Unissula Repository
Not a member yet
32889 research outputs found
Sort by
“MODEL PENINGKATAN EMPLOYEE RETENTION BERBASIS CAREER DEVELOPMENT DAN COMPENSATION POLICY DENGAN ORGANIZATIONAL ENGAGEMENT SEBAGAI VARIABEL INTERVENING”
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Model Peningkatan Employee Retention berbasis Career Development dan Compensation Policy dengan Organizational Engagement sebagai Variabel Intervening. Populasi yang ditetapkan dalam penelitian ini adalah para pegawai yang bekerja di KSPPS BMT Al-Huda Tata Utama (HUDATAMA) dan KSPPS BMT Bina Umat Mandiri. Jumlah sampel yang digunakan yaitu 97 karyawan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Sensus sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner berupa link Google Form yang dibagikan ke responden melalui WA group karyawan melalui bantuan dari kontak person di dua obyek penelitian ini. Pengujian dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi dengan program SPSS 26 dan untuk menguji variabel intervening menggunakan uji sobel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Career Development berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap Employee Retention, Compensation Policy berpengaruh positif terhadap Employee Retention, Career Development berpengaruh positif terhadap Organizational Engagement, Compensation Policy berpengaruh positif terhadap Organizational Engagement, Organizational Engagement berpengaruh positif terhadap Employee Retention. Career Development berpengaruh positif terhadap Employee Retention melalui Organizational Engagement, dan Compensation Policy berpengaruh positif terhadap Employee Retention melalui Organizational Engagement.
Kata Kunci: Career Development, Compensation Policy, Organizational Engagement, dan Employee Retentio
OPTIMALISASI SOP DAN DISIPLIN KERJA GUNA MENINGKATKAN KINERJA KARYAWAN PT.MITRA USAHA BAHARI
Penelitian ini bertujuan mengjkaji optimalisasi Standar Operasional Prosedur karyawan diperusahaan pengelolaan hasil perikanan, serta meneliti implmentasi dan peningkatan kinerja karyawan diperusahaan pengelolaan hasil perikanan. Fenomena masalah yang dihadapi Perusahaan, adalah ketidakkonsistenan prosedur operasional, alur pelaporan kerja yang belum terbentuk, dan budaya oraganisasi yang belum terimplementasi dengan baik sehingga, berdampak pada tingginya resiko dan kesulitan dalam pengawasan kinerja karyawan. Konsisten dan pelaporan kerja yang tidak teratur, yang berdampak pada risiko kesalahan dan kesulitan dalam pengawasan kinerja karyawan. Rekomendasi solusi penelitian ini meliputi penyusunan standart operasional prosedur yang efektif, pelatihan disiplin kerja, dan sosialisasi budaya organisasi. Hasil penelitian ini adalah mengembangkan berbagai soft skill dan kemampuan kognitif yang relevan dengan dunia industri pengelolaan perikanan. Studi ini juga menekankan pentingnya manajemen sumber daya manusia berbasis peningkatan kualitas, disiplin mengikuti standar operasional prosedur serta membentuk karakter SDM sesusai dengan budaya organisasi. Dan pada akhirnya akan meningkatkan kinerja organisasi melalui standar operasional prosedur dalam mencapai tujuan organisasi dan meningkatkan kinerja karyawan.
Kata kunci : Kinerja Karyawa
MODEL PENINGKATAN REPURCHASE INTENTION MELALUI CUSTOMER EXPERIENCE, BRAND AWARENESS DAN TRUST
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh customer experience, brand awareness dan trust dalam meningkatkan repurchase intention. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dari 180 pelanggan McDonald di Semarang,Indonesia. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Dengan kriteria konsumen yang melakukan pembelian McDonald Di Kota Semarang, konsumen yang telah melakukan pembelian minimal 2 kali dan konsumen yang berusia 17 tahun ke atas. Teknik pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan secara online. Pengujian dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi dengan paket program SPSS versi 21. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) customer experience berpengaruh positif dan signifikan terhadap trust. (2) brand awareness berpengaruh positif dan signifikan terhadap trust. (3) customer experience berpengaruh positif dan signifikan terhadap repurchase intention. (4) brand awareness berpengaruh positif dan signifikan terhadap repurchase intention. (5) trust berpengaruh positif dan signifikan terhadap repurchase intention.
Kata kunci : Customer Experience, Brand Awareness , Trust dan Repurchase Intentio
TINJAUAN YURIDIS PERLINDUNGAN HAK PEREMPUAN DAN ANAK PASCA PERCERAIAN DI PENGADILAN AGAMA PANGKALAN BUN
Badan Peradilan yang berhak mengadili permasalahan perceraian di Kabupaten
Pangkalan Bun yaitu Pengadilan Agama Pangkalan Bun. Menurut data, setidaknya
sebanyak 1558 pasangan suami istri di Pangkalan Bun mengajukan perceraian ke
Pengadilan Agama Pangkalan Bun mulai dari tahun 2021 hingga pertengahan tahun
2023. Dampak yang cukup memprihatinkan dengan tingginya angka perceraian di
Pangkalan Bun ialah sering diabaikannya hak-hak perempuan dan anak pasca
perceraian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlindungan hak perempuan
dan anak pasca perceraian yang terjadi di Pangkalan Bun dan untuk mengetahui
hambatan hak perempuan dan anak pasca perceraian di Pangkalan Bun dan solusinya.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif serta pendekatan
yuridis sosiologis yang merupakan pendekatan yang dilakukan dengan
mengidentifikasi hukum secara riil dan fungsional dalam sistem kehidupan nyata.
Pendekatan yuridis sosiologis menekankan penelitian yang bertujuan memperoleh
pengetahuan hukum secara empiris dengan cara terjun langsung ke obyeknya maupun
terjun langsung ke lapangan.
Hasil dari penelitian ini ialah hakim mempunyai hak ex-officio yang mana dari
hak tersebut hakim mempunyai kewenangan untuk memutus atau memberikan sesuatu
yang tidak ada dalam tuntutan atau gugatan. Dalam perlindungan pemenuhan hak-hak
perempuan dan anak pasca perceraian, hak ex-officio dapat digunakan oleh hakim
dalam melindungi hak isteri dan anak setelah terjadi perceraian serta membela hak-hak
isteri dan anak yang biasanya tidak dipenuhi oleh seorang suami. Selain itu terdapat
bebrapa hambatan dalam pemenuhan hak perempuan dan anak pasca perceraian yaitu
terkait pemberian tunjangan nafkah pada istri dana anak pada perceraian talak, istri
yang mengajukan perceraian tidak memiliki hak untuk menerima nafkah 'iddah dan
mut'ah karena perceraian gugat. Hambatan tersebut bisa diselesaikan dengan dibuatnya
lembaga penjamin yang bertanggung jawab mengawasi pelaksanaan putusan
pengadilan terkait hak-hak pasca perceraian. Selain itu, upaya lain yang bisa dilakukan
yaitu dengan menggunakan hak ex-officio dapat dalam melindungi hak isteri dan anak
setelah terjadi perceraian.
Kata Kunci: Perlindungan, Hak Perempuan dan Anak, Perceraia
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PIHAK YANG DIRUGIKAN DALAM SENGKETA BATAS TANAH (STUDI DI KANTOR PERTANAHAN KABUPATEN DEMAK)
Sengketa batas tanah, sebagai konflik yang muncul antara dua pihak atau lebih
terkait batas tanah, dapat dipicu oleh berbagai faktor. Masalah ini merupakan situasi
yang signifikan dan dapat berdampak serius dengan potensi menimbulkan kerugian
yang luas bagi berbagai pihak. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui perlindungan hukum terhadap pihak yang dirugikan dalam sengketa batas
tanah serta mengetahui hambatan dan solusi yang dapat digunakan dalam pelaksanaan
perlindungan hukum terhadap pihak yang dirugikan dalam kasus sengketa batas tanah
di Kantor Pertanahan Kabupaten Demak.
Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu yuridis empiris
atau sosiologis. Spesifikasi penelitian ini menggunakan metode analisis yang bersifat
kualitatif, dengan sumber data berupa data primer dan data sekunder. Data primer
diperoleh melalui wawancara atau pengumpulan informasi secara langsung dari
sumbernya, sedangkan data sekunder diperoleh dari sumber kepustakaan.
Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa perlindungan
hukum terhadap pihak yang dirugikan dalam sengketa batas tanah di Kantor
Pertanahan Kabupaten Demak yaitu dengan cara mengunakan penyelesaian alternatif
di luar pengadilan atau yang disebut dengan cara mediasi. Untuk melakukan mediasi
ada beberapa tahapan antara lain yaitu pengaduan, analisis masalah, mengundang para
pihak, proses mediasi dan negosiasi akhir. Adapun hambatan yang terjadi dalam
pelaksanaan perlindungan hukum tersebut yaitu kurangnya bukti yang kuat bagi pihak
yang merasa dirugikan dan tidak hadirnya para pihak dalam mediasi. Solusi yang
dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan sengketa batas tersebut yaitu dengan
melakukan pendaftaran tanah terkait dengan lahan tanah yang belum di sertipikatkan,
sedangkan terkait ketidakhadiran pihak-pihak untuk mediasi, jika terbukti sulit
dilaksanakan karena keterlibatan yang rendah dari pihak-pihak yang bersengketa,
maka dapat mencari penyelesaian alternatif seperti mengajukan gugatan ke
pengadilan.
Kata Kunci : Perlindungan Hukum, Sengketa Batas, Kantor Pertanaha
PRINSIP BAGI HASIL PADA PEMBIAYAAN MUDHARABAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA BANK (Studi Kasus di Bank Jateng Syariah KC Kudus)
Bank syariah merupakan perpaduan antara aspek moral dan aspek bisnis
yang bertujuan untuk mendapatkan profit dari setiap usahanya serta menghindari
bunga, maka sistem operasional perbankan syariah memakai sistem bagi hasil
(Profit And Loss Sharing), hal ini bertujuan agar para nasabah tidak dirugikan dan
adanya rasa keadilan antara pihak perbankan dan nasabah ketika dalam bisnisnya
mengalami kerugian sebagaimana yang terjadi selama ini pada perbankan
konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan akad
Mudharabah pada Bank Jateng Syariah Kantor Cabang Kudus dan untuk
mengetahui prinsip bagi hasil dalam pembiayaan mudharabah guna meningkatkan
kinerja bank pada Bank Jateng Syariah Kantor Cabang Kudus.
Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis sosiologis,
penelitian ini dilakukan dengan menitikberatkan pada kenyataan yang ada
mengenai permasalahan yang berkaitan dengan prinsip bagi hasil dalam
pembiayaan mudharabah dalam meningkatkan kinerja bank pada Bank Jateng
Syariah KC Kudus.
Hasil penelitian yang didapati yaitu pelaksanaan akad Mudharabah pada
Bank Jateng Syariah Kantor Cabang Kudus dimana bank dan nasabah menyepakati
bagi hasil dari kegiatan bisnis dalam pembiayaan mudharabah setelah terlihatnya
penghasilan keuntungan nasabah pada bisnisnya. Hal tersebut memiliki maksud
agar nasabah tidak terbebani tanggungan pembayaran apabila bisnis yang sedang
dijalankannya, apabila mengalami 0% laba ataupun mengalami kerugian maka
Bank Jateng Syariah hanya menarik pembayaran terhadap pokoknya saja. Prinsip
bagi hasil dalam pembiayaan akad mudharabah guna meningkatkan kinerja bank
pada Bank Jateng Syariah KC Kudus dilihat dari pencadangan yang dimaksudkan
yaitu pada setiap kategori bisa berbeda-beda, apabila pembayarannya lancar dengan
jumlah sekian persen, semakin tinggi artinya macet kolektabilitasnya bisa mencapai
100 persen dari nilai dari sisa pembiayaan nasabah. Semakin turun maka biaya yang
dikeluarkan bank untuk pencadangan semakin besar.
Kata Kunci: prinsip bagi hasil; mudharabah; perbankan syaria
HUBUNGAN PENGETAHUAN SUAMI TENTANG BONDING ATTCHEMENT TERHADAP BABY BLUES POST PARTUM di WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANGETAYU
Latar belakang : Pengetahuan suami mengenai bonding attachement dapat membantu ibu dalam mempersiapkan diri untuk merawat bayinya selama masa nifas. Kurangnya pengetahuan suami kepada istri akan mengakibatkan tidak terbinanya ikatan tali kasih sayang antara ibu dan bayi atau tidak terbinanya bonding attachment antara ibu dan bayinya.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan Suami Tentang Bonding attchement Terhadap Baby blues di wilayah kerja Puskesmas Bangetayu Semarang
Metode : Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian crossectional. Responden diperoleh dengan teknik simple random sampling hingga didapatkan jumlah responden sebanyak 80 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner. Data yang diperoleh diolah secara statistik dengan menggunakan rumus spearmant rank
Hasil : Pada penelitiab ini sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan sangat baik sebesar 64 responden dengan presentase 80,0% dan Sebagian besar responden yang tidak merasakan baby blues atau depresi rendah 52 responden dengan presentase 65,0%. Hasil uji statistic Sepearmant rank didapatkan nilai p value 0,28 yang artinya <0,05 dengan kolerasi r=0,246 yang artinya lemah.
Simpulan : Pengetahuan suami mengenai bonding attchement memiliki hubungan terhadap baby bluese pada ibu post partum
Kata Kunci : Pengetahuan suami, bonding attachement, baby blus
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN SPIRITUAL DENGAN KECERDASAN EMOSIONAL PADA MAHASISWA SEMESTER AKHIR
Latar Belakang : Kecerdasan spiritual merupakan kemampuan yang dimiliki individu dari dalam diri dan jiwanya untuk membangun diri dalam mencapai tujuan hidup. Sedangkan, kecerdasan emosional merupakan kemampuan untuk mengendalikan pikiran dan tindakan serta mengenal orang lain dan diri sendiri dalam menjalankan dan mencapai tujuan hidup. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan spiritual dengan kecerdasan emosional pada mahasiswa semester akhir.
Metode : Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode survey. Pengambilan data menggunakan kuesioner dengan jumlah responden sebanyak 126. Teknik dari penelitian ini mengggunakan metode random sampling (sampel acak) dan diolah dengan statistik menggunakan uji fisher.
Hasil : Dari hasil data karakteristik responden dalam penelitian ini sebanyak 126 responden, Sebagian besar responden berjenis kelamin Perempuan sebanyak 99 (78,6 %) responden. Sedangkan dari Sebagian besar mahasiswa semester akhir memiliki kecerdasan emosional sangat baik sebesar 90 (71,4 %) responden.
Simpulan : Dan pada penelitian ini didapatkan hasil adanya hubungan antara kecerdasan spiritual dengan kecerdasan emosional pada mahasiswa semester akhir dengan nilai p value 0,003<0,005 yang berarti terdapat hubungan antara kecerdasan spiritual dengan kecerdasan emosional pada mahasiswa semester akhir.
Kata Kunci : Kecerdasan Spiritual, Kecerdasan Emosional
Daftar Pustaka : 24 (2007-2023
MODEL PENINGKATAN KINERJA SUMBER DAYA MANUSIA BERBASIS KOMPETENSI DIGITAL DAN PERILAKU KERJA INOVATIF (Studi pada Konten Kreator Kota Semarang)
Penelitian ini bertujuan menjelaskan peran kompetensi digital dan perilaku kerja inovatif dalam meningkatkan kinerja konten kreator di Kota Semarang. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan menganalisis pengaruh variabel kompetensi digital dan perilaku kerja inovatif terhadap variabel kinerja sumber daya manusia. Data didapatkan melalui kuesioner yang disebarkan melalui link Google form calon responden para konten kreator yang ada di kota Semarang. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan analisis PLS-SEM dengan bantuan software SmartPLS versi 4. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kompetensi digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku kerja inovatif, perilaku kerja inovatif berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja sumber daya manusia dan kompetensi digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja sumber daya manusiaDalam penelitian dapat disimpulkan bahwa baik kompetensi digital maupun perilaku kerja inovatif berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja konten kreator digital di kota Semarang. Rekomendasi dalam penelitian ini menyatakan bahwa konten kreator harus terus beradaptasi dan terus meningkatkan kemampuan kompetensi digital, kemampuan security dan inisiatif untuk mendorong kreativitas sehingga mampu mencapai hasil kerja yang maksimal.
Kata kunci : Kompetensi digital, perilaku kerja inovatif, kinerja sumber daya manusi
ANALISIS YURIDIS PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA TERHADAP ANAK PELAKU TINDAK PIDANA NARKOTIKA (STUDI KASUS DI BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI JAWA TENGAH)
Kemajuan tekonologi dan komunikasi berkembang dengan pesat pada
zaman sekarang. Dengan adanya kemajuan teknologi ini tentu saja menimbulkan
dampak positif dan juga dampak negatif. Dampak positif dari globalisasi yaitu
menjadikan masyarakat berkembang di berbagai bidang, khususnya pada bidang
kesehatan yaitu upaya peningkatan terhadap pengobatan dan pelayanan kesehatan.
Namun dibalik dampak positif tersebut juga menimbulkan dampak negatif seperti
penyalahgunaan narkotika oleh pihak yang tidak bertanggungjawab. Semakin tahun
penyalahgunaan narkotika mengalami peningkatan yang signifikan khususnya oleh
anak dibawah umur. Anak yang memakai narkotika dapat disebabkan oleh beberapa
faktor, salah satunya karena faktor lingkungan yang kurang baik. Maka penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui pertanggungjawaban pidana terhadap anak pelaku
tindak pidana narkotika di BNN Provinsi Jawa Tengah.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu melalui pendekatan
yuridis sosiologis yang menggunakan data primer namun juga tetap mengacu pada
data sekunder. Sumber data yang diperoleh yaitu melalui penelitian lapangan
(wawancara) dan penelitian Pustaka. Analisis data menggunakan metode deskriptif
kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa pada Pasal 1
Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak, anak adalah
seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun, termasuk anak yang masih
dalam kandungan. Jika anak dibawah umur melakukan tindak pidana pada Pasal 1
Angka 2 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Anak
menyatakan bahwa anak yang berhadapan dengan hukum adalah anak yang
berkonflik dengan hukum, anak yang menjadi korban tindak pidana, dan anak yang
menjadi saksi tindak pidana. Terkait dengan Peraturan mengenai tindak pidana
narkotika tertuang dalam UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP terdapat pada Pasal
609, Pasal 610, dan Pasal 611. Penyelesaian yang dilakukan oleh BNN Jawa Tengah
terhadap anak penyalahguna narkotika adalah dilakukan penegakan hukum
terhadap anak dengan mengacu Undang-Undang No. 35 Tahun 2014 tentang
Narkotika.
Kata Kunci: Anak; Narkotika; Penyalahgunaan; Pertanggungjawaban Pidan