OJS Universitas Achmad Yani Banjarmasin
Not a member yet
568 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN PENDAPATAN ORANG TUA TERHADAP PERILAKU SISWA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 12 BANJARMASIN
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah ada hubungan antara pendapatan orang tua terhadap perilaku siswa di SMA Negeri 12 Banjarmasin. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kuantitatif korelasi. Penelitian korelasi bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA 2 di SMA Negeri 12 Banjarmasin yang ber- jumlah 30 orang siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan teknik total sampling atau sampling total. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini adalah bahwa tingkat pen- dapatan orang tua di kelas XI MIPA 2 SMA Negeri 12 Banjarmasin dalam kategori sendang dan rendah, terdapat hubungan sangat rendah yang bersifat negatif antara pendapatan orang tua dengan perilaku siswa dan hipotesis yang didapatkan yaitu tidak ada hubungan antara pendapatan orang tua terhadap perilaku siswa di Sekolah Menengah Atas Negeri 12 Banjarmasin. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil analisis data yang menunjukkan bahwa r hitung = -0,097 lebih kecil daripada r tabel = 0,361 pada taraf signifikan 5% dan t hitung = -0,515 lebih kecil daripada t tabel = 1,701 pada taraf signifikan 5% untuk uji satu pihak, sehingga dapat dibuktikan bahwa hipotesis nol (H0) tidak ada hubungan antara pendapatan orang tua terhadap perilaku siswa dinyatakan diterima
TINGKAT PARTISIPASI MASYARAKAT TENTANG KEPEMILIKAN AKTA KEMATIAN (STUDI KASUS DI DESA BINCAU KECAMATAN MARTAPURA KOTA)
Pencatatan kematian adalah hal yang penting bagi keluarga maupun bagi pemerintah, karena dengan dilakukannya pencatatan kematian yang teratur maka dapat diketahui persentase pengurangan penduduk setiap tahunnya, hal ini akan membantu pemerintah dalam membuat kebijakan yang berhubungan dengan masalah kependudukan. Angka kematian di Desa Bincau harus diiringi dengan tingkat kepemilikan akta kematian yang seimbang, jika tidak maka akan sulit untuk pemerintah dalam mendata keadaan penduduknya. Permasalahannya terkadang sering para keluarga enggan mengurus akta ke-matian dikarenakan prosedurnya yang berbelit-belit dan juga tidak mempunyai waktu yang cukup untuk mengurus sendiri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kombinasi yang dikemukakan oleh Creswell yang menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Jenis penelitian ini adalah deskripsi yang berupaya menjelaskan suatu peristiwa atau fenomena secara secara sistematis, faktual dan akurat berdasarkan data yang diperoleh. Lokasi penelitian ini dilakukan di Desa Bincau, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar selama kurang lebih lima bulan sejak Januari 2020 sampai dengan Mei 2020. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Tingkat Partisipasi Masyarakat Tentang Kepemilikan Akta Kematian di Desa Bincau Kecamatan Martapura Kota Kabupaten Banjar menunjukan angka 58% yang masuk dalam in-terval 41% - 60% yang masuk ke dalam kategori “Cukup Tinggi”.Namun pada hasil ini yang menyatakan bahwa Cukup Tinggi sebenarnya hasil yang diharapkan adalah dengan inter-pretasi Sangat Tinggi
Analisis Faktor Penghambat Kenaikan Pangkat Dan Jabatan Fungsional Guru Melalui Angka Kredit Pada SD Negeri di Kecamatan Amuntai Tengah
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hambatan-hambatan yang dialami guru SDN di wilayah Kecamatan Amuntai Tengah Kabupaten Hulu Sungai Utara dalam menyusun usulan kenaikan pangkat dan jabatan fungsional melalui angka kredit. Parameter yang dipakai untuk menilai meliputi sikap, pengetahuan dan keterampilan responden.
Data diperoleh melalui penyebaran angket kepada 23 responden serta didukung oleh observasi dan dokumenter. Dengan teknik purposive sampling responden ditetapkan. Analisa data dilakukan dengan menggunakan teknik statistik deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian terbesarsudah mengetahui dan memahami cara menyusun usulan kenaikan pangkat dan jabatan. Tetapi sebagian terbesar ternyata masih kurang mampu melakukannya. Walaupun demikian, sebagian besar responden justru kurang setuju usulan pangkat dan jabatan melalui angka kredit
Usaha Kepala Sekolah Dalam Mewujudkan Budaya Sekolah Yang Religius Pada Smait Ukhuwah Banjarmasin
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui langkah langkah dan usaha kepala sekolah dalam mewujudkan budaya sekolah yang religius di SMAIT Ukhuwah Banjarmasin, sehingga menjadi sekolah yang berkarakter Islami. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, jenis studi kasus. Metode pengumpulan data yang digunakan peneliti meliputi; 1) observasi, 2) wawancara, 3) dokumentasi. Data yang terkum- pul dari ketiga metode pengumpulan data tersebut dapat dianalisis untuk mendapatkan temuan penelitian, hal ini dianalisis dengan mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah bahwa usaha kepala SMAIT Ukhuwah Banjarmasin dalam mewujudkan budaya sekolah yang religius, adalah, (1) Membuat konsep dan agenda rutinitas islami di sekolah yang berdampak pada terwujudnya budaya kegiatan religius sekolah. (2) Melibatkan dan menggerakkan semua warga sekolah, yang melingkupi seluruh guru/pendidik, siswa, para staf, kepala sekolah dan semua komunitas sekolah yang terkait dalam mewujudkan budaya religius sekolah, (3) Menggunakan pendekatan religiusitas dan pembiasaan hasanah secara terintegrasi di sekolah yang mencerminkan nilai Ilahiyah, (4) Memberikan keteladanan secara terus menerus kepada semua warga sekolah, (5) Pengawasan dan monitoring secara intensif
Efektivitas Media Audiovisual Terhadap Motivasi Siswa Pada Pembelajaran Tematik Di SDN 2 Loktabat Utara Banjarbaru
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah efektif penggunaan media audiovisual terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Tematik di SDN 2 Loktabat Utara Banjarbaru. Tempat penelitian ini dilaksanakan pada SDN 2 Loktabat Utara Banjarbaru kecamatan Banjarbaru Utara, Kota Banjarbaru.Obyek yang diteliti adalah Efektivitas Media Audiovisual Terhadap Motivasi Siswa Pada Pembelajaran Tematik, dan subyek yaitu seluruh siswa kelas IV B pada SDN 2 Loktabat Utara Banjarbaru. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa Sekolah Dasar Negeri kelas IV pada Sekolah Dasar Negeri 2 Loktabat Utara Banjarbaru yang berjumlah 54 orang sedangkan sampel penelitian adalah siswa kelas IV B yang terdiri dari 13 laki-laki dan 14 perempuan di Sekolah Dasar Negeri 2 Loktabat Utara Banjarbaru tahun ajaran 2019/2020. Teknik sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik Proposive Sampling. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed methode deskriptif yaitu penggabungan antara metode kuantitatif dan kualitatif dalam satu penelitian, dan menggunakan alat penggali data berupa obervasi, wawancara dan angket serta dokumentasi. Pengolahan data dilakukan dengan cara data reduction (reduksi data), data display (penyajian pata), conclusion drawing (penarikan kesimpulan). Analisis yang digunakan dalam penelitian ini berupa data yang diperoleh melalui penelitian library research (kepustakaan) dan penelitian field research (lapangan), dalam menganalisis data dalam penelitian ini menggunakan rumus rata-rata (mean) dan terakhir di rumuskan dengan menggunakan kategori efektifitas
UPAYA GURU DAN ORANG TUA DALAM MENGATASI SISWA KESULITAN BELAJAR DI SDN JAMBU BURUNG KABUPATEN BANJAR
The purpose of this study was to determine the causal factors and the efforts of teachers and parents in overcoming students who have learning difficulties in thematic learning. This type of research uses a qualitative approach using descriptive methods. The subjects of this study were homeroom teachers for fourth grade, fourth grade students who had learning difficulties, and parents of students who had learning difficulties. Data collection techniques used interviews, observation, and documentation. Data analysis used the Milles n Hubberman model with qualitative descriptive analysis methods, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Data processing used data triangulation. The results showed that the factors causing students to experience thematic learning difficulties were the lack of student motivation, lack of tutoring at home, ineffective teacher teaching techniques and lack of environmental supervision of students. Efforts made by teachers and parents in overcoming students who have learning difficulties in thematic learning, are by conducting consultations between teachers and parents of students, where schools can prepare and facilitate, movements for solving social problems in schools, teachers use teaching methods which varies, teachers and parents provide learning motivation to students, parents are committed to guiding students to study at home, giving more attention to children. It is hoped that this research can be used as a lesson about the efforts of teachers and parents in overcoming thematic learning difficulties
PROSES DIFUSI INOVASI DENGAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI UNTUK KEGIATAN EKONOMI KREATIF OLEH PELAKU USAHA SASIRANGAN DI BANJARBARU
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pemanfaatan teknologi informasi dalam kerangka proses difusi inovasi untuk pemberdayaan pelaku usaha. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif melalui metode kualitatif, desain penelitian ini menggunakan desain penelitian studi kasus. Unit analisis dalam penelitian ini adalah usaha sasirangan di Banjarbaru. Narasumber dalam penelitian ini adalah pelaku usaha sasirangan yang dianggap penting untuk menjelaskan sejauh mana memanfaatkan teknologi dan informasi. Instrumen penelitian ini adalah pedoman observasi, pedoman wawancara, dan data sekunder. Analisis triangulasi ialah menggali kebenaran informasi dari pelaku usaha sasirangan di Banjarbaru melalui berbagai metode pengumpulan data. Selain melalui wawancara dan observasi, peneliti menggunakan dokumen data sekunder. Dari hasil penelitian yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa pelaku usaha sasirangan di kota Banjarbaru sebagian besar yaitu sebanyak 60 % telah memanfaatkan teknologi dan informasi untuk menunjang promosi dan penjualan produk sasirangannya. Namun masih belum maksimal mengingat kendala yang dihadapi para pelaku usaha sasirangan yang beragam, mulai dari tidak ada waktu yang cukup untuk menghandle pesanan apabila secara online, karena kesibukan yang sudah dimiliki pelaku usaha selain menjalankan industri sasirangan, karena masih merintis usaha awal jadi jika menggunakan teknologi informasi khawatir tidak terlayani dengan baik, yang terakhir beralasan bahwa tidak adanya fasilitas untuk menggunakan teknologi sebagai media promosi dan penjualan serta tidak adanya kemampuan untuk membeli fasilitas tersebut untuk saat ini
Hubungan Kemampuan dan Motivasi Pegawai Terhadap Kinerja Pelayanan Kesehatan Puskesmas Pelaihari Kabupaten Tanah Laut
Tthis research reveals the correlation condition of 3 variables, namely ability (X1) and motivation (X2) of employee on performance (Y) health service Pelaihari Puskesmas Kabupaten Tanah Laut.
To achieve the objectives of the study, all data were collected through questionnaire techniques, as well as through interviews, observations, and documentation as a complement. Based on the quantitative approach used, all data collected from the respondents are analyzed descriptively through Percentage and Product Moment Correlation techniques.
The results showed: (1) employee ability relationship with service performance is positive or walk in the same direction. However, the relationship between these two variables is very low or weak. Percentage, the influence of ability to service performance only reached 3.8%, and vice versa, 96.2% influenced by other factors, (2) relationship of employee motivation with service performance also positive and very low. Contribution of influence on health service performance is only 1.6%. and as much as 98.4% is influenced by other factors, (3) ability relationship with motivation is also positive and very low or weak. The influence of ability on motivation, or vice versa is only 1.9% and the rest is determined by other factors, that is equal to 98.1%, (4) ability relationship and employee motivation together with service performance are positive and include low or weak relationship. Percentatively, the influence of ability and motivation together on service performance is only 4.8%. This means, the high level of health service performance Pelaihari Puskesmas not only determined by the ability and motivation of employees, but influenced by other factors of 95.2%.
Based on the results of the above research, then to the leadership of Pelaihari Puskesmas suggested to further improve the ability and motivation of employees, especially through increasing the frequency of employee participation in the Training in accordance with the field of work. In addition, assigning tasks with greater burdens and responsibilities as well as rewarding employees who demonstrate the achievements of both are efforts to further enhance employee motivation
Evaluasi Musyawarah Perencanaaqn Pembangunan (Studi Evaluasi Penilaian Kebijakan Tentang Perencanaan Pembangunan Dalam Rangka Penusunan Rencana Kerja Pembangunan di Kabupaten Banjar Berdasarkan Kemendagri Nomor 050 Tahun 2007)
Penelitian ini untuk menganalisis perencanaan pembangunan di Kabupaten Banjar berdasarkan Kemendagri Nomor 050 Tahun 2007 tentang penilaian dan evaluasi pelaksanaan penyelenggaraan musyawarah perencanaan pembangunan serta menganalisis dan mendeskripsikan faktor pendorong dan penghambat kebijakan penyusunan perencanaan pembangunan di wilayah Martapura Kabupaten Banjar. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan angket serta dilengkapi dengan data sekunder. Untuk menganalisis data digunakan skala pengukuran rating scale yaitu data mentah yang didapat kemudian ditafsirkan dalam pengertian kualitatif, setelah itu untuk mengukur tingkat persetujuan masyarakat terhadap musrenbang di Kecamatan Martapura digunakan skala likert. Hasil penelitian disimpulkan bahwa masyarakat dalam musrenbang di Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar pada prinsipnya mengatakan dalam menyusun perencanaan pembangunan di Kecamatan Martapura telah sesuai atau sebesar 68,17% dalam kriteria interpretasi skor dikatakan sesuai dengan perintah Kemendagri Nomor 050 Tahun 2007
Pengembangan Bahan Ajar IPA Berbasis Literasi Sains Bermuatan Kearifan Lokal Sistem Pondasi Rumah Lanting
Rumah lanting merupakan tempat tinggal tradisional yang berasal dari warga suku Banjar dan terletak di kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan modul IPA berbasis literasi sains bermuatan kearifan lokal pondasi rumah lanting pada materi tekanan zat dan penerapannya pada kehidupan sehari-hari. Tujuan riset pengembangan untuk mendeskripsikan validitas modul IPA berbasis literasi sains bermuatan kearifan lokal pondasi rumah lanting pada modul tekanan zat serta pelaksanaannya dalam kehidupan setiap hari berdasarkan pada evaluasi dari para ahli. Modul yang dikembangkan menggunakan model pengembangan dengan tahapan 4D (define, design, develop, disseminate), namun pengembangan modul hanya dilaksanakan sampai dengan tahap develop dengan validasi dari para ahli. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar validasi modul berbasis literasi sains bermuatan kearifan lokal. Hasil penelitian berdasarkan validasi dari lima aspek menunjukkan sangat valid dengan memperoleh skor dari masing masing aspek: (1) aspek format modul dengan nilai 4,00 kriteria sangat valid, (2) aspek bahasa dengan nilai 3,38 kriteria sangat valid, (3) aspek isi modul dengan nilai 4,00 kriteria sangat valid, (4) aspek penyajian modul dengan nilai 3,88 kriteria sangat valid, (5) aspek literasi sains dengan nilai 3,83 kriteria sangat valid. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan modul IPA berbasis literasi sains bermuatan kearifan lokal pondasi rumah lanting yang dikembangkan dinyatakan valid dan layak untuk digunakan