E-journal Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda
Not a member yet
2865 research outputs found
Sort by
PEMENUHAN KEBUTUHAN EKONOMI BAGI KELUARGA PENYANDANG DISABILITAS MENTAL
Abstrak
Keluarga dengan anggota keluarga penyandang disabilitas mental menghadapi tantangan ekonomi, yang sering kali diperburuk oleh peran gender tradisional yang memberikan tanggung jawab pendapatan tunggal kepada suami. Perspektif mubadalah mendorong tanggung jawab bersama berdasarkan kapasitas bersama, menawarkan pendekatan yang lebih seimbang dan manusiawi untuk mempertahankan mata pencaharian keluarga dan membina keharmonisan rumah tangga. Penelitian ini mengeksplorasi penerapan nilai-nilai mubadalah dalam memenuhi mata pencaharian keluarga di antara rumah tangga dengan anggota keluarga penyandang disabilitas mental di Sidoharjo, Susukan, Semarang. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dari keluarga dan anggota masyarakat yang terkena dampak. Data tersebut kemudian dideskripsikan, dianalisis, dan diinterpretasikan secara sistematis. Temuan menunjukkan bahwa individu dengan disabilitas mental di wilayah penelitian dapat berkontribusi terhadap pendapatan keluarga mereka, meskipun penghasilan tersebut tetap tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Akibatnya, mereka terus bergantung pada dukungan keluarga dan masyarakat. Meskipun demikian, keluarga mereka telah mengadopsi praktik yang berlandaskan mubadalah, di mana pasangan berbagi tanggung jawab secara adil, dengan mengakui keterbatasan dan kekuatan masing-masing. Pendekatan bersama terhadap mata pencaharian ini mencerminkan perwujudan praktis dari nilai-nilai mubadalah, yang menumbuhkan ketahanan dan saling mendukung dalam rumah tangga yang terdampak
Meningkatkan Kepercayaan Diri Dalam Berbicara Bahasa Inggris Melalui Kegiatan English Course
Pendidikan merupakan aset penting bagi kemajuan sebuah bangsa, oleh karena itu setiap warga negara harus dan wajib mengikuti jenjang pendidikan, baik jenjang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah maupun tinggi. Dalam hal pendidikan, seorang anak memerlukan pelayanan yang tepat dalam pemenuhan kebutuhan pendidikan disertai dengan pemahaman mengenai karakteristik anak sesuai pertumbuhan dan perkembangannya. Hal tersebut akan sangat membantu dalam menyesuaikan proses belajar bagi anak dengan usia, kebutuhan dan kondisi masing-masing. Pendidikan seharusnya diberikan kepada anak usia dini, sehingga mereka dapat mengenali lingkungannya dengan cepat. Memberikan pendidikan anak pada usia dini diharapkan dapat mempersiapkan anak dalam menghadapi masa-masa yang akan datang. Dalam memberikan pendidikan anak pada usia dini tidak semata-mata turun tangan dari orang tua saja, namun juga dari lingkungan, masyarakat, maupun sekolah formal seperti didirikannya PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) dan TK (Taman Kanak-kanak). Di era globalisasi ini negara kita harus mampu melahirkan generasi cendekia yang mampu bersaing di dunia. Untuk dapat bersaing di taraf internasional kita harus dapat berkomunikasi secara internasional pula. Dengan adanya pembelajaran bahasa asing diharapkan mampu memupuk benih-benih generasi pendongkrak dunia. Di kota-kota besar di Indonesia telah banyak berdiri sekolah formal dalam hal pengembangan pendidikan anak pada usia dini. Sehingga mutu dan kualitas anak di kota besar sudah bagus. Namun lain hal dengan daerah yang jauh dari perkotaan, banyak sekolah yang belum dapat memberikan kualitas peendidikan dari segi berbahasa asing. Dengan akses menuju daerah perkotaan yang sulit, hal itu menjadi salah satu penghambat kemajuan pendidikan. Seperti di daerah Samarinda Seberang. Daerah ini adalah daerah yang memliki jarak jauh untuk akses ke kota, sehingga rata-rata anak hanya mendapatkan fasilitas Pendidikan dari sekolah saja. Setelah selesai sekolah kegiatan anak-anak hanya bermain, dan tidak ada kegiatan les tambahan lainnya. Melihat kondisi tersebut, anggota tim PKM dari fakultas Tarbiyah Jurusan TBI IAIN Samarinda merumuskan kegiatan PKM dengan tema “English Course For Kids”
Stimulasi Spirit Akademik Mahasiswa Universitas Nahdhatul Ulama Sumatera Utara (UNUSU) Melalui Kegiatan Penulisan Artikel Ilmiah
Inisiasi kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang diberi nama Stimulasi Spirit Akademik Mahasiswa Universitas Nahdhatul Ulama Sumatera Utara (UNUSU) Melalui Kegiatan Penulisan Artikel Ilmiah ini memiliki tujuan mengimplementasikan kerjasama lembaga dan untuk membentuk suasana akademik yang berhujung pemenuhan beberapa syarat pemeringkatan akreditasi. Inisiasi ini secara khusus juga diperlukan guna meningkatkan kemampuan literasi, berpikir kritis, maupun berkomunikasi secara efektif bagi mahasiswa. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dijalankan dalam tiga persiapan, pelaksanaan dan pembelajaran berkelanjutan, stimulasi spirit akademik di lingkungan UNUSU berhasil dimunculkan. Spirit itu terlihat dalam keaktifan peserta mengikuti program untuk kemudian menindaklanjutinya sebagai pemenuhan beberapa syarat akreditasi. Meskipun begitu, program ini akan maksimal kebermanfaatannya jika dilengkapi dengan pemaparan tentang etika penulisan ataupun pengunaan artificial intelegence yang belum terlalu banyak disinggung
Peningkatan Pemahaman Guru terhadap Pendidikan Inklusif melalui Seminar Sekolah Ramah Anak Inklusi di Pondok Pesantren Darul Hijrah Putri Martapura
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peningkatan pemahaman guru terhadap konsep pendidikan inklusif di lingkungan pesantren. Pendidikan inklusif menjadi isu strategis dalam dunia pendidikan modern, terutama untuk menciptakan lingkungan pesantren yang ramah bagi semua anak, termasuk santri berkebutuhan khusus. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman guru terhadap konsep dan implementasi pendidikan inklusif melalui seminar Sekolah Ramah Anak Inklusi di Pondok Pesantren Darul Hijrah Putri Martapura. Metode pelaksanaannya menggunakan pendekatan partisipatif dengan melibatkan 86 peserta yang terdiri atas guru dan pengasuh pesantren melalui kegiatan seminar, diskusi, dan refleksi bersama. Materi yang disampaikan mencakup konsep dasar pendidikan inklusif, prinsip sekolah ramah anak, serta strategi pembelajaran adaptif bagi peserta didik dengan perbedaan kemampuan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep pendidikan inklusif, yang terlihat dari antusiasme dalam diskusi serta komitmen untuk menerapkan nilai-nilai inklusif di lingkungan pembelajaran pesantren. Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dalam membangun kesadaran guru terhadap pentingnya pendidikan yang ramah terhadap semua anak
PERAN UNIT KEGIATAN MAHASISWA CAKRAWALA SEBAGAI MEDIA PEMBERITAAN DI LINGKUNGAN KAMPUS UINSI SAMARINDA
Lembaga Pers Mahasiswa Cakrawala memiliki daya tarik bagi mahasiswa sehingga minat dan antusiasme mahasiswa banyak mahasiswa yang memiliki minat di bidang jurnalistik, kepenulisan, dan media, sehingga SDM untuk UKM ini cukup tersedia. Dan adanya dukungan dan keterlibatan perkembangan teknologi dan media digital kemudahan dalam menyebarluaskan berita melalui website, media sosial, dan platform digital membantu cakrawala menjangkau lebih banyak pembaca dan adapun faktor penghambat adalah perbedaan pendapat dalam pengelolaan lembaga pers dan keterbatasan fasilitas LPM Cakrawala.
Penelitian ini merupakan penelitian Kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian studi kasus ini mempermudah peneliti guna mengungkap Faktor keberhasilan mengelola lembaga Pers UKM Cakrawala di Kampus UINSI Samarinda dengan secara komprehensif dan sistematis. Jenis Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif untuk menjelaskan fenomena berdasarkan hasil yang didapatkan. Subjek penelitian merupakan pimpinan umum, dan pengurus aktif berjumlah sebanyak 2 responden menggunakan wawancara.. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi.
Adapun hasil penelitian ini adalah bahwa ada 2 peran yang mendukung kemajuan lembaga Pers UKM Cakrawala UINSI Samarinda. Pertama peran Unit Kegiatan Mahasiswa Cakrawala untuk wadah dan menampung informasi dari mahasiswa UINSI yang selanjutnya dikelola oleh kepengurusan wartawan atau jurnalistik Lembaga Pers Mahasiswa Cakrawala untuk dijadikan berita. Kedua wadah mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam bentuk penulisan seperti lomba membuat opini, majalah, poster dan membuat berita bidang jurnalistik. Saran dari peneliti adalah lebih luas lagi dalam membuka wadah pengembangan mahasiswa dan mengurangi miss komunikasi antar anggota dan pimpinan
Development of Waqf-Based Halal Tourism in Indonesia: A Case Study of Teras Lembang, West Java
This study explores the development of waqf-based halal tourism as an innovative and sustainable model within Islamic economic law, using Teras Lembang in West Java as a case study. The primary issue identified is the limited exploration of how Islamic legal principles guide the productive use of waqf in halal tourism. Using a qualitative case study approach with normative juridical analysis, the study applies Ibn Qayyim al-Jawziyyah’s theory of legal change as a middle theory, supported by the concept of maslahah mursalah from al-Ghazālī and al-Shāṭibī, and Yusuf al-Qaradawi’s theory of halal. Data were collected through interviews, field observations, and literature review. Results show that the management of waqf-based halal tourism reflects sharia principles such as justice, transparency, and trustworthiness, while also contributing to local socio-economic empowerment through MSME growth, job creation, and increased community involvement. However, challenges such as regulatory fragmentation and low public literacy on waqf remain. This article concludes that aligning Islamic legal norms with tourism policies can enhance the legitimacy and sustainability of halal tourism. Policy recommendations include strengthening sharia supervisory institutions and integrating halal certification systems into tourism governance
Expanding The Boundaries of Tolerance in Indonesia
Conflict originates from differences that develop in society. These differences include gender, ethnicity, nationality, culture, social and economic strata, politics, religion, and beliefs, including religious sects. This study aims to determine the resolution of conflicts arising from differences in khilafah between Sunni and Wahhabi schools in East Lombok, Indonesia. This research uses a qualitative approach. Researchers obtain both primary and secondary data related to the problem by going directly to the research object (field research). Data collection techniques included observation, interviews, and documentation for qualitative data analysis in this study, using the flow model proposed by Miles and Huberman. The study's results show differences between the Sunni and Wahhabi schools of thought that developed in the village of Bebidas, Wanasaba, East Lombok, where adherents of each school hold that their respective religions' teachings and practices are authentic. This difference in understanding and practice of religion is the source of conflict. Conflict resolution is necessary to identify solutions that prevent or minimise disputes, thereby avoiding escalation to physical violence. Among other things, disputes are handled through negotiation, mediation, arbitration, and by the local village government. Additionally, efforts were made to resolve the conflict by raising the tolerance threshold between the parties. This finding also has implications for conflicts originating from other differences that develop in society. Researchers also emphasise the importance of conducting research from multiple scientific perspectives
Building Tolerance Character through Interfaith Experiential Learning: The Peace Tour Program at Pesantren-Based School Yogyakarta
This study explores the role of interfaith experiential learning in fostering tolerant character among students at SMA and Pesantren Bumi Cendekia Yogyakarta through the Peace Tour program. This qualitative research employs a phenomenological approach to uncover the lived experiences and religious reflections of students and teachers engaged in the Peace Tour program. The study involved three participants: one teacher and two students who directly participated in the activities. Data were collected through in-depth interviews and documentation, and analyzed using Miles and Huberman’s interactive model. The findings show that Peace Tour serves as a transformative educational practice that integrates cognitive, affective, and spiritual dimensions through direct interaction with religious others. Students experienced a shift from initial discomfort to deeper understanding and appreciation of diversity, fostering inclusive attitudes and reinterpretations of Islamic values in the context of pluralism. The program’s integration into the school’s co-curricular activities and reflective discussions within the pesantren further reinforced Islamic values of rahmatan lil ‘alamin. This study concludes that interfaith experiential learning can serve as a pedagogical tool to instill tolerance and moderate character, as well as offer a best-practice model for Islamic educational institutions in multicultural societies. These findings imply that the Peace Tour program can be replicated and adapted by educational institutions and policymakers as an experiential learning strategy to foster tolerance and strengthen religious moderation among students
Penggunaan Bahan Kimia dalam Produk Jamu terhadap Kehalalan dan Keselamatan Produk
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pandangan pelaku bisnis jamu mengenai kehalalan dan keselamatan produk, serta dampaknya terhadap ekonomi syariah dan hukum pidana. Sebagai bagian dari budaya Indonesia yang kaya, industri jamu memiliki peranan signifikan dalam perekonomian, namun juga menghadapi tantangan dalam memastikan kualitas, keamanan, dan kesesuaian dengan prinsip-prinsip syariah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan pendekatan normatif yuridis yaitu dengan mengkaji perturan yang berkaitan dengan jaminan produk halal, keamanan pangan, serta kaidah-kaidah ekonomi syariah. Informasi diperoleh melalui tinjauan Pustaka mendalam untuk analisis normatif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sebagai pelaku usaha belum menyadari kewajiban hukum mengenai sertifikasi halal, standar keselamatan produk, implikasi ekonomi dan hukum pidana yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 007 Tahun 2012 mengatur mengenai obat tradisional di Indonesia, Pasal 4 UUPK tentang hak konsumen, Pasal 7 UUPK tentang kewajiban pelaku usaha, BPOM Nomor 32 Tahun 2019, KUHP Pasal 204 tentang tindak pidana yang membahayakan nyawa atau kesehatan orang lain. Ketidaktahuan ini berpotensi menyebabkan pelanggaran hukum pidana dan merugikan konsumen. Dari perspektif ekonomi syariah, produk yang tidak memenuhi prinsip halal dan thayyib bisa merusak integritas pasar halal dan menghambat pertumbuhan ekonomi umat. Di sisi lain, dari aspek hukum pidana, ketidakpedulian dalam menjaga keamanan produk dapat dikenakan sanksi sesuai dengan aturan perlindungan konsumen dan keamanan pangan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan aturan, sosialisasi tentang hukum, dan pembinaan berkelanjutan kepada pelaku usaha untuk menciptakan industri jamu yang aman, halal, dan sesuai dengan UU Jaminan Produk Halal Nomor 33 tahun 2014
Aspek Hukum Pengalihan Hak Cipta Kepada Pihak Ketiga
Pengalihan Hak Cipta merupakan salah satu upaya yang memungkinkan pemanfaatan karya cipta secara maksimal. Melalui pengalihan Hak Cipta memberikan keuntungan secara ekonomi kepada pemegang hak, termasuk juga memastikan pengedaran dan pengelolaan yang lebih efektif. Mengalihkan hak cipta bisa secara penjualan langsung, lisensi dan bentuk transfer lainnya. Dari berbagai cara pengalihan hak cipta tersebut memiliki perbedaan ketentuan maupun mekanisme terhadap tanggung jawab dan kewenagan masing-masing sehingga perlu diatur secara jelas ketentuan hak dan kewajiban dari yang menciptakan atau yang memegang hak cipta dan penerima hak cipta supaya pengalihan hak dari hasil karya cipta memberikan kepastian dari sisi hukum bagi kedua belah pihak maupun pihak lain. Dalam pelaksanaannya pengalihan hak dari hasil karya cipta dapat dilaksanakan melalui berbagai bentuk seperti pengalihan hak cipta dalam bentuk kerjasama atau joint ownership, mengalihkan hak cipta dalam bentuk sub lisensi, mengalihkan hak dari hasil karya yang unik dan baru melalui penengah atau agen, dan pengalihan hak cipta dalam bentuk perusahaan atau konsorsium. Namun pengalihan hak cipta ini dalam prakteknya juga dapat menimbulkan berbagai pelanggaran menyangkut hukum yang tidak menguntungkan salah satu pihak. Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui lebih mendalam mengenai hak dan kewajiban yang menciptakan sebuah karya atau yang memegang hak cipta maupun yang menerima hak dan penerapan peraturan hukum terhadap pengalihan hak cipta kepada pihak ketiga maupun jika terjadi pelanggaran hukum dari pengalihan hak cipta tersebut. Penelitian dilaksanakan memakai metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan dari data sekunder melalui studi kepustakaan (library research). Selain itu dari penelitian ini menunjukkan berbagai bentuk cara pengalihan hak cipta kepada pihak ketiga maupun berbagai persyartan yang dipenuhi sehingga menghindari terjadinya pengalihan tanpa izin dari yang memegang hak cipta, pengalihan yang tidak berdasarkan kesepakatan yang telah dibuat maupun pelanggaran lainnya. Untuk itu perlu dibuat perjanjian yang jelas dan lengkap mengenai pengalihan hak cipta yang disepakati para pihak sehingga tidak menimbulkan kerugian di kemudian hari dan melaksanakan dengan pemilihan manfaat ekonomi yang berkelanjutan sehingga menguntungkan para pihak.
Keyword: Aspek Hukum, Pengalihan, Hak Cipta, Pihak Ketig