Repositori Universitas Malikussaleh
Not a member yet
4877 research outputs found
Sort by
HKI (MODEL KEBIJAKAN PENGENTASAN KEMISKINAN DI KABUPATEN ACEH UTARA)
Problematika kemiskinan di Kabupaten Aceh Utara sangat kompleks. Faktanya penanganan kemiskinan selama ini cenderung parsial dan tidak berkelanjutan. Peran eksekutif, legislatif, dunia usaha, Perguruan Tinggi dan lembaga non pemerintah (NGOs)) pada umumnya belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program pengentasan kemiskinan oleh pemerintah di Kabupaten Aceh Utara dan menghasilkan suatu model kebijakan yang pro pengentasan kemiskinan di Kabupaten Aceh Utara. Target penelitian memberi kontribusi dalam mengatasi permasalahan kemiskinan di Kabupaten Aceh Utara, memberi solusi kepada pemerintah dan pihak lainnya yang terkait dalam penyusunan kebijakan pengetasan kemiskinan di Kabupaten Aceh Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan populasi seluruh keluarga miskin dan sampel dipilih berdasarkan metode Slovin. Variabel penelitian terdiri dari income based, asset based. Analisis data menggunakan model regresi berganda. Hasil penelitian terhadap indikator income based dan aset based bahwa kebijakan pemerintah (dominan bantuan, yaitu 90 % dan lembaga non pemerintah dengan jumlah bantuan sebesar 10%). Kebijakan pengentasan kemiskinan oleh pemerintah dan lembaga non pemerintah di Kabupaten Aceh Utara, berpengaruh terhadap peningkatan income based, yaitu; variabel dominan yang muncul, adalah bantuan raskin, modal dan bantuan langsung tunai dan subsidi BBM. Namun pengaruh dari variabel yang dominan tersebut masih bergerak secara in-elastisitas, yaitu bantuan raskin sebesar 0,062, bantuan modal sebesar 0,996 dan bantuan langsung tunai dan subsidi BBM adalah sebesar 0,133. Sedangkan kebijakan pengentasan kemiskinan yang tidak dominan adalah bantuan rumah, dengan nilai in- elastisitas sebesar 0,133. Kebijakan pengentasan kemiskinan oleh pemerintah dan lembaga non pemerintah di Kabupaten Aceh Utara, berpengaruh terhadap peningkatan aset based, yaitu variabel yang dominan adalah bantuan berupa jaring, bot, zakat dan fasilitas kredit. Namun pengaruh dari variabel tersebut masih juga bergerak secara inelastis, yaitu sebesar 0,817. Sedangkan, kebijakan pengentasan kemiskinan yang tidak dominan adalah; bibit sebesar -0,007, pupuk dan obat-obatan sebesar 0,010. Kata Kunci: Model Kebijakan, Kemiskinan
Membuat Pohon Harapan untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa dan Siswi SD 117516 Karang Sari, Desa Parpaudangan
Check Plagiat: Fuzzy multi-objective optimization for wheat flour supply chain considering raw material substitution
This study aimed to develop a multi-objective optimization model of the wheat flour supply
chain considering raw material substitution in which supplier capacity and product demand
were considered in uncertain conditions. There are four objectives to be achieved: to minimize
the total cost and to maximize product quality, reliability, and local flour usage. We
established multi-objective fuzzy mixed integer non-linear programming to solve the problem
and used non-dominated sorting genetic algorithm (NSGA) II methods to found the best
solution. The result provides a referral for a decision maker to design the optimal substituted
wheat flour supply chain
Similarity Cek " Implementation of Communication Systems based on the Global System for Mobile Communications in Flood Monitoring Application with Web-Based Geospatial Information
Similarity Cek "MODEL SEL SURYA SEDERHANA MENGGUNAKAN DAUR ULANG BAHAN BEKAS SEBAGAI PENYERAP ENERGI SURYA copy
Lembar Peer Review (Analisis Tenaga Kerja dan Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia dengan Metode Vector Auto Regressive)
Persoalan kredit macet selalu saja menjadi berita dalam berbagai harian lokal maupun nasional yang terbit di Indonesia. Keberadaan kredit macet dalam dunia perbankan merupakan suatu penyakit kronis yang sangat mengganggu dan mengancam sistem perbankan Indonesia yang harus diantisipasi oleh semua pihak terlebih lagi keberadaan bank mempunyai peranan strategis dalam kegiatan perekonomian Indonesia. Penelitian ini dilakukan untuk melihat besarnya risiko pemberian kredit ditinjau dari penyelesaian kredit macet pada kasus kredit usaha Bank BRI Unit T. Nyak Arief periode 2009-2011, baik untuk kredit komersial non KUR maupun komersial KUR. Untuk menganalisis risiko pemberian kredit dianalisis dengan menggunakan rumus NPL. Hasil penelitian diperoleh bahwa kredit yang disalurkan Bank BRI pada tahun 2009 untuk kredit komersial non KUR diperoleh NPL antara 5,41 persen sampai 6,68 persen artinya kredit komersial non KUR pada tahun 2009 mengalami masalah di mana nasabah banyak yang menunggak dalam pembayaran kredit. NPL untuk kredit komersial non KUR pada tahun 2010 diperoleh antara 4,66 persen sampai 3,11 persen artinya kredit komersial non KUR pada tahun 2010 tidak mengalami masalah yang berarti atau nasabah sudah lancar kembali dalam pembayaran kredit. NPL untuk kredit komersial non KUR pada tahun 2011 diperoleh antara 2,47 persen sampai 2,01 persen artinya kredit komersial non KUR pada Bank BRI pada tahun 2011 semakin lancar nasabah dalam melakukan pembayaran kredit. NPL untuk kredit komersial KUR pada tahun 2009 diperoleh antara 6,21 persen sampai 7,82 persen artinya tingkat pengembalian kredit mengalami masalah atau kredit KUR yang diberikan memberikan risiko relatif tinggi bagi bank. NPL untuk kredit komersial KUR pada tahun 2010 diperoleh antara 6,06 persen sampai 4,81 persen artinya tingkat pengembalian kredit masih diragukan tingkat kelancarannya. NPL untuk kredit komersial KUR pada tahun 2010 diperoleh antara 4,32 persen sampai 3,21 persen artinya tingkat pengembalian kredit oleh nasabah semakin lancar. Kata Kunci: Risiko Kredit Usah