UIN Datokarama Palu Repository
Not a member yet
    4153 research outputs found

    Peran Guru Akidah Dalam Menanamkan Perilaku Sopan Santun Peserta Didik Mts Negeri 2 Palu

    No full text
    Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa MTs Negeri 2 Palu secara aktif menerapkan perilaku sopan santun namun ada beberapa peserta didik yang masih kurang dalam menerapkannya. Maka dari itu guru berperan penting dalam pembelajaran untuk mengajarkan peserta didik bagaiamana cara untuk menerapkan perilaku sopan santun baik secara teori maupun praktik. Beberapa contoh peran guru dalam menanamkan perilaku sopan santun di MTs Negeri 2 Palu meliputi: 1) memperlihatkan kepada peserta didik bagaimana cara berbicara yang baik dan sopan. 2) menegur siswa agar tidak bermain-main ketika sholat. 3) seorang guru harus mengetahui karakteristik masing-masing peserta didik agar dapat menerapkan metode yang efektif untuk menanamkan perilaku sopan santun. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku sopan santun ada 2 faktor yaitu internal dan eksternal .Guru berperan penting dalam menanamkan perilaku sopan santun melalui 7 aspek yaitu guru sebagai motivator, informator, fasilitator, inisiator, organisator, evaluator, dan director atau pengasu

    Penerapan Tata Tertib Sekolah Dalam Membentuk Kedisiplinan Peserta Didik Di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Inti Loru

    No full text
    Skripsi ini berkenan “ Penerapan Tata Tertib Sekolah Dalam Membentuk Kedisiplinan Pesera Didik Di sekolah (SDN) Negeri Inti Loru” 1. Bagaimana Penerapan Tata Tertib Sekolah Dalam Membentuk Kedisiplinan Peserta didik Di Kelas IV SDN Inti Loru Kec. Sigi Biromaru ? 2. Bagaiman Hasil Penerapan Tata Tertib Sekolah Dalam Membentuk Kedisiplinan Peserta Didik Di Kelas IV SDN Inti Loru Kec. Sigi Biromaru Metode penelitan yang digunakan adalah penilitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Dengan memilih lokasi penelitian di sekolah SDN Inati Loru, data - data tersebut diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kemudian data tersebut diananlisis melalui reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil dari penilitian ini menyatakan bahwa penerapan tata tertib sekolah dalam membentuk kedisiplinanan peserta didik di kelas IV SDN Inti Loru yakni: Mengimplementasikan tata tertib di kelas IV membuat peraturan yang sesuai kesepakatan kelas, memberi sanksi kepada peserta didik yang melanggar. aturan yang ada di dalam kelas IV 1. Peserta didik datang tepat waktu 2. Memakai seragam dan aturibut lengkap 3. menjaga kebersihan dan keamanan kelas 4. melakukan piket kelas 5. Menghormati guru dan teman. sanksi jika melanggar aturan kelas memberikan teguran lisan / tulisan kepada peserta didik yang melanggar dan pemanggilan orang tua jika berkali-kali melanggar.Penerapan Tata Tertib Sekolah Dalam Membentuk Kedisiplinan Peserta Didik Di Kelas IV SDN Inti Loru yakni: Penerapan tata tertib sekolah di kelas IV memiliki pengaruh yang signifikan dalam membentuk kedisiplinan peserta didik. Mereka menjadi lebih mampu mengelola waktunya dengan baik, sehingga dapat menyelesaikan tugas dan kewajiban sekolah secara lebih teratur.Selain itu, kepatuhan peserta didik terhadap aturan sekolah juga meningkat. Mereka lebih tertib dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, memperhatikan instruksi guru, serta menunjukkan sikap yang sesuai dengan kewajiban mereka di dalam kelas.Dengan adanya tata tertib, peserta didik juga lebih terarah dalam belajar, sehingga proses pembelajaran dapat berjalan dengan lebih efektif. implikasi penilitian adalah Penelitian ini memperkuat teori pembentukan karakter dan disiplin di sekolah dasar. Secara praktis, penerapan tata tertib yang konsisten dan sesuai tahap perkembangan anak efektif membentuk kedisiplinan. Strategi yang digunakan meliputi pembiasaan sejak dini, pengawasan rutin, pemberian sanksi dan penghargaan, serta kerja sama dengan orang tua. Hasilnya, disiplin peserta didik meningkat dan tercipta lingkungan belajar yang lebih kondusi

    The Correlation Between Interpersonal Intelligence And The English Speaking Ability Students Pharmacy Departement at SMK Yadika Palu

    No full text
    This research aims to determine whether there is a significant correlation between interpersonal intelligence and English language skills of students of the Pharmacy Department of SMK Yadika Palu. The approach used was quantitative with correlation method, involving a sample of 30 students of class XI Pharmacy who were selected by purposive sampling. The instruments used in this research consisted of a questionnaire to measure students' interpersonal intelligence and a speaking test to assess English speaking ability. The data were analyzed through several stages, including normality test and Pearson Product Moment correlation test processed using SPSS version 26 for Windows. The results of the normality test showed that the data were normally distributed, the Pearson correlation test showed a significant and positive relationship between interpersonal intelligence and English speaking ability, with a correlation coefficient of 0.776 and a significance value of 0.000 (p < 0.05). This correlation is categorized as a high correlation. In addition, 60.3% of the variance in English speaking ability can be explained by the interpersonal intelligence variable. These findings indicate that the higher level of interpersonal intelligence possessed by students, the better their English speaking abilit

    Peran Guru Dalam Meningkatkan Pemahaman Belajar Peserta Didik Terhadap Mata Pelajaran PAI Di SDN 2 Bukal Kecamatan Bukal Kabupaten Buol

    No full text
    Penelitian ini meneliti Peran Guru Dalam Meningkatkan Pemahaman Belajar Peserta Didik Terhadap Mata pelajaran PAI di SDN 2 Bukal Kecamatan Bukal Kabupaten Buol. Fokus utama peneliti adalah bagaimana peran guru dalam meningkatkan pemahaman belajar peserta didik di SDN 2 Bukal Kecamatan Bukal Kabupaten Buol dalam memahami materi PAI dengan lebih baik serta upaya yang diterapkan dalam pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara dengan kepala sekolah dan guru PAI, serta dokumentasi terkait. Teknik pengumpulan data melibatkan observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Data yang terkumpul dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menjalankan perannya secara menyeluruh sebagai pendidik, pengajar, teladan, pembimbing, fasilitator, motivator, dan evaluator. Guru tidak hanya menyampaikan materi secara kognitif, tetapi juga menanamkan nilai-nilai keagamaan melalui pembiasaan, seperti membaca doa, membaca Al-Qur’an, dan shalat berjamaah, serta melalui keteladanan sikap, seperti kejujuran, kesabaran, dan tanggung jawab. Keteladanan dan pembiasaan ini terbukti efektif dalam membentuk karakter dan meningkatkan pemahaman peserta didik secara utuh. Upaya guru dalam meningkatkan pemahaman tersebut diwujudkan melalui penerapan metode pembelajaran yang bervariasi, penggunaan media yang menarik, pendekatan personal, dan penguatan spiritual secara kontekstual. Dampaknya terlihat pada meningkatnya pemahaman peserta didik dalam aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik, serta dalam penerapan nilai-nilai PAI dalam kehidupan sehari-hari. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa peran guru dalam proses pembelajaran PAI tidak hanya berdampak pada hasil belajar peserta didik, tetapi juga memberikan pengaruh positif terhadap pembentukan karakter dan akhlak mereka. Oleh karena itu, diperlukan dukungan dari berbagai pihak, termasuk lembaga pendidikan dan pemerintah untuk terus meningkatkan kompetensi guru melalui pelatihan yang relevan dan berkelanjutan. Hal ini penting agar kualitas pembelajaran PAI di SDN 2 Bukal dapat terus meningkat dan berkontribusi terhadap pencapaian tujuan pendidikan nasional

    Pengaruh Kualitas Pelayanan, Kedisiplinan Pegawai, dan Fasilitas Pelayanan terhadap Kepuasan Masyarakat (Studi pada Kantor Desa Pulau Enam Kecamatan Togean Kabupaten Tojo Una-Una)

    No full text
    Pelayanan publik ditingkat desa menjadi fondasi penting dalam menciptakan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Kantor Desa Pulau Enam sebagai salah satu penyedia layanan publik kerap mendapatkan keluhan masyarakat mengenai kualitas pelayanan yang belum optimal kedisiplinan pegawai yang rendah, serta fasilitas pelayanan yang kurang memdai. Hal ini mendorong pentingnya dilakukan penelitian untuk menganalisis sejauh mana pengaruh kualitas pelayanan, kedisiplinan pegawai, dan fasilitas terhadap kepuasan masyarakat. berkenan dengan hal tersebut, maka uaraian dalam skripsi ini berangkat dari masalah 1. Apakah kualitas pelayanan berpengaruh terhadap kepuasan masyarakat? 2. Apakah kedisiplinana pegawai berpengaruh terhadap kepuasan masyarakat? 3. Apakah fasilitas pelayanan berpengaruh terhadap kepuasan masyarakat? 4. Apakah ketiga variabel tersebut secara simultan berpengaruh terhadap kepuasan masyarakat? Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian asosiatif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, kuesioner, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan uji asumsi klasik, analisis linear berganda, uji t, uji f, dan koefisien determinasi R2 Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial kualitas pelayanan, kedisiplinan pegawai, dan fasilitas pelayanan memiliki pengaruh yang siginifikan terhadap kepuasan masyarakat. secara simultan, ketiga variabel tersebut memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap tingkat kepuasan masyarakat dengan nilai determinasi sebesar 95,3%. diantara ketiganya, fasilitas pelayanan memiliki pengaruh paling dominan dengan kontribusi sebesar 42,4%, diikuti oleh kedisiplinan pegawai sebesar 30,7% Implikasi dari penelitian ini menunjukan bahwa kantor desa perlu meningkatkan kualitas pelayanan melalui pelayanan yang cepat, tepat, ramah, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. selain itu, kedisiplinan pegawai perlu ditingkatkan dan dijadikan budaya kerja yang konsisten. fasilitas penunjang pelayanan perlu diperhatikan dan ditingkatkan agar kenyamanan masyarakat dalam mengakses layanan dapat terjaga sehingga kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik meningkat

    Implementasi Kegiatan Fun Cooking Dalam Mengembangkan Kemampuan Sosial Emosional Anak Usia 4-5 Tahun Di TK Kemala Bhayangkari 08 Dondo Kabupaten Toli-Toli

    No full text
    Hasil penelitian ini menunjukkan: pertama bahwa sebagian besar anak usia 4-5 tahun telah berkembang sesuai dengan usianya, seperti mampu, berempati, berbagi, menaati aturan dan berinisiatif. Namun beberapa anak masih mengalami kesulitan dalam beberapa hal tersebut. Kedua implementasi kegiatan Fun Cooking dalam mengembangkan sosial emosional anak 4-5 tahun dilakukan dengan beberapa tahap yaitu tahapan awal (pembuatan RPPH dan penataan ruang kelas) kemudian tahapan inti (kegiatan Fun Cooking membuat kue klepon), dan tahapan akhir (evaluasi) yaitu guru melakukan asesmen penilaian menggunakan teknik ceklis

    Peran Kepala Taman Kanak-Kanak dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru di TK Alkhairaat Tada Kab. Parigi Moutong

    No full text
    Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1. Peran Peran Kepala Taman Kanak-Kanak dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru di TK Alkhairaat Tada Kab. Parigi Moutong yaitu: (a) Perencanaan (Planning): Merancang program kerja sesuai prosedur. (b) Pengorganisasian (Organizing): Menyusun program dan menggerakkan staf untuk mencapai mutu pendidikan. (c) Pelaksanaan (Actuating): Melaksanakan program dan mendorong staf menjalankan tugasnya. (d) Pengawasan (Controlling): Mengawasi seluruh kegiatan, termasuk pembelajaran dan administrasi. Faktor pendukung Peran Kepala Taman Kanak-Kanak dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru di TK Alkhairaat Tada Kab. Parigi Moutong adalah antusiasme guru dalam mengikuti pelatihan. Faktor penghambat Peran Kepala Taman Kanak-Kanak dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru di TK Alkhairaat Tada Kab. Parigi Moutong meliputi keterbatasan fasilitas pembelajaran serta kurangnya penguasaan teknologi oleh beberapa guru

    Analisis Prinsip 5C Terhadap Pembiayaan BSI KUR Dalam Meminimalisir Kredit Bermasalah (Studi Kasus Pada Bank Syariah Indonesia KCP Basuki Rahmat Palu)

    No full text
    Penelitian ini meunggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Sementara teknik pengumpulan datanya menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Kemudian untuk teknik analisis data yang digunakan peneliti yaitu, reduksi data, penyajian data dan verivikasi data dan untuk keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian ini mengkaji Analisis Prinsip 5C Terhadap Pembiayaan BSI KUR Dalam Meminimalisir Kredit Bermasalah (Studi Kasus Pada Bank Syariah Indonesia KCP Basuki Rahmat Palu). Hasil penelitian menunjukkan: 1.Penerapan prinsip 5C dalam pembiayaan BSI KUR di BSI KCP Basuki Rahmat Palu telah dilakukan dengan baik sesuai dengan teori yang ada, dimana prinsip ini juga dapat dirasakan langsung oleh setiap nasabah yang ingin mengajukan pembiayan BSI KUR di BSI KCP Basuki Rahmat Palu, 2. sebagai salah satu bentuk mitigasi reskio yang ada pada perbankan dengan penerapan prinsip 5C tidak serta merta membuat bank BSI KCP Basuki Rahmat Palu terbebas dari tunggakan. Sehingga perlu adanya penanganan lain seperti penjadwalan kembali, persyaratan kembali hingga penataan ulang terkait pembiayaan yang bermasalah tersebut

    Perbandingan Jumlah Nasabah Tabungan Wadiah dan Mudharabah Pada Bank Muamalat KC Palu Saat Pandemi Covid-19 dan Pasca Pandemi Covid-19

    No full text
    Hasil olahan statistik yang dibantu dengan program SPSS 26 For Windows, menunjukkan bahwa nilai thitung dari jumlah nasabah saat pandemi covid-19 sebesar 10,589 dan nilai ttabel dilihat pada tabel statistik adalah 1,675. Nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 dengan taraf signifikansi 0,05. Maka kesimpulannya berdasarkan perbandingan nilai thitung dan ttabel yakni 10.589 > 1,675 maka H1 diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa H1 diterima yang berarti terdapat perbedaan jumlah nasabah tabungan wadiah dan mudharabah saat pandemi Covid-19. Nilai thitung dari jumlah nasabah pasca pandemi covid-19 sebesar 12,168 dan nilai ttabel dilihat pada tabel statistik adalah 1,675. Nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 dengan taraf signifikansi 0,05. Maka kesimpulannya berdasarkan perbandingan nilai thitung dan ttabel yakni 12,168 > 1,675 maka H2 diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa H2 diterima yang berarti terdapat perbedaan jumlah nasabah tabungan wadiah dan mudhawabah pasca pandemi Covid-19

    2,782

    full texts

    4,153

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UIN Datokarama Palu Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇