Unissula Repository
Not a member yet
32889 research outputs found
Sort by
PENGARUH EKSTRAK DAUN SALAM (Syzygium polyanthum) TERHADAP KADAR TUMOR NECROSIS FACTOR (TNF-α) (Studi Eksperimental pada Tikus Putih Jantan Galur Wistar yang Diinduksi Karagenan)
Inflamasi merupakan respon pertahanan tubuh non spesifik terhadap
kerusakan jaringan yang ditandai oleh peningkatan kadar Tumor Necrosis Factor
(TNF-α) dalam darah karena aktivasi persinyalan Toll Like Receptor 4 (TLR4).
Daun salam mengandung flavonoid, tanin, dan saponin yang berpotensi sebagai
antiinflamasi dengan cara menghambat aktivasi persinyalan TLR4. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun salam terhadap kadar TNF-α
pada tikus jantan galur wistar yang diinduksi karagenan 1 %.
Penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan rancangan “post test
only control group design” dengan sampel penelitian 24 ekor tikus putih jantan
galur wistar yang dibagi 4 kelompok secara acak. Kontrol Normal (KN) diberi
pakan standar dan aquades; Kelompok Kontrol Sakit (KS) diberi pakan standar,
aquades, dan induksi karagenan 1%; Kelompok Perlakuan 1 (KP1) diberi pakan
standar, aquades, karagenan 1 %, dan ekstrak daun salam 100mg/kgBB; Kelompok
Perlakuan 2 (KP2) diberi pakan standar, aquades, karagenan 1 %, dan ekstrak daun
salam 200mg/kgBB. Pemeriksaan kadar TNF-α menggunakan ELISA.
Rerata kadar TNF-α pada Kelompok Normal 6,57 pg/ml, Kelompok Sakit
18,71 pg/ml, Kelompok Perlakuan 1 10,88 pg/ml, dan Kelompok Perlakuan 2 8,70
pg/ml. Hasil uji normalitas data (p > 0,05), uji homogenitas (p = 0,901), One Way
Anova menunjukan hasil beda signifikan 0,000. Uji Post Hoc LSD menunjukan
adanya perbedaan signifikan rerata kadar TNF-α pada semua kelompok.
Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa ekstrak daun salam berpengaruh
terhadap kadar TNF-α pada tikus putih jantan galur wistar yang diinduksi
karagenan 1%.
Kata kunci: Daun Salam, TNF-α, Karagenan 1
PENGARUH CUKA APEL TERHADAP KADAR ANTIOKSIDAN GLUTATHIONE PEROKSIDASE (G-Px) (Studi Eksperimental pada Tikus Jantan Galur Wistar pada Program Penghentian Rokok)
Asap rokok dapat menyebabkan peningkatan ROS sehingga menurunkan kadar
antioksidan endogen seperti glutathione peroksidase (G-Px). Nikotin dalam
rokok menjadi zat adiktif sehingga perokok menjadi ketergantungan dan
apabila berhenti timbul gejala putus nikotin. Cuka apel mengandung polifenol
yang dapat meningkatkan antioksidan dan menurunkan gejala putus nikotin.
Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh cuka apel terhadap kadar
antioksidan glutathione Peroksidase (G-Px) pada tikus jantan galur wistar pada
program penghentian rokok.
Penelitian eksperimental dengan rancangan post test only control grup design
menggunakan tikus jantan galur wistar dibagi 4 kelompok secara random.
Kelompok normal diberi pakan standar selama 43 hari. Kelompok kontrol,
kelompok cuka apel, dan kelompok Selective Serotonin Reuptake Inhibitor
(SSRI) + selenium diberi pakan standar dan dipapar asap rokok 4 batang/hari
selama 4 minggu, dan perlakuan sesuai kelompok selama 2 minggu. Hari ke-43
tikus diambil darah untuk diperiksa kadar G-Px menggunakan metode ELISA.
Hasil rerata kadar antioksidan G-Px yaitu 56,24±0,97 pg/ml (normal),
27,69±0,61 pg/ml (kontrol), 50,44±0,64 pg/ml (cuka apel), 49,38±0,49 (SSRI +
selenium). Hasil uji One Way Anova (p<0,05) dilanjutkan uji Post Hoc LSD
(p<0,05) pada rerata kadar antioksidan G-Px menunjukkan terdapat perbedaan
signifikan antar kelompok
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa cuka apel berpengaruh
terhadap kadar antioksidan glutathione Peroksidase (G-Px) pada tikus jantan
galur wistar pada program penghentian rokok.
Kata Kunci : asap rokok, cuka apel, kadar G-P
HUBUNGAN ANTARA BEBAN KERJA DENGAN BURNOUT SYNDROME PADA PERAWAT DI RSI SULTAN AGUNG SEMARANG
Latar Belakang: Burnout syndrome merupakan sebuah perubahan sikap dan perilaku seseorang dalam menjalani sebuah pekerjaan yang disebabkan oleh beberapa faktor salah satunya beban kerja. Salah satu profesi yang memiliki tingkat burnout syndrome tertinggi yaitu perawat. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengidentifikasi dan menganalisis hubungan beban kerja terhadap burnout syndrome pada perawat di RSI Sultan Agung Semarang.
Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner dan observasi. Jumlah responden sebanyak 107 orang dengan Teknik Total Sampling. Data yang diperoleh diolah secara statistic dengan menggunakan uji Spearman Rank.
Hasil: Berdasarkan hasil analisa diperoleh bahwa dari 107 responden penelitian, Sebagian besar memiliki karakteristik umur 26-35 tahun sebanyak 78 responden (72,9%), dengan karakteristik pendidikan sebagian besar berpendidikan D3 Keperawatan sebanyak 61 responden (57%), dan karakteristik dengan masa kerja hampir seluruhnya dengan masa kerja 1-7 tahun sebanyak 79 (73,8%). Hasil penelitian beban kerja menunjukan 13 responden dengan beban kerja ringan (12,1%), 10 responden dengan beban kerja sedang (9,3%) dan 84 responden dengan beban kerja berat (78,5%). Dengan responden paling banyak burnout syndrome dengan kategori ringan sebanyak 89 responden (83,2%), burnout syndrome dengan kategori sedang berjumlah 17 responden (15,9%), dan burnout syndrome dengan kategori ringan berjumlah 1 responden (0,9%).
Simpulan: Terdapat hubungan antara beban kerja dengan burnout syndrome pada perawat (0.001 < 0.05).
Kata kunci : Beban Kerja, Burnout Syndrome, Perawat
Daftar Pustaka: 34 (2017-2022
METODE DENTAL HEALTH EDUCATION (DHE) PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS
Latar Belakang: Masalah sosial yang ada pada anak berkebutuhan khusus
(ABK) mempengaruhi kebutuhan pendidikan anak-anak tersebut diantaranya
adalah ABK memiliki pengetahuan yang masih kurang khususnya pengetahuan
di bidang kesehatan gigi dan mulut. Permasalahan tersebut dapat ditangani
dengan pemberian Dental Health Education (DHE). Pemilihan DHE seharusnya
disesuaikan dengan anak berkebutuhan khusus untuk hasil yang lebih efektif
Tujuan: untuk menyediakan referensi publikasi yang relevan terkait dengan
metode dental health education yang efektif pada anak berkebutuhan khusus.
Metode: Metode penelitian ini adalah literature riview dengan pencarian data
base menggunakan NCBI (PubMed, Science Direct, dan Cochrane) pada artikel
yang publish tahun 2018-2023. Penelitian artikel berdasarkan literatur inklusi dan
ekslusi didapatkan sebanyak 39 literatur. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan
bahwa penerapan metode dental health education pada anak berkebutuhan
khusus berupa metode kombinasi (bahasa isyarat, metode visual, demontrasi,
media audio), dents voice dan ATP merupakan metode yang efektif terhadap anak
berkebutuhan khusus terlihat dari hasil telaah 39 literatur. Kesimpulan: Metode
dental health education untuk tunawicara adalah kombinasi dari bahasa isyarat
dan metode visual, metode untuk tunarungu adalah demontrasi dengan
menggunakan bahasa isyarat dan phantom gigi, metode untuk tunanetra adalah
dents voice dan audio tactile performance (ATP), metode untuk tunagrahita
adalah media video, metode untuk tunadaksa adalah kombinasi dari media audio
dan media demontrasi.
Kata Kunci: metode, dental health education, anak berkebutuhan khusu
PENGARUH PENAMBAHAN PECAHAN KULIT KERANG TERHADAP KUAT MEKANIK PADA PAVING BLOCK
Pada umumnya perkerasan jalan menggunakan perkerasan aspal, beton, dan
campuran beton aspal. Sementara itu, harganya yang relatif mahal konsumen lebih
memilih menggunakan perkerasan paving block. Bahan penyusunan paving block
adalah agregat halus, semen, dan air. Dalam penelitian ini digunakan bahan tambah
abu batu untuk pengaganti pasir dan alat cetak paving block yang telah
dimodifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat mekanik daya serap
air, kuat tekan dan kuat lentur paving block.
Pada pengujian kadar air, peneliti menggunakan kadar air 400 ml dengan
komposisi 1 pc : 6 ps untuk pembuatan paving block. Dalam pembuatan paving
block dengan bahan tambahan abu kulit kerang hijau dan pecahan kulit kerang hijau
sebesar 0%, 5%, 10%, 15% serta menggunakan kadar air 400 ml.
Setelah pembuatan, menunggu paving block berumur 14 hari serta dilakukannya
perawatan paving block dengan cara diperciki air ataupun disiram. Lalu paving
block dapat dilakukan pengujian. Hasil pengujian kadar air mengggunakan kadar
jumlah air 400 ml untuk pembuatan paving block dengan komposisi 1 pc : 6 ps,
karena adukan sudah padat dan tidak kekurangan air maupun kelebihan air. Untuk
hasil pengujian daya serap air nilai optimum dengan penambahan abu kulit krang
hijau dan pecahan kulit krang hijau 0% dengan daya serap air sebesar 5,71%. Untuk
hasil pengujian kuat tekan nilai optimum dengan penambahan abu kulit krang hijau
dan pecahan kulit krang hijau 0% dengan kuat tekan sebesar 12,205 Mpa. Untuk
hasil pengujian kuat lentur nilai optimum dengan penambahan abu kulit krang hijau
dan pecahan kulit krang hijau 0% dengan kuat lentur sebesar 4,753 Mpa
PERANCANGAN ULANG STRUKTUR TAHAN GEMPA GEDUNG FASILITAS PENDIDIKAN 10 LANTAI DENGAN STRUKTUR UTAMA PORTAL BAJA
Indonesia merupakan negara yang sering dilanda gempa bumi karena letaknya
yang berada di pertemuan lempeng tektonik. Gempa bumi adalah peristiwa
dimana getaran atau guncangan terjadi di permukaan bumi karena pelepasan
energi tiba-tiba dari dalam bumi yang menghasilkan gelombang seismik. Getaran
inilah yang menjadi penyebab keruntuhan struktur, karena gaya lateral yang
terjadi pada struktur melebihi kapasitasnya untuk menahan beban lateral. Oleh
karena itu, penyediaan struktur tahan gempa pada bangunan sangatlah penting.
Perancangan ini bertujuan untuk merancang struktur tahan gempa pada gedung
fasilitas pendidikan 10 lantai dengan menggunakan portal baja yang merupakan
sistem struktur rangka yang terdiri dari komponen-komponen balok dan kolom
berbahan baja yang saling terhubung. Portal baja digunakan sebagai sistem
struktur tahan gempa karena memiliki kemampuan untuk menahan beban gempa
yang besar.
Metode penelitian yang digunakan adalah analisis statik ekuivalen dengan
menggunakan software SAP2000. Analisis ini dilakukan untuk memperoleh gayagaya
dalam
dan
luar
yang
bekerja
pada
struktur,
serta
untuk
mengetahui
dimensi
dan
perkuatan elemen struktur. Selain itu, penelitian ini juga memverifikasi
persyaratan keselamatan struktur berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI)
1729:2019 tentang Proses Perencanaan Struktur Baja pada Gedung dan SNI 1726:
2019 tentang proses perencanaan ketahanan gempa pada struktur bangunan
Gedung dan struktur non Gedung.
Kata kunci : Struktur Tahan Gempa; Gedung Fasilitas Pendidikan; Portal Baja;
Analisis Statik Ekuivalen; Standar Nasional Indonesia
PENGASUHAN KIAI PESANTREN DALAM MEMBENTUK KEPATUHAN SANTRI DI PONPES MA’HADUT THOLABAH LEBAKSIU TEGAL
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengasuhan yang dilakukan oleh kiai pesatren dalam membentuk kepatuhan santri, meneliti gambaran umum pengasuhan yang dilaksanakan, proses berlangsungnya pengasuhan, dan dampak pengasuhan yang dilaksanakan terhadap kepatuhan santri. penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara semi terstruktur, observasi, serta dokumentasi. Subjek dalam penelitian menggunakan tiga responden yang diperoleh menggunakan metode purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kepengasuhan yang terlaksana menerapkan pola pengasuhan yang menerapkan peraturan sebagai salah satu metode utamanya. Dalam aspek kontrol, komunikasi, hukuman dan hadiah, serta disiplin terlihat ketiga subjek kesesuaian makna dan pembahasan. Dimana dari aspek yang disampaikan oleh subjek. diklasifikasikan menggunakan teori pola asuh Baumrind sehingga dapat diketahui kepengasuhan yang terlaksana menggunakan pola asuh demokratis. Pola asuh yang diterapkan disesuaikan dengan santri, terdapat suasana yang komunikatif antara kiai dan santri sesuai dengan fungsinya, memberikan bimbingan kepada santri, serta memberikan apresiasi dan hukuman sesuai dengan santri. sehingga dengan adanya pola asuh tersebut membuat santri semakin bertanggung jawab dengan diri mereka sendiri serta menyadari perlunya patuh kepada seorang kiai.
Kata kunci : Pola Asuh Kiai, Demokratis, Kepatuhan santr
ANALISIS ASPHALT CONCRETE WEARING COURSE (AC-WC) DENGAN SUBSTITUSI ABU SEKAM PADI (RICE HUSK ASH) DAN ABU TERBANG BATU BARA (FLY ASH)
Memanfaatkan limbah sekitar dapat menjadi salah satu alternatif yang bisa dilakukan untuk menghemat biaya dalam pembuatan campuran beraspal. Penggunaan abu terbang batu bara (fly ash) dan abu sekam padi (rice husk ash) sebagai bahan substitusi pada campuran aspal bertujuan untuk mengisi rongga dan merekatkan rongga antar agregat di dalam campurannya.
Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan percobaan Marshall Test yang akan menghasilkan nilai VMA (Void in The Mineral Aggregat), VIM (Void in The Mix), VFB (Void Filled Bitumen), flow dan MQ (Marshall Quotient). Pada penelitian ini Kadar Aspal Optimum (KAO) digunakan pada kadar aspal 5,8%. Kadar fly ash yang digunakan adalah 0%, 10%, 20%, 30%, 0%, 40% dan
50%. Kadar abu sekam padi yang digunakan adalah 0%, 0%, 0,25%, 0,5%, 1%,
1,5%, dan 2%.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa campuran AC-WC dengan menggunakan bahan substitusi fly ash dan abu sekam padi mempunyai kestabilan yang lebih baik. Job Mix Design terbaik terdapat pada campuran dengan komposisi fly ash 30% + abu sekam padi 0,5% yang keseluruhan memenuhi Spesifikasi Bina Marga Tahun 2018 Revisi 2.
Kata Kunci: Fly ash, abu sekam padi, AC-WC, Marshall Tes
PERAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL DALAM MENGATASI FEAR OF MISSING OUT PADA GENERASI Z YANG KECANDUAN MEDIA SOSIAL DI KALANGAN MAHASISWA UNISSULA
Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi saat ini telah menciptakan perubahan besar terhadap penyebaran informasi dengan hanya terhubung dalam media sosial segala informasi bisa di peroleh, mahasiswa adalah salah satu komunitas yang rentan terhadap kecanduan media sosial dan terkena Fear of Missing Out. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana komunikasi interpersonal dapat mengatasi Fear of Missing Out pada mahasiswa yang kecanduan media sosial. Paradigma yang digunakan adalah paradigma konstruktivis. Tipe penelitian adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Teori yang digunakan penelitian ini adalah Self Disclosure Theory.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagai berikut keterampilan komunikasi interpersonal yang baik cenderung lebih mampu untuk mengatasi Fear of Missing Out serta dampak prasangka yang ditimbulkan. Kemampuan untuk membangun hubungan yang mendalam dan mengelola emosi, serta mengakses dukungan sosial secara efektif dapat membantu mahasiswa mengurangi dampak negatif Fear of Missing Out. Fear of Missing Out disebabkan oleh beberapa faktor seperti penggunaan internet secara berlebihan, tekanan sosial dan kurangnya kontrol diri yang baik. Dalam penelitian ini juga ditemukan bahwa Fear of Missing Out acapkali terjadi pada generasi Z karena adanya kebutuhan yang kuat untuk diakui dan diterima dalam kelompok sosialnya.
Kata Kunci : Fear of Missing Out, Komunikasi Interpersonal, Generasi Z, kecanduan Media Sosia
ANALISA DAYA DUKUNG DAN PENURUNAN PONDASI BOREDPILE MENGGUNAKAN METODE MEYERHOF, REESE & WRIGHT, POULOS & DAVIS DAN PROGRAM PLAXIS ( STUDI KASUS : PROYEK PEMBANGUNAN JALAN TOL SOLO – YOGYAKARTA- NYIA KULON PROGO PAKET 1.1)
Infrastruktur merupakan salah satu faktor penunjang untuk meningkatkan sektor
ekonomi. Dengan dibangunnya infrastruktur yang terintegrasi akan memudahkan
konektifitas antar wilayah sehingga dapat meningkatkan ekonomi wilayah tersebut.
Pada bangunan infrastruktur sipil akan di topang dengan pondasi, maka dari itu
pondasi memiliki pengaruh pada keamanan dan kestabilan bangunan yang berada
di atasnya.
Pondasi berfungsi untuk menyalurkan beban ke dalam lapisan tanah. Pondasi
bored pile adalah salah satu pondasi yang sering digunakan pada proyek konstruksi.
Tugas Akhir ini membahas pada Proyek Pembangunan Jalan tol Solo- Yogyakarta-
Nyai Kulon Progo paket 1.1.
Pada Tugas Akhir ini akan dihitung daya dukung bored pile berdasarkan data
Standart Penetration Test (SPT) yang telah ditetapkan, Tujuan dari analisaa
menggunakan metode Mayerhoff (1976), Resse & Wright (1977), Poulos Davis
(1980) dan mengetahui penurunan tanah dari metode Poulos Davis dan Program
Plaxis 8.2, serta daya dung tiang akibat beban lateral dengan metode broms (1964).
Berdasarkan hasil analisa yang dilakukan nilai daya dukung tiang tunggal
dengan metode Mayerhoff (1976) memiliki nilai sebesar 451,458 ton, Resse &
Wright (1977) sebesar 584,62 ton. Nilai penurunan tunggal dengan metode Poulos
Davis sebesar 0,007462 m dengan metode Program Plaxis 8.2 sebesar 0,00847 m.
Nilai daya dukung tiang akibat beban lateral dengan metode broms (1964)
didapatkan nilai sebesar 131,684 ton
Kata Kunci: Infrastruktur; Pondasi; Daya Dukung; Penurunan