Rumah Jurnal Universitas Muhammadiyah Bandung
Not a member yet
331 research outputs found
Sort by
Faktor Dan Dampak Anemia Pada Anak-Anak, Remaja, Dan Ibu Hamil Serta Penyakit Yang Berkaitan Dengan Anemia
Anemia is the second highest cause of disability in the world. This makes anemia a serious public health problem worldwide. Especially for teenagers and pregnant women. Adolescents is the age group that is at higher risk of anemia due to experiencing iron loss of 1.3 mg/day when they are in their menstruation periode moreover if the intake of iron consumed is inadequate. As for anemia in pregnant women, in Indonesia are classified in moderate levels, where the incidence of anemia in pregnant women is still needs to be eradicated. This manuscript aims to examine the dominant factors associated with the incidence of anemia. The sample in this study were pregnant women and adolescents. In addition, anemia occurs in 80% of children aged 6-23 months. Anemia is predominant in male infants, whereas peak iron deficiency is in infants at 9-12 months. Risk factors for anemia that occur in the community is due to the low nutritional status of the community. This can be seen from various nutritional problems, such as malnutrition, iron nutrition anemia, disorders due to iodine deficiency, and lack of vitamin A
Perancangan Webserver Sistem Remote Monitoring Point of Sales (POS) Terminal via GPRS
Point of sale remote monitoring system is a remote monitoring system intended to monitor the sale transactions with the aim to obtain the required information associated with the transaction. This system can be applied to obtain specific data on the transactions particulary data from the tax that occur on a number of the point of sales device of various different business entities. Data transactions are sent to a server to be processed and re-grouped according to the required field in the database. In research, there a several key issues, among others, data segmentation that are sent by microcontroller to webserver that must be stored in database fields. In addition to the problems, other problem is the database table design, this is important because web server application will be difficult to process data well. Research results is that the transaction data can be sent to the webserver to be processed further from the server
Fenomena Dakwah Di Media Sosial Youtube
Dakwah adalah kegiatan menyeru dan mengajak manusia pada jalan kebenaran, fenomena dakwah hari ini berkembang begitu cepat dan dinamis dengan kehadiran teknologi informasi dan internet, sehingga dakwah bisa dilaksanakan di dunia maya. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana fenomena dakwah yang terjadi di dunia maya, terutama di media youtube. Hal ini penting diteliti untuk melihat bagaimana efek kehadiran teknologi komunikasi dan informasi pada perkembangan dakwah di dunia maya. Sehingga metode penelitian ini menggunkan pendekatan kualitatif fenomenologi, dengan maksud agar dapat menggambarkan fakta apa adanya. Hasil dari penelitian ini didapat bahwa perkembangan dakwah di dunia maya semakin pesat bahkan respon dan timbal balik dari jamaahpun cukup positif, hal itu dapat terlihat dari tanggapan jamaahnya yang dapat dilihat disetiap postingan dakwah. Penelitian ini memberikan saran bagi ilmu dakwah itu yakni bagaimana meningkatkan kemampuan komunikasi massa para mubaligh di dunia maya. Oleh karena itu, bila dakwah mampu merespon ini maka ia akan mampu menghiasi rubrik di dunia maya, sehingga konvergensi bentuk dakwah dapat menjadi wajah baru dakwah di era digital. 
Peran Metode Cooperative Learningdalam Pengembangan Empati Siswa Kelas VI SD X di Kota Cimahi
Schools had a great influence on children in developing their potential, but most only focus on the development of cognition even though the interaction of students with the environment was needed. This became important to apply active and interactive learning methods, but errors in the selection of learning methods often occur so that the ability of student interaction with the environment was hampered. The delay of this interaction had an impact on the development of empathy, so this study had been conducted to determine the role of cooperative learning in developing empathy in 6th grade elementary school. The study had been conducted on 6th grade students who had applied the cooperative learning method in class 5 with different intensities. The study design used quasi-experimental, to prove the causal relationship between independent variable and dependent variable through a projective measuring tool that contains 9 scenarios, used Posttest-Only Design with Nonequivalent Groups. The results indicated the role of cooperative learning in the development of empathy based on comparative testing in each class using Kruskal-Wallis at 34,673 (P-value = 0,000). The intensity of the implementation of cooperative learning was very influential on the development of student empathy. The data also showed the differences in the development of empathy in each category of distress situations due to the implementation of cooperative learning. Thus, cooperative learning could be one of the stimulations to develop children's empathy, especially the condition of peer interaction could be a trigger for children in developing empathy skills in their environment
Guidelines for Developing an Appropriate General English Material for Higher Students: A Perspective
English lesson is one of compulsory subject in the first semester of higher students that only two credits for sixteen meetings including midterm and final test.In the other hand most of the teacher are bound by a mandated curriculum defining the content, skills and values to be taught. Whether expected at school or state level, a curriculum outlines the goals and objectives for the students and the course of study.
The study is expected to give a valuable contribution and improvement of the English teaching at the research site in designing an appropriate materials for higher students
PERAN APARATUR DESA DALAM PELAKSANAAN ADMINISTRASI PEMERINTAHAN DESA DI DESA SUKAMANAH KECAMATAN PANGALENGAN KABUPATEN BANDUNG
Masalah utama dalam penelitian ini adalah peran aparat desa dalam pelaksanaan pemerintahan Desa Sukamanah Kecamatan Pengalengan Kabupaten Kabupaten. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran aparat desa dalam pelaksanaan tugas administrasi pemerintahan desa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualititatif, dan jenis penelitiannya adalah deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini adalah kepala desa dan jabatan jabatan lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, peran aparat desa dalam pelaksanaan tugas administrasi di Desa Sukamanah Kabupaten Pengalengan sedikit masih kurang optimal dari segi peran aparatnya. Penilaian ini karena tiga kepala urusan, baik pemerintah, pembangunan, dan umum mengakui bahwa perannya belum maksimal dalam menjalankan tugas dan fungsinya secara efektif. Kedua, faktor-faktor yang mempengaruhi upaya peningkatan aparat desa dalam pelaksanaan tugas administrasi di desa Sukamanah adalah disiplin kerja, pendidikan dan pelatihan, sarana dan prasarana dan tingkat kesejahteraan aparatur pemerintah desa
COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM KEBIJAKAN PENDIDIKAN TINGGI DI MASA PANDEMI
Pandemi Covid-19 telah mengubah tatanan di berbagai bidang kehidupan, termasuk bidang pendidikan. Hal ini mengharuskan policy maker untuk membuat kebijakan pendidikan yang memutus penyebaran virus Covid-19. Tujuan penelitian ini sebagai tinjauan umum terkait collaborative governance pada proses perumusan kebijakan pendidikan untuk pembelajaran pendidikan tinggi di masa pandemi Covid-19 Tahun Ajaran 2020/2021 Semester Gasal. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan hukum normatif yang memprioritaskan studi literatur. Analisis dilakukan pada artikel dan dokumen maupun sumber sejenis terkait collaborative governance dalam proses perumusan kebijakan. Hasilnya, prosedur dari proses perumusan kebijakan sebagian telah memenuhi kriteria collaborative governance. Akan tetapi, diperlukan pelibatan aktor non negara agar kebijakan yang dihasilkan dapat dan diimplementasikan dan disebarluaskan oleh semua pihak
Analisis Pelayanan Colaborative Governance Melalui Pembangunan Di Desa Ranca Kasumba
Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 mengatur kekayaan desa, bentuk dan susunan organisasi pemerintahan desa, sampai pada urusan yang mengatur tentang kesejahteraan masyarakat. Sedangkan konsep collaborative governance sebagai upaya bersama dari pemangku kepentingan untuk melakukan kerjasama dalam mengatasi masalah-masalah yang kompleks di desa, demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat. Maka penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelayanan collaborative governance melalui pembangunan di desa Rancakasumba. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif melalui studi kasus (case studies). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa desa Rancakasumba merupakan desa yang telah menerapkan collaborative governance., akan tetapi pelayanan collaborative governance melalui pembangunan di desa Rancakasumba kecamatan Solokan Jeruk kabupaten Bandung tidak dapat berjalan secara efektif karena mengalami penundaan dalam pelaksanaannya akibat Covid-19. Selain itu, lingkungan desa Rancakasumba tidak memenuhi syarat untuk mejalin kerjasama terhadap pihak swasta. Pemerintah desa Rancakasumba tidak menjalin kerjasama kepada pihak swasta dengan pertimbangan lokasi yang tidak memungkinkan.Kata kunci : collaboratie governance, Desa, pelayanan.
Identifikasi Pelanggaran AMDAL Mega Proyek Wisata Pulau Komodo Nusa Tenggara Timur
Pada dasarnya, setiap rencana aktivitas manusia, khususnya dalam kerangka pembangunan selalu membawa dampak dan perubahan terhadap lingkungan, karena itu dibutuhkan alat untuk merencanakan tindakan preventif terhadap kerusakan lingkungan yang timbul oleh suatu aktivitas pambangunan. Penelitian ini menggunakan studi literatur untuk mengidentifikasi dampak yang bermanfaat maupun yang merugikan bagi kehidupan manusia dengan mengkaji rencana kegiatan Proyek Mega Wisata Pulau Komodo yang memerlukan kajian AMDAL untuk melihat besarnya anggaran serta lokasinya yang bertempatan dengan lahan konservasi hewan komodo. Dalam UU Nomor 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup secara jelas mengatur upaya perlindungan suatu wilayah yang ditetapkan sebagai kawasan konservasi. Aturan ini memuat secara lebih rinci upaya melindungi flora dan fauna yang ada di wilayah konvervasi seperti, Taman Nasional Komodo. Sebagai wilayah konservasi, secara detail ada tuntutan bagi pemerintah dan masyarakat untuk menjaga hewan dan tumbuhan serta ekosistem pendukung yang ada dalam kawasan konservasi. Maka dari itu secara hukum, proyek ini telah melanggar beberapa pasal dan asas, sehingga pembangunan tidak boleh dilanjutkan dan diperlukannya proses hukum.Kata kunci: AMDAL, kawasan konservasi, Mega wisata
 
Studi Aliran Daya PLTU Kaltim-6 Pada Sistem Kalseltengtimra
Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Pulau Kalimantan saat ini masih tetap direncanakan sebagaimana yang tercantum di dalam RUPTL. Salah satunya adalah Kaltim-6 dengan kapasitas 200MW yang pembangunannya diserahkan pada pihak swasta (IPP). Konsep dari pembangkit ini adalah mulut tambang, yang artinya pembangkit dekat dengan tambang atau biaya transportasi dari tambang dianggap nol. Listrik yang dihasilkan oleh PLTU Kaltim-6 selanjutnya disalurkan ke sistem transmisi Kalseltengtimra dengan koneksi double phi ke kabel transmisi 150kV antara gardu induk Petung dengan Kariangau. Untuk memastikan bahwa listrik yang dihasilkan dapat terserap oleh beban yang ada, maka perlu dilakukan studi aliran daya, sehingga dapat diketahui listrik yang dikirimkan dapat terserap oleh beban dan sistem bekerja dengan baik dan aman. Untuk menyelesaikan permasalahan ini akan digunakan metode Newton-Rhapson dengan simulasi menggunakan komputer. Dari hasilsimulasi didapatkan bahwa listrik yang dihasilkan dapat terserap oleh beban pada tahun 2020 dan tidak memerlukan perubahan rating peralatan eksisting