Batoboh
Not a member yet
145 research outputs found
Sort by
Pelatihan Digital Marketing pada Desa Wisata Gampong Nusa Melalui Media Sosial
Gampong Nusa merupakan salah satu desa di Aceh Besar yang memiliki potensi pariwisata yang besar. Desa ini terkenal akan alamnya yang indah, dimana desa ini dikelilingi oleh sawah dan perbukitan. Dideklarasikan sebagai desa wisata pada tahun 2015, Gampong Nusa menawarkan banyak hal untuk wisatawan, seperti penginapan, atraksi seni, sanggar seni, workshop tari, dan lain-lain. Gampong Nusa juga berperan aktif dalam proses pengembangan pariwisata melalui kegiatan usaha kerajinan dan Usaha Kecil Menengah (UKM). Gampong Nusa sudah mulai gencar melakukan promosi mengenai kegiatan dan fasilitas yang ada melalui media sosial Instagram. Namun permasalahan yang dijumpai adalah konten yang dihadirkan kurang tertata dan terkelola dengan baik. Sehingga, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk melakukan pendampingan dalam beberapa jenis pelatihan, yaitu pelatihan foto dan video promosi dan pelatihan pembuatan template pada media sosial desa wisata. Pelatihan ini menghasilkan dokumentasi foto dan video yang dibuat dengan konsep yang menarik untuk mempromosikan Desa Wisata Gampong Nusa
Meningkatkan Kepercayaan Diri Siswa SMAN 11 Muaro Jambi Melalui Pelatihan Akting Teater Modern
Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa SMAN 11 Muaro Jambi melalui pelatihan akting teater modern. Kegiatan pengabdian ini dilakukan melalui dua tahapan, yaitu pelatihan akting dan presentasi akting. Akting teater modern yang dipilih dalam kegiatan pelatihan ini adalah akting teater realis yang berlandaskan kepada metode akting Stanislavski. Metode pelaksanaan kegiatan yang digunakan adalah metode praktik dan kolaborasi. Peserta kegiatan adalah anggota dari ekstrakulikuler teater di SMAN 11 Muaro Jambi. Kegiatan pelatihan dilaksanakan sebanyak dua kali seminggu dalam tiga bulan. Hasil dari pengabdian ini adalah siswa SMAN 11 Muaro Jambi menjadi lebih percaya diri ketika berhadapan dengan publik
Penerapan Design Thinking Pada Anak Dalam Mendaur Ulang Sampah Plastik di SDN 17 Tungkal Utara, Kota Pariaman, Sumatera Barat
Pengabdian dengan topik Design Thingking dengan format camp ini bertujuan adalah pertama, memperkenalkan pendekatan design thinking kepada peserta didik, melaluinya akan dapat diperoleh dan pemahaman mengenai bakat dan potensi anak-anak didik disekolah. Kedua adalah untuk mensosialisasikan isu-isu mengenai pencemaran sampah plastic dimana para peserta didik akan didorong untuk memanfaatkan bahan plastic tersebut dalam berbagai bentuk seperti mainan, peralaan rumah tangga dan lain sebagainya. Hal yang didorong di sini adalah dimana para peserta didik akan diberikan referensi-referensi bentuk dan proses pengolahan plastic hingga menjadi suatu benda. Pendekatan dan metoda yang digunakan adalah design thinking dimana akan dilakukan melalui tahap-tahapan seperti Empathize, Define, Ideate, Prototype, dan Test. untuk membangun kepribadian problem solver di masyarakat bagi peserta didi
Penyuluhan Daur Ulang Sampah Botol Pastik sebagai Media Pembelajaran bagi Guru dan Murid SD N 01 Kota Jantho
Media pembelajaran merupakan metode yang digunakan dalam proses belajar mengajar dengan tujuan merangsang pola belajar untuk mencapai keberhasilan dalam proses belajar mengajar yang efektif. Media belajar mencakup segala kapasitas fitur, alat, dan media yang digunakan sebagai metode pembelajaran. Di wilayah siswa SD, terdapat berbagai metode yang dapat diaplikasikan untuk meningkatkan minat belajar di semua mata pelajaran. Pemanfaatan limbah plastik sebagai media pembelajaran memberikan pengalaman belajar kepada siswa melalui proses daur ulang limbah botol. Pemanfaatan ini dilakukan melalui proses daur ulang yang berguna untuk membersihkan dan mengolah kembali limbah botol sehingga dapat digunakan. Meskipun pengetahuan tentang daur ulang belum merata di semua sekolah karena minimnya fasilitator yang menjangkau sekolah-sekolah terpinggir, kesadaran masyarakat perlu digalakkan. Sampah plastik, sebagai limbah padat yang dihasilkan oleh masyarakat, sangat berbahaya bagi lingkungan karena sulit terurai dan mengandung zat kimia berbahaya. Kesadaran masyarakat, terutama guru di sekolah, dapat menjadi sistem kesadaran sosial dengan peran aktif dalam program 3R (Reuse, Recycle, Reduce). Pelatihan daur ulang sampah plastik dilakukan untuk meningkatkan keterampilan dan kreativitas siswa dan guru di SD N 01 Jantho Baru, dengan proses transfer ilmu pengetahuan antara guru dan murid yang terstruktur. Metode pelatihan melibatkan penyuluhan, pelatihan praktek langsung, dan penciptaan karya seni rupa kreatif dari daur ulang sampah botol plastik
Pelatihan Pemasaran Produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Era Digital Pada Batik Rang Minang
Pengabdian ini ditujukan untuk meningkatkan strategi pemasaran produk di era digitalisasi. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan berupa pelatihan tentang branding strategy pada UMKM Batik Rang Minang Padang Panjang. Peserta yang hadir pada pengabdian ini bukan hanya dihadiri oleh anggota UMKM Batik Rang Minang, tetapi juga dihadiri oleh beberapa UMKM lainnya dari kota Padang Panjang. Kegiatan dilaksanakan selama satu hari pada Tanggal 26 Desember 2022. Adapun metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah metode ceramah dan tanya jawab, metode demonstrasi serta metode presentasi. Pelatihan dilakukan dengan lima tahap yang meliputi pembukaan Pembukaan dan Penjelasan tentang Pelatihan Pemasaran Produk, pemaparan materi dengan ceramah dan tanya jawab, demonstrasi, presentasi hasil dan evaluasi. Selama kegiatan berlangsung, para anggota UMKM sangat antusias mendengarkan materi yang dipaparkan dan mempraktekkan materi penyusunan kalimat copywriting yang benar dan mempresentasikan didepan anggota UMKM lainnya. Hasil dari pengabdian ini para pelaku UMKM memiliki kemampuan untuk menyusun strategi pemasaran/promosi yang baik di era digital dan mampu meningkatkan kualitas konten media sosial yang telah dipilih yang dijadikan sarana pemasaran produk sehingga dapat menguasai pasar dan mampu bersaing dengan para competitor
Pembuatan Sabun Padat dan Sosialisasi Hidup Sehat di Desa Kamiri, Kecamatan Balusu, Kabupaten Barru
Corona merupakan virus terbaru yang sedang melanda dunia saat ini, hal ini mengingatkan kita agar pentingnya menjaga kebersihan diri sebelum melaksanakan kegiatan/rutinitas keseharian kita. Masyarakat saat ini sangat membutuhkan informasi berupa literasi, edukasi terkait cara menangkal virus. Salah satu cara penangkalan virus ini dengan cara menjaga pola hidup sehat dan bersih dengan rajin mencuci tangan menggunakan sabun. Identifikasi masalah di lapangan desa kemiri bahwa adalah kurangnya kesadaran pola hidup bersih dan sehat yang terjadi di kalangan rumah tangga, dan lingkungannya. Alhasil banyak diantaranya menganggap sepele terkait virus korona ini, kurangnya pembiasaan diri untuk mencuci tangan dengan sabun. Sehingga dilakukan sosialisasi berupa penyuluhan cuci tangan yang benar dan pembuatan sabun padat yang ramah lingkungan dan berbahan dasar rumah tangga serta pemberian poster cuci tangan yang benar. Kegiatan dihadiri oleh peserta sebanyak ±40 orang terdiri atas warga dan kelompok PKK. Kegiatan ini mulanya diberikan penjelasan tentang virus corona dan penyebarannya, lalu melakukan demosntrasi cara pembuatan sabun padat berbahan dasar dapur rumah tangga, membuat sabun padat secara langsung dan pemberian poster cuci tangan yang benar.Kata Kunci: sabun padat; desa Kamiri; hidup sehat; Barru
Pembuatan Kaligrafi Kolase Di Sekolah Dasar Islam Terpadu Juara (SDIT Juara) Padangpanjang, Sumatera Barat
Kegiatan ekstrakurikuler yang dapat meningkatkan potensi peserta didik dalam hal ini tingkat sekolah dasar (SD) perlu menjadi perhatian khusus guna pembangunan ekosistem yang berkemajuan dalam dunia Pendidikan. SD IT Juara, Lembaga Pendidikan yang memilih menerapkan kegiatan ekstrakurikuler berupa Kaligrafi Kolase. Pada SD IT Juara, terdapat potensi peserta didik yang mendapatkan pengembangan potensi tersebut bersama Abdimas yang berasal dari Dosen Institut Seni Indonesia Padangpanjang. Pelaksanaan kegiatan yang dilakukan Abdimas berupa pengembangan dan penguatan materi terkait sketsa kaligrafi , teknik kolase, dan produksi kaligrafi kolase menggunakan bahan organik. Menggunakan metode diskusi, ceramah dan eksperimen praktik, pelaksanaan kegiatan dilaksanakan berupa wujud tridharma perguruan tinggi dalam hal ini pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Abdimas pada tahun 2022.Kata Kunci: Ekstrakurikuler; Kaligrafi Kolas
Pembuatan Alat Ukir dan Duplikator Ukiran Semi Masinal di “4interior” Bukit Surungan Padangpanjang
Pengabdian bertujuan melatih pemilik dan karyawan “4interior” di Bukit Surungan Padangpanjang, merancang dan membuat alat ukir dan duplikator ukiran semi masinal. 4interior bergerak dalam pembuatan mebel dan ukiran, serta cenderamata. 4interior berdiri tahun 2015, masih berskala kecil, tetapi mempunyai prospek bagus, karena produk menyesuaikan dengan trend mebel saat ini, baik model klasik maupun minimalis.Proses produksi khususnya pembuatan ukiran masih terkendala tenaga terampil, ukiran masih dibuat secara manual menggunakan pahat ukir. Ketersediaan mesin ukir Computer Numeric Control (CNC) di pasaran dengan harga yang tinggi, belum terjangkau oleh pemilik usaha. Berangkat dari hal tersebutlah dirancang dan dibuat alat yang menyerupai fungsi CNC guna membantu proses pembuatan ukiran.Pengabdian menggunakan metode ceramah, demontrasi dan praktek, serta diskusi. Ceramah menyampaikan pengetahuan secara teknik pembuatan alat. Demonstrasi memberikan keterampilan proses perancangan dan pembuatan alat. Pelatihan ini menghasilkan dua unit alat, terdiri dari alat ukir dan duplikator ukiran semi masinal. Alat dapat berfungsi untuk membuat motif ukiran sederhana beerbasis lingkaran, serta menduplikat ukiran sederhana. Alat juga dapat digunakan untuk menduplikat produk dua atau tiga dimensi. Dengan alat duplikator telah diduplikat motif pilin dan motif itiak pulang patang. Melalui alat ukir telah dibuat motif ukiran garis bentuk dasar lingkaran untuk panel pintu
Pelatihan Pengembangan Tari Dan Musik Kreasi Baru pada Sanggar Mustika Minang Duo, Nagari Kampuang Baru, Pariaman
Program Pengabdian Masyarakat Mandiri ini dilakukan dalam bentuk pelatihan tari dan musik pada Sanggar Mustika Minang Duo. Pelatihan diawali dengan pengenalan teknik-teknik dasar dalam melakukan gerak tari maupun teknik memainkan alat musik. Kegiatan ini dilaksanakan dengan menggunakan metode demonstrasi dan diskusi, diakhiri dengan kolaborasi tari dan musik. Kolaborasi ditujukan untuk mengasah kreativitas tanpa meninggalkan kearifan lokal. Program Pengabdian Masyarakat Mandiri ini juga bertujuan untuk mendorong kerjasama dengan Dinas Pariwisata sebagai wadah apresiasi guna mengenalkan kesenian kepada masyarakat luas. Pengabdian Masyarakat Mandiri ini menghasilkan perbaikan manajemen Sanggar Mustika Minang Duo yang semula masih bersifat tradisional, agar memiliki struktur organisasi formal, guna menjamin keberlanjutan dari pengembangan berbagai nomor tari dan musik kreasi baru di masa yang akan datang.AbstractCommunity Service Program is carried out in the form of dance and music training at the Mustika Minang Duo Studio. The training begins with an introduction to basic techniques in performing dance moves and techniques for playing musical instruments. This activity was carried out using demonstration and discussion methods, ending with dance and music collaboration. Collaboration is aimed at honing creativity without abandoning local wisdom. This Independent Community Service Program also aims to encourage collaboration with the Tourism Office as a forum for appreciation to introduce art to the wider community. Community Service resulted in an improvement in the management of the Mustika Minang Duo Studio, which was originally still traditional in nature, so that it has a formal organizational structure, to ensure the continuity of the development of various dance numbers and new music creations in the future
Pendampingan Media Pembelajaran Realistik dan Menyenangkan bagi Guru SDN Balerejo, Kecamatan Kawedanan, Kabupaten Magetan
Media pembelajaran merupakan perantara bagi para guru untuk mengembangkan kreativitas dalam materi pembelajaran yang realistik dan menyenangkan. Berpandangan sisi dari guru harus mampu memilah dan memilih media pembelajaran yang cocok dan cocok dalam tujuan pembelajaran. Adapun pemilihan media pembelajaran sebelum dipergunakan harus memenuhi kriteria yang diperhatikan guru sehingga pemilihan tepat sasaran kepada siswa dan mampu menyampaikan pembelajaran secara baik dan berhasil memberikan pemahaman sehingga menghasilkan prestasi belajar yang unggul di sekolah. Adapun media Pembelajaran yang dibuat berjumlah tiga yaitu ular tangga pembelajaran yang digunakan untuk mata pelajaran matematika, monopoli pembelajaran yang digunakan untuk mata pelajaran tematik, dan yang terakhir adalah peredaran darah yang digunakan untuk mata pelajaran IPA. Pelaksanaan metode kegiatan ini ialah wawancara dan diskusi bersama dengan para guru pada tahap perencanaan dan sosialisasi. Adanya media pembelajaran siswa bisa melihat, melakukan dan merasakan pelajaran sebagaimana media yang digunakan dalam pembelajaran