Melayu Arts and Performance Journal
Not a member yet
110 research outputs found
Sort by
ANALISIS CORAK DAN PROSES VISUALISASI SENI LUKIS LAKER PALEMBANG
ABSTRACT The objective of this article is to reveal the history of Laker painting in Palembang; explain the visualization process of Laker painting as one of efforts to preserve Laker craft as Palembang local wisdom and increase the knowledge and insight about Palembang Laker craft. Laker painting is the development of the previously existed Laker craft, through experiment, exploration, and creativity always conducted by several local artists especially those who are the members of Ganesha studio. That effort results on a masterpiece namely Laker painting that is not only unique and beautiful but also has Palembang local wisdom. The qualitative method relies on the researcher as the main instrument in the collection, processing, and analysis of data. Data were gained through observation, interview, and documentation toward the research object. The results of the research were the monochromatic color with the mixture of gold-tin coating and Chinese ink became the feature of Laker painting; the technique and media used and its visualization process is a little bit different from how to paint on canvas. Generally, the object of this painting talks about the icon of Palembang locality. Keywords: laker, painting, feature, palembang ABSTRAK Tujuan artikel ini adalah untuk mengungkap sejarah lukis Laker di Palembang; menjelaskan proses visualisasi lukis Laker sebagai salah satu upaya untuk melestarikan kerajinan Laker sebagai kearifan lokal Palembang; dalam upaya peningkatkan penge-tahuan dan wawasan terhadap kerajinan Laker Palembang. Seni lukis Lakermerupakan pengembangan dari kerajinan Lakeryang sudah ada. Melalui eksperimen, eksplorasi, dan kreatifitas yang selalu dilakukan oleh beberapa seniman lokal, khususnya yang tergabung dalam Sanggar Ganesha. Usaha tersebut menghasilkan suatu maha karya yaitu seni lukis laker yang tidak hanya unik dan indah, namun juga memiliki nilai-nilai kearifan lokal Palembang. Metode kualitatif bertumpu pada peneliti sebagai instrumen utama dalam pengumulan, pengolahan dan analisis data. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi terhadap objek penelitian. Hasil penelitian adalah warna monokromatik dengan paduan perada emas dan tinta cina menjadi corak lukisan Laker, teknik dan media yang digunakan dan proses visualisasinya yang sedikit berbeda dengan cara melukis pada media kanvas. Objek lukisan pada umumnya mengangkat ikon kelokalan Palembang
PERTUNJUKAN TEATERIKAL PANTOMIME BERPOLA RANDAI
ABSTRACT The theatrical performance in the form of pantomime by using randai pattern that’s carrying on local value results on the nuance of the innovative performance. The pantomime performance is a performance created by using actors and stage elements such as lighting, music, and audiences. The performance that delivers moral message through an actor’s gestures and expressions without using verbal language. This art is classified as the theater art. Randai is Minangkabau people’s art, an art of folk-play that has kaba story or tambo; elements that must be fulfilled in randai performance are script, actor, dendang, and silat movements that form the circular pattern (legaran) in galembong pants. The theatrical performance in the form of pantomime uses randai pattern and galembong. The circular format is managed artistically and the legaran aspect becomes the transition of atmosphere change. This writing discusses a theatrical performance by using the deconstruction method. Pantomime that uses randai pattern as the form of theatrical performance becomes the contemporary performance by giving the offer of new variation in the theater performance in Indonesia. Keywords: theatrical performance, pantomime, randai, deconstruction ABSTRAK Pertunjukan teaterikal dalam bentuk pantomim dengan menggunakan pola randai dalam mengusung nilai lokalitas akan melahirkan nuansa pertunjukan inovasi. Pertunjukan pantomim adalah pertunjukan yang diciptakan dengan menggunakan aktor dan elemen-elemen panggung, seperti lighting, musik dan penonton. Pertunjukan yang menyampaikan pesan moral melalui gestur dan ekspresi seorang aktor tanpa menggunakan bahasa verbal. Kesenian ini tergolong kepada seni teater. Randai adalah kesenian masyarakat Minangkabau, suatu kesenian sandiwara kampung yang memiliki cerita kaba atau tambo, unsur-unsur yang harus dipenuhi dalam pertunjukan randai yaitu, naskah, aktor, dendang, dan gerakan silat yang membentuk pola lingkaran (legaran) yang menggukan galembong. Pertunjukan teaterikal yang diciptakan dalam bentuk pantomim akan menggunakan pola randai, galembong. Format lingkaran akan dikelola secara artistik dan aspek legaran akan menjadi transisi perubahan suasana. Tulisan ini membahas suatu pertunjukan teaterikal dengan menggunakan metode dekontruksi. Pantomim yang menggunakan pola randai sebagai bentuk pertunjukan teaterikal. Pertunjukan ini akan menjadi pertunjukan kontemporer dengan memberikan tawaran variasi baru dalam pertunjukan teater di Indonesia
IDEOLOGI CAPAIAN ESTETIK DALAM PERTUNJUKAN TEATER MUHAMMAD KAFRAWI
AbstrakTulisan ini merupakan hasil analisis terhadap pertunjukan teater Hang Kafrawi dengan pendekatan ideologi capaian estetik. Kajian diarahkan pada motif penciptaan pertunjukan teater yaitu untuk apa dan untuk siapa pertunjukan teater diciptakan. Metodologi penciptaan teater yaitu bagaimana pertunjukan teater itu diciptakan. Fungsi pertunjukan yaitu bagaimana pertunjukan teater tersebut berperan dalam konstelasi sosial budaya. Tujuan pertunjukan yaitu cita-cita apa yang akan diraih atau dunia ideal macam apa yang hendak diwujudkan.Hasil dari penelitian ini adalah pertunjukan Hang Kafrawi mengusung unsur-unsur kemanusiaan yang terus diperjuangkan. Banyak nilai-nilai pendidikan dalam pertunjukan-pertunjukan Hang Kafrawi. Pertunjukan teater karya Hang Kafrawi selalu berorientasi dalam menyuarakan hubungan kelas dominan dan kelas subordinat yang kepentingannya sering kali dikesampingka
SUKU MALAYU: SISTEM MATRILINEAL DAN BUDAYA PERUNGGU DI MINANGKABAU
ABSTRACT The goal of this article is to investigate the existence of the Malay ethnic group in connection with the matrilineal system and the bronze culture in Minangkabau. The Malay (Minang) ethnic group is one of the ethnic groups (or clans) with the largest population of all the different ethnic groups in Minangkabau. The matrilineal system is one of the strongest identities – or icons – for recognizing the unique community of Minangkabau. This unique characteristic continues to exist in spite of the fact that the majority of the Minangkabau people are strict Muslims. The matrilineal system refers genealogically to the female line of descent and is centered in the traditional gadang house which is the identity of the ethnic group in the culture of the Malay Minangkabau community. The gadang house is a symbol of status and ethnicity in the social system of the Minangkabau community – the group known as urang asa (original pioneers). One of the identities that strengthens the existence of the urang asa group in the past is marked by the presence of bronze music in the form of salabuhan (a set of) talempong and aguang (gong) – a type of bronze music. The problems discussed in this article are: (1) the Malay ethnic group in Minangkabau; (2) the matrilineal system and bronze culture in Minangkabau. A qualitative method is the basic foundation for this research. The research results show that the Malay ethnic group in Minangkabau first appeared as a result of the dissemination of the inhabitants of the Malay Dharmasraya kingdom and this was subsequently continued by Adityawarman through the Pagaruyuang kingdom. The Malay ethnic group not only follows a matrilineal system but also supports the bronze culture. Keywords: malay ethnic group, matrilineal system, bronze culture, Minangkabau ABSTRAK Tujuan artikel ini mengungkap bagaimana keberadaan suku Malayu dalam kaitannya dengan sistem matrilenal, dan budaya perunggu di Minangkabau. Suku Malayu (Minang) adalah salah suku (klan) yang tergolong banyak populasinya dalam kelompok suku Minangkabau. Sistem matrilineal adalah salah satu identitas – icon – terkuat untuk mengenali masyarakat Minangkabau – unik. Keunikan tersebut tetap bertahan walapun masyarakat Minangkabau penganut Islam yang taat. Sistem matrilineal secara geneologis merujk pada garis keturuan ibu dan berpusat pada rumah gadang (sebutan rumah adat) sebagai identitas kelompok suku dalam kebudayaan masyarakat Malayu Minangkabau. Rumah gadang menjadi simbol status dan kesukuan dalam sistem sosial masyarakat Minangkabau – kelompok urang asa (peneruka asal). Salah satu identitas yang menguatkan terhadap keberadaan kelompok urang asa pada masa lalu ditandai atau memiliki alat jenis musik perunggu salabuhan (seperangkat) talempong dan aguang (gong) – jenis musik perunggu. Masalah yang dibaicakan dalam artikel ini: (1) suku malayu di Minangkabau; (2) sistem matrilineal dan budaya perunggu di Minangkabau. Metode kualitatif menjadi dasar dilakukannya penelitain ini. Hasil penelitian ini; suku Malayu di Minangkabau bermula dari penyebaran penduduk kerajaan Melayu Dharmasraya dan kemudian dilanjutkan Adytiawarman melalui kerjaan Pagaruyuang. Suku Malayu, di samping menganut sistem matrilineal, juga sebagai pendukung kebudayaan perunggu
Mutualisme : penciptaan tari kontemporer dari fenomena sosial masyarakat pinggiran sungai
AbstrakMutualisme merupakan judul karya tari yang terinspirasi dari fenomena masyarakat pengguna jamban di Lubuk landai, Muara Bungo, Jambi. Jamban adalah wadah multifungsi yang digunakan oleh masyarakat setempat berupa tempat mandi, mencuci pakaian atau peralatan rumah tangga, berwudhu dan buang air yang melahirkan berbagai pola interaksi sosial dan karakter masyarakatnya. Karya ini bertujuan untuk mengungkapkan peristiwa di jamban tentang pentingnya nilai kebersamaan dan komunikasi antar sesama, namun perlu kesadaran masyarakat terhadap perkembangan zaman yang semakin canggih saat ini untuk membuka diri pada globalisasi. Metode penciptaan diawali dari pesiapan riset yakni pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan studi pustaka. Selanjutnya sintesis yakni pengembangan ide-ide dari konsep sebuah garapan karya, kemudian realisasi konsep berupa tahap mewujudkan ide yang telah dirancang. Hasil yang dicapai ialah menghadirkan abstraksi peristiwa dengan kemasan tari kontemporer sebagai hasil kontemplasi pengkarya dengan target audince yakni masyarakat umum
PENCIPTAAN TARI GARAK NAGARI PEREMPUAN SEBAGAI CONTOH STRATEGI PENGEMBANGAN SENI PERTUNJUKAN UNTUK INDUSTRI KREATIF
ABSTRACT The creation of Garak Nagari Perempuan Dance is basically an effort to revive baKaba tradition that nowadays has lack of existence in Minangkabau people’s life. The choice of reviving baKaba tradition is based on the consideration that this tradition is truly an effective media to transmit and spread various positive values that are useful in Minangkabau people own life. It’s not only in the past, that potential is believed to be able to be used in the present day, to face today’s life.Generally, performing arts (including dance) is indeed difficult to enter the creative industry because it cannot be produced en masse in the same time except involving recording industry and then it’s distributed in the society. This thing is also at risk toward the establishment of a performance that can no longer be developed. Dance in the creative industry is the embodiment of dance communication with its society. The dance that can directly enter the creative industry is the dance considered established such as what has been previously done. This results on an assumption that that dance is no longer developing. It is only as the basis of doing the new creativity. Keywords: dance, creative industry, strategy ABSTRAK Penciptaan karya tari Garak Nagari Perempuan pada dasarnya merupakan upaya untuk menghidupkan kembali tradisi baKaba yang dewasa ini kurang eksis dalam kehidupan masyarakat Minangkabau. Pilihan untuk menghidupkan kembali tradisi baKaba didasarkan atas pertimbangan, bahwa tradisi ini sesungguhnya merupakan media yang efektif untuk menularkan dan menyebarkan berbagai nilai positif yang dapat berguna dalam kehidupan masyarakat Minangkabau itu sendiri. Tidak saja di masa lalu, potensi tersebut diyakini dapat digunakan di masa sekarang, untuk menghadapi peri-kehidupan masakini.Seni pertunjukan secara umum (termasuk tari) memang hal yang sulit untuk memasuki industri kreatif karena ia tidak bisa di produksi secara masal dalam waktu yang sama, kecuali melibatkan industri perekaman dan kemudian dipasarkan di tengah masyarakat. Hal ini juga beresiko terhadap kemapanan sebuah pertunjukan yang tidak bisa lagi dikembangkan.Seni tari dalam industri kreatif merupakan perwujudan dari komunkasi seni tari dengan masyarakatnya. Seni tari yang bisa langsung masuk pada industri kreatif adalah seni tari yang dianggap mapan seperti yang pernah dilakukan. Hal ini menyebabkan seni tari tersebut dianggap tidak lagi berkembang. Ia hanya sebagai basic untuk melakukan kreativitas baru
PEMANFAATAN HANDPHONE ANDROID SEBAGAI MEDIA PRODUKSI VIDEO TUTORIAL PEMBELAJARAN SENI
ABSTRACT A video is suitable medium for various learning media such as classroom, small group, even a student ownself. The use of the tutorial model learning video is very suitable for teaching various kinds of practical learning, one of them is the learning material of local art practice. For the art teachers, one of materials that’s quite difficult for doing students’ appreciation whether in KTSP curricula or 2013 curricula is the art learning. Generally, the art learned in school is the traditional art that evolves in the society in the area or region where the educational institution exists. The lack of documentation in the form of local art video influences very much the learning process in the school so it’s needed a new breakthrough namely to create a new media for the local art learning dedicated to art teachers. With the advancement of today technology, especially in the android handphone, it already can compete with the standard PC and laptop. Nowadays, the android handphone has already had hardcopy and softcopy that adequate to produce video content. In android handphones distributed in Indonesia, they already have a camera that its quality surpasses DSLR camera by reaching 25 megapixels and these handphones are also able to install the video editing application. Keywords: android handphone, tutorial video, local art learning ABSTRAK Video merupakan media yang cocok untuk berbagai media pembelajaran, seperti kelas, kelompok kecil, bahkan satu siswa seorang diri sekalipun. Penggunaan video pembelajaran model tutorial sangat cocok untuk mengajarkan berbagai macam pembelajaran yang bersifat praktek, salah satu materi pembelajaran praktik seni daerah setempat. Bagi guru kesenian di sekolah, salah satu materi yang cukup sulit dalam melakukan apresiasi pada siswa baik pada kurikulum KTSP maupun kurikulum 2013, adalah pembelajaran kesenian. Pada umumnya kesenian yang dipelajari di sekolah merupakan kesenian tradisi yang berkembang pada masyarakat di daerah atau tempat beradanya lembaga pendidikan tersebut. Kekurangan dokumentasi yang berbentuk video pada kesenian daerah setempat sangat mempengaruhi proses pembelajaran di sekolah, untuk itu perlu sebuah terobosan baru bagi guru-guru kesenian di sekolah untuk menciptakan sebuah media baru dalam pembelajaran seni daerah setempat tersebut. Dengan kemajuan teknologi saat ini khususnya pada handphone android sudah dapat menyaingi standar PC dan Laptop. Handphone android saat ini sudah mempunyai hardcopy dan softcopy yang memadai untuk memproduksi sebuah karya video. Dalam handphone android yang beredar di Indonesia saat ini sudah memiliki kamera yang melebihi kualitas dari kamera DSLR dengan mencapai 25 mega pixel dan sudah dapat menginstall aplikasi editing video
HISTORY OF UZBEK MAKOM
ABSTRACT The Uzbek National musical art has a very ancient history. It can be known from the perfection of our national compositions, our melodies and songs. As shown by the discoveries of archaeologists and other historical sources, the ancient Khorezm, Bactrian and Sogdian elites had a rich and diverse musical art for several centuries BC. Samples of fine art found in such cities as Ayratan, Tuprokkala, Afrosiab, suggest that music is embedded in different aspects of life and has important social value. This article talks about the antiquity of the Uzbek makoms, especially about the history of Shashmakom. Research method used was historical method. Data were obtained through library research in order to get the historical data of Uzbek makoms. Research results show that Uzbek makom has been through a long journey with its various developments affected by various musical culture of other nations. Keywords: Makom, Shashmaqom, Borbad, Khorezm maqoms, Makoms and Fergana –Tashkent
ABOUT THE FESTIVAL “SHARQ TARONALARI” IN SAMARKAND
ABSTRACT The international music festival "Sharq taronalari" (Melodies of the East) is one of the major festivals in Central Asia. The main goal and objective of the festival are to popularize the best achievements of the national musical art, to preserve and develop the great traditions of the people, to encourage talents in the field of music and vocal, to further expand international creative relations, to strengthen mutual cultural and spiritual cooperation, and to glorify the ideas of peace, friendship and reciprocal understanding. This forum, held with the assistance of UNESCO, regularly every two years serves to preserve and develop the traditions of musical and song art of the peoples of the world and to unite Nations and nationalities on the way to noble goals through art. This article says about the festival “Sharq taronalari”, about decision of implementation, on the organization and condition, and also on scientifically – practical conference within the framework of the festival. Keywords: Sharq taronalari, festival, Central Asia, national music art
MAKNA SIMBOLIS TARI ALANG SUNTIANG BARINGIN DI NAGARI SIMAWANG KABUPATEN TANAH DATAR
Tari Alang Suntiang Baringin merupakan salah satu kesenian yang tumbuh dan berkembang di Nagari Simawang, didukung beberapa orang penari dan pengiring music serta di dukung oleh kalangan masyarakat setempat. Gerak tari Alang Suntiang Baringin terinspirasi dari kegiatan masyarakat pada kebiasaanny sehari-hari dan bertani, alat musik pengiring tari Alang Suntiang Baringin yaitu talempong, gendang dan tamborin. Tujuan penelitian ini adalah mengungkapkan makna simbolis dari gerak-gerak yang terdapat pada tari Alang Suntiang Baringin. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif, pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan mengamati pertunjukan tari Alang Suntiang Baringin, serta dokumentasi atau audio visual, dan juga wawancara dengan pawang dan penari beserta beberapa masyarakat Nagari Simawang. Penelitian ini di analisa dengan teori makna oleh Susanne K. Langer