Unissula Repository
Not a member yet
    32889 research outputs found

    IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENGELOLAAN PARKIR SEBAGAI PENDAPATAN DAERAH DI KABUPATEN DEMAK

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan retribusi parkir dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Demak yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Demak. Untuk mengetahui hambatan yang dihadapi oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Demak dalam mengelola retribusi parkir guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Demak. Untuk mengetahui solusi Dinas Perhubungan Kabupaten Demak dalam mengelola retribusi parkir guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Demak. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis sosiologis untuk memecahkan masalah penelitian dengan meneliti data sekunder dan data primer dengan menemukan kenyataan hukum yang dialami di lapangan serta metode deskriptif kualitatif, yakni dimana data yang diperoleh kemudian disusun secara sistematis sehingga akan diperoleh gambaran yang komperhensif, dimana nantinya data akan dipaparkan secara deskriptif. Hasil penelitian diantaranya Pengelolaan retribusi parkir dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Demak yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Demak dapat dilihat dari Paturan Bupati Kabupaten Demak Nomor 37 Tahun 2019 tentang Petunjuk Pelaksanaan Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum, yaitu Dalam Pasal 4 tersebut menerangkan bahwa terkait retribusi parkir harus diberikan secara langsung kepada Juru Parkir (JUKIR) dengan tanda bukti diberikannya karcis. Dan Pasal 13 menerangkan Tata cara pelaksanaan pemungutan Retribusi Parkir Harian. Hambatan yang dihadapi oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Demak dalam mengelola retribusi parkir guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Demak yaitu sebagai berikut: (1) Rendahnya Sistem Pengawasan, (2). Kurangnya kesadaran Wajib Pajak, (3). Faktor Alam, (4). Kurang Displinnya Petugas Parkir Dalam Menyetorkan Retribusi, (5). Minimnya Lahan Parkir, (6). Kurangnya Kesadaran Masyarakat, (7). Petugas Parkir Tidak Resmi/Ilegal. Solusi Dinas Perhubungan Kabupaten Demak Dalam Mengelola Retribusi Parkir Guna Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Demak yaitu sebagai berikut: (a). Meninjau kembali pelaksanaan peraturan daerah tersebut, apakah sudah dilaksanakan secara maksimal atau belum (b) Mencari penyebab dari belum maksimalnya pelaksanaan peraturan-peraturan daerah. (c) Penggalian sumber-sumber baru. (d) Diperlukan pembukaan lahan parkir baru yang akan menampung volume kendaraan dengan jumlah besar sehingga retribusi yang diperoleh akan lebih besar Kata Kunci : Pengelolaan Parkir, Pendapatan Daerah, Kabupaten Demak

    HUBUNGAN KARAKTERISTIK DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN HEMODIALISA DI RUMAH SAKIT ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG

    Get PDF
    Latar Belakang : pasien dengan hemodialisa sering mengalami kecemasan. Factor-faktor yang mempengaruhi kecemasan yaitu usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, status pernikahan, lama menjalani dan dukungan keluarga. Metode : Jenis penelitian kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan adalah pasien hemodialisa di RSI Sultan Agung Semarang. Teknik yang digunakan adalah Teknik Total Sampling sebanyak 87 pasien. Menggunakan uji Gamma dan Spearman. Hasil : terdapat hubungan antara status pekerjaan, lama menjalani, status pernikahan, dan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan dan tidak terdapat hubungan antara usia,jenis kelamin, pendidikan dengan tingkat kecemasan Simpulan : terdapat hubungan siginifikan antara karakteristik dan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pada pasien hemodialisa Kata kunci : Karakteristik pasien hemodialisa, Dukungan keluarga, Tingkat kecemasa

    PROSES PENYELIDIKAN DAN PENYIDIKAN TINDAK PIDANA PENIPUAN ONLINE MELALUI MEDIA ELEKTRONIK STUDI KASUS DI KEPOLISIAN DAERAH (POLDA) JAWA TENGAH

    Get PDF
    Penelitian ini dilatar belakangi oleh ketertarikan penulis terhadap kasus penipuan jual beli online yang marak terjadi pada saat ini. Banyak sekali masyarakat yang kurang mengetahui bagaimana mekanisme hukum yang harus dilakukan ketika mengalami kasus tersebut. Jadi penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses penyelidikan dan penyidikan tindak pidana penipuan online melalui media elektronik, kendala yang dihadapi kepolisian dalam menangani kasus tindak pidana penipuan online dan upaya yang dilakukan oleh kepolisian dalam mengatasi kasus tersebut. Metode Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis sosiologis. Pendekatan yuridis sosiologis adalah metode penelitian yang mengkaji ketentuan hukum yang berlaku serta apa yang terjadi dalam masyarakat. Penelitian yuridis sosiologis ini menggunakan data sekunder sebagai data awalnya, yang kemudian dilanjutkan dengan data primer di lapangan atau terhadap masyarakat dengan menganalisis proses penyelidikan dan penyidikan tindak pidana penipuan online, endala yang dihadapi dan upaya yang dilakukan oleh kepolisian dalam melakukan proses penyelidikan dan penyidikan tindak pidana penipuan melalui media elektronik di wilayah hukum Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa proses penyidikan dan penyelidikan terhadap tindak pidana penipuan jual beli online dimulai dari tahap pengolahan tempat kejadia perkara pengamatan, wawancara, pembututan, penyamaran, pelacakan, penilitian dan analisis dokumen sapai dengan pemberkasan. pemberkasan. Kendala yang dihadapi ada 2 yaitu kendala internal seperti minimnya saranya prasarana dan eksternal seperti kesadaran masyarakat yang kurang akan penipuan jual beli online. Upaya yang dilakukan yaitu bekerja sama kepada pihak yang terlibat, meminta bantuan kepada ahli dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Kata Kunci: Penyelidikan; Penyidikan; Penipuan jual beli onlin

    UPAYA KEPOLISIAN RESOR PATI DALAM PENANGANAN PELANGGARAN PEREDARAN MINUMAN BERALKOHOL DI WILAYAH KABUPATEN PATI

    Get PDF
    Perkembangan dan kemajuan jaman membuat banyak sekali perubahan pergeseran nilai dalam kehidupan dalam segala aspek budaya terutama dalam peredaran minuman beralkohol. Data Ungkap Kasus Satsabhara Tahun 2023 pada bulan April-Maret sebanyak 168 pelanggaran. Tipe penelitian dalam penulisan skripsi ini adalah yuridis sosiologis Lokasi penelitian dilakukan di Polres Pati. Spesifikasi penelitian skripsi menggunakan deskriptif analisis dan jenis dan sumber data menggunakan data sekunder data primer. Teknik pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan dan wawancara. Teknik analisa data menggunakan teknik deskriptif analisis dan penyajian data secara kualitatif. Fungsi Kepolisian Negara Republik Indonesia diatur dalam Pasal 13 dan Pasal14 Ayat (1) UU No. 2 Tahun 2002 antara lain menjaga keamanan, ketertiban, melindungi, mengayomi, melayani, serta menegakan hukum. Kesimpulannya bahwa upaya yang dilakukan oleh kepolisian, dalam hal ini merupakan kewenangan Polres Pati, yaitu antara lain : (a) Upaya pre-emtif yaitu upaya-upaya awal yang dilakukan oleh pihak kepolisian dalam pencegahan secara dini, (b) Upaya preventif, yaitu upaya dilakukan oleh kepolisian Polres Pati dalam menindak pelanggar minuman beralkohol . (c) Upaya represif, yaitu upaya penanggulangan kejahatan secara konsepsional yang ditempuh setelah terjadinya kejahatan. Hambatan dalam penanganan pelanggaran peredaran minuman beralkohol yaitu dari faktor internal yaitu faktor hukum dan faktor eksternal yaitu adanya oknum serta budaya masyarakat Kata Kunci : Kepolisian, Minuman beralkohol dan Pelanggaran Kata Kunci : Upaya kepolisian, Penanganan peredaran, Minuman beralkohol

    ANALISIS YURIDIS PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP MEREK PARFUM DI INDONESIA

    Get PDF
    Hak merek merupakan keistimewaan yang diberikan oleh negara kepada pemilik merek yang telah terdaftar dalam Daftar Umum Merek untuk jangka waktu tertentu. Merek berperan sebagai pengidentifikasi unik yang membedakan produk dan layanan dari alternatif serupa. Merek terkenal tidak hanya mencerminkan kualitas produk atau layanan, tetapi juga menunjukkan kepuasan atau prestise individu. Namun, perlindungan merek sering kali dihadapkan pada tantangan, terutama dalam kasus merek parfum palsu. Meskipun terdapat banyak undang-undang yang mengatur perlindungan hak milik, para pelaku bisnis terus melakukan sejumlah besar pelanggaran merek dengan memanfaatkan merek produk lain atau menciptakan produk yang semirip mungkin dengan merek yang sudah ada dengan tujuan semata-mata untuk menghasilkan keuntungan cepat. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaturan perlindungan hukum terhadap merek parfum di Indonesia dan mengetahui upaya perlindungan hukum terhadap merek parfum palsu yang dijual – belikan di Indonesia Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian normatif yuridis. Metode Penelitian yang digunakan adalah normatif. Adapun bahan hukum yang digunakan yaitu bahan hukum primer berupa peraturan perundang-undangan, bahan hukum sekunder berupa studi kepustakaan (jurnal dan buku-buku), dan bahan non-hukum berupa buku dan jurnal mengenai Merek dan Parfum. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Perlindungan hukum terhadap merek terkenal pada produk parfum, parfum diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis. Menurut regulasi merek yang berlaku di Indonesia yaitu Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis, aroma tidak diakui sebagai subjek yang dapat mendapatkan perlindungan dalam ranah hukum merek. (2) Upaya perlindungan hukum terhadap merek parfum palsu yang dijual-belikan di Indonesia, yaitu upaya perlindungan hukum secara preventif dan represif. Prinsip perlindungan preventif ini telah diatur dalam Undang-Undang nomor 20 Tahun 2016 tentang merek dan Indikasi Geografis. Upaya perlindungan hukum represif dapat dilaksanakan melalui lembaga peradilan dengan tuntutan perdata maupun pidana. Kata Kunci : Merek, Parfum, Arom

    PERAN KEPOLISIAN DALAM PENANGGULANGAN PENGGUNAAN KNALPOT RACING KENDARAAN BERMOTOR DI WILAYAH KOTA SEMARANG

    Get PDF
    Penegakan aturan terhadap penggunaan knalpot racing merupakan suatu langkah yang diambil oleh aparat Kepolisian Republik Indonesia untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Seiring dengan meningkatnya jumlah kendaraan dan perubahan gaya hidup, hal ini secara signifikan memengaruhi tingkat pelanggaran ketertiban berlalu lintas, termasuk maraknya penggunaan knalpot racing oleh berbagai kalangan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengeksplorasi peran kepolisian dalam menanggulangi pelanggaran lalu lintas di wilayah hukum Kepolisian Resor Kota Besar Semarang, serta mengidentifikasi hambatan-hambatan yang dihadapi oleh Satlantas Polrestabes Semarang dalam menindak penggunaan knalpot racing di area hukum mereka. Metode penelitian yang diterapkan adalah pendekatan yuridis-sosiologis, yang melibatkan identifikasi hukum aktual di dalam suatu institusi sosial dan pemahaman fungsional pada kehidupan nyata. Pendekatan ini memfokuskan pada poin-poin kunci untuk memperoleh pemahaman empiris hukum berdasarkan fakta-fakta yang terjadi dalam konteks sosial masyarakat. Dari hasil penelitian ini Kepolisian Resor Kota Besar Semarang menunjukan, pertama terungkap bahwa kepolisian memiliki peran yang sangat penting dalam memastikan keamanan dan ketertiban lalu lintas, kedua upaya sosialisasi dan penyuluhan terus dilakukan, ketiga upaya-upaya yang dilakukan untuk mencegah penggunaan knalpot racing di Kota Semarang pihak Kepolisian menggunakan dua upaya yaitu upaya preventif adalah suatu upaya yang dilakukan oleh Kepolisian Polrestabes Semarang dengan tujuan sebagai bentuk pengawasan dan pencegahan sebelum terjadi suatu pelanggaran. Kemudian upaya represif adalah suatu upaya atau cara yang dilaksanakan setelah munculnya suatu perbuatan pelanggaran terhadap hukum. upaya ini diwujudkan sebagai bentuk tindak lanjut dari laporan atau aduan masyarakat yang melihat adanya suatu pelanggaran. Upaya represif seringkali diwujudkan oleh Satlantas Polrestabes Semarang dengan cara Giat Operasi dan Razia. sementara penyelesaian terhadap hambatan-hambatan di lapangan dilakukan dengan solusi-solusi yang tepat. Namun, perlu dicatat bahwa Kepolisian Resor Kota Besar Semarang masih menghadapi kendala dalam menanggulangi pelanggaran tersebut, terutama karena kurangnya standar operasional prosedur (SOP) dan petunjuk teknis (Protap), serta keterbatasan fasilitas untuk menindak pelanggaran knalpot racing. Kata Kunci : Penertiban, Pelanggaran, Knalpot Racin

    MODEL PENINGKATAN IMPULSE BUYING STUDI KASUS DEPARTMENT STORE DI SEMARANG

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah untuk membentuk model peningkatan impulse buying dengan berbasis pada hedonic shopping motivation, positive emotion dan shopping lifestyle. Populasi yang digunakan dalam penelitian adalah seluruh konsumen yang pernah berbelanja secara tidak terencana di Department Store yang berada di Semarang. Pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah accidental sampling dengan jumlah 100 responden. Teknik pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan secara offline di Department Store di Semarang. Pengujian dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi dengan paket program SPSS 25 dan untuk menguji pengaruh variabel intervening menggunakan uji sobel. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa hedonic shopping motivation berpengaruh positif secara signifikan terhadap impulse buying. Positive emotion berpengaruh positif secara signifikan terhadap impulse buying. Hedonic shopping motivation berpengaruh positif secara signifikan terhadap impulse buying. Hedonic shopping motivation berpengaruh positif secara signifikan terhadap shopping lifestyle. Shopping lifestyle berpengaruh positif secara signifikan terhadap impulse buying. Hasil untuk pengaruh tidak langsung yaitu positive emotion mampu memediasi hedonic shopping motivation terhadap impulse buying. Shopping lifestyle mampu memediasi hedonic shopping motivation terhadap impulse buying. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi ilmu pengetahuan manajemen pemasaran dan secara praktis juga bermanfaat bagi pemasar untuk menentukan strategi yang tepat untuk membuat konsumen melakukan impulse buying. Kata Kunci : Hedonic Shopping Motivation, Positive Emotion, Shopping Lifestyle dan Impulse Buying

    MODEL PENINGKATAN PURCHASE INTENTION BERBASIS TRUST MELALUI ISLAMIC BRANDING DAN BRAND IMAGE TERHADAP PRODUK KOSMETIK HALAL

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Islamic Branding dan Brand Image terhadap Purchase Intention yang dimediasi oleh Trust. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Populasi yang digunakan adalah seluruh Mahasiswi Muslimah aktif Fakultas Kedokteran, Fakultas Ekonomi, Fakultas Hukum, dan Fakultas Psikologi Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang angkatan 2020 dan 2021 yang baru dan sudah pernah menggunakan produk kosmetik halal dengan pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah 170 responden. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner yang disebarkan melalui link google form dan di share ke media sosial sesuai target responden. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis outer model, analisis inner model dan uji hipotesis mediating melalui program Smart-PLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islamic Branding berpengaruh positif terhadap Trust, Brand Image tidak berpengaruh positif terhadap Trust, Islamic Branding dan Brand Image berpengaruh positif terhadap Purchase Intention, Trust mampu memediasi antara Islamic Branding terhadap Purchase Intention, Trust tidak mampu memediasi antara Brand Image terhadap Purchase Intention. Kata Kunci: Islamic Branding, Brand Image, Trust, dan Purchase Intention

    PERAN KNOWLEDGE SHARING BEHAVIOR DIGITAL DAN DIGITAL TALENT DEVELOPMENT TERHADAP DIGITAL COMPETENCE DI MODERASI DIGITAL CULTURE

    Get PDF
    Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui Peran Knowledge Sharing Behavior Digital dan Digital Talent Development terhadap Digital Competence dengan moderasi Digital Culture. Data yang digunakan adalah data primer dari 90 Karyawan Bank BRI Kantor Cabang Tegal dan data sekunder dari hasil informasi pihak ketiga. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang disebarkan melalui online. Pengujian dalam penelitian ini menggunakan SmartPls4. Hasil Penelitian ini menunjukkan (1) Knowledge Sharing Behavior Digital berpengaruh Positif dan signifikan terhadap Digital Competence, (2) Digital Talent Development Berpengaruh tidak signifikan terhadap Digital Competence, (3) Knowledge Sharing Behavior Digital terhadap Digital Competence dengan moderasi Digital Culture berpengaruh tidak Signifikan, (4) Digital Talent Development berpengaruh tidak signifikan terhadap Digital Competence dengan Moderasi Digital Culture berpengaruh tidak signifikan. Kata Kunci: Knowledge Sharing Behavior Digital, Digital Talent Development, Digital Culture, dan Digital Competenc

    ANALISIS YURIDIS PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA TERHADAP TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG DI INDONESIA

    Get PDF
    Pencucian uang atau money laundering secara sederhana diartikan sebagai suatu proses menjadikan hasil kejahatan (procced of crimes) atau disebut sebagai uang kotor (dirty money) yang dikonversi atau diubah kedalam bentuk yang tampak sah agar dapat digunakan dengan aman. Tindak Pidana Pencucian Uang ini merupakan White Collar Crime yang banyak menarik perhatian dunia internasional termasuk Indonesia. Hal tersebut lazim mengingat adanya dampak yang diakibatkan oleh tindak pidana pencucian uang, yakni dapat mengancam stabilitas perekonomian dan integritas sistem keuangan negara. Penelitian dalam skripsi ini memiliki tujuan, yakni untuk mengetahui pertanggungjawaban pidana terhadap tindak pidana pencucian uang di Indonesia dan untuk mengetahui formulasi penegakan hukum terhadap tindak pidana pencucian uang di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian hukum yuridis normatif. Penelitian hukum yuridis normatif meliputi pendekatan per-undang-undangan, pendekataan kasus, pendekatan historis, pendekatan komparatif, pendekatan konseptual, pendekatan filsafat, dan pendekatan analitis. Hasil penelitian ini, yaitu: pertama menunjukkan bahwa pertanggungjawaban pidana terhadap tindak pidana pencucian uang harus mengandung unsur kesalahan. Kesalahan tersebut terdiri dari dua jenis yaitu kesengajaan (opzet) dan kelalaian (culpa). Dalam praktiknya kualifikasi pelaku tindak pidana penucian uang dibagi atas pelaku aktif dan pelaku pasif. Kedua Dalam perkembangannya, tindak pidana pencucian uang semakin kompleks dan merambah ke berbagai sektor. Peran penegak hukum sangat dibutuhkan untuk melakukan pengenalan, mencegah, dan pemberantasan terhadap tindak pidana pencucian uang, meliputi Bank Indoneisa, PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan), Pihak Pelapor, BAPEPAM-LK (Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan), Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Perdagangan, DJBC (Direktorat Jenderal Bea dan Cukai), dan penegak hukum. Selain itu, penegakan hukum juga terkait dengan perampasan aset. Dalam dalam perampasan aset terdapat 3 (tiga) metode, yaitu Criminal Forfeiture, Civil Forfeiture, dan Administrative Forfeiture. Kata Kunci: Pertanggungjawaban, Tindak Pidana, Pencucian Uan

    28,115

    full texts

    32,889

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Unissula Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇