Rumah Jurnal Universitas Muhammadiyah Bandung
Not a member yet
331 research outputs found
Sort by
Pengaruh kelengasan tanah terhadap jumlah kumbang yang terbang dan pergerakan vertikal larva di dalam tanah pada Lepidiota stigma
Lepidiota stigma larvae are pests that have potential to damage plant roots, while in the beetle phase can cause leaf damage. Soil moisture effect on L. stigma behavior have not been widely studied. This study aims to determine the relationship between soil moisture and meteorological factors that influence the number of flying beetles and the vertical movement of larvae in the soil on L. stigma. The recording of pest behavior can be used as a reference for management control. This research was conducted in the dry season until the end of the rainy season, namely September to May in Bulaksumur grass vegetation, Caturtunggal, Depok, Sleman Regency, Yogyakarta. The behavior of L. stigma in the form of the number of flying beetles and the vertical movement of larvae in the soil has been observed. Environmental conditions like soil moisture and several meteorological factors that affect soil moisture have also been recorded along with observations of L. stigma behavior. The influence of environmental conditions on L. stigma behavior was analyzed using multiple regression. The results showed that increasing soil moisture could increase the number of flying beetles and the vertical movement of third instar larvae towards the soil surface on L. Stigma
Kajian : Karakter, Proses Dan Potensi Virgin Coconut Oil (VCO) Sebagai Pangan Fungsional
Virgin coconut oil (VCO) merupakan produk olahan dari buah kelapa yang dibuat dengan metode fisika atau biokima yang menghasilkan minyak kelapa murni dengan kadar air dan asam lemak bebas yang rendah, berbau harum dan daya simpan yang lebih dari 12 bulan. Kandungan tertinggi VCO adalah asam laurat (32,73%). Produsen VCO di Indonesia didominasi home industry, dengan produk yang masih dibawah SNI. Tujuan dibuatnya karya tulis ini adalah memgidentifikasi karakter VCO, mengetahui proses pembuatan VCO dengan metode bioteknologi, mengevaluasi potensi VCO sebagai pangan fungsional. Metode penelusuran data adalah dengan studi pustaka komparasi jurnal berbahasa indonesia dan inggris, serta artikel ilmiah terkait dengan kata kunci karakter VCO, metode atau teknik proses pembuatan VCO, potensi manfaat VCO bagi kesehatan. Metode analisis yang digunakan adalah dengan cara menganalisa sesuai tema serta pendekatan yang disederhanakan (simplified approach). Hasil penelusuran data dapat disimpulkan kualitas dan kuantitas VCO jauh lebih baik dibanding minyak kelapa sawit. Berdasarkan SNI No. 01-7381-2008 syarat Asam Lemak Bebas(ALB) pada minyak kelapa yaitu maksimal 0,2%. Komparasi tingkat kuantifikasi perbadingan antara minyak kelapa murni dan minyak kelapa sawit memiki perbedaan yang cukup jauh, minyak kelapa murni memiliki jumlah Asam Lemak Bebas(ALB) berkisar 0,10%-0,13%, sedangkan pada minyak kelapa sawit 0,32%-0,50%. VCO terbaik dihasilkan dengan tahapan pemarutan, filtrasi, santan yang dihasilkan di fermentasi dengan starter yeast hingga terbentuk dua fasa antara ampas dan minyak. Uji klinis potensial VCO dapat digunakan untuk treatment pasien COVID-19, kanker, jantung koroner, diabetes, asam urat, dan penyakit degeneratif lainnya. Bedarsarkan hasil diatas menghimbau pengalihan konsumsi minyak sawit menjadi VCO, serta dibutuhkan penelitian efektifitas penggunaan VCO pada penurunan malnutrisi.
 
Komunikasi Antarbudaya Etnis Tionghoa Dan Pribumi Di Kota Palembang
Purpose of intercultural communication research to determine the influence worldviews and indigenous ethnic Chinese in the city of Palembang. Three elements of worldview that includes the study of religion or beliefs, values and behavior, which is part of the theory of cultural perception by Larry A Samovar, Richard E.Porter dan Edwin R. McDaniel. This study uses a qualitative phenomenological approach which aims to look at various situations or social realities that apply to ethnic Chinese and indigenous in the city of Palembang. Research using depth interviews with a number of ethnic Chinese and indigenous informants. In addition, the observation and analysis of literature related to this research. Analysis of the data is written in a narrative inductive. An important result showed that religion/belief is one that is right and not be forced. However, through the marriage of the ethnic Chinese and indigenous religious conversion to Islam and Christianity that religions outlook changed. In addition, intercultural communication can change the perspective of the cultural values of ethnic Chinese and Natives in the city of Palembang. There by encouraging individual behavior becomes positive and its worldvie
Gambaran Partisipasi Pengurus BEM KM UNJANI Periode 2011-2012
BEM is an executive agency of students who must have a principle of organization in every activity and movement for the benefit of students. It makes BEM requires a lot of people who have been in the organization and demands a lot of participation from each student so that the board can be mentally and emotionally involved, to contribute to the organization and can accept the responsibility of the organization, but members of KM UNJANI BEM could not fully own participation. It is seen from the board a little when the regular meeting, the meeting did not focus on the course, came too late when the meeting, the lack of cooperation among members in the implementation of activities, as well as their respective ideologies are not the main duties and functions of each position BEM UNJANI KM. This shows a lack of participation on the board BEM UNJANI KM. The purpose of this study is to obtain a picture through the dimensions of mental and emotional involvement, contributions, and responsibilities to members of BEM KM UNJANI period 2011-2012. The purpose of this study is to obtain a picture of participation through the dimensions of mental and emotional involvement, contributions, and responsibilities to members of BEM KM UNJANI period 2011-2012. The number of samples used is 58 the members of BEM KM UNJANI period 2011-2012. The data was collected using a questionnaire as the primary data and interview as secondary data. From the results of primary data that the majority of the members BEM KM UNJANI period 2011-2012 have mental and emotional involvement, responsible and able to contribute at every meeting and activity. While the results of secondary data the majority of the members BEM KM UNJANI period 2011-2012 have not been mentally and emotionally involved, contribute, and be responsible at every meeting and activity
Regulasi Kebijakan Produk Makanan Halal Di Indonesia
Produk Halal adalah Produk yang telah dinyatakan halal sesuai dengan syariat Islam.sehingga kehalalan suatu produk menjadi kebutuhan wajib bagi setiap konsumen terutama kosumen muslim,sertifikasi dan panandaan halal merupakan sesuatu yang perlu mendapat perhatian khusus dari pemerintah terutama dalam produk makanan yang merupakan kebutuhan primer dan dikonsumsi secara masif. Tulisan ini mengkaji tentang landasan perintah mengkonsumsi makanan halal untuk umat muslim, kriteria makanan halal dalam ajaran islam, faktor penyebab sulitnya mendapatkan makanan halal yang muncul dari kemajuan teknologi dan industri di bidang makanan, yang mengakibatkan munculnya urgensi dibentuknya regulasi kebijakan produk halal oleh pemerintah sebagai upaya untuk melindungi warga negara terutama umat muslim sebagai pemeluk agama sesuai dengan undang-undang nomor 29 pasal 2,dengan disahkannya undang-undang no 33 tahun 2014 berkenaan dengan regulasi makanan halal di Indonesia
PENGARUH KEPRIBADIAN (THE BIG FIVE PERSONALTY) TERHADAP REAKSI EMOSI PADA MAHASISWA SAAT KEGIATAN BELAJAR DARING
Kepribadian merupakan sejumlah pola pemikiran, perasaan dan perilaku yang menandakan keunikan seseorang dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Pendekatan yang digunakan untuk menggambarkan kepribadian yaitu mengenai lima traits kepribadian (big five personalty) diantaranya extraversion, agreeableness, conscientiousness, neuroticism, openness to experiences. Terdapat reaksi emosi yang berbeda-beda pada mahasiswa saat menjalankan kegiatan daring selama pandemi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengaruh dari kepribadian Big Five Personality terhadap reaksi emosi pada mahasiswa saat kegiatan belajar daring. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan studi deskriptif. Melalui kuesioner Big Five Personality, wawancara dan observasi yang dilakukan pada 6 orang mahasiswa, menunjukkan hasil penelitian bahwa meskipun subjek terkategorikan pada kepribadian yang berbeda menurut Big Five Personality, reaksi emosi yang ditunjukkan pada saat belajar daring menampilkan reaksi emosi negatif seperti marah, bosan, kesal dan menangis. Hal ini dipengaruhi oleh factor-faktor seperti penilaian subjek terhadap situasi belajar daring, keterbatasan alat hingga signal dan kuota yang tidak memada
Memahami Tafsir Al-Qur`an Dengan Kaidah Bahasa Arab
The Qur'an was revealed using Arabic which is very beautiful, the friends and Arabs who know and feel the uslub-uslub Arabic understand very well what was revealed to the Prophet. But most of the people who are not from the Arab nation are very difficult to communicate in Arabic, especially to understand the Qur'an. Departing from these problems, understanding the rules of the Arabic language is very closely related to the verses of the Qur'an. Without the rules of Arabic, it is very difficult to understand the Qur'an. So the purpose of writing this article is to explain the rules of the Arabic language as an analytical tool in order to understand the contents of the Qur'an. The method used in this research is descriptive analytic with the type of library research. The results of this study indicate that, someone who will interpret the Qur'an is required to understand the rules of the Arabic language, even the scholars make the rules of the Arabic language as conditions that must be met for a commentator to understand the content of the verses of the Qur'an. - The Qur'an correctly in accordance with existing rules. Among these rules include nahwu science, neuroscience and balaghah scienc
Corak Tafsir Periode Pertengahan
The mid period is a golden period for the Islamic world, especially tafseer. In this period, apart from the separation of tafseer with hadith as a separate scientific study, it was also the time when knowledge outside of the two of them had entered the body of interpretation. The fact has a big influence on the interpretation of its status as a product of human thought, where each interpretation has its own orientation and group. This paper aims to examine the diversity of interpretations in the mediecal period. The author uses a qualitative research method with a historical-content analysis approach. In this study it was found that in the middle period there were at least five interpretive styles, namely: linguistic, fiqh, theological, mystical and philosophical
Implementasi Peralihan Kebijakan PIPPK Dalam Penanganan Covid-19 Di Kelurahan Sukaluyu Kecamatan Cibeunying Kaler Kota Bandung
Peraturan Walikota Bandung Nomor 14 tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), berimbas pada pengalihan anggaran Program Inovasi Pembangunan dan Pemberdayaan Kewilayahan (PIPPK) sebesar 50% untuk penanganan Covid-19. Meski telah dilaksanakan, implementasi kebijakan pengalihan anggaran PIPPK ini, dinilai masih memiliki hambatan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana tingkat keberhasilan implementasi peralihanM kebijakan PIPPK dalam penanganan covid-19 di kelurahan Sukaluyu, kecamatan Cibeunying Kaler kota Bandung. Jenis penelitian dan tipe yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskripsi dengan metode kualitatif. Informan dalam penelitian adalah Kepala Desa, Staf Desa dan Tokoh Masyarakat. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa implementasi kebijakan di kelurahan Sukaluyu kecamatan Cibeunying Kaler kota Bandung sudah terlaksana, ditinjau dari tiga variabel yang mempengaruhi keberhasilan implementasi, yakni: (1) Karakteristik dari masalah, telah teratasi dengan baik (2) Karakteristik Kebijakan atau undang-undang, terjadi hambatan dari pelaporan akibat Instruksi Wali Kota yang dicabut pada akhir pelaporan pelaksanaan (3) Variabel Lingkungan, dalam pelaksanaan kebijakan PIPPK ini mendapat dukungan penuh dari masyarakat dan stakeholder kelurahan.Kata kunci : Implementasi, Kebijakan, PIPPK
 
Penataan Ulang Organisasi Perangkat Daerah di Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat
Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menganalisis Penataan Kelembagaan di Kabupaten Garut dengan merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 Tentang Perangkat Daerah yang digunakan sebagai acuan Pemerintah Daerah Kabupaten Garut untuk melakukan penataan ulang perangkat daerah Kabupaten Garut. Adapun konsep yang dipakai sebagai rujukan atau pisau analisis adalah konsep dalam buku Penataan Ulang Organisasi Perangkat Daerah. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, yaitu memanfaatkan data kualitatif dan dijabarkan secara deskriptif. Sejauh ini kinerja perangkat daerah pemerintahan Kabupaten Garut masih tergolong belum cukup efektif, sehingga perlu dilakukan penataan ulang terhadap perangkat daerah yang ada pada waktu tertentu. Penataan ulang perangkat daerah ini bertujuan untuk meregenerasi setiap posisi yang ada pada perangkat daerah tersebut, agar perangkat daerah yang ada di Kabupaten Garut dapat beroperasi dengan lebih maksimal dalam melayani masyarakat. Sehingga timbul kepuasan dan kepercayaan masyarakat terhadap Pemerintahan Daerah Garut. Dengan adanya penataan ulang ini, akan tercipta sebuah dampak positif, yaitu terciptanya kinerja yang maksimal dari setiap pegawai, untuk mendapatkan kepercayaan kembali dalam menempati posisi yang pernah diisi sebelumnya. Dalam penataan ulang perangkat daerah, diperlukan kesesuaian tugas pokok dan fungsi (tupoksi) perangkat daerah. Pemahaman tentang penataan ulang perangkat daerah yang baik akan sangat mempengaruhi kinerja perangkat daerah baru yang tercipta nantinya. Oleh karena itu, penataan ulang perangkat daerah di Kabupaten Garut perlu dilakukan guna meningkatkan kualitas pelayanan terhadap masyarakat di Kabupaten Garut