Batoboh
Not a member yet
145 research outputs found
Sort by
THE MAKING OF CULTURAL VILLAGE IN NAGARI JAWI JAWI, GUNUNG TALANG DISTRICT, SOLOK PROVINCE, WEST SUMATERA
Nagari Jawi-Jawi is one area that has a very rich artistic, cultural and literary potential. This is evidenced by the stretching of the activities of cultural arts centers which are held almost every month. To become a developed Cultural Village and tourism destination, there should be attention from the local government, universities, and the private sector to develop its potential. The target to be achieved from the implementation of this program for the people of Nagari Jawi-Jawi, is Services and Training. The approach to help partners, in this case Nagari Jawi Jawi in the effort to be Cultural Village, is conducted in form of counseling and training carried out by the method of lecture and demonstration
CIVIL SERVICE PROGRAM OF HEALTH TEENAGER AND ACHIEVING TEENAGER IN LIMO VILLAGE, LIMO DISTRICT, DEPOK
Limo Village is one of the villages located in Limo District, Depok City, West Java Province. This region is located in an urban area with an area of 12.12 km2 and a population of 110,275 men and women (bps, 2016). The results of preliminary studies on partners obtained data that the planning program for individual teenagers in Limo Village is currently not optimal; lack of information, knowledge and understanding related to health planning; most people do not yet have the awareness to participate in planning in the future; low skills / life skills of teenagers in improving life planning. Various impacts arising are that teenagers do not have a plan in their lives, both short-term and long-term plans so that youth activities run aimlessly and have an impact on teenagers health problems. The low level of teenagers planning also affects teenagers in carrying out daily activities. The purpose of this community service activity is to increase the knowledge and skills of teenagers in making life planning so that everyday youth activities are more focused, especially planning on health problems. The conclusion of this activity is an increase in knowledge and skills in teenagers in making life planning, both short-term and long-term goals
PELATIHAN KELOMPOK SANDIWARA DAN PEMANTAPAN MANAJEMEN KELOMPOK DI KELURAHAN GANTING PADANGPANJANG, SUMATERA BARAT
Ganting Kenagarian Ekor Lubuk Padang Panjang Timur dulunya memiliki kelompok sandiwara yang ditemukan pentasnya pada acara pemuda maupun hajatan kampung, sayangnya kelompok sandiwara ini tidak aktif lagi bahkan tidak terdengar dalam bentuk grup. Faktor utama yang melatari hilangnya kesenian sandiwara ini karena minimnya pengetahuan dan pengkaderan anggota. Beberapa wawancara yang dilakukan, ada kerinduan pada kelompok sandiwara ini, agar kelompok sandiwara tersebut dapat tumbuh dan berkembang kembali. Pelaku sandiwara di kelurahan Ganting saat ini sebagian besar berusia 50-70 tahun. Menjawab hal ini diperlukan pelatihan-pelatihan sandiwara meliputi manajemen maupun artistik yang diharapkan dapat menyesuaikan pada zaman masa sekarang
IMPLEMENTASI COMPUTER BASED TEST (CBT) DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
Evaluasi pada suatu kegiatan pembelajaran sangatlah penting sebagai tolak ukur pemahaman bagi penerima materi pembelajaran. Pada jenjang pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ataupun jenjang pendidikan lainnya sering melakukan evaluasi pembelajaran dalam jangka waktu per semester yang biasanya dilakukan minimal dua kali yaitu ujian tengah semester (UTS) dan ujian akhir semester (UAS). Pada umumnya sekolah-sekolah dalam pelaksanaan UTS dan UAS menggunakan sistem ujian berbasis kertas (paper based test). Atikel ini membahas tentang implementasi CBT pada pelaksanaan ujian di SMK. Aplikasi ini mememiliki 3 hak akses yaitu admin sebagai pengelola aplikasi yang dapat menginput data ujian, siswa dan data guru, dan guru sebagai user yang dapat menginput soal ujian mata pelajaran yang dievaluasi, serta siswa sebagai peserta pada pelaksanaan ujian. Aplikasi ini tidak dapat menampilkan hasil ujian ketika siswa telah menjawab seluruh soal, namun dapat menampilkan rekapitulasi nilai per kelas per matapelajaran yang dapat dilihat oleh gur
PEMBERDAYAAN INDUSTRI KRIYA LOGAM DI DESA TUMANG CEPOGO BOYOLALI
Pemberdayaan industri kerajinan logam dalam kegiatan Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing industri yang berorientasi pada produk ekspor, dimana konsentrasi penggunaan bahan baku utama didominasi bahan baku logam seperti tembaga, aluminium dan kuningan yang berada di di Desa Tumang. Penggunaan alat yang sederhana merupakan salah satu mengapa produk kerajinan tidak bisa memenuhi permintaan pasar dalam waktu yang singkat. Sehingga diperlukan strategi bagaimana memecahkan permasalahan tersebut. Disamping itu banyak permasalahan-permasalahan lain yang diperlukan penanganan sehingga kegiatan pemberdayaan ini sangat dibutuhkan. Fokus dari kegiatan pemberdayaan ini lebih diarahkan pada pada aspek peningkatan kualitas produksi Kerajinan logam yang meliputi penguatan sistem produksi, penguatan sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi tepat guna, perancangan desain, dan branding produk yang akhirnya bermuara pada eksport hasil produk kerajinan logam
PELATIHAN MEMBUAT TAS MAKRAME BAGI REMAJA PUTUS SEKOLAH DI UPTD BINA HARAPAN REMAJA KOTA PADANG PANJANG
Makrame adalah kerajinan dalam bentuk simpul tali. Simpul tali ini bermacam-macam seperti simpul pipih, kordon, kordon berganda dan simpul rantai. Kerajinan tangan yang dapat dibuat menggunakan teknik makrame berupa; tas, dompet, asesoris, fashion, dan penghias interior tekstil. Di Sumatera Barat khususnya di Padangpanjang, teknik makrame ini belum banyak dikenal. Untuk memperkenalkan teknik makrame kepada masyarakat dilakukan pelatihan bagi remaja putri putus sekolah di UPTD Dinas Sosial Bina Remaja Harapan Kota Padangpanjang. Pelatihan ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat jiwa usaha bagi remaja putri dengan kemampuan atau skill yang mereka dapatkan setelah dilakukan pelatihan ini. Pelatihan ini dilakukan dengan beberapa metode antara lain; penyampaian materi dasar tentang kerajinan makrame dengan cara persentasi dan diskus dilanjutkan dengan praktek berbagai macam simpul makrame sebagai dasar untuk membuat produk dengan teknik makram
EKSTRAKURIKULER BATIK DI MAN 2 KOTA BUKITTINGGI
Pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan keterampilan siswa MAN 2 Kota Bukittinggi dalam bidang kriya khususnya membatik. Pengembangan desain batik di laksanakan dalam bentuk pelatihan sebagai kelanjutan dari pelatihan teknik batik yang pernah dilakukan sebelumnya. Pengembangan desain ini dilakukan sebagai bentuk upaya bagi peningkatan pengetahuan dan kemampuan siswa dalam membuat dan menerapkan motif-motif batik, sesuai dengan tahapan desain. Eksplorasi corak dan penataan ragam hias, serta jeniswarna dan paduannya menjadi materi pokok dalam pelatihan ini. Materi pelatihan membatik disajikan dengan menggunakan pendekatan desain. Kegiatan ini dilaksanakan 1 x dalam seminggu setiap hari sabtu, setelah selesai jam pelajaran sekolah yang berlangsung selama 12 x tatap muka. Dengan jumlah peserta 15 orang yang keseluruhannya terdiri dari siswa perempuan. Setiap siswa telah dapat membuat batik dengan menerapkan ragam hias sesuai dengan kreativitas masing – masing, yang terwujud dalam bentuk karya individual maupun kelompok, seperti batik syal dan batik taplak mej
PELATIHAN DESAIN DAN PROMOSI ONLINE PRODUK KERUPUK IKAN DAN KERUPUK SAGU DI KUALA ALAM KECAMATAN BENGKALIS
Meningkatkan pertumbuhan perekonomian untuk wirausaha baru diperlu ada peran aktif dari masyarakat untuk terlibat dalam berwirausaha dengan merubah pola pikir dan meningkatkan efektivitas diri berwirausaha. Perkembangan zaman teknologi yang semakin pesat, setelah internet mulai dapat diakses melalui telepon seluler. Pemilihan ilmu pengetahuan teknologi bagi produksi kerupuk ikan dan kerupuk sagu ini ditujukan untuk : Peningkatan skill mendesain kemasan dan Peningkatan penjualan hasil produk. Pengabdian ini melibatkan dua mitra yaitu mitra pertama kerupuk ikan dan mitra kedua kerupuk sagu. Pada pengabdian ini kedua mitra melakukan desain profil, desain produk dan desain kemasan, serta melakukan promosi produk secara online baik melalui media sosial dan juga melalui halaman web dagangkita.com, sehingga membantu kedua mitra dalam mengembangkan usaha dan dapat meningkatkan daya saing dan daya jua
PELATIHAN FILM PENDEK UNTUK SISWA SMA
Film pendek untuk siswa SMA adalah bentuk program pelatihan pembuatan karya seni film, dengan peserta siswa sekolah menengah atas. Film pendek adalah media audio-visual yang berdurasi kurang dari tiga puluh menit yang digunakan untuk mengekspresikan sebuah gagasan melalui media sinema. Pelatihan bertujuan untuk meningkatkan rangsangan bagi siswa dalam memperkaya pengetahuan tentang jenis seni media rekam yang kini dikenal dengan istilah digital cinema. Pelatihan menggunakan metode workshop dengan praktek membuat film dari hasil pengembangan ide para siswa sendiri. Hasil yang diperoleh berupa sebuah film fiksi berdurasi 5 menit. Karya film disajikan dalam kesempatan pameran sekolah bersama karya-karya seni dari minat yang lain. Karya film juga dipersiapkan untuk mengikuti kompetisi film pendek antar sekolah menengah atas atau event kompetisi film lain untuk remaja. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa sebagai remaja, siswa SMA memiliki pemahaman dasar tentang teknik pembuatan film sehingga mampu mengaplikasikan teknik-teknik sinematik dalam pembuatan film untuk mendukung penceritaan atau naratif film
PENGOLAHAN PLASTIK KEMASAN MAKANAN MENJADI PRODUK KRIYA
Anyaman merupakan salah satu bentuk kerajinan tangan yang dikerjakan dengan pola tindih menindih, silang menyilang, lipat melipat dan sebagainya sehingga menghasilkan motif-motif yang bervariasi. Berbagai produk dapat dibuat dengan teknik ini anyam seperti tas, dompet tempat tisu, keranjang buah, kipas dan lain sebagainya. Begitupun dengan bahan yang dapat digunakan berasal dari alam seperti bambu, rotan, pelepah pisang, enceng gondok, daun pandan, akar kayu dan lain sebagainya. Selain itu juga pabrikan yang merupakan limbah rumah tangga seperti kertas dan plastik kemasan makanan, saat ini produk seni kriya yang dibuat dengan teknik anyam banyak diminati oleh kalangan masyarakat, karena bentuknya yang bervariasi dan unik, serta pengunaan bahan yang merupakan pengolahan dan pemanfaatan bahan ramah lingkungan. Salah satu usaha pemanfaatan limbah ini dilakukan di bank sampah Sarunai Ekor Lubuk Padangpanjang. Saat ini lembaga ini telah memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi produk bernilai ekonomis. Kendala yang dihadapi adalah keterbatasan pengetahuan dan skill pengelola dalam berkreasi menciptakan produk dengan bahan plastik kemasan makanan. Oleh karena itu dilakukan pelatihan dan pengembangan desain produk fungsional bernilai ekonomis dengan pemanfaatan limbah plastik kemasan makanan. Pelatihan dilakukan melalui dua metode yaitu penyampaian materi tentang potensi pemanfaatan limbah, teknik anyam dengan cara persentasi dan diskusi, menampilkan contoh produk anyam dengan bahan plastik kemasan makanan. Metode lainnya yaitu praktek membuat produk berupa tas, sandal, dan tempat tisu.Selama kegiatan pelatihan berlansung peserta dilatih dan didampingi oleh tim pengabdian yang terdiri dari empat orang