UPH Academic Journals (Universitas Pelita Harapan)
Not a member yet
4089 research outputs found
Sort by
The Influence of Government Support, Digital Literacy, and Market Orientation on Agrotourism Sustainability in the Menoreh Mountains
This study aims to analyze the influence of government support, digital literacy, and market orientation on agrotourism sustainability in the Menoreh Mountains. A quantitative approach with explanatory design was employed, involving 100 respondents consisting of agrotourism managers and operators. Data were collected through Likert-scale questionnaires and analyzed using multiple linear regression. The results reveal that government support has a significant positive impact on agrotourism sustainability through policies, infrastructure provision, and destination promotion. Digital literacy significantly enhances competitiveness via social media utilization, tourism applications, and online information management. Market orientation also shows significant effects by driving product adaptation, service adjustments, and targeted promotional strategies. Simultaneously, the three independent variables contribute significantly to agrotourism sustainability in the Menoreh Mountains. These findings indicate that synergy among policy support, digital capabilities, and adaptive marketing strategies is the key to strengthening competitiveness and ensuring long-term community-based agrotourism sustainability
Perioperative Management of Craniotomy for Clipping Aneurysm: A Case Report
Background: Ruptured cerebral aneurysm is the most common cause of spontaneous subarachnoid hemorrhage (SAH). Anesthesiologists play a critical role in recognizing these complications to ensure thorough pre-anesthetic evaluation and appropriate perioperative management. However, there remains a limited number of case reports detailing the perioperative care of patients undergoing craniotomy for aneurysm clipping.
Case Description: We present the case of a 66-year-old woman diagnosed with acute non-communicating hydrocephalus, pan-ventricular intraventricular hemorrhage, and subarachnoid hemorrhage involving the basal cistern, bilateral sylvian fissures, and temporal lobes following ventriculoperitoneal (VP) shunt placement. The hemorrhage was attributed to a ruptured aneurysm. A craniotomy for aneurysm clipping was planned, and the procedure was performed under general anesthesia. Intraoperatively, the patient's hemodynamic parameters were successfully maintained within stable limits. Postoperatively, the patient was closely monitored in the intensive care unit, where no neurological deficits or major complications were observed during the hospital stay.
Discussion: This case highlights the complexity of managing patients with aneurysmal subarachnoid hemorrhage, particularly those presenting with multiple complications such as hydrocephalus and intraventricular extension of bleeding.
Conclusions: The successful management of this case demonstrates that a well-structured perioperative plan is crucial in the surgical treatment of ruptured aneurysms. Despite the high-risk nature of subarachnoid hemorrhage and its associated complications, favorable outcomes can be achieved with careful preoperative preparation, intraoperative vigilance, and postoperative monitoring. Further case reports and studies are needed to expand the evidence base and refine best practices in the perioperative management of patients undergoing craniotomy for aneurysm clipping
Exploring the Association Between HIV Knowledge and Prevention Attitudes Among Health Science Students
ound: HIV continues to be a major public health concern worldwide, and comprehensive understanding has shown that HIV knowledge enhances effective prevention behaviors and helps prevent the transmission of the disease. Previous research conducted indicated that higher levels of knowledge were associated with more positive attitudes toward HIV prevention, specifically, 58.7% demonstrated good knowledge and 70.7% engaged in preventive actions. Health science students are a key group for HIV education, as they are future healthcare providers. However, limited research has been done among health science students.
Methods: A cross-sectional study was conducted with 295 health science students consisting of 193 medical and 102 non-medical students. Participants completed two questionnaires, i.e., HIV knowledge with 24 true/false items and HIV prevention attitudes with 23 items on a Likert scale. Descriptive and inferential statistics, including chi-square tests and multivariate logistic regression, were used to analyze the data.
Results: Of the respondents, 43.4% demonstrated good HIV knowledge, while 56.6% had poor knowledge. Regarding prevention attitudes, 59.7% exhibited favorable attitudes, while 40.3% had unfavorable attitudes. A significant positive association was found between HIV knowledge and prevention attitudes (p < 0.001, OR: 2.525, 95% CI: 1.546–4.123). Gender differences were noted, with females displaying more favorable attitudes (p < 0.001, OR: 2.551, 95% CI: 1.487–4.379). Medical students showed less favorable attitudes toward HIV prevention compared to non-medical students (p = 0.042, OR: 1.681, 95% CI: 1.017–2.778).
Conclusions: This study highlights the influence of HIV knowledge, gender, and faculty on HIV prevention attitudes among health science students, with females and non-medical students showing more engagement in prevention efforts. These findings underscore the need for comprehensive HIV education in university curricula to enhance both knowledge and preventive behaviors
CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY PT KILANG PERTAMINA INTERNASIONAL REFINERY UNIT V DI HUTAN LINDUNG SUNGAI WAIN BALIKPAPAN
Hutan Lindung Sungai Wain (HLSW) sangat krusial bagi masyarakat dan industri perminyakan di Balikpapan. Mengingat tingginya ketergantungan masyarakat terhadap hutan lindung yang berpotensi menimbulkan kerusakan ekologis, PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit V yang memanfaatkan Waduk Wain untuk produksinya berperan krusial dalam menjaga keberlanjutan lingkungan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya CSR yang dilakukan PT KPI RU V di HLSW, khususnya pada program berbasis pemberdayaan masyarakat, mengingat tingginya ketergantungan masyarakat terhadap HLSW. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan teknik pengumpulan data primer berupa wawancara dengan manajemen PT KI RU V dan HLSW serta data sekunder dari jurnal, situs web, dan lain-lain. Penelitian ini menggunakan konsep CSR dan konservasi untuk menganalisis apakah implementasi program CSR PT KPI RU V telah mencerminkan prinsip 3P (Profit, People, Planet) dan bagaimana program CSR berbasis pemberdayaan masyarakat dapat berkontribusi terhadap konservasi lingkungan secara tidak langsung. Namun demikian, pelaksanaan CSR masih dominan berfokus pada aspek manusia (pemberdayaan masyarakat), dan kontribusinya terhadap pelestarian ekologi (planet) dinilai masih minim
PENINGKATAN KAPASITAS GURU DALAM MENDUKUNG TEACHING FACTORY DI SMKS GRESIK BERBASIS EKONOMI KREATIF
Mitra pada program pemberdayaan ini Adalah teaching factory berupa bakery yang dikelolah oleh SMK Hidayatul Ummah Gresik Jawa Timur. Pengelolaannya masih terbilang kurang sehingga terdapat permasalahan: 1)Belum menjaga keselamatan dan kesehatan produksi; 2)Perlu pengembangan varian produk; 3)Perlu penguatan peralatan modern; 4)Belum merencanakan perhitungan kapasitas produksi dan penyimpanan stok tidak efisien; dan 5)Belum mengintegrasikan teaching factory dengan prinsip ekonomi kreatif, seperti desain produk, branding, atau pemasaran digital. Pelaksanaan kegiatan diantaranya; 1)Peningkatan pengetahuan menjaga keselamatan dan kesehatan kerja sebesar 75%; 2) Peningkatan pengetahuan hygiene personal sebesar 75%; 3)Peningkatan kapasitas produksi sebesar 40%; 4)Peningkatan penjualan sebesar 50%; 5)Mempunyai sertifikat Halal dan merk dagang; 6)Tersedianya celemek, penutup kepala, sarung tangan, dan peralatan masak berbahan stainless steel; 7)Peningkatan keterampilan membuat inovasi olahan produk kue sebesar 75%; 8)Peningkatan pengetahuan perencanaan produksi bakery sebesar 70%; 9)Tersedianya penyimpan adonan, freezer mixer, penggiling, dan oven; 10)Peningkatan keterampilan mendesain kemasan sebesar 70%; 11)Peningkatan keterampilan melakukan foto dan video produk melalui handphone sebesar 75%; 12)Peningkatan pengetahuan kewirausahaan sebesar 75%; 13)Peningkatan keterampilan pemasaran media digital sebesar 75%; 14)Peningkatan pengetahuan pengelolaan iklan sosial media sebesar 75%; 15)Tersedianya eCommerce
PENYULUHAN KEWASPADAAN TERHADAP LEPTOSPIROSIS DI WILAYAH RAWAN BANJIR DESA PANTAI HAMBAWANG
Leptospirosis merupakan penyakit menular yang dapat dicegah dengan memberikan pengetahuan dan mempromosikan perilaku kesehatan preventif di wilayah berisiko. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang telah dilaksanakan pada masyarakat di lingkungan lahan basah dan wilayah rawan banjir. Tujuan PKM, adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai mengenai kewaspadaan leptospirosis pada masyarakat di Desa Pantai Hambawang. Penyuluhan dilakukan dengan metode ceramah interaktif, diskusi, serta penggunaan media poster dan slide edukatif. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test terhadap 30 responden dan mencegah kejadiaan penyakit menular dan akut. Pada kegiatan ini juga diinformasikan mengenai faktor risiko dan potensi leptospirosis, serta upaya pencegahannya. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dengan kategori baik, dari 20% sebelum penyuluhan menjadi 83,3 % setelah penyuluhan (p-value 0,000<α 0,05). Kesimpulan, penyuluhan mengenai kewaspadaan leptospirosis, dapat mengingkatkan pengetahuan masyakarat dan di wilayah lahan basah bantaran sungai. Diharapkan dengan bekal pengetahuan yang diterimanya, masarakat setempat dapat meminimalisir leptospirosis
Perancangan Media Pembelajaran Matematika Dasar Studi Kasus Kelas 2 SDN Klitren, Yogyakarta
Kemampuan berhitung menjadi salah satu dari tiga kemampuan dasar yang harus terpenuhi oleh setiap siswa pada jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD). Matematika menjadi salah satu mata pelajaran yang paling sulit dan juga menjadi mata pelajaran yang kurang diminati oleh para siswa ditiap jenjang pendidikan. Adanya faktor internal dan eksternal yang menyebabkan timbulnya kesulitan belajar pada siswa saat melakukan proses kegiatan belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menciptakan rancangan media pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan berhitung siswa kelas 2 SD serta menarik ketertarikan siswa kelas 2 SD untuk belajar matematika. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Metode desain yang digunakan dalam pengembangan media pembelajaran anak kelas 2 SD adalah SCAMPER
BEYOND RANKINGS: A CRITICAL PEDAGOGY PERSPECTIVE ON PISA AND EDUCATIONAL REFORM IN INDONESIA AND VIETNAM [MELAMPAUI PERINGKAT: SEBUAH PERSPEKTIF PEDAGOGI KRITIS TERHADAP PISA DAN REFORMASI PENDIDIKAN DI INDONESIA DAN VIETNAM]
The Programme for International Student Assessment (PISA) has become a benchmark for evaluating educational quality worldwide. This study explores whether PISA promotes meaningful improvements or shifts focus toward standardized outcomes, through a comparative analysis of Indonesia and Vietnam. Despite its low GDP, Vietnam consistently achieves high PISA scores, while Indonesia struggles despite substantial reforms. Drawing on Paulo Freire and Henry Giroux’s critical pedagogy, this paper critiques test-centered education and emphasizes the need for contextualized, transformative learning. Using literature review and qualitative analysis, this research offers recommendations for aligning educational assessment with broader human development goals.
Abstrak Bahasa Indonesia
Program Penilaian Siswa Internasional (PISA) telah menjadi tolok ukur untuk mengevaluasi kualitas pendidikan di seluruh dunia. Studi ini meneliti apakah PISA mendorong peningkatan yang berarti atau mengalihkan fokus ke hasil yang terstandardisasi, melalui analisis komparatif Indonesia dan Vietnam. Meskipun PDB-nya rendah, Vietnam secara konsisten mencapai skor PISA yang tinggi, sementara Indonesia mengalami kesulitan meskipun ada reformasi substansial. Mengacu pada pedagogi kritis Paulo Freire dan Henry Giroux, makalah ini mengkritik pendidikan yang berpusat pada ujian dan menekankan perlunya pembelajaran yang kontekstual dan transformatif. Dengan menggunakan tinjauan pustaka dan analisis kualitatif, penelitian ini menawarkan rekomendasi untuk menyelaraskan penilaian pendidikan dengan tujuan pembangunan manusia yang lebih luas
The 2024 Reclaim the Night Movement Following the Kolkata Rape and Murder Case: A Framing Theory Analysis
The “Reclaim the Night” (RTN) movement in India, galvanized by the 2024 Kolkata rape and murder case, exemplifies the dynamic interaction between grassroots activism and collective action framing in addressing systemic gender-based violence. This study investigates the dynamics of the collective action framing process within the 2024 "Reclaim the Night" demonstrations following the rape and murder of a female doctor in Kolkata. Employing Benford and Snow's collective action framing theory, the research qualitatively analyzes the movement's diagnostic, prognostic, and motivational framing, along with influencing variables and discursive, strategic, and contested processes. Findings indicate that diagnostic framing effectively identified widespread issues, including victim stigmatization and systemic political failures rooted in patriarchal perspectives. Prognostic framing emphasized actionable solutions such as proper legal processes and improved working conditions to prevent future tragedies. Motivational framing leveraged public frustration with legal authorities' neglect to amplify protest momentum. The RTN movement's strategic use of master frames like safety, freedom, and government accountability, coupled with social media mobilization, garnered significant support. However, contested processes, including public and political counter-arguments, highlight the ongoing challenges in reframing societal narratives. This movement offers a model for transformative action, contributing to a broader vision of gender equality by reclaiming public spaces and reconstructing societal narratives
Rancang Bangun Alat Pengiris Singkong dengan Metode Quality Function Deployment (QFD): [Design and Development of a Cassava Slicing Tool using The Quality Function Deployment (QFD) Method]
This research was conducted to design and develop a cassava slicing tool for the UMKM (Micro, Small, and Medium Enterprises) "Keripik Singkong Bu Supiah" located in Keranggan Village. The design and development process of this slicing tool was carried out using the Quality Function Deployment (QFD) approach and a House of Quality (HOQ) matrix, which was employed to gather user needs (voice of the customer) and then further analyzed to generate HOWs (engineering characteristics). Additionally, a component planning matrix was created, resulting in three key components for the tool's development: the main frame, slicing mechanism, and slicing blade. The next step involved designing and constructing the cassava slicing tool based on user requirements. The developed cassava slicing device was constructed from iron and was equipped with three blades mounted on a rotating disc, which was operated manually using a hand crank. The device also features a container for placing the cassava, fitted with a spring mechanism that facilitates the movement of the cassava toward the blades. The testing results of the developed tool showed a 6.1% improvement in slicing time efficiency and a 0.54% increase in slicing yield. Moreover, the tool development helped minimize the risk of hand injuries from the blade and eliminated waste during the cassava slicing process.
Bahasa Indonesia Abstract: Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk merancang dan mengembangkan alat pengiris singkong pada UMKM Keripik Singkong Bu Supiah yang terletak di Desa Keranggan. Proses perancangan dan pengembangan alat ini dilakukan dengan pendekatan Quality Function Deployment (QFD) yang digunakan untuk mengumpulkan kebutuhan pengguna (voice of customers) yang kemudian akan dianalisis lebih lanjut untuk menghasilkan HOWs (engineering characteristics). Selain itu, terdapat matriks perencanaan komponen yang menghasilkan tiga komponen penting dalam pengembangan alat, yaitu kerangka utama, mekanisme pengirisan, dan pisau pengiris. Proses selanjutnya adalah perancangan dan pembuatan alat pengiris singkong berdasarkan kebutuhan pengguna. Alat pengiris singkong yang dikembangkan terbuat dari besi dengan 3 bilah pisau dipasang pada piringan dan dioperasikan menggunakan engkol yang diputar secara manual. Pada alat tersebut juga terdapat wadah tempat meletakkan singkong yang dilengkapi dengan pegas yang dapat mendorong singkong ke arah pisau. Hasil uji coba dari alat yang telah dikembangkan adalah terdapat peningkatan efisiensi sebesar 6,1% terhadap waktu pengirisan singkong dan peningkatan sebesar 0,54% terhadap hasil irisan singkong. Selain itu, pengembangan alat juga dapat meminimalkan resiko tangan tergores mata pisau dan menghilangkan waste yang terdapat dalam proses pengirisan singkong