29829 research outputs found
Sort by
Identifikasi Implementasi Kebijakan Manajemen SDM Sebagai Salah Satu Intervensi Pengembangan Organisasi
Perkembangan suatu organisasi dapat dicapai harus dengan dukungan SDM yang kompeten dan handal. Untuk itu, perlu diupayakan berbagai cara supaya karyawan yang bekerja di organisasi dapat menjadi SDM yang handal serta merasa nyaman bekerja di organisasi. Penelitian ini dilakukan di sebuah perusahaan konstruksi dengan 332 responden dengan tujuan untuk dapat mengidentifikasi persepsi dari karyawan mengenai
implementasi kebijakan manajemen SDM di tempat mereka bekerja. Data diolah dan dianalisis secara deskriptif berdasarkan pada konsep fokus kebijakan manajemen SDM yaitu: pengaruh karyawan, alur SDM, sistem penghargaan dan sistem kerja. Hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa secara umum karyawan menilai 4 (empat) isu kategori sudah cukup baik, meskipun masih terdapat beberapa hal yang perlu dikembangkan. Hasil identifikasi implementasi kebijakan manajemen SDM ini dapat menjadi landasan untuk melakukan pengembangan organisasi selanjutnya karena pengembangan organisasi harus dimulai dengan identikasi
mengenai situasi dan kondisi saat ini untuk menuju organisasi yang ideal
Dokumen Keseluruhan Artikel pada International Journal of Information Technology and Computer Science Applications (IJITCSA) Vol 2 No 1
emuat seluruh dokumen penerbitan, berupa surat tugas, artikel, bukti korrespondensi, cek plagiarisme, daftar isi, editorial jurna
Buku MANAJEMEN INVESTASI DAN PORTOFOLIO JILID1
Bab 1 Manajemen Investasi, Bab II Alokasi Aset & Pemilihan Efek, Bab III Organisasi Dan Fungsi Pasar Sekuritas, Bab IV Market Index, Bab V Pasar Modal Efisien & Analisa Sekuritas, Bab VI Pengantar Manajemen Portofolio, Bab VII Model Penetapan Harga Aset, Bab VIII Evaluasi Kinerja Portofoli
Informational and Interpersonal Justice as Mediators Between Trasnformational Leadership and Cynicism Toward Organizational Change
This study investigates the factors that can predict the emergence of cynicism about organizational change, which is defined as a pessimistic outlook for successful change with blame placed on "those responsible" for a lack of motivation and/or ability to effect successful change (Wanous et al., 2000). The predictor factors in this study include transformational leadership, informational justice, and interactional justice. The assessments utilized in this study were Cynicism about Organizational Change (Wanous et al., 2000), Organizational Justice Scale (Colquitt, 2001), and Multi Level Questionnaire Form 5x (Avolio et al., 1995). Respondents in this study were 165 permanent workers working in a firm that has experienced and is currently evolving, and who had been employed for at least two years. Processing data utilizing a macro process (Hayes, 2013) and a basic mediation analysis, the results show that
informational justice has a mediating impact on the affects of transformational leadership on CAOC. Meanwhile, the mediating impact does not arise via interpersonal justice
Efektivitas Kompleksitas Operasional Memoderasi Solvabilitas Dan Rotasi Audit Terhadap Audit Report Lag
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh solvabilitas dan rotasi audit terhadap audit report lag, serta peran efektivitas kompleksitas operasional sebagai variabel moderasi dalam hubungan tersebut. Audit report lag merupakan waktu yang dibutuhkan auditor untuk menyelesaikan laporan audit setelah akhir periode pelaporan. Dalam konteks ini, solvabilitas diukur melalui rasio utang terhadap ekuitas, sedangkan rotasi audit merujuk pada pergantian auditor dalam suatu entitas. Efektivitas kompleksitas operasional, yang mencakup faktor-faktor seperti struktur organisasi dan proses bisnis, diharapkan dapat mempengaruhi hubungan antara solvabilitas, rotasi audit, dan audit report lag. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini melibatkan analisis regresi pada data perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa solvabilitas dan rotasi audit berpengaruh signifikan terhadap audit report lag, sementara efektivitaskompleksitas operasional memoderasi hubungan tersebut. Temuan ini memberikan wawasan penting bagi praktisi dan akademisi dalam memahami dinamika waktu penyelesaian laporan audit dan faktor-faktor yang mempengaruhinya