Repositori Universitas Malikussaleh
Not a member yet
4877 research outputs found
Sort by
KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT HUKUM ADAT DI PESISIR KABUPATEN ACEH UTARA DALAM MEWUJUDKAN KEDAULATAN PANGAN
Kearifan local di Aceh dalam mengelola laut termasuk mengelola sumberdaya perikanan yang berkelanjutan dalam mewujudkan kedaulatan pangan, terkandung di dalam Hukum Adat Laot. Hukum Adat Laot merupakan suatu kearifan lokal yang berupa sistem dan peraturan yang mampu membentuk dan mensinergikan pemahaman bersama di kalangan para nelayan Aceh untuk memanfaatkan sumber daya perikanan secara beretika, bertanggung jawab dan berkelanjutan sebagai sumber kehidupan. Penerapan Hukum Adat Laot dipimpin oleh Panglima Laot sebagai salah satu Lembaga Adat yang ditegaskan dalam Undang-Undang Pemerintahan Aceh dan Qanun Lembaga Adat. Tulisan ini mengkaji bagaimana kearifan local masyarakat pdalam mendukung kedaulatan pangan di Kabupaten Aceh Utara. Hasil Kajian mendapati bahwa kearifan local masyarakat di pesisir Kabupaten Aceh Utara dalam mengelola sumber daya alam laut sebagaimana disebut dengan Hukum Adat Lot. Di dalamnya mengandung Meupanyang dalam menggunakan laut sebagai mata pencaharian sehari-hari. Mereka telah melakukan tradisi melaut secara turun temurun dengan pedoman dan pantangan yang mereka yakini dapat melestarikan sumber daya alam laut
Analisa Identifikasi Peninggalan Bangunan Kolonial pada Rumah Tinggal di Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe sebagai Aset Heritage
ANALISIS LINGKUNGAN BISNIS (Reformulasi dan Rekayasa Ulang Strategi Bisnis)
Perkembangan zaman mengakibatkan perubahan lingkungan bisnis yang pada akhirnya menimbulkan persaingan dalam industri semakin ketat. Jika dulu produsen yang memegang kendali, sekarng dengan adanya revolusi informasi dan perekonomian yang semakin terbuka, batas antarnegara maupin regional semakin kabur sehingga konsumen semakin menguasai pasar dan dapat dengan leluasa menentikan jenis tempat perolehan serta harga dari produk dan jasa yang diinginkan
ASWAJA MOBILIZATION AND INTOLERANCE: Sub-state ideology, religious vigilantism in Aceh, Indonesia
This article examines the attack on a mosque in Samalanga, Aceh, Indonesia, by showing the relations between religious ideology, the state, and paramilitary groups. Intolerance studies in the Muslim world pay less attention to the ideology in the sectarian state, and its influence on attacking houses of worship. Using the state-parallel theory to look at the case of the attack on the Muhammadiyah Mosque in Samalanga, Aceh, this article argues that attacking the house of worship cannot be separated from state ideology. Based on the case study, data are collected by interviewing actors, such as the Aswaja group, staff government in Sangso, and Muhammadiyah members in Sangso. In the end, the article concluded that intolerance in the Muslim world can be seen from the parallel relation between religious ideology, state, and religious paramilitary
Cek Plagiasi 'A Model to Minimize Disagreement in Group Decisions with Consensus'
The group decision making (GDM) is a procedure where a chance is given for team members to impact
a decision. Therefore, team members feel obligated to the decision that is made, such a decision-making
procedure needs some degree of consensus. Decision making problems mainly involve discovering the
best option from a feasible alternative set. We devise an integer program model for facing the difference
between everyone’s preferences and the final solution. The consensus degree can be discovered to
reveal how far a group of individuals is from maximum consensus. The model is created in order to
minimize the disagreement of the consensus obtained
TEGANGAN DAN REGANGAN TARIK PERKERASAN SEMI-FLEKSIBEL DENGAN MODIFIKASI REOLOGI ASPAL AKIBAT BEBAN BERULANG
Struktur perkerasan semi fleksibel (PSF) akibat timbulnya tegangan dan regangan menyebabkan
retak awal yang menyebabkan deformasi permanent sehingga kegagalan perkerasan akibat kelelahan
umur tidak dapat dihindarkan. Fenomena tersebut dapat dikurangi dengan perkerasan yang memiliki
cukup kekakuan dan kelenturan. Modifikasi material dilakukan untuk meningkatkan kekakuan dan
kelenturan campuran dengan menggunakan jenis campuran, gradasi, dan modifikasi aspal yang tepat
sebagai usaha pengembangan campuran perkerasan beraspal. Tujuan penelitian mempelajari
tegangan dan regangan tarik campuran PSF terhadap beban berulang dengan modifikasi reologi
aspal menggunakan waste tire rubber (WTR). Desain campuran aspal berpori dimulai dengan
penentuan proporsi aspal optimal dengan agregat bergradasi terbuka sebagaimana ditentukan
sepesifikasi Australian Asphalt Pavement Association (AAPA) 2004. Uji Marshall untuk mengetahui
spesifikasi yang disyaratkan dan dilanjutkan dengan uji specimen dengan pengujian lentur beban
berulang (cyclic loading) metode pembebanan empat titik untuk evaluasi tegangan dan regangan
tarik. Berdasarkan analisis hasil tegangan dan regangan tarik dapat dibedakan atas tiga kondisi,
kondisi elastis pada siklus beban 0 sampai 80, kondisi semi elastis pada siklus beban 80 sampai 160,
dan kondisi daerah keruntuhan pada siklus beban di atas 160
Cek plagiat: Assessment of Social Sustainability of Nutmeg Based-Agroindustry Supply Chain in South Aceh Regency
Currently, nutmeg supply chain actors face various problems such as many damaged plants, the price of nutmeg seeds and oil which continues to decline, the processing industry has difficulty in the procurement of raw materials, and social impacts for the local community. Observing the current nutmeg commodity conditions, it need to assessment of sustainability, especially for the social dimension as a basis for improvement. This study aimed to identify social sustainability indicators, to assessment for each social sustainability indicators, and to measure the overall social sustainability index. The identification results were 19 indicators of social sustainability consisting of 7 main indicators, namely: employment, health and safety, nuisance, local community, infrastructure and resources, partnerships with stakeholders, and macro social performance. The measurement of importance weights showed that the most influential social indicator was the improvement of community welfare, then followed by the local employment. The assessment results showed that the nutmeg oil and food and beverage agroindustry, each had very poor and bad social sustainability. That is the basis for the policymakers to improve and enhance social impacts for the communities around the nutmeg supply chain
KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT HUKUM ADAT DI PESISIR KABUPATEN ACEH UTARA DALAM MEWUJUDKAN KEDAULATAN PANGAN
Kearifan local di Aceh dalam mengelola laut termasuk mengelola sumberdaya perikanan yang berkelanjutan dalam mewujudkan kedaulatan pangan, terkandung di dalam Hukum Adat Laot. Hukum Adat Laot merupakan suatu kearifan lokal yang berupa sistem dan peraturan yang mampu membentuk dan mensinergikan pemahaman bersama di kalangan para nelayan Aceh untuk memanfaatkan sumber daya perikanan secara beretika, bertanggung jawab dan berkelanjutan sebagai sumber kehidupan. Penerapan Hukum Adat Laot dipimpin oleh Panglima Laot sebagai salah satu Lembaga Adat yang ditegaskan dalam Undang-Undang Pemerintahan Aceh dan Qanun Lembaga Adat. Tulisan ini mengkaji bagaimana kearifan local masyarakat pdalam mendukung kedaulatan pangan di Kabupaten Aceh Utara. Hasil Kajian mendapati bahwa kearifan local masyarakat di pesisir Kabupaten Aceh Utara dalam mengelola sumber daya alam laut sebagaimana disebut dengan Hukum Adat Lot. Di dalamnya mengandung Meupanyang dalam menggunakan laut sebagai mata pencaharian sehari-hari. Mereka telah melakukan tradisi melaut secara turun temurun dengan pedoman dan pantangan yang mereka yakini dapat melestarikan sumber daya alam laut
Germination and seedling growth of Kipas Putih soybean (Glycine max[L.] Merril) in various dosage of gamma rays irradiation
Gamma irradiation is the widely used mutagen in assembling plant genetic diversity. The important thing to do is looking for the most appropriate dose that gives rise of diversity without turning off irradiated plants. This study aims to determine the initial growth response of Kipas Putih soybean seeds due to gamma ray irradiation treatment. Kipas Putih soybean seeds measure their water content up to 11%. Furthermore, gamma ray irradiation was carried
out at doses 0, 200, 400, 600, 800 and 1000 Gray. The results showed that there was decrease pe rcentage of germination in Kipas Putih soybean seeds at 200 Gray reaching 50% at 14 th dayafter planting. Irradiation doses of 400 Gray and 600 Gray reduce percentage of germination until 20% and 30%, respectively. While at doses of 800 Gray and 1000 Gray, all seeds died at 21st day after planting. Giving gamma ray irradiation also showed a decrease in seedling height along with increasing irradiation dose
A Model to Minimize Disagreement in Group Decisions with Consensus
The group decision making (GDM) is a procedure where a chance is given for team members to impact
a decision. Therefore, team members feel obligated to the decision that is made, such a decision-making
procedure needs some degree of consensus. Decision making problems mainly involve discovering the
best option from a feasible alternative set. We devise an integer program model for facing the difference
between everyone’s preferences and the final solution. The consensus degree can be discovered to
reveal how far a group of individuals is from maximum consensus. The model is created in order to
minimize the disagreement of the consensus obtained