Bincang Sains dan Teknologi
Not a member yet
58 research outputs found
Sort by
Designer Babies are No Longer Science Fiction: What are The Ethical Considerations?
Designer babies, a concept once relegated to science fiction, are now a burgeoning topic of discussion and exploration in genetics and bioethics. This paper provides a comprehensive overview of the designer baby phenomenon, examining its definition and evolution from cinematic fantasy to scientific possibility. We delve into the intricate mechanisms behind designer babies, shedding light on the genetic engineering technologies, particularly CRISPR, that underpin this concept. While these technologies hold immense promise, they are still nascent, awaiting rigorous development and ethical scrutiny. The paper highlights the current state of designer baby research, emphasising that successful implementations on human subjects remained unverified as of its writing. Notably, we recount the controversial case of He Jiankui, whose unapproved and ethically questionable experimentation with CRISPR on embryos in China sent shockwaves through the scientific community. The arguments surrounding designer babies are dissected, presenting both proponents' views, such as the potential to eradicate genetic diseases and enhance human potential, and critics' concerns about ethical dilemmas, reduced genetic diversity, social inequality, and unpredictable consequences. Ethical considerations are paramount, touching upon human dignity, social justice, eugenics, unintended consequences, autonomy, and the impact on religious and moral convictions. Once a fantastical notion, designer babies have become a tangible subject of scientific inquiry and ethical discourse. This paper endeavours to provide a comprehensive understanding of the multifaceted dimensions surrounding designer babies, allowing readers to contemplate the ethical, social, and scientific implications of a future where genetic engineering may shape the very essence of human existence. As society grapples with these profound questions, we must navigate this uncharted territory with wisdom, responsibility, and an unwavering commitment to ethical principles
The Use of IoT on Smart Agriculture in the Philippines: A Narrative Review
This study, focusing on the Philippines, explores the benefits of implementing IoT (Internet of Things) technologies in modern agriculture. The primary objectives are to assess the impact of IoT on crop monitoring, livestock tracking, weather monitoring, automated irrigation, precision steering, greenhouse automation, and field mapping. The research methodology involved an extensive review of the current literature on IoT applications in agriculture and interviews and surveys with farmers and agricultural experts in the Philippines. Data were collected and analyzed to understand IoT adoption's practical implications and challenges in various agrarian domains. The findings indicate that IoT technologies offer significant advantages in enhancing agricultural practices in the Philippines. IoT-based crop monitoring provides real-time data on environmental conditions, enabling farmers to optimize irrigation, fertilization, and pest control. Livestock tracking through IoT ensures animal well-being and efficient breeding practices. IoT-based weather monitoring aids in informed decision-making for crop protection and risk management. Automated irrigation using IoT sensors reduces water wastage while improving crop health. Precision steering systems enhance resource management during planting and harvesting. Greenhouse automation optimizes plant growth conditions and reduces manual labour. Field mapping via IoT allows for site-specific management, improving yield and sustainability. Despite the benefits, challenges like internet connectivity and initial investment remain, necessitating comprehensive strategies for IoT integration in Philippine agriculture
Lux Meter pada Smartphone untuk Pengukuran Perubahan Tingkat Kecerahan Langit: Keadaan Langit Prapurnama dan Pascapurnama di Kota Maumere
Pengukuran perubahan kecerahan langit adalah salah satu persyaratan penting untuk penelitian astronomi, terutama astronom amatir. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan tingkat kecerahan langit di Maumere. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan mengamati tingkat kecerahan langit pra-purnama hingga pasca-purnama menggunakan aplikasi Lux Meter pada smartphone. Pengamatan dilakukan selama 5 hari sejak 11-15 Juli 2022 secara bersamaan dari pukul 21.22 WITA hingga 21.37 WITA. Data pengamatan memiliki nilai yang bervariasi dari hari pertama hingga hari terakhir, yaitu 0,053 lx, 0,094 lx, 0,491 lx, 0,093 lx, 0,02 lx. Perubahan data pada malam pertama memiliki nilai yang berbeda dengan malam ketiga yaitu saat bulan purnama. Perbedaan data penelitian adalah sebesar 0,493 atau 89% dari data pada malam ketiga. Dari hasil pengamatan disimpulkan bahwa kecerahan langit pada saat pra-purnama, purnama hingga pasca purnama berubah
Analisis dan Perbaikan Proses Bisnis dalam Perspektif Sistem Informasi: Optimalisasi Sistem Pengembangan Karir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses bisnis pada pusat pengembangan karir di perguruan tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan Business Process Modeling Notation (BPMN) dan metode kualitatif-kualitatif dalam analisis proses bisnis. Tahapan penelitian meliputi tinjauan literatur, pengumpulan data melalui wawancara dan observasi, identifikasi proses bisnis, pemodelan proses bisnis, simulasi proses bisnis, serta kesimpulan dan rekomendasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses bisnis pada pusat pengembangan karir memerlukan perbaikan pada beberapa aspek. Pemetaan proses bisnis menunjukkan terdapat beberapa proses bisnis utama dan pendukung yang dapat dioptimalkan. Berdasarkan pemodelan proses bisnis yang sudah berjalan (as-is), peneliti menganalisis dan memperbaiki proses bisnis dengan menggunakan salah satu alat penyederhanaan dari Business Process Improvement (BPI). Selanjutnya, berdasarkan hasil analisis dan evaluasi, peneliti merekomendasikan model proses bisnis yang baru (to-be) untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses bisnis pada pusat pengembangan karir. Dampak dari penelitian ini adalah memberikan kontribusi bagi pengembangan proses bisnis pada pusat pengembangan karir. Model proses bisnis yang direkomendasikan dapat membantu dalam meningkatkan kualitas layanan dan efisiensi proses bisnis. Selain itu, metode dan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini juga dapat menjadi referensi bagi peneliti lain yang tertarik untuk melakukan penelitian serupa
Rudal Canggih dari Tiga Negara Superpower: JASSM, Kinzhal, dan DF-41
Pengembangan dan produksi peluru kendali memiliki biaya yang sangat tinggi, tergantung pada jenis, kompleksitas, dan teknologi yang digunakan. Biaya operasional dan pemeliharaan juga besar dan memerlukan investasi terus-menerus. Meskipun demikian, banyak negara tetap melakukan pengembangan peluru kendali sebagai bagian dari strategi pertahanan dan simbol kekuatan. Pengembangan peluru kendali dapat memberikan kemajuan dalam teknologi dan ilmu pengetahuan, namun penggunaannya dapat menimbulkan dampak negatif seperti meningkatnya ketegangan antarnegara dan risiko konflik. Oleh karena itu, penggunaan peluru kendali harus dipertimbangkan dengan matang dan memperhatikan aspek-aspek etis dan hukum yang berkaitan. Pengembangan teknologi peluru kendali terus berlanjut, dan banyak negara berlomba-lomba untuk mengembangkan teknologi yang lebih canggih dan presisi. Namun, dalam penggunaannya, aspek-aspek etis dan hukum yang berkaitan dengan penggunaan peluru kendali harus diperhatikan
Teknologi Elektrolisis untuk Mempercepat Pembentukan Batu Kapur dalam Pertumbuhan Terumbu Karang
Kerusakan terumbu karang telah menjadi masalah global yang serius karena dampaknya terhadap lingkungan dan keberlangsungan hidup manusia. Artikel ini menggunakan metode penulisan dengan analisis literatur dan pengalaman penulis (opini) untuk menjelaskan teknologi elektrolisis yang dapat digunakan untuk mempercepat pembentukan batu kapur dan pertumbuhan terumbu karang. Teknologi ini didasarkan pada elektrolisis air laut untuk mengendapkan karbonat kalsium (batu kapur) pada rangka baja besar yang berfungsi sebagai anoda dan katoda (elektroda) dan memberikan struktur awal pada terumbu karang baru. Meskipun elektrolisis tidak terjadi pada proses pembentukan endapan kapur di laut secara alami, teknologi ini dapat mempercepat proses terjadinya batu kapur yang sangat kuat dan sulit larut dalam air, yang dapat digunakan sebagai tempat pertumbuhan karang. Pemilihan teknologi yang tepat tergantung pada kondisi dan sumber daya yang tersedia, serta tujuan dari proses pembentukan batu kapur itu sendiri. Oleh karena itu, teknologi elektrolisis dapat menjadi alternatif yang menarik untuk memperbaiki kerusakan terumbu karang dan mengembalikan keberlangsungan hidup laut
Filtrat Daun Mengkudu sebagai Bioinsektisida Ulat Penggulung Daun pada Tanaman Pisang
Daun mengkudu (Morinda citifolia L) adalah tanaman yang mengandung senyawa metabolit sekunder seperti saponin. Jenis hama yang digunakan dalam penelitian ini adalah Erionota thrax L yang terdapat pada tanaman pisang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), konsentasi filtrat daun mengkudu (Morinda citrifolia L) yang digunakan adalah: 20% (P1), 30% (P2), 40% (P3), 50%(P4), 60% (P5), 70% (P6) dan Perlakuan Kontrol (K) menggunakan pestisida yang mengandung senyawa aktif fipronil 0,1 ml. Pengambilan data dilakukan sebanyak empat kali ulangan. Teknik analisis yang digunakan adalah One-Way Anova. Berdasarkan hasil uji onova one way diperoleh probabilitas sebesar 0,407 yang lebih besar dari 0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa rata-rata ketujuh populasi identik atau sama dengan hasil pada Perlakuan Kontrol (K). Selanjutnya diketahui pula bawah pada dosis 60% merupakan dosis yang paling efektif. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa penyemprotan filtrat daun mengkudu (Morinda citrifolia L) berpengaruh terhadap mortalitas ulat Erionota thrax L
The Use of Nanomaterials for Road Construction
The integration of nanotechnology into the construction industry, specifically in developing asphalt and concrete pavement materials, holds great promise for enhancing infrastructure performance and durability. Nanomaterials, characterised by their nanoscale dimensions, typically less than 100 nanometers, are increasingly employed in pavement construction. This abstract provides an overview of various nanomaterials and their potential impact on road construction. Nanomaterials like nano-silica, nano clay, carbon nanotubes, nanocarbon black, nanofibers, nano titanium dioxide, nano alumina, and nano zinc oxide are explored in this context. These materials offer unique properties due to their small size and high surface area. For instance, nano silica has demonstrated its ability to enhance stiffness, strength, longevity, and resistance to rutting and cracking in asphalt pavement. Nanoclay reinforces mechanical and thermal properties in asphalt and concrete, improving overall performance. Carbon nanotubes and graphene show promise in concrete pavement by enhancing mechanical properties and reducing cracking. Furthermore, nanocoatings are being explored for pavement surfaces, offering benefits such as improved slip resistance, reduced noise, increased durability, and pollution resistance. Despite the potential advantages, challenges exist, including the need for standardised testing and characterisation procedures and the initial cost of incorporating nanoparticles into pavement materials. Ongoing research and development efforts are focused on addressing challenges and making these innovations more practical and cost-effective for widespread implementation. Nanomaterials have emerged as a viable solution to improve road construction, offering benefits for infrastructure performance while minimising environmental impact
Peran Chatbot dalam Menangani Masalah Kesehatan Mental selama Pandemi COVID-19: Tinjauan Mini
oai:ojs2.journal.iistr.org:article/33Pada artikel ini, kami menyajikan ulasan mini tentang potensi chatbot untuk memerangi masalah kesehatan mental selama pandemi COVID-19. Kami menyajikan perbandingan studi terdahulu terkait COVID-19 dan pengembangan chatbot. Kami juga melakukan survei mini untuk memberikan wawasan tentang bagaimana orang memandang chatbot sebagai bantuan kesehatan mental mereka. Naskah ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang kemungkinan pengembangan chatbot untuk mengurangi penyakit mental. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan secara serius dalam mengembangkan chatbot untuk dukungan emosional, antara lain masalah keamanan, perhatian privasi, dan paradigma etika. Namun, di antara referensi yang menarik, sebagian besar menunjukkan bahwa chatbot adalah alternatif yang baik untuk memerangi masalah kesehatan mental, terutama selama pandemi COVID-19
Respon Pembelajaran Kolaboratif dengan Aplikasi Online: Perancangan Lingkungan Belajar Kolaboratif dengan Canva
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan respon peserta pelatihan ketika mengalami pembelajaran kolaboratif menggunakan aplikasi Canva. Dengan mengalami pembelajaran ini, peserta akan dapat menerapkan strategi sejenis ketika menjadi pengajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan dengan penjelasan secara kualitatif. Peserta berjulah 30 dosen muda. Aktivitas utama yang dilakukan peserta mencakup perancangan pembalajaran kolaboratif, pengembangan media pembelajaran kolaboratif, dan sharing pengalaman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semua kelompok telah menggunakan berbagai macam jenis media secara kreatif. Pada umumnya peserta menyatakan bahwa hasil ini dapat tercapai karena kemudahan aplikasi dan ketersediaan berbagai elemen untuk membuat media yang kreatif sesuai keinginan pengguna. Namun demikian, dari produk yang dihasilkan, belum semua fasilitas yang ada pada aplikasi telah digunakan. Keterbatasan waktu mencoba menjadi sebab tidak semua fitur dapat dieksplorasi dengan baik. Peserta merasa optimis untuk dapat menggunakan aplikasi ini dalam mendorong pembelajaran kolaboratif yang lebih interaktif secara online