Unissula Repository
Not a member yet
32889 research outputs found
Sort by
DISASTER MANAGEMENT LEADERSHIP DAN INTRINSIC MOTIVATION MENUJU PENINGKATAN KINERJA SDM BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan
manajemen bencana terhadap kinerja sumber daya manusia (SDM) dan motivasi
intrinsik mereka di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten
Kotawaringin Barat. Menggunakan pendekatan penelitian eksplanatif, studi ini
melibatkan seluruh SDM di BPBD Kabupaten Kotawaringin Barat sebagai populasi
dengan jumlah sampel sebanyak 55 responden, yang dipilih melalui teknik
penarikan sampel sensus. Data primer dikumpulkan menggunakan kuesioner yang
mengandung pertanyaan-pertanyaan terkait variabel kepemimpinan manajemen
bencana dan kinerja SDM, diukur dengan skala Likert 1 sampai 5, dan dianalisis
menggunakan alat statistik Partial Least Squares (PLS).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan manajemen bencana
memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja SDM dan motivasi
intrinsik mereka di BPBD Kabupaten Kotawaringin Barat. Lebih lanjut, motivasi
intrinsik juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja SDM.
Temuan ini mengindikasikan pentingnya kepemimpinan efektif dalam manajemen
bencana untuk meningkatkan kinerja dan motivasi intrinsik SDM, yang krusial
dalam penanggulangan bencana. Penelitian ini memberikan wawasan baru tentang
dinamika kepemimpinan dan motivasi dalam konteks penanggulangan bencana,
menawarkan kontribusi penting bagi praktik manajemen bencana di Indonesia,
khususnya di BPBD Kabupaten Kotawaringin Barat.
Kata Kunci: Kepemimpinan Manajemen Bencana; Kinerja SDM; Motivasi
Intrinsi
PAYA PENINGKATAN KINERJA SUMBER DAYA MANUSIA MELALUI PEMIMPIN TRANSFORMASI DAN MOTIVASI INTRINSIK
SDM Perencana yang ada di Kabupaten Kotawaringin Barat juga
berkewajiban menjaga konsistensi perencanaan yang telah dibuat agar tetap dalam
koridor yang telah disahkan dan diketahui bersama, dalam mencapai visi, misi dan
tujuan daerah. Disinilah pentingnya mengapa seorang perencana harus terdidik,
terampil, berdisiplin, tekun, mau bekerja keras dan loyal terhadap pimpinan.
Dalam kaitannya dengan kinerja pegawai, ada beberapa faktor yang
mempengaruhi kinerja pegawai, diantaranya adalah faktor kepemimpinan,
motivasi instrinsik dan kepuasan kerja.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif (Explanatory research),
sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah seluruh perencana SKPD di
Kabupaten Kotawaringin Barat tahun 2023 dengan jumlah sampel 101 orang yang
diambil menggunakan total sampling. Metode analisis yang digunakan pada
penelitian ini yaitu Partial least square (PLS-SEM) dengan alat analisis Smart PLS
3.0.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tidak terdapat pengaruh positif dan
signifikan kepemimpinan transformasi terhadap kinerja SDM Perencana
Kabupaten Kotawaringin Barat. Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara
kepemimpinan transformasi terhadap motivasi instrinsik. Terdapat pengaruh
positif dan signifikan antara motivasi instrinsik terhadap kinerja sumber daya
manusia.
Kata Kunci: Kinerja Sumber Daya Manusia, Kepemimpinan Transformasi,
Motivas
MODEL PENINGKATAN KINERJA SUMBER DAYA MANUSIA DI SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengalaman kerja dan kompetensi
berpengaruh terhadap kinerja sumber daya manusia. Populasi dalam penelitian ini
adalah seluruh sumber daya manusia di Sekretariat Daerah Kabupaten
Kotawaringin Barat berjumlah 179 orang. Sedangkan sampel yang dipakai dalam
penelitian ini sebanyak 124 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan
teknik purposive sampling dengan jumlah responden sebesar 124 orang tetapi yang
bersedia memberikan respon sebanyak 120 orang, menggunakan kuesioner yang
didistribusikan secara langsung melalui google formulir untuk memperoleh data
secara objektif sekaligus sebagai instrumen penelitian. Analisis data menggunakan
Partial Least Square (PLS) versi 3.2.9 dengan model persamaan struktural serta
analisis faktor dan analisis jalur untuk menguji hipotesis dan menilai efek mediasi
dari variabel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengalaman kerja
berpengaruh terhadap kinerja sumber daya manusia secara positif dan signifikan
sebesar sebesar 3,588 > t-tabel (1,657) dengan P-Value sebesar 0,000 < 0,05.
Kompetensi berpengaruh terhadap kinerja sumber daya manusia secara positif dan
signifikan sebesar sebesar 8,389 > t-tabel (1,657) dengan P-Value sebesar 0,000 <
0,05 serta pengalaman kerja berpengaruh terhadap kompetensi secara positif dan
signifikan sebesar 5,326 > t-tabel (1,657) dengan P-Value sebesar 0,000 < 0,05.
pengaruh tidak langsung (indirect effect) variabel pengalaman kerja terhadap
kinerja sumber daya manusia dengan mediasi variabel kompetensi diketahui
sebesar 0,302. Uji sobel menghasilkan besaran t-hitung senilai 4,575 > t-tabel
(1,657) dengan P Values sebesar 0,000 < 0,05. Hal tersebut mempunyai arti bahwa
kompetensi yang diusulkan sebagai variabel untuk memediasi antara pengalaman
kerja dan kinerja sumber daya manusia memberikan kontribusi yang kuat.
Kata kunci: Pengalaman Kerja, Kompetensi, Kinerja Sumber Daya Manusi
IKLIM ORGANISASI, ANTUSIASME KERJA DAN KEPUASAN KERJA GURU STUDI EMPIRIS DI SEKOLAH DASAR SE KABUPATEN KOTAWARINGIN BARAT
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi meningkatkan
kepuasan kerja guru sekolah dasar melalui peningkatan iklim organisasi dan
antusiasme di Kabupaten Kotawaringin Barat. Metode penelitian yang digunakan
adalah penelitian eksplanatory research yang bertujuan untuk memahami
keterkaitan antara variabel-variabel yang diteliti, yaitu iklim organisasi,
antusiasme kerja, dan kepuasan kerja guru. Sampel penelitian terdiri dari 150 guru
sekolah dasar ASN di Kabupaten Kotawaringin Barat, dipilih melalui metode non
probability sampling dengan pendekatan Purposive Sampling. Analisis data
dilakukan menggunakan metode Partial Least Square (PLS).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklim organisasi memiliki dampak
positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja guru, begitu juga dengan
antusiasme kerja guru. Selain itu, antusiasme kerja guru juga memiliki pengaruh
yang signifikan terhadap kepuasan kerja mereka. Temuan ini menyoroti pentingnya
memperhatikan faktor-faktor seperti iklim organisasi dan antusiasme kerja dalam
upaya meningkatkan kepuasan kerja guru di lingkungan sekolah dasar.
Kata Kunci : iklim organisasi; antusiasme kerja; kepuasan kerja gur
PENINGKATAN KUALITAS HIDUP PENDERITA HIPERTENSI MELALUI KOMPETENSI TENAGA KESEHATAN DI POSYANDU LANSIA PUSKESMAS JIKEN
Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah
kesehatan masyarakat di Indonesia. Prevalensi hipertensi yang tinggi dapat
menyebabkan penurunan kualitas hidup penderitanya. Salah satu upaya untuk
meningkatkan kualitas hidup penderita hipertensi adalah melalui peningkatan
kompetensi tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan dan edukasi kepada
pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi tenaga
kesehatan terhadap kualitas hidup penderita hipertensi di Posyandu Lansia Puskesmas
Jiken. Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed methods) dengan
pendekatan sekuensial eksplanatori. Pada tahap pertama, dilakukan penelitian
kuantitatif dengan desain cross-sectional menggunakan kuesioner untuk mengukur
kompetensi tenaga kesehatan dan kualitas hidup penderita hipertensi. Pada tahap
kedua, dilakukan penelitian kualitatif dengan wawancara mendalam dan observasi
untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang memengaruhi kompetensi tenaga kesehatan
dan kualitas hidup penderita hipertensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat
hubungan positif yang signifikan antara kompetensi tenaga kesehatan dengan kualitas
hidup penderita hipertensi. Faktor-faktor yang memengaruhi kompetensi tenaga
kesehatan antara lain pelatihan, motivasi, dan dukungan dari pihak puskesmas,
sedangkan faktor-faktor yang memengaruhi kualitas hidup penderita hipertensi
meliputi kepatuhan pengobatan, gaya hidup, dan dukungan sosial. Penelitian ini
memberikan rekomendasi praktis untuk meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan
melalui pelatihan dan pemberian insentif, serta meningkatkan kualitas hidup
penderita hipertensi melalui program edukasi dan konseling yang efektif. Temuan
penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi dalam pengembangan program
penanganan hipertensi di posyandu lansia dan meningkatkan kualitas pelayanan
kesehatan bagi penderita hipertensi.
Kata kunci: hipertensi, kualitas hidup, kompetensi tenaga kesehatan, posyandu
lansia, puskesmas
PENURUNAN BURNOUT TENAGA KESEHATAN WANITA DI KABUPATEN BLORA MELALUI SPIRITUAL LEADERSHIP DAN RELIGIOUS COPING
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksplanatori asosiatif untuk
menguji pengaruh spiritual leadership, religious coping, dan burnout. Populasi yang
diteliti adalah seluruh tenaga kesehatan wanita di Puskesmas se-Kabupaten Blora,
dengan jumlah populasi yang diambil sebanyak 768 orang. Metode pengambilan
sampel yang digunakan adalah Nonrandom atau Nonprobabilitas, dengan
menerapkan teknik Purposive Sampling. Sampel terdiri dari 84 tenaga kesehatan
wanita di Puskesmas se-Kabupaten Blora yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu,
seperti menjadi tenaga kesehatan PNS, beragama Islam, dan bekerja di Puskesmas se
Eks Karesidenan Ngawen. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner tertutup
dengan interval pernyataan 1 – 5, dari Sangat Tidak Setuju (STS) hingga Sangat
Setuju (SS). Analisis data menggunakan Partial Least Square (PLS).
Hasil analisis menunjukkan bahwa pemimpin dengan gaya spiritual
leadership memiliki pengaruh negatif terhadap burnout tenaga kesehatan wanita,
sementara pemimpin dengan gaya emphatical leadership yang kuat memiliki
pengaruh positif terhadap religious coping tenaga kesehatan wanita. Selain itu,
burnout cenderung berkurang jika karyawan memiliki religious coping yang kuat.
Kata Kunci : spiritual leadership; religious coping; burnou
EFEKTIVITAS PROGRAM NGAJI PAGI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA AL-QUR’AN PESERTA DIDIK DI SMP ISLAM ASSALAM KRADENAN
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana implementasi program ngaji pagi,bagaimana tingkat kemampuan membaca Al-Qur’an peseta didik dan efektivitas Ngaji pagi dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an peserta didik di SMP Islam Assalam Kradenan.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif penelitian dilakukan pada saat interaksi berlangsung di lapangan. Peneliti mengamati, mencatat, mempertanyakan, menggali sumber-sumber yang berkaitan erat dengan peristiwa yang terjadi pada saat itu. Lokasi penelitian di SMP Islam Assalam Kradenan. Jenis dan sumber data yang digunakan berupa data primer dan data sekunder, teknik pengumpulan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi teknik, triangulasi sumber, dan triangulasi waktu. Hasil penelitian menunjukkan Program Ngaji Pagi di SMP Islam Assalam Kradenan telah diimplementasikan dengan baik dan terstruktur. Langkah-langkah perencanaan yang matang telah dilakukan oleh pihak sekolah, termasuk penetapan tujuan pembelajaran yang jelas, penyusunan materi pembelajaran yang relevan, dan perencanaan metode pengajaran yang sesuai. Melalui program Ngaji Pagi, terjadi peningkatan signifikan dalam kemampuan membaca Al-Qur’an peserta didik. Data hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan dalam kelancaran, tartil, kesesuaian pelafalan huruf sesuai makhraj, ketepatan membaca sesuai tajwid, pronunsi, intonasi, konsistensi, dan kesinambungan dalam membaca Al-Qur’an. Peserta didik secara konsisten telah melaporkan adanya peningkatan dalam kefasihan membaca Al-Qur’an, pemahaman tajwid, dan juga pemahaman makna ayat-ayat dibuktikan dengan adanya buku setoran Ngaji pagi.
Kata Kunci :Efektivitas,Pembelajaran Al-Qur’a
IM PLEMENTASI PENGGUNAAN MEDIA MOTION GRAPHIC UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP 4 MUHAMMADIYAH SEMARANG
Perkembangan dunia digital yang semakin maju membuat dunia Pendidikan mengikuti kemajuan teknologi yang ada. Hal ini disebabkan dengan adanya kemajuan teknologi yang mampu memuat seluruh perkembangan yang ada di dunia ini. Pendidikan dan teknologi merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahan. Dunia Pendidikan dituntut untuk selalu mengikuti kemajuan teknologi guna meningkatkan suatu mutu Pendidikan. Terutama penyesuaian penggunaannya bagi dunia Pendidikan khususnya dalam proses belajar.penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi dan wawancara tidak struktur hasil dari penelitian yaitu media motion graphic mampu meningkatkan motivasi belajar peserta didik, karena dengan mengggunakan media pembelajaran yang menarik peserta didik menjadi lebih semangat untuk belajar
Kata Kunci : Motion Graphic, Motivasi Belaja
PERAN KEPEMIMPINAN DALAM MENDORONG INOVASI DAN KINERJA TIM DI PUSKESMAS: STUDI KASUS PADA PUSKESMAS KEDUNGTUBAN BLORA
Inovasi dan kinerja tim yang tinggi merupakan faktor kunci dalam meningkatkan
kualitas pelayanan kesehatan di puskesmas. Kepemimpinan yang efektif berperan
penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung inovasi dan mendorong
kinerja tim. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepemimpinan dalam
mendorong inovasi dan kinerja tim di Puskesmas Kedungtuban Blora. Penelitian ini
menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif dengan menggunakan metode
wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Partisipan dalam penelitian
ini meliputi kepala puskesmas, kepala ruangan, tenaga kesehatan, dan staf pendukung
di Puskesmas Kedungtuban Blora. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
kepemimpinan di Puskesmas Kedungtuban Blora memiliki peran yang signifikan
dalam mendorong inovasi dan kinerja tim. Beberapa faktor kepemimpinan yang
berpengaruh meliputi komunikasi terbuka, delegasi dan pemberdayaan, penghargaan
dan pengakuan, fasilitasi pelatihan, serta kebebasan berinovasi. Namun, terdapat
beberapa gap atau kesenjangan antara kondisi ideal dengan praktik kepemimpinan yang
ada saat ini Penelitian ini memberikan rekomendasi praktis bagi pemimpin puskesmas
dalam menerapkan gaya kepemimpinan yang mendukung inovasi dan kinerja tim,
seperti meningkatkan komunikasi terbuka, mendelegasikan wewenang, membangun
sistem penghargaan yang efektif, memfasilitasi pelatihan, dan menciptakan lingkungan
yang aman untuk berinovasi. Temuan penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi
dalam pengembangan kepemimpinan di puskesmas dan meningkatkan kualitas
pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Kata kunci: kepemimpinan, inovasi, kinerja tim, puskesma
IMPLEMENTASI METODE JIGSAW DALAM PEMBELAJARAN FIKIH DI MI MIFTAHUTH THOLIBIN WARU MRANGGEN DEMAK
Penelitian dalam skripsi ini di latar belakangi oleh beberapa kendala dan manfaat dalam penerapan metode jigsaw diantaranya: Saya melihat salah satu kelas di antara semua kelas ini yang masih memiliki keterampilan sosial yang agak kurang sebagaimana semuanya tergambar ketika saya menggunakan metode diskusi di dalam kelas. Dengan rumusan masalah bagaimana perencanaan pelaksanaan dan evaluasi metode implementasi metode jigsaw dalam pembelajaran fikih di MI Miftahuth tholibin waru Mranggen Demak. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yaitu di mana cara memperoleh data melalui penelitian secara langsung di lapangan yang dilakukan melalui kegiatan observasi wawancara serta dokumentasi yang nantinya akan dijadikan data berupa laporan atau uraian. Disimpulkan bahwa implementasi metode jigsaw dalam pembelajaran Fikih di MI Miftahuth Tholibin waru Mranggen Demak berjalan dengan baik sesuai dengan tahapan perencanaan pelaksanaan dan evaluasi.
Kata kunci : Implementasi, Metode Jigsaw , Pembelajaran Fikih Guru Peserta Didik