Rumah Jurnal Universitas Muhammadiyah Bandung
Not a member yet
331 research outputs found
Sort by
Ijtihad Maslahah Mursalah Tentang Harta Bersama Dalam Rumusan Hukum Perkawinan di Indonesia
The sacred fabric of marriage has a sacred position as well as determines many of the effects of family law, because marriage is not only an official and sacred instrument of illegitimate lawfulness, but becomes a large institution from which many effects of family law are built. Among the impacts of marriage is the management of property, especially regarding joint property in marriage. In principle, it is not found explicitly in the Qur'an and Al-Hadith regarding the mixing of property (joint property) in marriage. The issue of joint property in marriage began to emerge in the contemporary era as a symptom of the demands for equal rights between husband and wife, that the problem of property ownership in marriage often causes disputes. Through reading descriptive analysis with the theory of Ijtihad Maslahah Mursalah as part of the Ushul Fiqh method, it will provide an overview of the position of joint property in the classical era until it is contained in the formulation of marriage law in Indonesia today
Pemikiran Islam Jamaluddin Al-Afghani
Pada perkembangannya, masyarakat selalu mengalami perubahan yang kompleks setiap zamannya. Dimulai dari masyarakat yang nomaden menjadi sedenter, kota menjadi negara, hingga akhirnya era globalisasi. Dalam dunia Islam sendiri pada masa modern sedang berada pada masa kemunduran. Hal ini ditandai dengan banyaknya negara muslim yang dijajah dan diperbudak oleh para Kolonial Barat serta teknologi mengalami kemajuan pesat di dunia barat sedangkan mengalami stagnasi di dunia Islam. pada saat yang di nanti, Jamaluddin Al-Afghani berupaya untuk menggaungkan semangat pembaharuan di dunia Islam. Jamaluddin Al-Afghani lahir pada tahun 1838 M/1254 H di Asadabad, dan mendapatkan dasar-dasar keilmuan Islam dari ayahnya seorang bermazhab Hanafi. Sebagai seorang pemikir, Afghani tidak terlalu mencolok. Satu-satunya karya Afghani yang diterbitkan adalah artikel Ar-Radd ‘ala Ad-Dahriyyin (Bantahan terhadap kaum Materialis) yang ia tulis untuk mengisi waktu luang di India. Tiga kebenaran menurutnya dalam beragama, yaitu akal dan hati dapat dimanfaatkan untuk menjadi khalifah di bumi; Membangkitkan daya saing antar manusia hingga kelompok yang pada akhirnya akan memperbaiki dirinya untuk terap bersaing; Menyadari bahwa ada yang lebih tinggi di dunia. Pemurnian ajaran Islam menteladani rosulullah dan khalifah rosyidah, perlawanan kolonilisme dan dominasi barat, serta mengakui keunggulan barat dalam perkembangan teknologi untuk mengambil Kembali kejayaan Islam. Modernitas dan ijtihad, menurut Afghani sangat penting untuk pembaharuan Islam, yaitu untuk menghilangkan fanatisme mazhab dan taqlid golongan. Gagasan Pan-Islamisme Afghani dalam mengelola pemerintahan pernah dicontohkan oleh Afghani ketika dia mendirikan partai Hizbul Wathan. Afghani mengedepankan kepemimpinan rakyat atau musyawarah dalam pemerintahan, agar setiap orang memiliki kesempatan untuk menjadi pemimpin. Adapun pengaruh pemikirannya banyak berkembang di negara-negara muslim, termasuk di Indonesia yaitu faham politik islam oleh M. Natsir dan Gerakan Islam Muhammadiyah oleh KH. Ahmad Dahlan
Manhaj Tafsir Lathaif Al-Isyarah Karya Imam Al-Qusyairi
Imam al-Qusyairi, who is known as one of the prominent figures of Sufi scholars, is also a muhaddits and commentator. Among his monumental works in the field of commentary is the book of commentary Lathaif al-Ikode. In this article the author will describe how a brief biography of Imam al-Qusyairi, a glimpse of the book of commentary Lathaif Al-Ikode, the characteristics of the interpretation of Lathaif Al-Ikode, a special manhaj of the interpretation of Lathaif Al-Ikode to examples from the book. This type of research is library research with a focus on research on the book of commentary Lathaif al-Ikode, using content analysis methods. The results of the study show that the manhaj or special procedure performed by Imam al-Qusyairi in the steps regarding the verses of the Qur'an in the Lataif al-Isign interpretation is that he always supervises the basmalah of words and letters. He uses Ma'rifah Al-Bathiniyah. He also quoted the opinion of his teacher. He did not include a discussion related to fiqhiyah issues, be it ahkam al-fiqhiah, qawaid al-ubudiyah or sanad-sanad. He also slipped an Al-Adabiy-style interpretation on the prohibition of the verses of the Qur'an Al-Karim. In determining the letter al-Muqatha'ah he emphasized that the verse cannot be known except for the All-Knowing One, namely Allah Subhanah Wa Ta'ala. But citing control - But about the letter al-Muqatha'ah. He also included syi'ir when examining the verses of the Qur'an to help organize in terms of language
Tata Kelola Perkotaan Melalui Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) Di Kelurahan Mangkujayan, Kecamatan Kota Ponorogo
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tata kelola dan proses perkotaan dalam penanganan permukiman kumuh melalui program KOTAKU di Kelurahan Mangkujayan, Kabupaten Ponorogo. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Model jenis deskriptif ini saya rekomendasikan dalam merancang rumusan masalah dan hipotesis penelitian. Jenis penelitian dapat diklarifikasikan berdasarkan dengan tujuan, dan tingkat kealamiahan obyek yang diteliti oleh peneliti. Data yang dikumpulkan bukan berupa angka, melainkan data berasal melalui uraian berupa kata tertulis maupun lisan dari orang yang diamati. Dalam penelitian ini akan menggambarkan tentang pemanfaatan sampah dan perbaikan jalan untuk melihat akar permasalahan yang ada sehingga akan memudahkan peneliti untuk mendapatkan data yang dibutuhkan. Hasil penelitian ini adalah Tata kelola dalam program KOTAKU di Kelurahan Mangkujayan Kabupaten Ponorogo dalam proses tata kelola program kota tanpa kumuh KOTAKU lebih memprioritaskan kepada sarana dan prasarana terkait penataan lingkungan permukiman seperti drainase, pengelolaan sampah dan perbaikan jalan. Dalam proses pelaksanaanya, juga diakukan monitoring, pelaporan yang akan diukur berdasarkan indikator hasil. Namun dalam pelaksanaan program KOTAKU masih terdapat masyarakat yang tidak berpartisipasi aktif, kurangnya motifasi terhadap program KOTAKU, dan juga kurangnya SDM untuk mendukung program KOTAKU
Kajian Sosio-Historis Terhadap Tafsir Faid Al-Rahman Fi Tarjamat Tafsir Kalam Al-Malik Al-Dayyan Karya Kyai Soleh Darat
This study aims to examine the orientation of the Nusantara interpretation, namely the Tafsir Fai? Al-Ra?m?n by Kyai Soleh Darat written using Arabic pegon. The writing of this interpretation with Arabic pegon proves that there are many people's interests who want to access interpretations of the Qur’?n that are in accordance with the abilities and socio-cultural space, especially the local Javanese community, considering that people at that time were still very difficult to study Arabic-language interpretations directly. The data collection technique in this article uses library research techniques with descriptive-analytical methods applied. The results of this article will describe the orientation of the Nusantara interpretation written by Kyai Soleh Darat based on the socio-historical context such as the background of writing the Tafsir Fai? Al-Ra?m?n interpretation, the objectives, methods, and styles of interpretation as well as the Locality Aspects of Fai? Al-Ra?m?n's Tafsir. From the writing of this article, it is hoped that there will be further research related to the history of local interpretations of the archipelago, especially the Tafsir Fai? Al-Ra?m?n by Kyai Soleh Darat so that this study of local nuanced interpretation can be known more widel
Epidemiologi, Patofisiologi, dan Faktor Pemicu Pemphigus Foliaceus
Pemphigus foliaceus adalah penyakit autoimun yang ditandai dengan adanya adanya lesi dan bula pada kulit yang disebabkan oleh reaksi auto-antibodi antara IgG dengan desmoglein 1 (Dsg1). Lesi dan bula muncul pada seluruh bagian tubuh disertai dengan rasa gatal dan sakit. Pemphigus foliaceus tersebar secara sporadis dan endemik. Jumlah kasus pemphigus foliaceus pada kawasan endemik dapat mencapai 34 kasus/juta/tahun. Pemphigus foliaceus dapat dipicu dan diperparah oleh sejumlah faktor, antara lain: kelompok obat dengan gugus thiol dan phenol, sinar ultraviolet, stress, radiasi ion, dan konsumsi makanan mengandung thiol, isothiocyanate, phenol, tannin, serta allyl. Hingga saat ini belum ditemukan pengobatan yang efektif untuk penderita pemphigus foliaceus namun, penyakit ini dapat dikontrol dengan berbagai terapi seperti pemberian immunosupresan dan penggunaan anti-CD20 antibodi rituximab
Melanjutkan Trend Reformasi Birokrasi Melalui Merit Sistem: Sebuah Tantangan Peran Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN)
Reformasi Birokrasi di Indonesia mengalami perkembangan setiap periode waktu, salah satunya yang paling disorot dan menjadi kunci utama dalam mencapai kesuksesan reformasi birokrasi tersebut adalah dengan penerapan system merit pada sebuah berbagai organisasi pemerintahan dari mulai pusat sampai dengan daerah. Tujuan penulisan ini adalah memberikan gambaran secara deskriptif pencapain beberapa lembaga yang ada di Indonesia yang telah menerapkan prinsip merit system pada lembaganya. Pendekatan secara kualitatif digunakan dalam penggunaan metodenya yang didukung dengan observasi langsung dan studi kepustakaan dalam penelusuran dan pengumpulan data. Hasil penelitian memberikan gambaran penting yang dilakukan oleh Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) terkait dengan penerapan system merit, terakhir rekomendasi penting penulis diberikan agar bisa digunakan oleh organisasi sektor publik yang antara lain adalah (1) Gerakan sosialisasi oleh KASN secara masif, serta (2) Penguatan serta pengawasan yang ketat dalam penerapan system meritokrasi pada beberapa sektor publik agar tujuan dari reformasi birokrasi tercapai.
Kata Kunci: Merit system, Reformasi Birokrasi, Organisasi Sektor Publi
Pengaruh Kepemimpinan Komisioner Terhadap Loyalitas Pegawai di Kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah Kabupaten Pangkep
Tujuan penelitian ini untuk megetahui kepemimpinan komisioner terhadap loyalitas pegawai di kantor KPU Daerah Kabupaten Pangkep. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan tipe survei terhadap objek penelitian dan kemudian menggambarkan secara deskriptif. Populasi penelitian ini adalah seluruh obyek maupun subyek yang terdapat di Kantor KPUD Kabupaten Pangkep sebanyak tiga puluh empat orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data menggunakan instrument berupa observasi, kuesioner, dan dokumentasi. Untuk menguji kevaliditan instrument penelitian digunakan uji validitas dan uji reabilitas sedangkan untuk uji hipotesis menggunakan uji regresi linear sederhana, uji f (uji simultan), uji determinan, uji t (uji persial). Dapat disimpulkan bahwa semuanya mendukung dan melihat pengaruh kepemimpinan komisioner terhadap loyalitas pegawai dikantor KPUD Kabupaten Pangkep positif dan signifikan
Potensi Bakteri Indigenus dari Kotoran Hewan Paradoxurus hermaphrodites sebagai Bioagen Pupuk Hayati: Review: -
Penggunaan kimia sintetik tidak sesuai takaran anjuran telah menjadi salah satu pemicu perusakan kualitas tanah pertanian. Akibatnya, ekosistem tanah terganggu dan pertumbuhan tanaman di atasnya tidak optimal. Tanah rusak dapat dikembalikan kembali menjadi normal dengan pengadopsian cara-cara pertanian ramah lingkungan salah satunya dengan menggunakan pupuk organik dan pupuk hayati. Pupuk hayati dapat dimanfaatkan sumber bioaktivatornya salah satunya dari mikroba indigenus dari kopi luwak hasil eksresi Paradoxurus hermaphrodites. Diketahui, kotoran hewan ini kaya akan mikroba menguntungkan karena hasil eksresi ini biasanya dimanfaatkan sebagai bahan baku kopi luwak. Namun, informasi mengenai bakteri indigenus dari kotoran tersebut masih sangat terbatas sehingga diperlukan eksplorasi mengenai potensi semua mikroba indigenus yang hidup pada kopi luwak tersebut. Bakteri indigenus dari kotoran Paradoxurus hermaphrodites meliputi Pediococcus pentosaceus, Lactococcus lactis spp. lactis, Lactobacillus fructivorans, Lactobacillus brevis, Lactobacillus plantarum, Lactobacillus fermentum, dan Lactobacillus Jensenii. Berdasarkan hasil studi literature pada berbagai laporan penelitian mengungkapkan bahwa kelompok bakteri pelarut fosfat meliputi Lactococcus plantarum, Lactococcus lactis spp., Lactobacillus brevis, dan Lactobacillus plantarum. Adapun bakteri Pediococcus pentosaceus tercatat sebagai bakteri pengikat nitrogen
Analisis Natrium Benzoat Pada Minuman Kemasan Di Kabupaten Pekalongan Dengan Spektrofotometri UV-Vis
Natrium benzoat merupakan Bahan Tambahan Pangan (BTP) yang seringkali ditambahkan pada minuman kemasan yang berfungsi sebagai pengawet. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 33 Tahun 2012 tentang Bahan Tambahan Pangan penggunaan bahan pengawet dalam minuman kemasan dibatasi sebesar 400 mg/Kg. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan natrium benzoat dalam minuman kemasan yang beredar di Kabupaten Pekalongan. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Metode kualitatif dilakukan dengan uji pengendapan menggunakan pereaksi FeCl3. Hasil positif ditandai dengan terbentuknya endapan berwarna jingga-kecoklatan. Metode kuantitatif dilakukan dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 224 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sepuluh sampel minuman kemasan yang beredar di Kabupaten Pekalongan positif mengandung natrium benzoat yang ditandai dengan terbentuknya endapan berwarna jingga-kecoklatan. Kadar natrium benzoat dalam minuman kemasan merk A, B, C, D, E, F, G, H, I, dan J secara berturut-turut yakni 26,51 mg/Kg; 8,24 mg/Kg; 23,01 mg/Kg; 27,43 mg/Kg; 25,40 mg/Kg; 27,44 mg/Kg; 27,02 mg/Kg; 27,82 mg/Kg; 27,65 mg/Kg; dan 7,79 mg/Kg. Kandungan natrium benzoat terbesar terdapat dalam sampel H yaitu 27,82 mg/Kg. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kadar natrium benzoat dalam minuman kemasan di Kabupaten Pekalongan tidak melebihi nilai ambang batas yang telah ditetapkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 33 Tahun 2012 tentang Bahan Tambahan Pangan, sehingga kesepuluh sampel minuman kemasan ini aman untuk dikonsumsi