OJS Universitas Achmad Yani Banjarmasin
Not a member yet
568 research outputs found
Sort by
Adaptasi Kurikulum Di Sekolah Penyelenggara Pendidikan Inklusif
Sekolah penyelenggara pendidikan inklusif dituntut untuk melakukan penyesuaian-penyesuaian termasuk dalam hal kurikulum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan adaptasi kurikulum di sekolah dasar penyelenggara pendidikan inklusif. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan dilaksanakan di lima sekolah dasar inklusif yang ada di Banjarmasin dengan informan kepala sekolah, guru kelas, dan guru pembimbing khusus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Data penelitian dianalisis dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini yaitu sekolah inklusif menggunakan kurikulum nasional sebagai acuan dalam pembelajaran. Agar sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa maka dilakukan adaptasi kurikulum ketika proses pembelajaran berlangsung. Adaptasi dilakukan dalam hal modifikasi materi, penggunaan media, dan penilaian hasil belajar siswa. Namun sekolah masih banyak menemui kendala untuk menyusun dan mendokumentasikan ke dalam program pembelajaran individual (PPI)
Meningkatkan Minat Siswa Kelas XI ATP 1 SMK Negeri 1 Simpang Empat Dalam Belajar Pembibitan Dan Kultur Jaringan Tanaman Melalui Metode Pembelajaran Jarak Jauh Google Classroom Di Masa Pandemi Covid-19
Penelitian ini dirancang dan dilaksanakan menggunakan classroom action research atau Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI ATP 1 SMK Negeri 1 Simpang Empat yang berjumlah 33 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, observasi dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan persentase dan perhitungan skor perkembangan. Hasil penelitian menun-jukkan minat belajar siswa secara klasikal setelah menggunakan google classroom pada pembelajaran pembibitan dan kultur jaringan cenderung menurun. Hasil pra siklus (pretes) yang diadakan sebelum pembelajaran Siklus I diperoleh hasil dari 34 peserta didk 76,47% berada dibawah ketuntasan minimal atau belum menguasai materi penyiapan bahan tanam/ eksplan (sterilisasi eksplan), 23,53% berada di angka ketuntasan minimal dan diatasnya. Pembelajaran Siklus I diperoleh hasil dari 34 peserta didik yaitu 32,35 % masih belum menguasai materi penyiapan bahan tanam/eksplan (sterilisasi eksplan), 67.64% sudah menguasai materi yang disajikan. Setelah diperoleh hasil Siklus I maka pembelajaran dilanjutkan ke tahap Siklus II . Pada pelaksanaan pembelajaran Siklus II diperoleh hasil dari 34 peserta didik yaitu 52,94 % masih belum menguasai materi penyiapan bahan tanam/eksplan (sterilisasi eksplan), 47,06% sudah menguasai materi yang disajikan
IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 PADA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN AKUNTANSI DI SMKN-1 PANGKALAN BUN
The research aimed to analyze and to describe the implementation of curriculum 2013 in theaccounting learning process in vocational school in Surakarta. The respondents were accountingteachers in vocational school in Surakarta. The data collection methods were observation, interview, anddocumentation. The data analyses were data collecting, data reduction, and verification. The researchfound that the implementation of curriculum 2013 in the learning process was generated by: a) learning activity was designed by the teacher so that learning process can be done professionally, b) learning activity was organized to several activities namely introduction, main activity, and closing. The main activities were divided to the three steps (exploration, elaboration, confirmation) which were realized inobserving, questioning, data collecting, associating, and communicatin
EFFISIENSI PENGGUNAAN FASILITAS PRAKTIK PROGRAM KEAHLIAN MEKANIK OTOMOTIF SMK NEGERI -1 PANGKALAN LADA TAHUN AJARAN 2019 /2020
The purpose of this study was to determine the relevance of the practice facilities owned by theAutomotive Mechanic Vocational Expertise program On SMKN-1 Pangkalan Lada compared to the standard minimum workshop equipment that must be owned by the Automotive Mechanic Vocational Expertise program On SMK established by the government based on the check list in 2006 and the efficiency of its utilization in academic year 2019 /2020.This study is an evaluation study used a survey approach and is ex-post facto. Research conducted at the Automotive Mechanic Vocational Expertise program On SMKN-1 Pangkalan Lada. The population of this research is the workshop facility at the Automotive Mechanic Vocational Expertise program on SMKMarsudlihur II Yogyakarta. Data collected by the questionnaire method, direct observation and documentation. As a source of data is the automotive technician and workshop head. Validation of instruments in this study was conducted by means of test validation by experts. Statistical data analysistechniques using deskriptip.Based on data analysis can be concluded that the relevance of the workshop facility of the AutomotiveMechanic Vocational Expertise program On SMKN-1 Pangkalan Lada viewed of its kind included in the category very well with the the coefficient is 0.96. Relevance of the practice facility of the AutomotiveMechanic Vocational Expertise program On SMKN-1 Pangkalan Lada viewed of the amount included in the category very well with the coefficient is 0.96. The average efficiency of use of practice facilities based on a group of subjects is 0.23% including the very low category
PELAKSANAAN MOTIVASI KERJA PADA KANTOR KECAMATAN PELAIHARI KABUPATEN TANAH LAUT
The implementation of employee work motivation at the Pelaihari District Office seen from the aspect of intrinsic motivation and extrinsic motivation has been carried out in accordance with the procedures and authority of the leadership but the results are still not optimal. The cause of the less than optimal results achieved due to several obstacles. The factors that hinder the implementation of this employee\u27s work motivation are the lack of appreciation for employees, the incompatibility of the type of work, the sub-district head has not been firm in giving sanctions to employees who violate work discipline so that work arrears are still found even though they are not conspicuous. is employee discipline to prevent work arrears, maintain the condition of the flow of communication and information between the Camat and employees and increase the Camat\u27s attention to employee development
Pengaruh Promosi Dan Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Konsumen Pada Rumah Makan Banua Lima yang terletak di Anjir Pasar Km 26 Barito Kuala (Studi Kasus Saat Pandemi)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Promosi Dan Kualitas Pelayan Terhadap Kepuasan Konsumen Pada Rumah Makan Banua Lima yang terletak di Anjir Pasar Km 26 Barito Kuala Kalimantan Selatan bertepatan pandemi yang melanda sehingga berdampak pada kehidupan ekonomi masyarakat. Sumber data dalam penelitian ini yaitu data primer dan sekunder. Populasi dalam penelitian dengan rata-rata 2.807 konsumen perbulan dan 94 konsumen perhari dan sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 76 konsumen. Analisis data yang digunakan yaitu regresi liniear berganda. Hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut : 1) Variabel promosi (X1) 5.184 > 1.993 (ttabel), hal ini berarti promosi berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan konsumen, 2) Variabel kualitas pelayanan (X2) 3.123 > 1.993 (ttabel) dengan demikian variabel kualitas pelayanan berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan konsumen, sedangkan pengaruh yang ditimbulkan oleh kedua variabel independent sebesar 62.5% sisanya 37.5% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini, 3) Variabel promosi dan kualitas pelayanan secara simultan Nilai Fhitung adalah 63.535 lebih besar dari Ftabel yaitu sebesar 3.12. Dengan demikian berarti ada pengaruh yang signifikan antara promosi dan kualitas pelayanan terhadap kepuasan konsumen Rumah Makan Banua Lima di Anjir Pasar km 26 Barito Kuala
HAK MASYARAKAT MENDAPATKAN KEPASTIAN DAN KEADILAN DI PENGADILAN PERIKANAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih dalam mengenai konsep-konsep tindak pidana perikanan serta menguraikan terkait hak masyarakat mendapatkan kepastian dan keadilan di Pengadilan Perikanan dalam sistem peradilan pidana di Indonesia dalam penyelesaian tindak pidana perikanan. Penelitian ini menggunakan penelitian yuridis normatif yang bersifat deskriptif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) menggunakan bahan hukum primer, sekunder dan tersier dengan teknik pengumpulan melalui studi kepustakaan (library research) kemudian bahan hukum diolah dan dianalisa melalui editing, coding, reconstructing, systematizing dan dianalisa dan disajikan secara kualitatif deskriptif . Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Pemerintah Indonesia telah membentuk pengadilan perikanan yang berwenang memeriksa, mengadili, dan memutus tindak pidana perikanan yang berkedudukan di Pengadilan Negeri dalam perkara tindak pidana perikanan yang terjadi di wilayah pengelolaan perikanan negara RI baik yang dilakukan oleh WNA maupun WNI; (2) Sebagai suatu kebijakan dan penanggulangan sengketa hukum atau konflik hukum dalam tindak pidana perikanan yang akan menjadi landasan dalam kebijakan aplikasi maupun eksekusi maka UU No. 31 Tahun 2004 Jo UU No. 45 Tahun 2009 sebagai UU perikanan telah memuat regulasi/ formulasi baik mengenai hukum acara pidana maupun tindak pidana perikanan sepanjang di dalam hukum acara pidana umum yang berlaku di Indonesia (KUHAP/ UU No. 8 Tahun 1981) belum mengaturnya walaupun selama ini pengadilan perikanan belum optimal memberikan perlindungan, mengingat terdapat faktor-faktor penghambat yang bisa membuat masyarakat tidak bisa maksimal dalam mendapatkan akses kepastian dan keadilan
ANALISIS KEUNTUNGAN USAHATANI PADI (Oryza sativa L ) SAWAH PASANG SURUT DI DESA TAMBAK KARYA KECAMATAN KURAU KABUPATEN TANAH LAUT PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
This study aims to determine the cultivation method and the total cost, revenue and profits of tidal rice farming. The sampling method used a simple random method on a population of 150 Ciherang rice farmers taken 20% to 30 respondents. The cultivation method is carried out in a traditional way. Total cost Rp. 10,107,154.99, total revenue Rp. 787,850,000.00 or an average of Rp. 26,261,666,67/farmer and the total profit is Rp. 484,635,350.30 or an average of Rp. 16,154,511.68/farmer/ planting seaso
KEMAMPUAN DAYA TETAS TELUR (Hatching Rate) IKAN PATIN (Pangasius Hypophthalmus) DALAM AQUARIUM DENGAN PERLAKUAN TEMPERATUR YANG BERBEDA
Catfish (Pangasius hypopthalmus) culture is very potencial to be develop. One of the critical success factors is the success of cultivition is the availability of good a seeds in sufficient quantities and sustainable. Temprature is one of the factors that influence the hatch ability of eggs. The experiment used a completly randomized design (CRD) method, consisting of three treatments and three replications. The order of treatment was A 27˚C, B 29˚C dan C31˚C. The result of research for each treatment A, B, and C indicate that avarage of hatching rate ware 67%, 68% and 71%. Data analysis uses variance test (ANOVA). The result showed the temperature did not significantl
TINGKAT PENERAPAN HASIL PELATIHAN TEKNIS BUDIDAYA DAN KELAYAKAN USAHA PORANG
This research is an evaluation to determine the level of usefulness and application of training materials by training partisipants to subject matters that have been trained. This research uses descriptive method with quantitative approach and is supported by qualitative. Data collection by survey technique. The results of this study indicate that the level of material usefulness is in the range of useful levels. The level of application of the material for the overall training subject matters that has been trained on average is in the very high category. But there is material for Training Subject Matter Plant Care results of its application level not yet optimal, although still in high category. This is because control activities against pests and diseases of porang plants are not carried out because the attack rate is low. Porang is a plant with a low level of pest and disease attack