Repository Universitas Komputer Indonesia
Not a member yet
70114 research outputs found
Sort by
Penerapan Metode Kompresi Huffman untuk Meningkatkan Jumlah Data Informasi pada Kode Quick Response
Kecepatan memperoleh informasi merupakan hal yang sangat penting. Pemanfaatan kode Quick Response (QR) menjadi salah satu cara dalam upaya memperoleh informasi secara cepat.
Namun, setiap versi kode QR Code sendiri memiliki batasan data informasi yang dapat ditampung, sehingga umumnya kode QR hanya menampung tautan website agar informasinya
diperoleh melalui website. Peningkatan daya tampung data pada kode QR tentunya dapat memudahkan pengguna untuk menyimpan data informasi lebih banyak sehingga informasi dapat diperoleh tanpa mengakses website. Penelitian ini menerapkan metode kompresi Huffman untuk meningkatkan jumlah informasi yang dapat ditampung dalam kode QR. Kompresi Huffman merupakan algoritma kompresi lossless yang cocok digunakan pada data teks. Tahapan yang dilakukan pada penelitian ini terdiri atas analisis kebutuhan, perancangan, implementasi dan pengujian. Sistem yang dibangun terdiri atas dua aplikasi, yaitu aplikasi generator dan aplikasi
pemindai kode QR. Aplikasi generator berfungsi menjalankan kompresi dan menghasilkan kode QR. Aplikasi pemindai kode QR berfungsi memindai kode QR dan melakukan dekompresi serta
menampilkan informasi ke layar smartphone. Hasil penelitian menunjukkan kedua aplikasi dapat berfungsi dengan baik. Efisiensi hasil kompresi pada 30 data teks yang diuji mencapai rata-rata 56,6%. Hal ini menjadikan kode QR dapat menampung data informasi rata -rata dua kali lipat data teks tanpa kompresi
Materi 9 Akta Kematian
Komputer Aplikasi IT-5
Materi ini membahas mengenai pembuatan aplikasi untuk pencatatan dan pembuatan akta kematia
Materi 10 W3 Css Framework
Komputer Aplikasi IT-5
Materi ini membahas mengenai Penggunaan Framework untuk aplikasi pencatatan kelahiran dan kematian
Policy Strategy for Increasing The Capacity of Human Resources Leaders of The DPRD Members of Bandung Regency
The ability of a leader and member of the DPRD, in the industrial era 4.0 is required to have the capacity of human resources in accordance with the era. Making a policy strategy for the capacity of human resource development in the council is a very important thing needed by the regional government and the central government. The DPRD Secretariat needs to become a professional plenary staff in line with the strengthening of the role and position of DPRD in the regional government system. The discussion is related to the presence of PP No. 41 of 2007 concerning Regional Government Organizations.Government Regulation No. 41 of 2007 concerning the Secretariat of the DPRD, Article 4 states that the secretariat of the DPRD is an important factor in empowering the DPRD, where it plays a role in assisting and facilitating DPRD members in carrying out their duties and functions. In line with the development of the nation's constitutional and political life, including developments in people's consultative institutions, people's representative institutions, and regional representative institutions, and regional people's representative institutions, it is regulated in Law Number 27 of 2009 concerning the Structure and Position of the People's Consultative Assembly, the People's Representative Council.Regional Representative Council, Regional People's Representative Council, which is intended as an effort to restructure the composition and position of the People's Consultative Assembly, People's Representative Council, Regional Representative Council, and Regional People's Representative Council in the context of realizing people's deliberation institutions, people's representative institutions, and representative institutions. regions, as well as regional people's representative institutions
Implementasi User Interface Pada Multimedia Interaktif Cerita Rakyat Dari Kalimantan Barat
Penerapan antarmuka pengguna (user interface) sangatpenting bagi pihak-pihakyangmengembangkanmedia dalam menilai keberhasilan sebuah desain multimedia interaktif.Idealnya sebuah media dapatberfungsisesuaidenganperencanaan dan dapatmemenuhi kebutuhan juga keinginan dari penggunanya. Apabila perencanaan dan analisa tidak jelas maka dapatmenimbulkan permasalahan yang akan berdampak pada kegiatan pengembangan. Penelitian ini akan memberikan gambaran implementasi user interfacedengan metode prototypingpada kegiatan pengembangan multimedia interaktif, dengan harapan dapat menghasilkan desain prototypesebagai salah satu langkah awal sebuah kegiatan pengembangan media digital. Prototipe dibuat dengan tujuan memberikan penyamaan presepsi dan pemahaman awal akan proses dasar dari user interfaceyang akan dikembangkan, sehingga akan ada komunikasi yang baik antara pengembang dan pengguna sistem. Hasil penelitian ini dapat dijadikan referensi ataupun rujukan bagi pengembang desain multimedia interaktif yang telah mengikuti langkah-langkah prototypingsecara terstruktur, sehingga memberikan kejelasan proses bagi pengguna dan pemerhati ilmu pengembangan desain multimedia interaktif
Kinerja Program Pembinaan Serikat Pekerja Di Bidang Perlindungan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi
Penelitian ini membahas mengenai Pembinaan dan Perlindungan ketenagakerjaan di Kabupaten Subang. Bidang Pembinaan dan Perlindungan Tenaga kerja pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Subang memiliki tanggung jawab dalam pembinaan kerja para serikat kerja melalui peningkatkan komunikasi maupun mediasi dengan Perusahaan. Maraknya permasalahan upah tenaga kerja yang tidak sesuai dan perlakuan perusahaan terhadap para pegawai yang tidak sesuai membuat Dinas Ketenagakerjaan khusunya Bidang Pembinaan dan Perlindungan Tenaga kerja mengambil alih peranan sebagai katalisator komunikasi Antara perusahaan dan para pegawai yang menyampaikan aspirasi dan keluhan mengenai permasalahan ketenagakerjaan. Hasil Penelitian yang didapat bahwa Kinerja Bidang Pembinaan dan Perlindungan Tenaga kerja pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Subang dinilai belum optimal dikarenakan dimensi akuntanbilitas dan dimensi responsivitas belum optimal dalam pelaksanaan tugas dan tanggungjawabnya, namun dalam dimensi kualitas pelayanan peran para pegawai sudah optimal dalam pemberian layanan, selanjutnya dalam dimensi produktivitas telah optimal hal ini terlihat dari sikap pegawai, kemampuan pegawai dan semangat pegawai yang tinggi serta dalam dimensi responsibilitas dapat dilihat dari pelaksanaan kegiatan organisasi sudah sesuai dengan prosedur dan mekanisme yang ditetapkan
Tansformasi Menuju Desa Digital
Artikel Umum
Aplikasi Digidesa untuk pengelolaan Layanan Masyarakat Menggunakan Teknologi Mobile, masyarakat dapat mengakses berbagai macam layanan hanya dengan menggunakan Smartphone ...
W3.css Navigation Dan Javascript
Pemrograman WEB 1
Materi 13 membahas mengenai bagaimana membuat menu vertikal ataupun horizontal dengan
menggunakan w3 css w3-bar-item w3-button dan javascript untuk membuka halama
Warehousing Information System Using Rfid Technology At. Bintang Sidoraya
Artikel Umum
Warehousing Information System Using
RFID Technology At. Bintang Sidoray
Live Score Application Development For Flag Football Based On Android
Artikel Umum
LIVE SCORE APPLICATION DEVELOPMENT FOR FLAG FOOTBALL BASED ON ANDROI