OJS Universitas Achmad Yani Banjarmasin
Not a member yet
568 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN FORMAL DENGAN PERHATIAN ORANG TUA SISWA SDN 3 KEMUNING BANJARBAR
The formal education level has a certain period of time and runs from elementary to university with coverage besides the general academic field of study, as well as various special programs and institutions for field technical training. The aim of this research is to find out the relationship between the level of formal education and the attention of parents of students of the 3 elementary schools in Kemuning Banjarbaru. The research method used in this research is quantitative descriptive method. This research uses purposive sampling technique sampling is intentional sampling and randomized back. Samples were taken from 15 VA class students and 15 class VB School students at the State Elementary School 3 of Kemuning Banjarbaru. So the total number of samples was 30 students in grade V of the Public Elementary School 3 Kemuning Banjarbaru. This study uses 2 data mining tools, namely Questionnaire and Interview which are analyzed using data analysis techniques of this study using product moment analysis. Based on the results of the processing and analysis of research data, it can be concluded that there is a relationship between the level of formal education with parents\u27 attention in Banjarbaru State Elementary School 3. This can be seen based on data analysis which shows that the results of r count = 8.512 is greater than r table with a significant level of 5% of 2.048 and r count = 8.512 can be proven that the alternative hypothesis (Ha) is related to the level of formal education with parents\u27 attention State Elementary School 3 Kemuning Banjarbaru students at a significant level of 5% and declared accepted and the null hypothesis (H0) was rejected
PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA RUMAH SAKIT YANG MELAKUKAN MALPRAKTEK MEDIS DALAM PELAYANAN KESEHATAN DI INDONESIA
Rumah Sakit sebagai salah satu fasilitas pelayanan kesehatan merupakan bagian dari sumber daya kesehatan yang sangat diperlukan dalam mendukung penyelenggaraan upaya kesehatan. Penyelenggaran pelayanan kesehatan di Rumah Sakit mempunyai karakteristik dan organisasi yang sangat kompleks. Berbagai jenis tenaga kesehatan dengan perangkat keilmuannya masing-masing berinteraksi satu sama lain. Ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran yang berkembang sangat pesat yang harus diikuti oleh tenaga kesehatan dalam rangka pemberian pelayanan yang bermutu, membuat semakin kompleksnya permasalahan dalam Rumah Sakit. Dalam beberapa tahun belakangan ini yang dirasakan mencemaskan oleh dunia rumah sakit di Indonesia adalah meningkatnya tuntutan dan gugatan malpraktek baik secara pidana dan perdata. Hal yang perlu juga diketahui adalah, karena penyakit yang serius pada umumnya ditangani di rumah sakit, maka dapat dipahami bahwa 80 % kasus malpraktek terjadi di rumah sakit, sedang sisanya terjadi di praktek pribadi dokter. Oleh karena itu dapat pula dimengerti, tuntutan terhadap malpraktek tidak saja ditujukan kepada dokter, tetapi sering pula melibatkan rumah sakit atau institusi tempat pelayanan tersebut berlangsung dan bisa pula melibatkan paramedis yang mendampingi dokter.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan jenis penelitian hukum normatif dengan 2 (dua) metode pendekatan yang digunakan, yaitu pendekatan Undang-Undang dan Pendekatan Konseptual . Hasil penelitian ini adalah Pertama, Dalam konteks hukum pidana positif dan peraturan perundang-undangan di Indonesia, malpraktek medis yang dilakukan oleh rumah sakit dalam konteks pelayanan kesehatan merupakan tindak pidana sebagaimana diatur didalam KUHP, Undang-undang No. 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan, Undang-undang No. 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran, Undang-undang No. 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit.Kedua, Berkaitan dengan malpraktek dalam kontekspelayanan kesehatan di Indonesia, rumah sakit sebagai korporasi dapat dimintai pertanggungjawaban pidana berdasarkan Undang-undang No. 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan, Undang-undang No. 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran, Undang-undang No. 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit. Disamping secara yuridis normatif, penentuan pertanggungjawaban pidana rumah sakit sebagai korporasi juga didasarkan pada beberapa teori atau ajaran yang dapat dijadikan dasar dalam pembebanan pertanggungjawaban pidana tersebut. Teori atau ajaran tersebut adalah Teori Identifikasi, Teori Pertanggungjawaban Pidana Mutlak, dan Teori Pertanggungjawaban Pidana Pengganti
DISTRIBUSI DAN PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA USAHATANI JAGUNG MANIS (Zea mays L) DIKELURAHAN GUNTUNG PAYUNG KECAMATAN LANDASAN ULIN KOTA BANJARBARU
The Purpose of this study were to gain overview of culturing farming sweet cor
PERANAN BADAN PERMUSYAWARATAN DESA DALAM RANGKA PENGAWASAN TERHADAP PEMERINTAHAN DESA DI DESA SIMPANG WARGA LUAR KABUPATEN BANJAR
Penelitian ini bertujuan untuk: 1), Mengetahui dan memperoleh data mengenai pelakanaan fungsi Badan Permusyawaratan Desa dalam penyelenggaraan pemerintahan di Desa Simpang Warga Luar Kecamatan Aluh-Aluh Kabupaten Banjar 2), Mengetahui dan memperoleh data mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan fungsi Badan Permusyawaratan Desa dalam penyelenggaraan pemerintahan di Desa Simpang Warga Luar Kecamatan Aluh-Aluh Kabupaten Banjar. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, dengan pendekatan sosiologis, karena data diperoleh langsung dari fakta yang ada di masyarakat. Pengumpulan data melalui studi kasus, penelitian lapangan, dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1. Pelaksanaan Fungsi Pengawasan BPD dalam penyelenggaraan pemerintahan di Desa Simpang Warga Luar Kecamatan Aluh-Aluh Kabupaten Banjar belum sepenuhnya dilakukan secara optimal karena hanya 3(tiga) tugas pokok yang dilaksanakan yaitu menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakt, 2. faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan fungsi pengawasan BPD dipngaruhi oleh 2 faktor yaitu faktor pendorong yang meliputi Dukungan/partisipasi masyarakat terhadap BPD, dan hubungan kerjasama yang baik antara BPD dengan Pemerintah Desa. Sedangkan faktor yang kedua yaitu faktor penghambat yang meliputi kurangnya tunjangan yang diberikan kepada anggota BPD, Sarana dan prasarana, kurangnya SDM yang mengisi keanggotaan BPD serta Adanya masyarakat yang pro maupun kontra terhadap setiap keputusan yang ditetapkan
PENEGAKAN HUKUM PIDANA DALAM MELINDUNGI PEREMPUAN DAN ANAK PENYANDANG DISABILITAS SEBAGAI KORBAN KEJAHATAN SEKSUAL
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa penegakan hukum pidana dapat berlaku optimal dalam memberikan sanksi pidana yang tegas kepada pelaku kejahatan seksual terhadap perempuan dan anak penyandang disabilitas dengan disahkannya RUU Penghapusan kekerasan seksual menjadi Undang-Undang oleh pemerintah.Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif bersifat deskriptif kualitatif dengan teknik analisis yuridis empiris kualitatif menggunakan bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa penegakan hukum terhadap perbuatan pidana kejahatan seksual terhadap perempuan dan anak disabilitas belum secara maksimal diatur dalamundang-undang yang lama (KUHP), sehingga perlu segera disahkannya RUU penghapusan kekerasan seksual menjadi UU oleh pemerintah untuk menjamin perlindungan hak asasi manusia yang setara dengan lainnya dalam mendapatkan keadilan dan kepastian hukum sebagai korban kejahatan yang sangat menjaga dan melindungi hak-hak korban kejahatan seksual khususnya perempuan dan anak penyandang disabilitas. Rekomendasi dari penelitian ini adalah apabila RUU Penghapusan Kekerasan Terhadap Perempuan sudah disahkan sebagai undang-undang yang merupakan aturan khusus dari KUHP diharapkan tidak hanya sekedar substansi hukumnya saja yang bagus tetapi peraturan perundang-undangan tersebut dapat diterapkan dengan maksimal melalui sikap aparat penegak hukum yang jujur, adil, berkompeten, dan bebas suap sehingga dapat menerapkan aturan dengan penuh kewibawaan karena ketegasan dan pengawasan yang ketat dari aparat penegak hukum
HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR IPS KELAS V A DI SDN PANDAHAN 2 KABUPATEN TANAH LAUT
The purpose of this study was to determine whether there was a significant relationship between learning motivation and social studies learning outcomes in class V A in Pandahan 2 Elementary School Tanah Laut Regency. The research subjects were fifth grade students in Pandahan 2 Elementary School, Tanah Laut Regency, totaling 32 students. The method used in this research is quantitative descriptive method with questionnaires and documentation as data diggers, data analysis used is Corelation Product Moment with serial correlation formula. To answer the question, the serial correlation formula is used, the conclusion is that a small portion (27.27%) of students have low learning motivation with an average learning outcome of 6.58 which is quite large (54.54%) students have moderate learning motivation with the average learning outcomes are 6.54 and the smallest (18.18%) students have high learning motivation with an average learning outcome of 7.5. Based on statistical analysis using serial formulas, there is a significant relationship between learning motivation and social studies social studies learning outcomes in class V A in Pandahan 2 Elementary School Tanah Laut Regency, which is indicated by 0.863 lebih besar 0.423 (significant level of 5%). (significant level of 1%). Based on the results of research and conclusions, it is suggested that students always be motivated to learn social studies in order to achieve better learning outcomes and schools should be able to become input of information and knowledge in an effort to increase learning motivation
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI PENJUMLAHAN PECAHAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING PADA SISWA KELAS V SDN MANTUIL 1 BANJARMASIN
This research aims to find out teacher’s activity, students’ activity, and students’ learning result in 5th grade in the lesson of fractional addition with cooperative learning model type of Problem Based Learning. The type of this research is classroom action research. The setting of this research is 5th grade students in SDN Mantuil 1 Banjarmasin in the academic year 2019/2020 whit 24 students, consisted of 11 male students and 13 female students. The data source is obtained from the teacher, students, and students’ learning results. The data is analyzed with the condition teacher’s activity is considered successful if there are 81% (very active) of students get the score of 66 at the minimum and classically if there are 81% of students get the score of ≥ 66
PERBEDAAN HASIL BELAJAR ANTARA SISWA LAKI-LAKI DENGAN SISWA PEREMPUAN DALAM MATA PELAJARAN MATEMATIKA DI SDN SUNGAI RAYA 1 KECAMATAN SIMPANG EMPAT KABUPATEN BANJAR
Physiological and psychological factors can cause differences in student achievement. The presence of psychological factors in learning, will contribute quite important. This includes gender which is a sociocultural and psychological dimension Of men and women. The problem raised in this study is whether there are differences in learning outcomes between male and female students in mathematics in SDN Sungai Raya 1, Simpang Empat District, Banjar Regency. The study was conducted with the aim of finding out the differences in learning outcomes between male and female students in mathematics in SDN Sungai Raya 1, Simpang Empat Subdistrict, Banjar District. Sungai Raya 1 Primary School, Simpang Empat Subdistrict, Banjar Distri was made a place of research, while the object was the difference in learning outcome between male and female students in mathematics, while the subjects were students at SDN Sungai Raya 1, Simpang Empat Subdistrict, Simpang Empat District, Banjar District. The study population was all students of SDN Sungai Raya 1, Simpang Empat Subdistrict, Banjar Regency with a total of 120 students and the sample was determined using the Proportionate Stratified Random Sampling technique with 3 sample of 92 students. The research method used is descriptive method, while the data minig tool is a document. Where the learning outcomes of male students who have been converted into interval data is symbolized by X_1 and female student learning outcomes are symbolized by X_2.
Based on the results of statistical analysis through t-test calculations obtained: toount of 3.023 lebih besar ttable of 1.986 with a significance level of 5% and df 90 means an alternative hypothesis that reads, "there are differences in learning outcomes between male students and female students in mathematics in SDN Sungai Raya I Simpang Empat District, Banjar Regency "was accepted. Suggestions that researchers can convey should teachers pay special attention to the problem of differences in mathematics learning outcomes between male and female students in order to achieve the same maximum learning outcomes. For example, by providing more motivation for female students and more facilitating female students to be able to improve mathematical learning outcomes
KORELASI ANTARA KEBIASAAN MEMBACA DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS IV DI SDN KUIN SELATAN
Reading habit is a process of reading activities carried out by someone repeatedly or continuously and it is often or commonly done by each person in daily activities. Learning achievement is the level of success achieved by someone from an activity or business that can provide emotional satisfaction and can be measured with certain tools or tests. This type of research is quantitative descriptive research, especially correlation. This research was conducted at the South Kuin 1 Primary School, Banjarmasin. The object in this study was the correlation between reading habits and student achievement in grade IV of South Kuin 1 Elementary School in Banjarmasin. The subjects in this study were all fourth grade students of Kuin Selatan 1 Primary School Banjarmasin. The population in this study were all students of Class IVA and Class IVB at the South Kuin 1 Elementary School in Banjarmasin. The sampling technique was carried out using the Purposive Sampling technique, based on the technique, it was found out that the samples in this study were the IVB grade students of South Kuin 1 Elementary School in Banjarmasin, totaling 30 people, consisting of 15 male students and 15 female students. Data collection techniques: Data mining tools used in this study were questionnaires and documentation. Data analysis technique: using the Triserial Correlation formula. The results of the study are that there is a significant correlation between reading habits with learning achievement of fourth grade students at the South Kuin 1 Elementary School in Banjarmasin which is shown by the number rch = 0.981 greater than rtable = 0.361 at the significant level of 5% and at the table value = 0.463 at the level significant 1%. It is suggested to the principal, teachers, parents and all parties concerned but none other than the student himself to cultivate reading awareness, which starts from yourself first. Because any idea that involves a lot of people to do something, should start from the initiator itself. Efforts to improve reading habits in children or students, should be given an example of reading first, because it will be a motivation for them
KETENTUAN ADIL TERHADAP SISTEM DALAM PERKAWINAN POLIGAMI (TINJAUAN TERHADAP UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 1974 DAN KOMPILASI HUKUM ISLAM
Hakikatnya asas perkawinan adalah monogami, namun pada ketentuan hukum Islam memberikan peluang untuk menjalani pernikahan poligami dengan syarat suami harus mampu berbuat adil kepada istri-istrinya. Undang-undang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam tidak menyebutkan kriteria adil. Sehingga dalam hal ini ada kekosongan hukum.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian hukum normatif yaitu jenis penelitian yaitu untuk menemukan aturan hukum, prinsip-prinsip hukum maupun doktrin-doktrin hukum guna menjawab persoalan hukum yang dihadapi.
Hasil penelitian menyatakan bahwa Undang-Undang tentang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam membolehkan seorang suami berpoligami dengan persyaratan berlaku adil terhadap para isterinya. Namun kedua peraturan hukum tersebut tidak menentukan konsep dan kriteria adil dalam berpoligami. Berdasarkan pendapat paraa ahli hukum Islam, bahwa kriteria adil dalam berpoligami adalah menyangkut kebutuhan materil yang berupa sandang, pangan, dan papan. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 dan KHI tidak menentukan akibat hukum apabila seorng suami yang berpoligami tidak berlaku adil terhadap para isterinya yang menyangkut kebutuhan materil, seperti sanksi hukum. Berdasarkan pendapat para ahli hukum Islam, bahwa apabila seorang suami yang berpoligami tidak berlaku adil terhadap para isterinya, maka di hukum berbuat dosa dan haram hukumnya