Repositori Universitas Malikussaleh
Not a member yet
4877 research outputs found
Sort by
The legal protection of geographical indication to aceh handicraft as intellectual property: Embroidery aceh
Identification of GI is based on Law Number 20 Year 2016 regarding Marks and Geographical Indications, that GI is protected
as long as the maintenance of reputation, quality, and characteristics. GI has two functions, namely as a promotional product
that has unique characteristics, and a source of information for consumers about quality, reputation, and authenticity. GI
registrations can be submitted by institutions representing communities in certain geographic areas who are looking for natural
products or products, handicraft articles and industrial products. The registration authority is the Provincial or Regency/City
Government. Local potential is one of the characteristics that can have the potential to be registered as a GI. Aceh has a very
diverse local potential including handicrafts produced by craftsmen in Aceh. This article will analyze the potential of Aceh
embroidery as a GI. This study found that Acehnese embroidery met the criteria as a GI, namely characteristics, quality and
reputation. Acehnese embroidery has very different characteristics from embroidery from other regions, both in terms of
manufacturing techniques, motifs and the use of color combinations that really show the local potential of the Aceh region.
The quality of Aceh embroidery is very good which has competitiveness in national and international markets. The reputation
of Aceh's embroidery has reached various provinces and abroad. Some countries such as Malaysia, Singapore, America are
already familiar with Acehnese embroidery crafts such as Aceh embroidery bags and wallets. Therefore, Acehnese embroidery
has the opportunity to be registered as a G
Plagiat Artikel Prosiding Seminar Nasional BKS: Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kelestarian Kehidupan Petani Pascatsunami di Aceh
Plagiat Artikel Proceedings of MICoMS 2017: Analysis of Factors Affecting the Poverty Level of Farmers Post-Tsunami in Aceh
Lembar Penilaian teman Sejawat: Analisis Efisiensi Alokatif Usaha Tani Ubi Kayu Di Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara
HAKI Penelitian PNBP : Sistem Pengujian Hafalan Qur'an Melalui Suara Menggunakan Transformasi Mellin Dan Walsh
Peminatan terhadap hafalan Al Qur’an semakin banyak secara kuantitas dan mengalami perkembangan secara pesat dalam metode pendekatan hafalannya. hal ini dapat dilihat dengan tumbuh suburnya secara mudah lembaga-lembaga tahfidz Qur’an. Setiap lembaga tahfidz Qur’an memiliki cara-cara sendiri dalam menerapkan praktek hafalan Qur’an kepada para santrinya, dan pastinya mereka dibimbing oleh seorang guru yang sudah menguasai Qur’an secara hafalan. Dengan peserta hafalan Qur’an yang cukup besar dan keterbatasan kemampuan pelayanan guru dalam waktu yang singkat, maka telah munculah permasalahan baru yang menarik untuk diangkat dan dicari solusi terapannya secara efisien dan hemat waktu. Maka penelitian yang diajukan adalah bagaimana membangun sebuah sistem pengujian hafalan Qur’an yang mengadopsi kemampuan hafalan guru untuk diterapkan sebagai pengawasan dan pengujian hafalan para peserta hafalan Qur’an menggunakan transformasi Mellin dan Walsh Yang nantinya dengan penelitian tersebut didapat cara yang mudah dalam penanganan atau pengujian hafalan Qur’an dengan menggunakan suara
Hasil Similarity Check Artikel Bali Medical Journal "The Impact Of Basic Life Support Training On The Knowledge And Skills Amongst Medical Students In Faculty Of Medicine, Universitas Malikussaleh: A Pre - Experimental Study"
Lembar Review (GOVERNMENT EXPENDITURES AND ECONOMIC GROWTH IN ACEH PROVINCE: AUTOREGRESSIVE DISTRIBUTED LAG APPROACH)
This study examined the effect of direct and indirect expenditures on economic growth and used time-series data from 1986 to 2020. The data analysis method used was Autoregressive (AR) and Distributed Lag (DL) or ARDL. The results indicated that in the short term, economic growth lag 1 significantly and positively affected economic growth in Aceh province, direct expenditures (development expenditure) in lag 1 significantly and positively affected economic growth, and indirect (routine) expenditures on lag 2 significantly and positively affected economic growth. In the long term, both direct and indirect expenditures significantly and positively influenced
economic growth.
Keywords: Economic growth, direct expenditure, indirect expenditure, and autoregressive distributed la
Hasil Penilaian Sejawat Artikel pada Proceeding Seminar Nasional: Superkarbon Sebagai Sumber Energi Terbarukan Bagi Pengembangan Industri Rumah Tangga,
Penulis keempat, Hal. 00-00, Volume 3, Nomor 1, Oktober 2019. ISSN 2598-3954 Penerbit pada Proceeding Seminar Nasional Politeknik Negeri Lhokseumawe
Peer Review: Modal Sosial, Kemiskinan dan Pembangunan
Kemiskinan merupakan masalah sosial yang sifatnya mendunia, masalah tersebut ada di semua negara, walaupun dampak dari kemiskinan berbeda-beda. Kemiskinan merupakan masalah multidimensi karena berkaitan dengan ketidakmampuan akses secara ekonomi, sosial budaya, politik dan partisipasi dalam masyarakat. Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, atau sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Modal sosial diyakini oleh banyak pakar berkontribusi positif terhadap keberhasilan pembangunan yang dapat mensejahterakan masyarakat. Modal sosial dapat dimanfaatkan sebagai energi untuk mengatasi kemiskinan, diantaranya melalui peningkatan dan pemanfaatan jaringan. Modal sosial bonding dan bridging komunitas petani dapat mempertahankan kelangsungan hidup mereka. Modal sosial merupakan perkara yang urgen dalam setiap pembangunan, di samping modal finansial dan sumber daya alam. Pembangunan pertanian juga diperlukan upaya penguatan modal sosial petani untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan. Upaya pemerintah dalam pemberantasan kemiskinan adalah dengan memberikan bantuan sosial. Bantuan sosial yang terintegrasi dengan baik dan tepat sasaran telah terbukti mampu mengurangi kemiskinan dan mengurangi ketimpangan. Pemerintah Aceh sudah menyediakan bantuan stimulus lewat bantuan khusus keuangan kepada kabupaten/kota untuk peningkatan sarana kesehatan, Gerakan Aceh Aman Pangan (Gampang), dampak ekonomi, dan pengawasan perbatasan. Sebanyak 40% dari dana program tersebut digunakan untuk Gerakan Aceh Mandiri Pangan dan dampak ekonomi, Program tersebut dikelola oleh kabupaten/kota dengan bimbingan teknis dari Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) Provinsi. Model penguatan modal sosial yang diterapkan oleh pemerintah Kabupaten untuk pengentasan kemiskinan antara lain dengan memberi bantuan modal, penguatan kapasitas penyuluh lapangan, mendorong petani untuk akses ke kredit Usaha Rakyat, membantu premi asuransi bagi petani yang mau menanam padi serta program pecah Kartu Keluarga, bantuan sarana produksi pertanian, pelatihan oleh penyuluh pertanian, studi banding, menginisiasi terbentunya kilang padi modern serta memanfaatkan sebaik mungkin pekarangan yang ada pada setiap rumah penduduk. Hal ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yaitu ketahanan pangan keluarga