UPH Academic Journals (Universitas Pelita Harapan)
Not a member yet
4089 research outputs found
Sort by
LIVE STREAMERS SOCIAL SELLING STRATEGIES IN ONLINE SALES ON TIKTOK LIVE
Budaya berbelanja saat ini telah mengalami pergeseran seiring majunya teknologi. Berbelanja online lebih sering dilakukan oleh para konsumen saat ini. Namun, adanya masalah dimana produk yang dibeli tidak sesuai dengan deskripsi. Fitur live streaming diciptakan untuk pemecahan permasalahan tersebut, sehingga ramainya orang yang berjualan secara online melalui live streaming di TikTok Live. Hal ini mempermudah penjual dikarenakan live streaming penjualan secara langsung yang dilakukan secara online sehingga penjual dan pembeli dapat berinteraksi secara langsung seolah-olah seperti berjualan secara konvensional. Peneliti berfokus kepada strategi pemasaran komunikasi dengan konsep social selling. Penelitian ini menggunakan paradigma interpretif dengan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif. Upaya untuk mendapatkan data melalui wawancara secara teknik semi structured interview dan konsep utama social selling. Dalam menentukan narasumber, penelitian ini melibatkan para live streamer yang aktif dan konsisten dalam berjualan melalui TikTok Live. Oleh karena itu, wawancara dilakukan kepada para live streamer yang berjualan secara live streaming di TikTok Live. Temuan penilitian ini menunjukkan bahwa para live streamer melakukan penjualan dengan menggunakan teknik utama yang interaktif untuk mendapatkan perhatian dari penonton, cara berjualan secara tradisional yang diterapkan pada media sosial, strategi promosi, penentuan harga, display produk, beserta dengan raut wajah atau ekspresi penjual
The Impact of Attitude and Knowledge on Consent Decisions for Cataract Surgery: A Study at Siloam Hospitals Lippo Village, Building B
Introduction: Cataracts account for 77.7% of blind cases in Indonesia, indicating that many cataract patients have not had surgery. Low levels of knowledge, attitude, and decision-making among cataract patients regarding surgery may limit the number of procedures performed in Indonesia. Therefore, this study aims to assess cataract patients’ knowledge, attitude, and decision-making concerning surgery at Siloam Hospitals Lippo Village in Tangerang. Objective: To determine the relationship between knowledge, attitude, and decision-making regarding cataract surgery among Siloam Hospitals Lippo Village Building B patients.
Methods: This cross-sectional study involves 64 cataract patients visiting Siloam Hospitals Lippo Village Building B. The collected data were analysed using SPSS Statistics bivariate analysis.
Results: Out of the 64 respondents, 7 (10.9%) demonstrated low knowledge, 4 (6.3%) displayed a negative attitude, and 4 (6.3%) indicated unwillingness to undergo surgery. A significant relationship exists between knowledge and attitude, attitude and decision, and knowledge and decision regarding cataract surgery, with a p-value of 0.000 as determined by the Pearson Chi-Square test.
Conclusion: A significant relationship exists between knowledge, attitude, and the decision to undergo cataract surgery
A Rare Manifestation of ‘Complex’ Post Streptococcus Infection Movement Disorder in Paediatric Patient a Case Report
Background: Post Streptococcal Movement Disorder (PSMD) is a rare disease. One of the PSMD diagnosis is Pediatric Autoimmune Neuropsychiatric Disorders Associated with Streptococcal Infection (PANDAS).
Case Description: 10 year old female with involuntary movement including myoclonic jerks, chorea and stereotype. Movement duration is 5 minutes, repetitive and sensitive to loud noise. Patient has history of respiratory infection 2 weeks ago with Positive ASTO test. Patients showed improvement after treatment with antibiotics, corticosteroids and antipsychotics.
Conclusion: The pathophysiology of PANDAS begins with Group A beta-hemolytic infection that causes cross reaction in cortical structures and basal ganglia due to molecular mimicry. Currently there is no definitive test for PANDAS,where diagnosis is primarly confirmed by identifying signs, symptoms and physical neurological examination
PELATIHAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DAN PENDEKATAN INTERDISIPLINER DALAM PROYEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (P5) DI KOMUNITAS GURU BELAJAR SMAN 86 JAKARTA
Tujuan utama penelitian ini adalah untuk membahas dan menganalisis implementasi Kurikulum Merdeka dalam konteks penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) melalui pelatihan pembelajaran berdiferensiasi dan pendekatan interdisipliner bagi para guru. Pelatihan tersebut dilakukan dengan mendalami konsep dan prinsip dasar Kurikulum Merdeka, serta bagaimana strategi pembelajaran berdiferensiasi dapat memenuhi kebutuhan belajar beragam siswa. Selain itu, penelitian ini membahas pentingnya pendekatan interdisipliner dalam menciptakan pengalaman pembelajaran yang holistik dan kontekstual di kelas. Instrumen penelitian yang digunakan mencakup observasi di sekolah, kuesioner yang disebarkan kepada guru, serta wawancara mendalam dengan guru dan ahli kurikulum untuk mengumpulkan data tentang implementasi pembelajaran berdiferensiasi dan pendekatan interdisipliner di sekolah. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa pembelajaran berdiferensiasi dan pendekatan interdisipliner terbukti efektif dalam meningkatkan keterlibatan dan motivasi belajar siswa, serta penguatan Profil Pelajar Pancasila. Namun metode dan pendekatan pembelajaran ini belum dapat diimplementasikan oleh guru secara maksimal sehingga penelitian ini dapat menjadi rekomendasi dalam meningkatkan efektivitas implementasi Kurikulum Merdeka, khususnya dalam pelaksanaan P5
PEMBELAJARAN INTERAKTIF DAN EDUKASI POLA ASUH BAGI MASYARAKAT DESA PAGERWANGI
Dari hasil observasi yang dilakukan, peneliti dan mitra melihat adanya temuan di Desa Pagerwangi, Lembang, yang menunjukkan bahwa masih banyak orangtua belum memahami pentingnya pola asuh dalam membentuk karakter anak. Kegiatan Heart To Serve 2025 hadir sebagai upaya edukatif yang berfokus pada penguatan peran keluarga dalam mendidik anak sejak dini. Pola asuh yang tepat berperan penting dalam menanamkan nilai tanggung jawab, kepedulian sosial, dan kebiasaan hidup sehat, yang berdampak langsung pada kualitas interaksi sosial dan lingkungan masyarakat. Minimnya pemahaman orangtua tentang hal ini dapat menyebabkan kesenjangan nilai, lemahnya kontrol sosial, serta kurangnya teladan positif bagi generasi muda. Oleh karena itu, kegiatan ini dirancang untuk memberikan edukasi seputar pola asuh kepada masyarakat Desa Pagerwangi secara komunikatif dan kolaboratif. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran orangtua mengenai pentingnya pola asuh yang mendukung tumbuh kembang anak secara utuh, baik secara emosional, sosial, maupun moral. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana partisipatif bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam pelayanan masyarakat melalui interaksi lintas generasi. Luaran yang ditargetkan yaitu sebanyak 80% dari peserta edukasi orangtua menunjukkan peningkatan pemahaman dan kepuasan atas materi pola asuh yang diberikan, sebagaimana diukur melalui evaluasi akhir kegiatan. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga mendorong perubahan sikap dalam praktik pengasuhan anak, guna membentuk lingkungan keluarga yang sehat dan masyarakat yang harmonis. 
Adaptation of Iso Principle Concept as a Foundation in Music Therapy Session Planning for a First Responder with PTSD: A Case Study
Post-traumatic stress disorder (PTSD) among first responders is an understudied issue in Indonesia. Until the point that this study was written, there has not been any literature regarding this issue that is available in Indonesia. In the American continent, music therapy is used as one of the non-pharmaceutical interventions for first responders and veterans with PTSD. Despite of the many literatures that were written on music therapy and PTSD, there is a lack of information on approaches and considerations when working with first responders with PTSD in a music therapy session. This study aims to offer the clinical idea and considerations; mainly the adaptation of Iso principle concept; to base music therapy session planning for first responders with PTSD. The Iso-principle is the idea of matching the chosen music to the client’s mood, and gradually changing the music to the desired mood. In this case-study, the flow of music therapy sessions with an adult male first responder will be reviewed and analyzed.
Evaluasi Subyektif Teknik Perekaman Stereo Talempong [Subjective Evaluation of Talempong Stereo Recording Techniques]
Talempong is a traditional musical instrument from Minangkabau, West Sumatra, Indonesia. Talempong is played by hitting it with an oval-shaped wooden stick, which is usually wrapped in cloth, rubber, or thread. The purpose of this research is to analyze the preference of stereo recording technique on talempong recording. The stereo recording techniques used are: XY, ORTF, NOS, Spaced-Pair (AB). Subjective tests were conducted on 24 expert and non-expert participants, including sound engineers, musicians, and Minang music activists. Qualitative methods were used to identify respondents' preferences for the stereo recording technique used. The results showed that 80% of the 12 non-expert participants liked the AB stereo recording technique, and 50% of the 4 expert participants liked the XY stereo recording technique because both recording techniques produced sound with clear clarity. Spatial panorama and tone color are other acoustic aspects that are factors in choosing preference for stereo recording techniques, however, clarity is the main acoustic aspect in choosing stereo recording technique preferences. Bahasa Indonesia Abstract:Talempong adalah alat musik tradisional dari Minangkabau, Sumatra Barat, Indonesia. Talempong dimainkan dengan cara dipukul menggunakan batang kayu berbentuk lonjong, yang biasanya dililit kain, karet, atau benang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis preferensi teknik perekaman stereo pada perekaman talempong. Teknik perekaman stereo yang digunakan adalah: XY, ORTF, NOS, Spaced-Pair (AB). Uji subjektif dilakukan kepada 24 naracoba ahli dan non-ahli meliputi insinyur bunyi, musisi, dan penggiat seni musik Minang. Metode kualitatif digunakan untuk mengidentifikasi preferensi responden terhadap teknik perekaman stereo yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 80% dari naracoba 12 non-ahli menyukai teknik perekaman stereo AB, dan 50% naracoba 4 ahli menyukai teknik perekaman stereo XY karena, kedua teknik perekaman tersebut menghasilkan bunyi dengan klaritas yang jelas. Panorama spasial dan warna nada merupakan aspek akustik lainnya yang menjadi faktor pemilihan preferensi teknik perekaman stereo namun, klaritas merupakan aspek akustik utama dalam pemilihan preferensi teknik perekaman stereo.
THE POWER OF DIGITAL INFLUENCE: HOW SOCIAL MEDIA DRIVES BRAND AWARENESS AND PURCHASE INTENTIONS AMONG GEN Z
This study explores the impact of influencer credibility, user-generated content (UGC), and celebrity endorsement on purchase intention among Generation Z in Jabodetabek, with brand awareness as a mediating variable. This study collected data from 186 respondents who were skincare products users and the data were analyzed by using Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The results indicate that UGC and brand awareness significantly and positively influence purchase intention. However, influencer credibility and celebrity endorsement do not affect purchase intention significantly. Furthermore, brand awareness does not mediate the impact of influencer credibility and celebrity endorsement on purchase intention. These findings highlight the importance of prioritizing user-generated content and brand awareness in shaping consumer’s purchase intention. Moreover, for skincare companies, focusing on authentic user interactions and fostering brand familiarity can enhance marketing strategies, particularly in competitive digital environments. Furthermore, this study offers insights regarding how digital marketing elements influence consumer’s behavior and provides feasible recommendations for businesses who target young and media-savvy customers. The results underline the evolving role of digital content and branding in driving purchase intentions, suggesting that companies should adapt their strategies to align with the expectations of Generation Z, who value relatability and authenticity
PENGARUH PRAKTIK MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DAN PERCEIVED ORGANIZATIONAL SUPPORT TERHADAP KOMITMEN GURU MELALUI EMPLOYEE ENGAGEMENT DI SMP SUBRAYON 09 KOTA SEMARANG [THE INFLUENCE OF HUMAN RESOURCE MANAGEMENT PRACTICE AND PERCEIVED ORGANIZATIONAL SUPPORT TOWARDS TEACHER COMMITMENT THROUGH EMPLOYEE ENGAGEMENT IN JUNIOR HIGH SCHOOL SUBRAYON 09 SEMARANG CITY]
Success in developing schools cannot rely solely on external factors such as budget, technology, and physical facilities. Internal factors, particularly teachers' commitment to their profession and institution, play a key role in fostering a high-quality learning environment. Teachers with strong commitment are more likely to take initiative, be responsible, and contribute sustainably to achieving educational goals, making them a fundamental pillar of overall school progress. This study aims to examine the influence of human resource management practices and perceived organizational support on teacher commitment, with employee engagement as a mediating variable. The research was conducted at Junior High Schools in Subrayon 09, Semarang City, involving a sample of 194 teachers. Data were collected using a 5-point Likert scale questionnaire distributed online via Google Forms. Data analysis was carried out using Structural Equation Modeling based on Partial Least Squares (SEM-PLS). The findings indicate that human resource management practices and perceived organizational support have a positive effect on employee engagement and teacher commitment. Furthermore, employee engagement directly influences teacher commitment and significantly mediates the effect of human resource management practices and perceived organizational support on teacher commitment.
Abstrak Bahasa Indonesia
Keberhasilan dalam mengembangkan sekolah tidak cukup hanya mengandalkan faktor-faktor eksternal seperti anggaran, teknologi, dan fasilitas fisik. Faktor internal, khususnya komitmen guru terhadap profesi dan institusi, memegang peranan kunci dalam menciptakan lingkungan belajar yang berkualitas. Guru yang memiliki komitmen tinggi akan lebih berinisiatif, bertanggung jawab, dan berkontribusi secara berkelanjutan dalam mencapai tujuan pendidikan, sehingga menjadi fondasi utama dalam kemajuan sekolah secara menyeluruh. Studi ini bertujuan untuk meneliti pengaruh praktik manajemen sumber daya manusia dan perceived organizational support terhadap komitmen guru dengan employee engagement sebagai variabel mediasi. Objek yang dijadikan tempat penelitian yaitu SMP di Subrayon 09 Kota Semarang dengan sampel sebanyak 194 guru. Pengumpulan data menggunakan kuesioner skala Likert 5 poin yang didistribusikan secara online melalui Google Forms. Analisis data menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS). Temuan penelitian menunjukkan bahwa praktik manajemen SDM dan perceived organizational support berpengaruh positif terhadap employee engagement dan komitmen guru. Employee engagement juga terbukti secara langsung memengaruhi komitmen guru dan dapat secara signifikan memediasi pengaruh praktik manajemen SDM dan perceived organizational support terhadap komitmen guru
Unveiling Indonesia’s Challenges in Attracting Foreign Direct Investment: The Case of Apple Inc and the Electronic Manufacturing Industry
Foreign Direct Investment (FDI) plays a pivotal role in advancing economic growth, industrial modernization, and technology transfer in emerging economies. This study explores Indonesia’s persistent challenges in attracting high-technology FDI within the electronic manufacturing sector, focusing on the case of Apple Inc. as a reflection of broader policy dynamics. Employing a qualitative case study approach, the research analyzes secondary data from official reports, government publications, and scholarly literature to uncover the intersection between Indonesia’s economic ambitions, political diplomacy, and security considerations. The findings reveal that although Indonesia possesses significant potential—characterized by abundant resources, a large domestic market, and an expanding digital ecosystem—its investment climate remains hindered by bureaucratic inefficiencies, inconsistent regulations, and limited technological infrastructure. The study highlights that Apple Inc., while fulfilling its Local Content Requirement (TKDN) through software-based initiatives such as the Apple Developer Academy, continues to refrain from establishing local manufacturing facilities. This decision underscores the broader structural constraints faced by multinational corporations operating in Indonesia’s regulatory environment. Economically, the research demonstrates that FDI remains central to Indonesia’s goal of transitioning from resource-based exports toward high-value manufacturing. Politically, it shows that FDI functions as an instrument of economic diplomacy, enhancing Indonesia’s international credibility. From a security perspective, strengthening the electronic manufacturing sector through FDI is vital for achieving technological sovereignty and resilience amid global supply chain disruptions. The study concludes that Indonesia’s success in attracting sustainable FDI depends on its ability to harmonize economic liberalization with institutional reform and industrial readiness. Addressing these structural challenges is imperative for Indonesia to fully integrate into the global value chain and achieve its vision under the Making Indonesia 4.0 roadmap.Investasi Asing Langsung (Foreign Direct Investment/FDI) memainkan peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, modernisasi industri, dan transfer teknologi di negara-negara berkembang. Studi ini menelusuri tantangan berkelanjutan yang dihadapi Indonesia dalam menarik FDI berteknologi tinggi di sektor manufaktur elektronik, dengan fokus pada kasus Apple Inc. sebagai cerminan dari dinamika kebijakan yang lebih luas. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, penelitian ini menganalisis data sekunder dari laporan resmi, publikasi pemerintah, dan literatur akademik untuk mengungkap keterkaitan antara ambisi ekonomi, diplomasi politik, dan pertimbangan keamanan Indonesia. Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun Indonesia memiliki potensi besar—ditandai oleh sumber daya yang melimpah, pasar domestik yang luas, dan ekosistem digital yang berkembang—iklim investasinya masih terhambat oleh inefisiensi birokrasi, regulasi yang tidak konsisten, serta keterbatasan infrastruktur teknologi. Studi ini menyoroti bahwa Apple Inc., meskipun telah memenuhi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) melalui inisiatif berbasis perangkat lunak seperti Apple Developer Academy, masih enggan untuk membangun fasilitas manufaktur lokal. Keputusan ini menegaskan adanya kendala struktural yang lebih luas yang dihadapi perusahaan multinasional dalam lingkungan regulasi Indonesia. Secara ekonomi, penelitian ini menunjukkan bahwa FDI tetap menjadi faktor sentral dalam upaya Indonesia untuk beralih dari ekspor berbasis sumber daya menuju manufaktur bernilai tambah tinggi. Secara politik, FDI berfungsi sebagai instrumen diplomasi ekonomi yang dapat meningkatkan kredibilitas internasional Indonesia. Dari perspektif keamanan, penguatan sektor manufaktur elektronik melalui FDI sangat penting untuk mencapai kedaulatan dan ketahanan teknologi, terutama di tengah gangguan rantai pasok global. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan Indonesia dalam menarik FDI yang berkelanjutan bergantung pada kemampuannya untuk menyelaraskan liberalisasi ekonomi dengan reformasi institusional dan kesiapan industri. Mengatasi tantangan struktural ini menjadi kunci agar Indonesia dapat sepenuhnya terintegrasi ke dalam rantai nilai global dan mewujudkan visinya di bawah peta jalan Making Indonesia 4.0