E-journal Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda
Not a member yet
2865 research outputs found
Sort by
Pengaruh E-Service Quality, E-Trust, Dan Online Consumer Review Terhadap Keputusan Pembelian Pada E-Commerce Tokopedia
Tokopedia is one of the largest e-commerce companies in Indonesia which has now succeeded and successfully exploited the great opportunities of using the internet so that Tokopedia currently has a good image to be the main factor for someone in making purchasing decisions online. The decision to purchase a product is a very important factor that companies must pay attention to in every trading activity because from a purchasing decision a transaction will occur. Several factors that influence purchasing decisions at Tokopedia in this research are E-Service Quality, E-Trust, and Online Consumer Reviews. The purpose of this research is to determine the influence of E- Service Quality, E-Trust, and Online Consumer Reviews on Purchase Decisions on Tokopedia E-Commerce. The method used in this research is casual associative quantitative research. The population in this study were Tokopedia users, Generation Z Muslims in East Kalimantan, totaling 1,025,006 people with an age range of 10-24 years for generation Z. The sample used was 100 Generation Z Muslims in East Kalimantan Tokopedia users using a sampling technique, namely purposive sampling. The data collection technique used was distributing questionnaires via Google Form with a Likert Scale measurement technique. The results of this research show that E-Service Quality, E-Trust, and Online Consumer Reviews partially have a significant influence on Purchase Decisions on Tokopedia E-Commerce. Likewise, simultaneously E-Service Quality, E-Trust, and Online Consumer Reviews, partially have a significant influence on Purchasing Decisions on Tokopedia E-Commerce. The R2 value is 0.846, which means that 84.6% of the Buying Decision variable in Tokopedia E-Commerce is influenced by the E-Service Quality, E-Trust and Online Consumer Review variables.
Keywords: Purchase Decision, Tokopedia, E-Service Quality, E-Trust, Online Consumer
Review, Generation
Pengaruh Literasi Keuangan Dan Literasi Digital Terhadap Minat Penggunaan Digital Payment Pada Mahasiswa
Abstract
This study aims to analyze the influence of financial literacy and canggih literacy on the interest in using canggih payments among students of the Faculty of Islamic Economics and Business (FEBI) UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu. The method used in this study is a quantitative approach with multiple linear regression analysis. Data were collected through questionnaires distributed to 70 respondents from a population of 230 students. The results of the study indicate that financial literacy has a positive and significant influence on the interest in using canggih payments, with a regression coefficient of 0.271. In addition, canggih literacy has also been shown to contribute positively to the use of canggih payment methods, with a regression coefficient of 0.258. Thus, it can be concluded that financial literacy and digital literacy partially have a positive and significant effect on the use of advanced payment tools. These findings emphasize the importance of increasing financial and canggih literacy among students to encourage more active and wise use of canggih payments. This research is expected to be a reference for the development of educational programs that focus on financial literacy and digital payments in educational institutions. Thus, the results of this study can provide knowledge to policy makers in designing effective strategies to improve students' understanding of the benefits and risks of using advanced payments.
Keywords: Financial literacy, canggih literacy, canggih payments
Tinjauan Metodologi Fenomenologi dalam Konteks Filsafat untuk Perkembangan Psikologi Pendidikan di Indonesia
Phenomenological methodology is used to be able to map in detail about the individual's awareness and experience of an event that has been experienced or is being experienced from his/her point of view. Phenomenological philosophy, symbolic interactionism sociology and hermeneutics are the basis of the phenomenological method. The philosophical view of phenomenology raises the individual's experience of the phenomenon that becomes a picture of himself/herself about an event. Symbolic meanings and values that influence patterns of thinking and behavior in the context of individual development determine his/her choices. Individuals provide an understanding of their world and social interactions. In the context of education, individuals can be understood through self, but have a complex relationship with their social environment to be able to adapt and understand what is really happening and the meaning of achieving academically and their social skills
Inovasi Dalam Pendidikan: Metode Ice Breaking Sebagai Sarana Meningkatkan Kualitas Belajar Di Sekolah Dasar Negeri 013 Tanjung Batu
Proses kegiatan belajar di kelas tidak terlepas akan peran guru di dalam pembelajaran. Sebab guru sebagai pendidik sangat membantu muridnya dalam proses kegiatan belajar di dalam kelas. Apalagi terhadap kejenuhan peserta didik yang kerap terjadi dalam proses kegiatan belajar mengajar berlangsung. Oleh sebab itu, guru seharusnya mempelajari sebuah metode yang bernamaice breaking. Tujuan dilakukannya dalam artikel ini ialah untuk mengetahui bagaimana penggunaan ice breaking, manfaat serta hubungan dengan pengenmbalian konsentrasi belajar murid. Teknik yang digunakan yaitu dokumentasi. Dalam artikel ini menggunakan data kualitatif dengan jenis data naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) ice breaking berlaku untuk semua mata pelajaran, termasuk mata pelajaran yang informal. Model pembelajaran Cooperative Setting Realistic (Resik) dan model pembelajaran lainnya dapat digunakan dengan ice breaking. (2) Ice breaking dapat digunakan untuk meningkatkan antusiasme belajar siswa, minat, retensi, hasil belajar, dan kemampuan komunikasi. (3) Menghilangkan kebosanan, kejenuhan, dan kelesuan dengan aktivitas mudah yang dapat diselesaikan siapa saja tanpa pelatihan khusus adalah salah satu keuntungan memperkenalkan ice breaking
ANALISIS PENYELESAIAN PEMBIAYAAN BERMASALAH DI UNIT USAHA BANK KALTIMTARA SYARIAH KC SAMARINDA
Non Performing Financing is a condition where financing activities meet the agreed conditions for repayment of the financing, resulting in a delay, so action is required by the bank. This research aims to find out the level of problematic financing, what are the factors of problematic financing and how to resolve problematic financing in the Bank Kaltimtara Syariah Business Unit KC Samarinda.This research uses descriptive qualitative research, which is a research method that emphasizes the aspect of in-depth understanding of a problem so that the research can be of high quality, so the data collected must be complete in the form of primary data and secondary data. Data collection techniques in this research used observation, interview and documentation techniques. And the data analysis techniques used are data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions.The results of this research show that the level of financing at Bank Kaltimtara Syariah for problem financing is classified as healthy. Because it has decreased in the past three years, this is reflected in the financial statements, namely in 2020 it was 2.96%, in 2021 it was 2.78% and in 2022 it was 0 .78%. There is 1 factor that causes problematic financing at Bank Kaltimtara Syariah KC Samarinda, namely external factors. Problematic financing can occur but not too much because those who apply for financing are customers who choose consumer products. Meanwhile, for productive products, problematic financing occurs in During the pandemic, customers experienced unexpected events, namely a decrease in turnover. Resolving financing problems in productive financing products by holding discussions to obtain information about problems in the customer's business. Then the bank also held a Restructuring Option. Meanwhile, for consumer financing products, the solution is for the party to give a warning letter or block salaries and take over to another ban
Analisis Pemanfaatan Digital Marketing oleh UMKM dalam Perspektif Fikih Muamalah
Penelitian ini membahas tentang Pemanfaatan Digital Marketing oleh Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kecamatan Samarinda Seberang Perspektif Fikih Muamalah. Adapun penelitian ini dilakukan karena berdasarkan hasil observasi di lapangan masih ditemukannya ketidakjujuran pelaku usaha dalam memanfaatkan digital marketing. Banyak konsumen yang merasa ditipu karena tidak sesuainya antara produk yang ditampilkan di media sosial dengan produk yang didapatkan. Berdasarkan itulah pada penelitian ini penulis perlu melihat sejauh mana adanya permasalahan yang muncul terkait pelaku usaha dalam memanfaatkan digital marketing. Sehingga peneliti memiliki rumusan masalah berikut ini. Bagaimana pemanfaatan digital marketing oleh pelaku usaha Kota Samarinda dan Bagaimana pemanfaatan digital marketing oleh pelaku usaha Kota Samarinda perspektif Fikih muamalah. Penelitian ini termasuk penelitian lapangan (field research) dengan jenis penelitian bersifat deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian dapat disimpulkan bahwa praktik pemanfaatan digital marketing yang dilakukan oleh para pelaku usaha berupa pemasaran melalui media sosial sebagai cara untuk memberikan informasi dan berkomunikasi dengan konsumen. Para pelaku usaha memasarkan produknya dengan cara mengupload sejumlah konten foto dan video pada akun media sosial mereka. Pemanfaatan Digital Marketing oleh 4 (empat) dari 10 (sepuluh) pelaku usaha ini melanggar aspek pada objek yang tidak terpenuhi karena dari segi fikih muamalah barang yang di perjual belikan harus jelas dan sesuai dengan apa yang di tampilkan di media sosial dengan yang diterima oleh konsumen
Pemanfaatan Maggot BSF Dalam Mendukung Kemandirian Pakan Ternak di Daerah Samarinda
Kenaikan harga pakan ternak telah menyulitkan rumah tangga petani dalam memberi makan ternak mereka. Kenaikan harga pakan juga mendorong petani pakan untuk beralih ke jagung karena jagung merupakan bahan baku pakan ternak. Sehingga, pada akhirnya petani rumah tangga juga kesulitan membeli jagung. Maggot BSF merupakan alternatif pakan yang kaya protein untuk merangsang pertumbuhan ternak. Maggot BSF adalah larva yang dapat digunakan sebagai pakan alternatif. Budidaya Maggot BSF juga relatif mudah dan dapat memanfaatkan sampah rumah tangga atau sisa makanan sebagai pakan Maggot BSF. Dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini, pelatihan Maggot BSF sebagai alternatif pakan ternak dilakukan di Kelurahan Sambutan Samarinda. Metode pelaksanaannya dilakukan melalui ceramah, diskusi, dan praktik. Hasil dari kegiatan ini adalah meningkatnya keinginan peserta untuk membudidayakan Maggot BSF sebagai pakan ternak. Peserta menunjukkan respons yang sangat positif terhadap kegiatan ini, yang terbukti dari partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan mulai dari awal hingga akhir, serta jumlah peserta yang aktif dalam diskusi dan sesi tanya jawab yang besar. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pelatihan budidaya Maggot BSF di Kelurahan Sambutan berhasil meningkatkan pemahaman dan sikap peserta tentang pentingnya pengelolaan sampah untuk budidaya larva BSF sebagai alternatif pakan ternak
GERAKAN DAKWAH KYAI AHMAD BAYATH DI KOTA BANGUN
Perkembangan dakwah saat ini dan masa depan dihadapkan pada keadaan sosial yang terus maju dan berkembang. Maka dengan sendirinya diperlukan suatu keteraturan contoh peningkatan perkembangan dakwah, baik secara hipotesis maupun aplikatif. Perkembangan dakwah memerlukan penyesuaian masyarakat dari kondisi yang kurang menyenangkan menjadi kondisi yang lebih baik. Hasil pengembangan dakwah kedepan yang runtut hendaknya dilakukan bukan sekedar memusatkan perhatian pada jenis penyelesaian dakwah di mimbar (bil-lisan) atau dakwah melalui komposisi (bil-Qalam). Namun demikian, juga harus dilihat bagaimana dakwah yang dilakukan dalam berbagai kegaiatan (dakwah bil-hal) merupakan salah satu bentuk pengembangan dakwah yang layak diterapkan dalam bidang sosial dan kemasyarakatan. Pada umumnya startegi dakwah dilakukan atas tiga hal diantaranya: dakwah dengan lisan, tulisan, dan akhlak. Sehingga penelitian ini mencoba membahas tentang apa saja aktivitas dakwah Kyai Ahmad Bayath, serta bagaimana orientasi gerakan dakwah Kyai Ahmad Bayath. Tujuannya untuk mengetahui apa saja aktivitas dakwah yang dilakukan Kyai Ahmad Bayath, serta mengetahui apa saja orientasi gerakan dakwah yang dilakukan Kyai Ahmad Bayath. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif, yang digunakan untuk mendeskripsikan, menjelaskan, dan menjawab persoalan tentang suatu fenomena atau kejadian di lokasi penelitian. Hal tersebut dilakukan dengan mengumpulkan data secara observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Kata Kunci : Gerakan Dakwah, Kyai Ahmad Bayath, Majelis Taklim, Pondok Pesantren.  
REPRESENTASI HAMBATAN DAKWAH DALAM FILM “TUHAN, IZINKAN AKU BERDOSA”
Fenomena yang nampaknya menjadi rahasia umum dikemas dalam film religi yang kontroversial berjudul Tuhan, Izinkan Aku Berdosa, merupakan film yang cukup berani karena terasa begitu dekat dengan keseharian di masyarakat kita. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji representasi hambatan dakwah yang terdapat dalam film "Tuhan, Izinkan Aku Berdosa." Terdapat fokus permasalahan, yaitu Bagaimana representasi hambatan dakwah dalam film “Tuhan, Izinkan Aku Berdosa”. Untuk menjawab permasalahan di atas maka peneliti menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Representasi hambatan dakwah dalam film ini memberikan wawasan mendalam mengenai kompleksitas dakwah di zaman modern, serta bagaimana media seperti film dapat menjadi alat yang efektif untuk menyampaikan dan mengekplorasi isu-isu keagamaan yang sensitif
Ruang Lingkup Kebersamaan: Yasinan dan Gotong Royong Sebagai Pilar Ukhuwah Islamiyah
In the context of Muslim society, the concept of ukhuwah Islamiyah or Islamic brotherhood has a very important role in building close relationships between fellow Muslims. Togetherness and cooperation are the key elements of this ukhuwah Islamiyah. The two forms of expression of this collaboration are Yasinan, which is often a deep religious moment, and Gotong Royong, which reflects a spirit of solidarity in everyday life. This article will explore the scope of togetherness in Islam with a focus on Yasinan and Gotong Royong, exploring how both of them become strong pillars in strengthening ukhuwah Islamiyah