Rumah Jurnal Universitas Muhammadiyah Bandung
Not a member yet
331 research outputs found
Sort by
Aplikasi Multilayered Edible Coating Dengan Variasi CaCl2 Pada Buah Tomat (Solanum lycopersicum L.)
Edible coating merupakan suatu lapisan tipis yang dibuat dari bahan yang dapat dimakan (edible), Dibentuk untuk melapisi suatu produk pangan sedangkan Multilayered merupakan pelapis anti mikroba berlapis-lapis yang dapat dimakan dan berpengaruh terhadap umur simpan dan kualitas buah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas buah tomat (Solanum lycopersicum L.) dengan penggunaan Multilayered edible coating. Metode penelitian yang dilakukan adalah menggunakan metode eksperimental dengan sekian perlakuan dengan konsentrasi cacl2 0,5 gram, 1 gram dan 1,5 gram. Pengujian yang digunakan yaitu uji susut bobot, uji vitamin c, uji pH dan dengan uji anova dengan perlakuan variasi CaCl2 yang berbeda. Berdasarkan hasil penelitian kualitas buah tomat terbaik dengan penggunaan multilayered edible coating pada konsentrasi CaCl2 tberpengaruh terhadap susut bobot dan kurang berpengaruh pada vitamin C dan nilai pH . Berdasarkan hal tersebut dibutuhkan teknologi untuk mempertahankan mutu buah tomat dengan membuat multilayered edible coating berbahan dasar pati pisang tundang, CMC, CaCl2, dan kitosan.
Kata kunci: Edible coating; CaCl2; Susut bobot; Vitamin C; Tomat
Edible coating merupakan suatu lapisan tipis yang dibuat dari bahan yang dapat dimakan (edible), Dibentuk untuk melapisi suatu produk pangan sedangkan Multilayered merupakan pelapis anti mikroba berlapis-lapis yang dapat dimakan dan berpengaruh terhadap umur simpan dan kualitas buah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas buah tomat (Solanum lycopersicum L.) dengan penggunaan Multilayered edible coating. Metode penelitian yang dilakukan adalah menggunakan metode eksperimental dengan sekian perlakuan dengan konsentrasi cacl2 0,5 gram, 1 gram dan 1,5 gram. Pengujian yang digunakan yaitu uji susut bobot, uji vitamin c, uji pH dan dengan uji anova dengan perlakuan variasi CaCl2 yang berbeda. Berdasarkan hasil penelitian kualitas buah tomat terbaik dengan penggunaan multilayered edible coating pada konsentrasi CaCl2 tberpengaruh terhadap susut bobot dan kurang berpengaruh pada vitamin C dan nilai pH . Berdasarkan hal tersebut dibutuhkan teknologi untuk mempertahankan mutu buah tomat dengan membuat multilayered edible coating berbahan dasar pati pisang tundang, CMC, CaCl2, dan kitosan.
Kata kunci: Edible coating; CaCl2; Susut bobot; Vitamin C; Toma
Korelasi antara Konsumsi Makanan Pedas dan Asam dengan Gejala Asam Lambung pada Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bandung
Nowadays, spicy and sour foods are very popular among teenagers, especially among college students. Snacks with spicy and sour flavors are enjoyed by various age groups because some of them offer the distinctive taste of West Java, particularly from the city of Bandung. Excessive consumption of spicy food can lead to health issues, as spicy foods contain capsaicin, which can stimulate pain receptors in the digestive tract. This observational study was carried out by distributing questionnaires containing a set of written questions to gather research data from 176 students at Universitas Muhammadiyah Bandung. This study sought to identify the proportion of preferences for spicy and sour foods. It also examined the relationship between the preference for spicy food and the occurrence of acid reflux symptoms. This research also analyzed the connection between the preference of spicy food and the symptoms of acid reflux. The results showed that a total of 79% of respondents liked spicy food, while the remaining (21%) were not into spicy and sour food (p<0.05). However, the preference for spicy food did not correlate with the occurrence of the acid reflux of the respondents (p>0.05). Meanwhile, 48% of respondents like sour food, while 52% do not like it (p>0.05)
Model Biorekognisi Pengenalan Salmonella typhi Pada Biosensor Elektrokimia
Typhoid fever is a significant health issue in Indonesia, particularly among children aged 5–14 years, with a prevalence rate of 1.60% of the total population. This disease is caused by Salmonella typhi, a pathogenic bacterium with high virulence and resistance levels. Delayed diagnosis and treatment increase the risk of mortality to 5–6%. Therefore, a sensitive, rapid, and accurate diagnostic tool is urgently needed to detect this bacterium. This research uses a literature review method by analyzing 32 journals that discuss the detection of S. typhi bacteria using biosensors. These journals were obtained from Google, PubMed, and Google Scholar, and selected based on criteria such as year of publication, relevance, scope, journal reputation, and author credibility. Recent scientific articles discussing various bioreceptors, such as antibodies, DNA probes, and aptamers. Electrochemical biosensors were selected due to their advantages in sensitivity, selectivity, cost-efficiency, and on-site detection capabilities. The results indicate that aptamers show the greatest potential as bioreceptors compared to antibodies and DNA probes. Aptamers offer high affinity, stability under extreme conditions, and low production costs. With a sensitivity of up to 10 fM and high selectivity, aptamers are an innovative solution for improving the accuracy and speed of S. typhi detection. In conclusion, electrochemical biosensors based on aptamers represent a promising technology for detecting S. typhi, which is expected to reduce mortality rates from typhoid fever through more effective early diagnosis
POLA KOMUNIKASI POLITIK PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT DALAM MEWUJUDKAN DESA DIGITAL : (Studi Kasus di Desa Cibiru Wetan, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat)
Strategi Pola Asuh Digital untuk Mendukung Perkembangan Sosial, Emosional, dan Spiritual Anak Usia 4-12 Tahun
Digital technology has transformed the way children grow and learn, presenting new challenges in parenting. This study aims to investigate the role of interpersonal communication in managing children's use of digital technology and its impact on their social, emotional, and spiritual development. Using a qualitative approach, this study involved 20 parents with children aged 4-12 years in Kota Nunukan. Data were collected through in-depth interviews and direct observations, which were then analyzed using content analysis methods. The results showed that open and empathetic communication between parents and children is crucial in managing the use of digital technology. Parents who actively communicate with their children tend to see more positive social, emotional, and spiritual development. Strategies used include setting screen time limits, engaging in children's digital activities, and educating about digital ethics and online safety. The study also found that integrating spiritual values into children's use of technology can support better character development. The conclusions of this study affirm that effective interpersonal communication between parents and children, as well as the integration of spiritual values, can have a positive impact on children's development in the digital age. Practical implications of these findings include guidelines for parents, educators, and policymakers to create an environment that supports healthy and responsible use of technology
Implementasi Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2018 Dalam Upaya Penanganan Sampah Laut
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi Gerakan Nasional peningkatan kesadaran para pemangku kepentingan, untuk mengetahui pengelolaan sampah yang bersumber dari darat, untuk mengetahui cara penanggulangan sampah di pesisir dan laut, untuk mengetahui mekanisme pendanaan, penguatan kelembagaan, pengawasan, dan penegakkan hukum, dan untuk mengetahui penelitian dan pengembangan dalam Implementasi Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2018 dalam upaya penanganan sampah laut. Sumber data diperoleh dengan cara Observasi, Wawancara, Dokumentasi. Analisis data menggunakan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa melihat pada proses implementasinya pelaksanaannya belum sesuai dengan apa yang sudah ditentukan dari Rencana Aksi Nasional Penanganan Sampah Laut. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan agar pemerintah desa terus meningkatkan dukungan dan partisipasi dalam upaya pengelolaan sampah, serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampa
Pendekatan Multi-Disiplin dalam Pengambilan Keputusan Di Kementerian Ketenagakerjaan: Integrasi Aspek Ilmu, Seni, dan Kepemimpinan
Pengambilan keputusan di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan memerlukan pendekatan multi-disiplin yang mengintegrasikan aspek ilmu, seni, dan kepemimpinan. Pendekatan ilmiah memberikan dasar berbasis data melalui riset dan analisis untuk memahami isu ketenagakerjaan secara komprehensif, sedangkan seni mencakup kreativitas, intuisi, dan empati dalam merespon kebutuhan sosial. Kepemimpinan berfungsi sebagai penghubung yang memastikan integrasi antara ilmu dan seni berjalan efektif serta menciptakan kebijakan yang inklusif dan adaptif. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan kajian literatur dan studi kasus di Kementerian Ketenagakerjaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan multi-disiplin mampu meningkatkan kualitas pengambilan keputusan, menjadikan kebijakan lebih responsif terhadap dinamika sosial, ekonomi, dan teknologi. Sinergi antara data, pendekatan humanis, dan kepemimpinan strategis penting untuk menghadapi tantangan ketenagakerjaan di era globalisasi dan transformasi digital
Review Artikel: Perkembangan Biosensor Dalam Mendeteksi Kandungan Babi (Sus scrofa) pada Produk Pangan untuk Verifikasi Kehalalan
Food processing in Indonesia and countries around the world is becoming increasingly complex. Food management must meet quality requirements, including nutritional fulfillment, safety and halal food products. Various analytical methods have been developed to test various products, both physically, chemically and biologically. Therefore, laboratory testing is needed to detect the presence of contaminants and non-halal ingredients in food products. This research discusses the detection of pork content in food products to support halal authentication. PCR and Biosensor methods are efficient and sensitive ways to ensure that food products are free from pork contamination. The Polymerase Chain Reaction (PCR) method allows the amplification of specific DNA from pigs, detecting even traces of DNA with high accuracy. Meanwhile, biosensors, which use antibodies or other biomolecular components, are able to detect pork proteins with high sensitivity through specific interactions with the target analyte. The method used is a literature review, conducting studies from various sources with the help of databases such as Connected Papers, ResearchGate, and Google Scholar with keywords such as "Detection of pork in food", "Regulation of halal food products", and "Biosensor for detecting pork content in food". This literature study used 40 journals selected based on the information neede
Modernisasi Sebagai Pergeseran Akhlak Dan Identitas Manusia Modren
Akhlak dalam kontek modernisasi sudah sangat jarang menjadi pembahasan, karena kesibukan terhadap kemajuan teknologi sehingga manusia merasa tidak butuh lagi bagaimana berhubunggan dengan sesamanya bahkan sampai hubungan dengan tuhan. Seharusnya semakin modren zaman, makin sadar manusia pentingnya akhlak. Karena semua itu bisa mereka temui dengan kekritisannya terhadap dasar segala sesuatu, tapi justru itu yang hilang. Padahal kalau kita cermati akhlak adalah hal yang urgen dalam dalam modernisasi, karena selain sebagai pembentuk ikatan saudara yang telah tercerabut oleh kemajuan teknologi. Akhlak juga sebagai penjawab atas kehampaan dan kegersangan hati manusia sekarang ini. Penelitian ini mengungkapkan Masyarakat heterogen merupakan ranah akhlak yang bernilai tinggi, karena manusia tidak lagi berkumpul dari satu komonitas atau ras saja. Modernisasi juga ditandai dengan mobilitas masyarakat yang tinggi seharusnya menjadi alat penyebaran akhlak dalam kehidupanan manusia yang terus mencari tempat yang baru untuk ditinggali. Individualis merupakan corak tersendiri dari kelemahan masyarakan modernis karena pertahan manusia terbaik dalam bersaing dengan teknologi yang serbah canggih adalah koloni yang kuat
Exploring Strategic Communication: A Theoretical Framework or Paradigm in Communication Study
Perdebatan yang terus berlanjut seputar klasifikasi komunikasi strategis sebagai kerangka teori atau paradigma interdisipliner sangat penting bagi bidang studi komunikasi. Makalah penelitian ini akan mengkaji bagaimana komunikasi strategis menyatukan berbagai disiplin ilmu untuk menentukan apakah komunikasi strategis merupakan pergeseran paradigmatik dalam fondasi teoretis atau tetap merupakan kerangka kerja pragmatis tentang bagaimana strategi komunikasi menyatu dengan tujuan organisasi. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif berbasis literatur yang melakukan analisis tematik di seluruh kontribusi utama untuk memahami sudut pandang yang ada. Hasilnya menjelaskan dua sudut pandang yang berbeda: Ada yang berpendapat bahwa komunikasi strategis berfungsi sebagai sebuah paradigma, yaitu paradigma yang memahami kembali peran yang seharusnya dimainkan oleh komunikasi dalam pengembangan inisiatif strategis, sementara yang lain berpendapat bahwa komunikasi strategis merupakan sebuah pendekatan untuk mengawasi proses-proses seperti manajemen hubungan dengan pemangku kepentingan dan manajemen krisis. Pada akhirnya, penelitian ini berpendapat bahwa sifat dualistik komunikasi strategis sebagai sebuah paradigma dan juga sebagai sebuah kerangka kerja berguna dalam dua hal: pertama, dari sudut pandang yang lebih praktis, dalam hal membantu memahami bagaimana bermanuver melalui kompleksitas yang ada di lingkungan organisasi kontemporer, yang telah diintensifkan oleh dampak transformasi digital dan perubahan ekspektasi para pemangku kepentingan