkungan untuk produk kap lampu, meningkatkan estetika dan keunikan produk, serta menawarkan nilai jual yang tinggi. Kesimpulannya, produk kap lampu menggunakan material soya leather berpotensi menjadi pilihan material inovatif menggantikan bahan konvensional seperti kertas, kaca, kain, dan batu
Festival Ambreg 2023: “ReReRe” Pondok Pucung Cosplay - Menjadikan Anak Pondok Pucung Pelaku Perubahan Lingkungan Berkelanjutan secara Kreatif
Permasalahan sampah di Indonesia menjadi salah satu topik yang terus ada dan kurang teratasi. Hal ini juga menjadi masalah yang diungkapkan oleh warga dan pemuda/i Pondok Pucung, Tangerang Selatan. Kebiasaan menimbun atau membakar sampah, terutama sampah plastik memperburuk kondisi lingkungan di sana. Menggunakan Design Thinking, Tim Desain Interior, Fakultas Desain, UPH melakukan aktivitas meneliti, mendesain, dan beraksi berkolaborasi dengan pemuda/i Pondok Pucung berupaya mengatasi permasalahan ini. Gagasan yang dipilih adalah upaya membuat kegiatan mendaur ulang sampah menjadi hal yang menarik dan kreatif khususnya untuk anak-anak Pondok Pucung bersama orang tuanya. “ReReRe” Pondok Pucung Cosplay adalah kegiatan membuat kreasi kostum dari sampah, yang bertujuan meningkatkan kesadaran warga Pondok Pucung khususnya anak-anak untuk bermain secara kreatif dengan sampah
Revitalisasi Busana Pengantin Adat Kapoetren Sebagai Representasi Sumenep-Madura
Busana pengantin Kapoetren, adalah busana adat tradisi Sumenep-Madura. Dengan potongan busana ciri khas memakai atribut balutan busana yang rumit, dan berlapis-lapis. Madura dipengaruhi multikultur: Jawa-Islam, Sulawesi, Hindu- Budha, Tionghoa dan Belanda, bukti artefak sejarah terlihat pada peninggalan bangunan keraton di Sumenep. Busana adat pengantin Sumenep-Madura mengalami perubahan yang kemudian lama-lama menghilang. Fenomena terjadi hadirnya teknologi serba cepat dan praktis, pendapat para generasi muda menganggap kuno dan ketinggalan jaman. Tujuan penciptaan revitalisasi busana pengantin Kapoetren. Hadir sebagai busana tradisi hasil modifikasi tampil lebih moderen, sebagai representasi budaya, tanpa meninggalkan makna simbol telah diwariskan. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif, data primer wawancara kepada ahli budaya dan pelaku industri kreatif. Target pengguna wanita-pria usia 20-35 tahun.
Data Sekunder berupa dokumentasi dan studi literatur. Analisis data menggunakan teori semiotika, teori kreativitas dan teori estetika indentifikasi unsur elemen dan prinsip desain. Metode penciptaan menggunakan teori Rekabumi melalui 3 tahapan, 1.konsep, 2.estetika dan 3.teknik. Penciptaan sepasang busana pengantin Kapoetren semi couture, bagian panel dan atribut busana terdiri dari odhet, sampor, rampek mudah dilepas pasang, sehingga praktis saat dikenakan. Pilihan warna khas Madura hitam, hijau dan aksen emas, ornamen kalung naga memiliki simbol makna kebaikan dan keberuntungan. Bedasarkan uji coba, observasi dan analisa data, hasil karya ini diterima oleh generasi muda Madura dan pencinta fesyen budaya, hadir dengan desain kebaruan. Penciptaan ini dapat menjadi edukasi, memberikan nilai dan makna bagi penggunanya. Dampak sosial memperkuat sebagai tradisi yang perlu dipertahankan untuk turut serta melestarikan kearifan lokal busana berbudaya
Perancangan Buku Interaktif “Kawruh Aksara Pegon” sebagai Media Pembelajaran Siswa MI di Kabupaten Kediri
Aksara Pegon merupakan salah satu metode pembelajaran yang mengadopsi dari pendidikan pondok pesantren, dengan menggunakan huruf Arab namun dalam bahasa Jawa. Penggunaan aksara Pegon yang sedikit berbeda dengan tata bahasa Arab, sehingga hal menimbulkan kesulitan dalam mempelajari
dan memahaminya, khususnya pada siswa tingkat madrasah ibtidaiyah (MI). Berdasarkan permasalahan tersebut, maka dilakukan perancangan media pembelajaran alternatif yang disampaikan melalui media komunikasi visual dalam bentuk buku interaktif. Buku interaktif tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca dan menulis aksara Pegon, sekaligus memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik dan interaktif bagi siswa. Penelitian ini merupakan jenis Research and Development yang menggunakan model ADDIE guna menghasilkan rancangan media berupa buku interaktif pembelajaran aksara Pegon bagi siswa MI di wilayah Kediri