Unissula Repository
Not a member yet
32889 research outputs found
Sort by
REKONSTRUKSI FUNGSI PENGAWASAN DPRD SEBAGAI UNSUR PENYELENGGARA PEMERINTAHAN DAERAH DALAM SISTEM KETATANEGARAAN INDONESIA DITINJAU DARI ASPEK KEADILAN
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 telah
mengalami perubahan pada tahun 1999-2002 oleh Majelis Permusyawaratan
Rakyat. Perubahan tersebut berdampak pada sistem ketatanegaraan Indonesia. Pasal
18, Pasal 18A dan Pasal 18B UUD 1945 menyebutkan secara jelas tentang
pemerintahan daerah. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme
dengan metode pendekatan yuridis normative (legal reseach). Data primer
digunakan untuk memecahkan permasalahan melalui metode deskriptif kualitatif,
kemudian disusun secara komprehensif untuk dipaparkan secara deskriptif.
Adapun tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah (1) untuk
mengetahui pelaksanaan fungsi pengawasan DPRD sebagai unsur penyelenggara
pemerintahan daerah dan sebagai perwakilan rakyat, (2) untuk mendapatkan
gambaran komprehensif terkait kelemahan-kelemahan DPRD dalam melaksanakan
fungsi pengawasan, dan (3) untuk menyajikan dan menemukan pola rekonstruksi
fungsi pengawasan DPRD sebagai penyelenggara pemerintahan daerah dan
perwakilan rakyat ditinjau dari aspek keadilan.
Hasil penelitian menunjukkan (1) regulasi yang mengantur tentang
pelaksanaan fungsi pengawasan DPRD sebagai unsur penyelenggara pemerintahan
daerah pada Pasal 100 dan Pasal 153 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014
tentang Pemerintahan Daerah belum mencerminkan nilai keadilan dalam sistem
ketatanegaraan Indonesia. Sehingga terjadi ketidakseimbangan terhadap
pelaksanaan fungsi anggaran dan fungsi pembentukan peraturan daerah dengan
fungsi pengawasan, (2) lemahnya syarat dan mekanisme rekruitmen anggota DPRD
yang berdampak pada kapasitas dan kemauan dalam melaksanakan fungsi
pengawasan dan belum adanya regulasi yang mengatur secara tegas pelaksanaan
fungsi pengawasan DPRD secara keseluruhan, (3) merekonstuksi regulasi dan
pelaksanaan fungsi pengawasan DPRD serta hubungan hukum antara DPRD
dengan lembaga pengawasan lain.
Kata kunci: Rekonstruksi, DPRD, Pemerintahan Daerah, Pengawasa
REKONSTRUKSI REGULASI PULAU BUATAN DALAM HUKUM INTERNASIONAL UNTUK MEWUJUDKAN YURISDIKSI WILAYAH NEGARA
Pulau Buatan adalah salah satu cara memperoleh wilayah yang dilakukan oleh
Negara, terutama Negara Kepulauan. Pulau buatan adalah sebuah kata yang
sebelumnya tidak ada dan belum ada dalam pemikiran hukum tetapi tidak dapat
dipungkiri bahwa saat ini ada kecenderungan setiap negara terutama negara-negara
pantai bersaing dalam rangka memperluas wilayahnya. Oleh karena itu, Pemerintah
di suatu negara menyadari kebutuhan untuk membangun standarisasi, dalam
perencanaan, bentuk, dan regulasi. Kekosongan status pulau buatan dalam hukum
internasional menimbulkan sengketa dan kendala dalam pengimplementasian
yurisdiksi negara terhadap pulau buatan.
Metode penulisan ini menggunakan paradigma konstruktivisme yaitu
paradigma yang memandang realitas kehidupan sosial bukanlah sebagai realitas
natural, tapi terbentuk dari hasil konstruksi. Metode socio-legal research membantu
untuk memahami implementasi hukum secara nyata dan faktor-faktor yang
mempengaruhi pembentukan dan pelaksanaan hukum. Sifat penelitian deskriptif
analitis untuk memaparkan dan melaporkan suatu keadaan obyek dari penelitian
tersebut dengan teknik pengumpulan data dalam penelitian ini. Landasan teori
dalam disertasi ini menggunakan teori kedaulatan negara, teori sistem hukum, teori
hukum progresif, dan teori-teori terkait lainnya.
Penulisan ini dapat disimpulkan bahwa konsep hukum tentang pulau buatan
telah tercantum dalam UNCLOS 1982 sebagai kerangka dasar, meskipun terdapat
kesenjangan dan ambiguitas dalam regulasi yang ada mengenai pulau buatan.
Setiap negara berhal memonopoli dalam membangun pulau buatan dan dapat
mengeksplorasi serta mengeksploitasi semua sumber daya alam yang ada dalam
wilayah teritorinya. Namun, negara-negara yang membuat pulau buatan sesuai
dengan kepentingan nasionalnya dan menganggap status pulau buatan sebagai
pulau buatan yang sah secara hukum telah menimbulkan banyak konflik yang
berdampak pada kedaulatan dan yurisdiksi negara. Hal tersebut terjadi karena masih
belum ada definisi dan pengaturan hukum secara rinci dalam UNCLOS 1982. Oleh
karena itu, rekonstruksi regulasi mengenai pulau buatan dalam hukum internasional
perlu dilakukan agar penentuan status dan kriteria status pulau buatan dapat
mengklasifikasikan hak-hak dan kewajiban negara untuk menentukan kedaulatan
negara di pulau buatan dan yurisdiksi atas pulau buatan di negaranya.
Kata kunci: pulau buatan, hukum internasional, yurisdiksi negara, rekonstruksi
regulasi, UNCLOS
REPRESENTASI GAYA KEPEMIMPINAN KARAKTER RIMURU TEMPEST DALAM ANIME “TENSEI SHITARA SLIME DATTA KEN” (ANALISIS SEMIOTIKA MODEL CHARLES SANDERS PIERCE)
Penelitian ini dilatarbekalangi oleh banyaknya pemimpin di Indonesia yang beberapa kali tertangkap kamera melakukan blunder atau mengambil beberapa keputusan yang cukup kontroversial. Atas dasar itulah penelitian ini dilakukan untuk memahami bagaimana gaya kepemimpinan karakter ini ditampilkan dan bagaimana pendekatan ini berkontribusi pada narasi dan interaksi antar-karakter. Selain itu, penelitian ini juga untuk mengetahui bagaimana tindakan itu digambarkan alam sebuah film animasi. Meskipun banyak karya seni menampilkan kepemimpinan, penelitian yang secara khusus menganalisis representasi kepemimpinan dalam anime masih terbatas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan semiotika model Charles Sanders Peirce. Paradigma yang digunakan dalam penelitian ini adalah paradigma Konstuktivisme. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan analisis dokumen dan riset kepustakaan. Untuk memperkuat analisis, penelitian ini menggunakan teori kepemimpinan Kurt Lewin.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rimuru Tempest memiliki gaya kepemimpinan yang dinamis dan berubah-ubah sesuai dengan perkembangan situasi dan kebutuhan kelompok, hal ini terlihat dari cara bagaimana rimuru menghadapi situasi serta tekanan yang ada dan keterlibatan karakter alam pengambilan keputusan. Kata Kunci : Rimuru Tempest, Tensei Shitara Slime Datta Ken, Kepemimpinan, Semiotika
ANALISIS SELF DIRECTION TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN SIMAS ERIC PADA MATERI BARISAN DAN DERET
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan self direction siswa terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dengan menggunakan model pembelajaran SIMAS ERIC pada materi barisan dan deret. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek yang dipilih dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI MA ASSALAM Grobogan. Pengambilan subjek menggunakan cara Purposive Sampling. Data penelitian yang diperoleh berupa data angket, tes tertulis, dan wawancara. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah dilakukan pembelajaran dengan model SIMAS ERIC, terlihat kemampuan pemecahan masalah matematis pada siswa yang ditinjau oleh self-direction. Siswa dengan self-direction tinggi dapat memenuhi seluruh tahapan pemecahan masalah menurut Polya yaitu memahami masalah, menyusun rencana penyelesaian, melaksanakan penyelesaian, dan memeriksa kembali hasil penyelesaian. Siswa dengan self-direction sedang dapat memenuhi tahapan pemecahan masalah Polya yaitu memahami masalah, menyusun rencana penyelesaian, melaksanakan penyelesaian, akan tetapi siswa tidak melakukan pengecekan kembali terhadap jawaban yang diberikan. Siswa dengan self-direction rendah hanya mampu memenuhi pemecahan masalah yaitu memahami masalah dan menyusun rencana penyelesaian. Siswa tidak mampu menyelesaikan masalah dengan tepat dan tidak melakukan pengecekan kembali terhadap soal yang diberikan.
Kata kunci: Self-Direction, Kemampuan Pemecahan Masalah, SIMAS ERIC, Barisan dan Dere
REKONSTRUKSI REGULASI PENANGANAN DUGAAN MALAPRAKTIK OLEH TENAGA MEDIS BERBASIS KEADILAN RESTORATIF
Regulasi Penanganan dugaan malapraktik yang dilakukan oleh tenaga medis di
Indonesia selama ini belum ada payung hukumnya , kebanyakan masih
menggunakan KUHP/KUHPerdata sebagai landasan berfikir maupun cara
bertindaknya, sehingga tidak jarang tenaga medis yang diduga melakukan
malapraktik diperlakukan seperti pelaku tindak pidana. Sehingga perlu Regulasi
penanganan dugaan malapraktik yang bisa digunakan untuk penegakan hukum,
yang berkeadilan dan bermanfaat.
Tujuan penelitian ini untuk menganalisis dan menemukan regulasi penanganan
dugaan malapraktik Oleh tenaga medis berbasis keadilan restoratif, menganalisis
dan menemukan kelemahan-kelemahan regulasi penanganan dugaan malapraktik
Oleh tenaga medis berbasis keadilan restoratif, dan menemukan rekonstruksi
regulasi penanganan dugaan malapraktik Oleh tenaga medis berbasis keadilan
restoratif
Pada penelitian ini, penulis menggunakan paradigma konstruktivisme dengan
spesifikasi penelitian deskriptif analitis, dengan desain penelitian kualitatif. Jenis
data berupa bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Metode pengumpulan
datanya meliputi studi kepustakaan, observasi, dan wawancara. Data dianalisa
dengan Analisa kualitatif.
Hasil penelitian: 1. Regulasi Dugaan Malapraktik Oleh Tenaga Medis Dalam
Hukum Positif Indonesia yang berlaku saat ini belum sesuai dengan Keadilan
Restoratif . Implementasi Pelaksanaan Penanganan Dugaan Malapraktik yang
Dilakukan oleh Tenaga Medis di Indonesia dewasa ini juga belum ada keseragaman
sehingga penegakan hukum, keadilan dan kemanfatannya belum dapat dirasakan
oleh masyarakat. 2. Kelemahan regulasi dugaan malapraktik Oleh tenaga medis
pada saat ini dari substansi hukum yaitu belum ada nomenklatur , dan belum
adanya ketentuan yang mengatur penanganan dugaan mal opraktik di dalam hukum
positif yang berlaku di Indonesia saat ini, dari struktur hukum belum adanya
keseragaman regulasi penanganan dugaan malapraktik, dan dari kultur hukum
masih sangat terbatasnya pemahaman dan kesadaran tentang hukum kesehatan bagi
masyarakat Indonesia.3.Rekonstruksi nilai International wisdom seperti di
malaysia, Jepang dan Amerika Serikat , serta national wisdom, nilai keadilan
penanganan dugaan malapraktikadalah memberikan perlindungan yang seimbang
antara tenaga medis dan pasien dengan pelayanan kesehatan yang mulia dan prima,
tanpa stigma serta adil dan profesional. Rekonstruksi norma hukum Pasal 1 ayat 42
dan Pasal 310 Undang-Undang tentang Kesehatan bisa menghasilkan regulasi
penanganan dugaan malapraktik yang seimbang dari sisi penegaakan hukum,
kemanfaatan hukum maupun rasa keadilan masyarakat
Kata kunci: Regulasi, Keadialan Restoratif, Malapraktik, Tenaga Medi
FEMINISME ISLAM DALAM NOVEL GADIS KRETEK KARYA RATIH KUMALA
Dengan segala dinamikanya, perempuan dianggap menjadi sumber inspirasi yang tidak pernah habis. Keberadaan perempuan seringkali menarik perhatian untuk dibicarakan, begitupun di dalam dunia karya sastra. Tokoh perempuan dalam karya sastra digambarkan sebagai sosok yang memiliki daya tarik tersendiri. Cara pemikiran mereka dalam mengatasi permasalahan memiliki ciri yang berbeda dengan laki-laki. Novel Gadis Kretek karya Ratih Kumala merupakan salah satu novel yang membahas mengenai isu feminisme, novel tersebut begitu kental dengan budaya patriarkinya. Novel Gadis Kretek juga memiliki banyak nilai-nilai positif yang mampu membangkitkan semangat pembaca. Penelitian ini membahas mengenai kajian feminisme yang ada dalam novel Gadis Kretek karya Ratih Kumala.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan feminisme Islam dan pesan moral yang terdapat dalam novel Gadis Kretek karya Ratih Kumala. Adapun teori feminisme Islam yang digunakan adalah teori dari Husein Muhammad yang terbagi antara publik dan domestik yang terdiri dari jihad perempuan, tauhid untuk keadilan dan kesetaraan gender, perempuan Indonesia membangun masa depan, perempuan dan partisipasi politik, penciptaan perempuan, jilbab dan hijab, dan perubahan pandangan. Sedangkan teori pesan moral yang digunakan adalah teori dari Suseno yang terdiri dari kejujuran, menjadi diri sendiri, bertanggung jawab, kemandirian, keberanian moral, rendah hati, dan kritis.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data berupa teknik baca simak catat. Teknik analisis data meliputi tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperoleh melalui uji validitas dengan teknik pemeriksaan ketekunan pengamatan. Dalam penelitian ini ditemukan feminisme Islam sejumlah 13 data yang terdiri dari a) Publik meliputi jihad perempuan 3 data, perempuan Indonesia membangun masa depan 1 data, perempuan dan partisipasi politik 6 data, b) Domestik meliputi penciptaan perempuan dalam Islam 2 data, dan perubahan pandangan 1 data. Adapun data pesan moral sejumlah 23 data yang terdiri dari kejujuran 4 data, menjadi diri sendiri 2 data, bertanggung jawab 5 data, kemandirian 4 data, keberanian moral 3 data, rendah hati 2 data, dan kritis 3 data.
Kata Kunci: Feminisme Islam, Pesan Moral, Nove
PEMBATALAN AKTA JUAL BELI TANAH YANG DIBUAT DI HADAPAN PEJABAT PEMBUAT AKTA TANAH DI KABUPATEN MANGGARAI BARAT (STUDI KASUS PUTUSAN MA NO.9/Pdt.G/2018/PN Lbj)
Akta Jual Beli merupakan Akta autentik sebagai alat bukti terkuat
mempunyai peranan penting dalam setiap hubungan hukum dalam kehidupan
masyarakat yang dapat menentukan secara tegas hak dan kewajiban sehingga
menjamin kepastian hukum dan sekaligus dapat menghindari terjadinya sengketa.
Jika terjadi sengketa seperti pembatalan akta autentik. Akta otentik Sebagai alat
bukti yang terkuat dan memiliki kekuatan pembuktian sempurna di pengadilan.
Tujuan dari Penelitian tesis ini adalah: 1) Untuk mengetahui dan menganalisis apa
yang menjadi dasar Pembatalan Akta Jual Beli Tanah yang Dibuat Dihadapan
Pejabat Pembuat Akta Tanah di Kabupaten Manggarai Barat Atas Putusan MA
No.9/Pdt.G/2018/PN Lbj; 2) Untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana
Kedudukan dan Akibat Hukum Pembatalan Akta Jual Beli Tanah yang Dibuat
Dihadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah di Kabupaten Manggarai Barat Atas
Putusan MA No.9/Pdt.G/2018/PN Lbj.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian tesis ini adalah
pendekatan yuridis normatif. Metode pendekatan yuridis normatif atau penelitian
hukum doctrinal, yaitu suatu penelitian hukum yang mempergunakan sumber data
sekunder. Dilakukan dengan menekankan dan berpegang pada segi-segi yuridis.
Penelitian hukum normatif merupakan penelitian kepustakaan, yaitu penelitian
terhadap data sekunder.
Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah : 1) Dasar Pembatalan Akta Jual
Beli Tanah yang dibuat di Hadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah di Kabupaten
Manggarai Barat Menyatakan Tergugat I telah melakukan perbuatan
penipuan/tipu muslihat dalam pembuatan Akta Jual Beli 39/2015, Menyatakan
Akta Jual Beli Nomor: 39/2015, tidak sah dan tidak mempunyai kekuatan
hukum, Menyatakan bahwa Tergugat I telah melakukan cidera janji
(wanprestasi) terhadap Akta Kesepakatan Bersama Nomor 30 dan Akta
Perjanjian Pengikatan Jual Beli Nomor 32, Menyatakan Akta Kesepakatan
Bersama Nomor 30 Perjanjian Pengikatan Jual Beli Nomor 32, dinyatakan
batal dan tidak mempunyai kekuatan hukum dan Memerintahkan Tergugat I
menyerahkan kepada Penggugat atas fisik bidang tanah beserta dengan
Sertifikat Hak Guna Bangunan Nomor: 00035/Labuan Bajo tanggal 12 -03-
2015, Surat Ukur Nomor: 405/Labuan Bajo/2005 tanggal 06-03-2015 seluas
7.602 m2 yang terletak di Propinsi Nusa Tenggara Timur, Kabupaten
Manggarai Barat, Kecamatan Komodo, Kelurahan Labuan Bajo atas nama
Tergugat I. 2). Kedudukan dan Akibat Hukum Pembatalan Akta Jual Beli Tanah
yang dibuat di Hadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah di Kabupaten Manggarai
Barat menyatakan jual beli tanah tersebut batal dan tanah tersebut seger
dibaliknamakan ke PENGGUGAT, akibat dari pembatalan dari akta PPAT ini
dilakukan oleh kesalahan dari tergugat terdapat unsur tipu muslihat dan
Wanprestasi (cidera janji) atas kesepakatan yang dituangkan di Akta tersebut.
Kata Kunci : Pembatalan, Akta Jual Beli, Pertimbangan
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MISSOURI MATHEMATICS PROJECT (MMP) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATERI PERKALIAN DI SEKOLAH DASAR
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP) terhadap kemampuan berpikir kreatif materi perkalian di sekolah dasar. Missouri Mathematics Project (MMP) merupakan model pembelajaran yang terstruktur untuk membantu guru dalam hal penggunaan latihan-latihan-latihan agar siswa tercapai karena siswa diberikan juga keleluasaan untuk berpikir baik kelompok ataupun individu serta agar siswa mampu mengaplikasikan pemahaman sendiri dengan cara bekerja mandiri dalam seatwork. Model pembelajaran ini diperkenalkan di kelas III di SDN Timbulsloko 1 dengan kemampuan berpikir kreatif karena mempunyai empat konstruk pembelajaran: review, pengembangan, latihan terkontrol, dan penugasan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian Pre-Experimental Design dengan jenis One Group Pretest Posttest Design. Instrument yang digunakan yaitu tes, dimana peneliti memberikan pretest dahulu kepada siswa sebelum diberikan perlakuan dan posttest setelah diberikan perlakuan. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas III SDN Timbulsloko 1. Pengambilan sampel menggunakan non probability sampling dengan jenis sampling jenuh, sehingga sampel menggunakan seluruh siswa kelas III SDN Timbulsloko 1. Hasil analisis data menunjukkan pengaruh yang signifikan, dilihat dari hasil uji prasyarat (uji normalitas) yang memperoleh hasil, untuk uji normalitas data awal (pretest), nilai sig sebesar 0,379 dan normalitas data akhir (posttest) nilai sig sebesar 0,185. Sehingga dari hasil tersebut tergolong pada nilai sig>0,005 yang menunjukkan bahwa data berdistribusi normal. Selain itu dilihat juga dari uji syarat yaitu uji paired sample t-test yang memperoleh nilai sig sebesar <0,000. Hal ini menunjukkan bahwasannya nilai sig <0,05, dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima, sehingga dapat disimpulkan model pembelajaran Missouri Mathematics Project (MMP) dapat berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kreatif materi perkalian di sekolah dasar terutama siswa kelas III SDN Timbulsloko 1.
Kata Kunci: Missouri Mathematics Project (MMP), Kemampuan Berpikir Kreatif, Perkalian, Sekolah Dasa
KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) BERBANTUAN MEDIA ULAR TANGGA TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA PADA MATA PELAJARAN IPAS KELAS IV SD N KRIKILAN I
Studi ini menitikberatkan pada efektivitas model pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) dengan penerapan sarana ular tangga terhadap hasil belajar kognitif siswa dalam mata pelajaran IPAS kelas IV di SD Negeri Krikilan I. Bertujuan yang utama penelitian ini yaitu guna menilai efektivitas model pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) berbantuan media ular tangga kepada hasil pembelajaran kognitif murid pada mata pelajaran IPAS kelas IV di SD Negeri Krikilan I. Pendekatan yang dipergunakan pada studi ini yaitu kuantitatif dengan mempergunakan desain Quasi Experimental Design, yakni pola pretest-posttest control group design. Desain eksperimental tersebut mengikutsertakan 2 kelompok, yakni kelas kontrol serta kelas eksperimen, di mana 2 kelompok ini diberikan pretest dan posttest sebagai dasar pengumpulan data. Populasi dan sampel penelitian terdiri dari murid kelas IV SD Negeri Krikilan I serta SD Negeri Kemijen 3, masing-masing berjumlah 20 siswa, yang ditentukan melalui teknik sampling jenuh. Analisis data memperlihatkan bahwasannya pada kelas eksperimen, nilai rata-rata pretest yakni 46,10, sementara posttest yaitu 81,25. Uji paired sample t test memperlihatkan terdapat perbandingan yang berpengaruh antara postest serta pretest dengan nilai sig.(2-tailed)=0,000,
EFEKTIFITAS MODEL JIGSAW BERBANTUAN MEDIA PUZZLE TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PADA MATA PELAJARAN IPAS DI SEKOLAH DASAR
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui EFEKTIFITAS model jigsaw berbantuan media puzzle terhadap kemampuan berpikir kritis pada mata pelajara IPAS di sekolah dasar. penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian Quasi Experimental dengan menggunakan Nonequivalent Control Group Desain. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SD kelas V di SD Islam Sultan Agung 4. Sampel penelitian ini berjumlah 58 orang siswa yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan masing-masing kelompok terdiri atas 29 orang siswa kelas 5A sebagai kelas kontrol dan 29 orang siswa kelas 5B sebagai kelas eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model jigsaw berbantuan media puzzle efektif terhadap kemampuan berpikir kritis pada mata pelajaran IPAS di sekolah Dasar hal ini dibuktikan dengan hasil perhitungan uji independent sample t-test bahwa bahwa sig (2-tailed) 0,000 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Selain itu, pada perhitungan uji paired sample ditunjukkan bahwa sig (2-tailed) 0,000 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan berpikir kritis sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) menggunakan model jigsaw berbantuan media puzzle terhadap kemampuan berpikir kritis pada mata pelajaran IPAS di sekolah dasar.
Kata kunci : Model jigsaw, Media Puzzle, Kamampuan berpikir kritis, IPAS, sekolah dasa