Rumah Jurnal Universitas Muhammadiyah Bandung
Not a member yet
331 research outputs found
Sort by
MEMANFAATKAN BOTOL PLASTIK DALAM METODE ECOBRICK SEBAGAI UPAYA MENGURANGI SAMPAH PLASTIK
Sampah masih menjadi masalah besar, khususnya sampah plastik yang sulit untuk di daur ulang. Hal ini kemungkinan besar akan berdampak buruk terhadap alam karena sampah plastik yang mudah terurai dan membutuhkan bahan yang membutuhkan waktu lama untuk diolah dengan cara yang dapat dimengerti. Terlebih lagi karena pengguna keranjang plastik tidak mampu membuangnya dengan baik. Banyaknya produk plastik yang digunakan oleh masyarakat umum dan diproduksi dalam waktu yang relatif singkat akan menyebabkan banyaknya sampah yang terbuang. Tujuan dari penelitian ini adalah agar masyarakat umum dapat memanfaatkan bahan limbah untuk menghasilkan barang yang bernilai khususnya di Wilayah Kebon Suuk, RW 06, Desa Cicalengka Kulon. Desa Cicalengka Kulon merupakan desa yang memiliki jumlah penduduk yang sangat besar. Mulai dari masalah mengenai penanggulangan sampah, selama ini warga menanggulangi sampah menggunakan cara dibakar serta tidak sedikit juga yang membuangnya ke sungai, faktor yang mengakibatkan sungai menjadi kotor. Berdasarkan permasalahan tersebut, ecobrick dapat membantu sebagai solusi pengelolaan dan daur ulang sampah plastik, menjadikannya produk yang bernilai ekonomis serta berkontribusi terhadap alam yang sehat dan aman. Metode yang digunakan yaitu sosialisasi pemilihan sampah, dan pembuatan ecobrik tersebut dijadikan gapura sebagai penanda jalan di Desa Cicalengka Kulon dengan tujuan memudahkan masyarakat dalam pencarian alamat. Selain itu, mereka juga cenderung menjaga kesehatan alam melalui penggunaan sampah plastik. Sehingga warga mengetahui betapa baiknya kesehatan dan kesejahteraan alam dalam mengelola sampah yang baik
Konsep Collaborative Governance Dalam Bingkai Budaya Gotong Royong di Indonesia
Budaya gotong royong ini sebenarna bukan hal baru dalam peradaban masyarakat Indonesia. Hakikatnya manusia merupakan makhluk sosial yang tidak biasa hidup sendiri namun membutuhkan pertolongan manusia lain. Oleh sebab itu di dalam kehidupan masyarakat diperlukan adanya kerjasama dan sikap gotong royong dalam menyelesaikan segala permasalahan Ketika gotong royong menjadi penciri dari Kearifan Lokal bangsa Indonesia yang menunjukkan kohesi sosial dalam solidaritas sosial dan interaksi sosial ini merupakan sebuah modal sosial bagsa Indonesia. Collaborative Governance sebagai suatu terobosan dalam tata kelola pemerintahan menjadi solusi karena keterlibatan berbagai pihak didalamnya. Yang perlu di garis bawahi bahwa budaya gotong royong di Indonesia merupakan modal dasar dari pada pelaksanan konsep Collaborative Governance. Gotong royong yang menjadi kebiasaan sehingga membudaya di masyarakat Indonesia tentunya menjadi faktor pendukung bagi pemerintah dalam melaksanakan konsep collaborative governance
Implementasi Metode Agile pada Sistem E-Katalog Perpustakaan SMP Muhammadiyah 3 Bandung
SMP Muhammadiyah 3 Bandung menerapkan pembiasaan literasi kepada para siswa, dimana para guru memberikan intruksi kepada siswa untuk membuat suatu karya ilmiah atau essay sehingga kegiataan perpustakaan menjadi aktif dikunjungi sebagai tempat dalam mencari sumber referensi buku. Namun perpustakaan SMP Muhammadiyah 3 Bandung masih menggunakan sistem manual dalam menemukan referensi yang dibutuhkan, sehingga diperlukan perancangan sistem e-katalog untuk membantu pustakawan dan siswa dalam menjalankan segala aktivitas perpustakaan. Dalam pengembangan sistem selalu ditentukan oleh pemilihan metode yang tepat dalam analisa, perancangan dan implementasinya. Metode agile dirancang khusus untuk membantu developer bekerja dengan cepat dan menyesuaikan kebutuhan user terhadap sistem secara iteratif. Proses pengembangan perangkat lunak e-katalog dengan menggunakan metode agile melalui tahapan model scrum secara tidak langsung telah menunjukan bahwa tim scrum dapat merancang sistem e-katalog sesuai kebutuhan sistem. Hasil penerapan model scrum melalui product backlog, sprint planning, daily scrum, sprint development, sprint review dan sprint retrospective menunjukan bahwa interpretasi dari tahapan proses scrum perancangan sistem digitalisasi e-katalog perpustakaan SMP Muhammadiyah 3 Bandung sudah sesuai dengan yang diharapkan.
 
Pembentukan Masyarakat Islam Sunda Versi KH. Ahmad Sanusi
Sekitar tahun 1935 KH. Ahmad Sanusi menerbitkan sebuah kitab tafsir yaitu Tasjijjatoel Moeslimin. Hal itu merupakan salah satu usaha Ahmad Sanusi dalam menjalankan misi dakwahnya agar sampai kepada masyarakat dengan menyajikan terjemah al-Qur’an ke dalam bahasa Sunda sesuai dengan bahasa yang dikuasai oleh pembaca pada waktu itu yaitu bahasa Sunda. Disamping itu KH. Ahmad Sanusi merupakan sosok tokoh tokoh yang unik pada zamannya, terlebih dengan berbagai karya kitab tafsirnya, maka KHAS adalah sosok ulama besar dan termasuk muffassir pertama yang menafsirkan al-Qur’an dalam Bahasa sunda yaitu sekitar tahun 1930-an. Oleh sebab itu, penulis tertarik untuk meneliti konsep pembentukan masyarakat Islam dalam tafsir Tasjijjatoel Moeslimin. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang difokuskan pada studi kepustakaan, baik itu data primer ataupun sekunder. Hasil dari penelitiannya bahwa tafsir ini menggunakan metode tahlili dan ijmali. Manhaj tafsirnya bi al-ra’yi, coraknya fiqih, tasawuf dan ‘ilmu. Tafsir ini sangat berpengaruh terhadap masyarakat Islam, khususnya di tanah Sunda. Diantaranya membentuk masyarakat yang bertaqwa, membentuk masyarakat yang lebih bersyukur, membentuk masyarakat yang sufistik, membentuk masyarakat yang faham sifat-sifat orang munafik, membentuk masyarakat faham terhadap fiqih dan membentuk masyarakat yang bertauhid kuat
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN DARING PASCA PANDEMI COVID-19 PADA KELAS 5 SDN PERTIWI MAKASSAR
Dalam proses pembelajaran secara daring ini memberikan banyak sekali dampak, mulai dari dampak positif hingga dampak negatif. Pembelajaran secara daring ini guru dituntut untuk mempersiapkan pembelajaran sebaik dan sekreatif mungkin dalam memberikan suatu materi. Terutama dikalangan Sekolah Dasar karena proses pembelajaran daring tidaklah mudah. Dalam proses pembelajaran daring ini tidak hanya melibatkan guru dan siswa, melainkan orang tua juga dituntut untuk terlibat dalam proses pembelajaran daring. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan model pembelajaran daring dan untuk mengetahui faktor-faktor apa yang menjadi kendala dalam pelaksanaan pembelajaran daring. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan teknik analitik deskriptif. Analisis data penelitian ini diperoleh dari proses pencarian dan penyusunan secara sistematis, data diperoleh dari hasil observasi, wawancara dan lapangan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam penerapan model pembelajaran daring pasca pandemi pada kelas 5 dengan memanfaatkan beberapa jenis aplikasi. Selain itu faktor penghambat dalam pelaksanaan pembelajaran daring adalah kurangnya efektifitas dan efisiensi waktu akhirnya siswa kurang antusias dalam memahami materi yang diberikan
Upaya Mengurangi Kecanduan Gawai Dengan Meningkatkan Kesadaran Orangtua Mengenai Perkembangan Psikologis Pada Anak dan Remaja
Lingkungan dapat berpengaruh terhadap perilaku seseorang
dan keluarga merupakan lingkungan yang paling dekat serta
yang pertama dimiliki oleh anak, apapun yang dilakukan oleh
anak memiliki peranan penting dari orangtua yang
mengarahkan dan memfasilitasi anak. Gawai merupakan alat
bantu yang diciptakan untuk memudahkan manusia dalam
beberapa aktivitas. Namun di Desa Jatisari ditemukan bahwa
salah satu masalah yang ada di lingkungannya adalah banyak
anak-anak di usianya kecanduan gawai baik di kalangan anak
maupun di kalangan remaja. Metode yang dilakukan pada
pengabdian masyarakat ini adalah dengan memberikan
psikoedukasi (ceramah) mengenai informasi perkembangan
anak hingga remaja (usia rentang 3-18 tahun) dan dampak dari
kecanduan gawai dengan sasaran peserta adalah ibu-ibu kader
dan orangtua di Desa Jatisari. Didapatkan 28 peserta yang
terdiri dari ibu-ibu kader dan orangtua mengikuti kegiatan
dengan antusias serta mendapatkan pengetahuan yang
meningkat setelah kegiatan dilaksanakan dan diharapkan ibu-
ibu kader bisa menyebarluaskan pengetahuan yang
disampaikan oleh pemateri. Kegiatan serupa akan lebih baik
dilakukan dengan tambahan monitoring secara berkala
kepada orangtua untuk melihat perkembangan dari
kecanduan gawai pada anaknya
PEMANFAATAN LIMBAH TERNAK MENJADI PUPUK ORGANIK DI RW 16 KELURAHAN WARGAMEKAR KECAMATAN BALEENDAH KABUPATEN BANDUNG
Upaya menjadikan limbah hewan ternak khususnya sapi mempunyai nilai tambah yang signifikan menjadi tujuan utama kegiatan pengabdian masyarakat ini karena faktanya masih belum banyak upaya untuk meningkatkan nilai tambah kotoran hewan ternak khususnya sapi, seperti menjadikan kotoran sapi menjadi pupuk organik yakni produk yang mempunyai nilai komersial. Selain itu kegiatan ini juga bertujuan untuk menciptakan lingkungan masyarakat yang sehat dan memberikan dampak peningkatan perekonomian masyarakat setempat. Metode pelaksanaan kegiatan dimulai dengan observasi dan pemetaan wilayah, sosialisasi, implementasi, analisis dan evaluasi, serta perbaikan. Observasi ini dilakukan untuk meninjau wilayah Kampung Panyaweuyan Rukun Warga 16 Kelurahan Wargamekar Kecamatan Baleendah secara keseluruhan, wawancara kepada seluruh komponen pengurus wilayah, seperti perangkat rukun warga dan melihat langsung kondisi lapangan serta melakukan pemetaan ini untuk memperjelas situasi dan karakteristik Kampung Panyaweuyan Rukun Warga 16 Kelurahan Wargamekar Kecamatan Baleendah terkait peternakan dan lahan. Lokasi pelaksanaan program ini di peternakan rukun tetangga 02. Rangkaian kegiatan program pengabdian kepada masyarakat yang akan dilaksanakan meliputi beberapa tahapan : Pertama dilakukannya pengarahan (seminar) atau penjelasan mengenai pengolahan limbah hewan ternak menjadi pupuk organik, selanjutnya persiapan bahan-bahan dan pembangunan tempat pembuatan pupuk, lalu pengumpulan limbah ternak, kemudian pembuatan pupuk organik, dan terakhir evaluasi serta pendampingan. Hasil dari semua rangkaian kegiatan yang telah di lakukan yakni petani dapat mengolah kotoran sapi yang di hasilkan menjadi pupuk organik. Hal ini akan meningkatkan margin keuntungan petani dan peternak. Dengan adanya teknologi ini kelompok tani dapat menghemat biaya yang dikeluarkan untuk pembelian pupuk serta dapat memelihara kesuburan tanah dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat karena adanya kelompok tani dan peternak yang menggunakan pupuk organik, guna dapat mendorong masyarakat untuk memproduksi pupuk organik dari limbah ternak dan menciptakan lapangan kerja baru
POTENSI DAN PELUANG BISNIS DALAM INDUSTRI FERMENTASI BERBASIS SYARIAH
Peluang bisnis dalam industri fermentasi dipengaruhi oleh pertumbuhan pasar global produk halal, perkembangan teknologi fermentasi, dan kesadaran konsumen tentang etika produksi makanan. Penelitian ini menginvestigasi potensi bisnis dalam industri fermentasi dengan prinsip ekonomi syariah melalui analisis pasar, identifikasi peluang bisnis, studi kasus, dan evaluasi kendala yang mungkin dihadapi. Dengan metode literatur review dan penelitian deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kami melakukan praktik pembuatan makanan fermentasi di Desa Sukanagara, Kabupaten Soreang. Fokus pada demo pembuatan kimchi, industri fermentasi, khususnya kimchi, menjanjikan peluang bisnis yang tinggi. Kimchi sudah bersertifikasi halal, dengan bahan-bahan sayuran dan bumbu dapur yang halal. Kemasan dapat menggunakan toples, plastik, ziplock dengan nama produk tertera. Penjualan dapat dilakukan secara langsung melalui rumah makan, stand makanan Korea pada event atau pasar tertentu, dan secara online di platform seperti Shopee, Tokopedia, dan TikTok, termasuk metode live untuk memperkenalkan usaha secara efektif di online shop
MENYADARKAN AKAN PENTINGNYA POTENSI PEMUDA DESA BOJONGMALAKA BERSAMA BUNG RIFKI FAUZI
Istilah masyarakat yang mengandalkan teknologi atau Society 5.0 yang diperkenalkan oleh teknologi Jepang kini semakin banyak ditemui. Teknologi yang lahir di era 4.0 dan diandalkan oleh masyarakat yaitu Internet dan masih berkembang di era Society 5.0. Menurut E. Rizky Wulandar, dosen komunikasi, soft skill harus dimiliki untuk bisa bersaing dalam kompetisi Age of Society 5.0. Individu di era Society 5.0 dituntut untuk bisa menguasai media digital. Kami selaku Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bandung menyampaikan keadaan ini untuk diterapkan di tempat PKM kami yaitu di Desa Bojongmalaka, Mengarahkan para pemuda khususnya Karang Taruna untuk lebih menyadarkan diri betapa pentingnya soft skill maupun hard skill di kehidupan bermasyarakat. Soft skill harusnya dimiliki oleh setiap orang karena kebutuhan dasar di Era ini dan memberikan gambaran kehidupan yang lebih kompetitif dibantu dengan teknologi yang jauh lebih maju. Itulah mengapa kami memilih tema untuk jurnal kami ini, agar isu ini dapat diangkat dan dapat menyadarkan betapa penting nya soft skill ini
Analisis Hubungan Tingkat Pengetahuan Terhadap Sikap Masyarakat Tentang Kehalalan Sediaan Sunscreen Yang Mengandung Oxybenzone Di Kecamatan Rancasari
Halal adalah suatu produk atau kegiatan yang diizinkan untuk digunakan atau dilaksanakan sesuai dengan syari’at Islam. Sunscreen merupakan produk kosmetik yang dapat melindungi kulit dari kerusakan yang diakibatkan oleh radiasi sinar matahari. Terdapat sunscreen yang memiliki kandungan oxybenzone yang dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan penggunanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat Kecamatan Rancasari tentang kehalalan sediaan sunscreen yang mengandung oxybenzone. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Rancasari dengan menggunakan metode kuantitatif pengolahan data primer hasil penyebaran kuesioner kepada 100 orang responden laki-laki dan perempuan melalui progam SPSS pearson product moment. Hasil yang diperoleh dari pengolahan data pada SPSS menunjukkan tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat Kecamatan Rancasari termasuk dalam kategori baik yaitu tingkat pengetahuan sebesar 60% responden dan sikap masyarakat sebesar 64% respoden termasuk ke dalam kategori tersebut. Kemudian terdapat hubungan yang signifikan dan berarah positif antara tingkat pengetahuan terhadap sikap dengan nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,003 dan pearson correlation 0,267 dengan nilai koefisien determinasi sebesar 0,088