Universitas Yudharta Pasuruan Repository
Not a member yet
    3084 research outputs found

    Pendeteksi Tingkat Kemanisan Menggunakan Sensor TDS (Total Dissolved solids) Pada Buah Melon

    No full text
    Buah melon memiliki banyak sekali manfaat serta kandungan vitamin yang berguna untuk kesehatan. Ada berbagai macam jenis dari buah melon yang unggul di Indonesia, Saat ini masih belum ada teknologi yang dapat mengetahui tingkat kemanisan dari buah melon. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji efektivitas penggunaan sensor Total Dissolved Solids (TDS) dalam mendeteksi tingkat kemanisan buah melon. Oleh karena itu, diperlukan instrumen alat pendeteksi kemanisan pada buah melon. Oleh karena itu, penggunaan sensor TDS diharapkan dapat memberikan alternatif yang lebih cepat dan efisien. Sensor TDS bekerja dengan mengukur jumlah padatan terlarut dalam larutan jus melon yang merupakan indikator kemanisan. Pengumpulan data dilakukan pada berbagai sampel melon dengan tingkat kematangan yang berbeda untuk memastikan akurasi dan konsistensi sensor. Dalam Sistem ini terdiri dari ESP8266 sebagai pengolah data, sensor TDS sebagai pengukur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi positif antara nilai TDS yang terdeteksi dengan tingkat kemanisan yang diukur secara konvensional. Dengan demikian, sensor TDS dapat menjadi alat yang efektif dan praktis untuk mengukur kemanisan buah melon secara cepat dan akurat

    Efektivitas Pembuatan Bioetanol Sebagai Sumber Green Energy Dari Buah Mangga (Mangifera indica L.) Varietas Klonal 21 Dengan Pengaruh Lama Fermentasi Dan Massa Ragi

    No full text
    Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan energi hijau karena berlimpahnya sumber alam yang dapat dimanfaatkan. Buah Mangga varietas klonal 21 menjadi komoditas hortikultura di Kabupaten Pasuruan yang memiliki beragam jenis dan varietas yang melimpah, namun buah ini jarang diolah menjadi suatu inovasi. Buah mangga dapat dibuat menjadi bioetanol maka akan menjadi suatu energi terbarukan yang bermanfaat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan proporsi optimal bioetanol terhadap massa ragi dan lama waktu fermemtasi. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 3 faktor perlakuan yaitu massa ragi (1%, 3% dan 5%) dan faktor 2 waktu fermentasi (48 jam dan 96 jam). Adapun faktor dan perlakuan tersebut adalah 6 kombinasi perlakuan, setiap perlakuan dilakukan 3 kali. Variabel yang diteliti meliputi parameter kimia (nilai kadar etanol, nilai kadar gula, nilai pH dan kadar air) dan parameter visual pembakaran. Analisa data untuk parameter kimia dianalisis menggunakan statistik ANOVA, dilanjut uji Fisher. Perlakuan terbaik analisa kimia menggunakan metode indeks efektifitas. Perlakuan terbaik terdapat pada kombinasi perlakuan R3T2 (massa ragi 5% dan lama waktu fermentasi 96 jam) dengan parameter kimia meliputi kadar etanol 50%, kadar gula 17%, pH 4,3 dan kadar air 0,98%

    Pengaruh Penambahan Asam Asetat Dan Lama Fermetasi Pada Pembuatan Nata De Soya Dari Limbah Cair Tahu (WHEY)

    No full text
    Produksi tahu menghasilkan limbah cair yang masih mengadung komponen nutrisi. Pengolahan limbah cair tahu menjadi nata de soya akan memberi nilai ekonomi. Nata adalah bahan makanan yang dihasilkan oleh bakteri yang kaya akan selulosa, bersifat kenyal, transparan, dan memiliki rasa kolang-kaling. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan asam asetat dan lama fermetasi terhadap kualitas nata de soya terbaik. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak kelompok dengan diperoleh 9 perlakuan yang masing-masing dulang 3 kali. Pengamatan Analisis menggunakan Analysis of Variance untuk menemukan perlakuan terbaik dalam analisis fisikokimia dan organoleptik meliputi; ketebalan, rendemen, pH, kekerasan, kadar air, kadar abu, kadar protein dan kesukaan rasa, warna, aroma. Data yang diperoleh ditentukan statistik ANOVA dengan taraf 5%, apabila terdapat perbedaan nyata dilanjutkan uji Tukey, menggunakan software Minitab. Perlakuan terbaik menggunakan uji indek efektifitas metode De Garmo menggunakan Ms. Excel. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh penambahan asam asetat dan lama fermentasi pada pembuatan nata de soya dari limbah cair tahu (whey) berpengaruh nyata terhadap fisikokimia yaitu ketebalan, rendemen, kekerasan, kadar air, kadar abu, kadar protein pada produk nata de soya. Sedangkan pada uji organoleptik perbandingan konsentrasi asam asetat dan lama fermentasi berpengaruh nyata terhadap warna, aroma dan rasa produk nata de soya. Nata de soya dengan kombinasi perlakuan lama fermentasi selama 16 hari dan konsentrasi asam asetat 2% merupakan perlakuan terbaik dengan nilai kadar air (88,93%), kadar abu (4,23%), kadar protein (2,99%), kekerasan (84,87cm2/g), rendemen (18,88%), ketebalan (19,90mm), pH (3,97) dan parameter organoleptik warna (3,44), aroma (3,32) dan rasa (3,32)

    Natural Food Preservative Ekstrak Limbah Kulit Jeruk Manis (Citrus sinensis) Pada Proses Pengolahan Tempe

    No full text
    Jeruk manis (Citrus sinensis) memiliki banyak manfaat, termasuk penggunaan limbah kulitnya sebagai pengawet alami dalam produk pangan, mendukung konsep keberlanjutan dengan mengurangi limbah dan ketergantungan pada pengawet sintetis. Salah satu aplikasinya adalah dalam pengolahan tempe, yang melibatkan proses fermentasi dengan kapang dari genus Rhizopus sp. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal dengan 5 perlakuan dan 3 kali ulangan, menghasilkan total 15 percobaan. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata persen inhibisi bakteri pada tempe dengan pengawet alami antara 24,56% - 114,63%. Jumlah total bakteri menurun dari 272 CFU/ml pada P0 menjadi 184 CFU/ml pada P4. Analisis organoleptik menunjukkan bahwa perlakuan P1 dengan perendaman 30 menit menghasilkan tempe dengan kenampakan, tekstur, dan aroma terbaik, sementara perlakuan P4 dengan perendaman 120 menit menghasilkan nilai terendah pada ketiga aspek tersebut

    Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Berkunjung Wisatawan Di Sendang Sumber Segaran, Desa Sukolilo-Kecamatan Prigen- Kabupaten Pasuruan

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengexpor yang utama untuk minat berkunjung ke destinasi wisata Sendang Sumber Segaran Populasi dalam penelitian ini sekitar 40 – 60 perminggu di ambil tenggahnya menjadi sebanyak 50 sampel dan Teknik yang di gunakan ialah random sampling. Metode penelitian ini menggunakan Cochran Q Test. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa faktor- faktor yang memepengaruhi minat berkunjung wisatawan yang dating ke destinasi wisata Sendang Sumber Segaran yaitu terdapat 5 butir pertanyaan Yang mempengaruhi minat berkunjung wisatawan yaitu Keindahan alam (p1), tempat wisata masih alami(p2), pelayanan wisata yang prima(p6), diajak teman(p7), bisa berfoto(p10). Dari 5 atribut diatas terdapat faktor yang paling dominan yaitu nilai tertinggi dalam menjawab YA dalam mempengaruhi minat berkunjung wisatawan datang ke destinasi Sendang Sumber Segaran, Destinasi ini tidak hanya menjadi pilihan yang ideal untuk berlibur bersama keluarga berkat fasilitas tempat duduk yang luas, tetapi juga menyediakan pengalaman pendidikan seperti memberi makan dan memandikan kambing, menjadikannya tempat wisata yang menarik dan bervariasi bagi pengunjung, dan lain-lainnya. Destinasi ini menawarkan pengalaman wisata yang mengagumkan dengan potensi pariwisata yang tinggi, menampilkan keindahan alam yang beragam, ekosistem yang menarik, serta mata air alami

    Evaluasi Program Posyandu Tematik Stunting (POSTIK) Dalam Upaya Pencapaian Zero Stunting Di Desa Gununggangsir

    No full text
    Stunting adalah masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia, termasuk di Desa Gununggangsir, Kabupaten Pasuruan. Stunting dapat mempengaruhi perkembangan fisik dan kognitif anak, serta berpotensi mengurangi produktivitas di masa depan. Untuk mengatasi masalah ini, Pemerintah Kabupaten Pasuruan meluncurkan Program Posyandu Tematik Stunting (POSTIK), yang dirancang untuk menurunkan prevalensi stunting melalui intervensi yang terfokus pada edukasi, pemeriksaan kesehatan, dan pemberian makanan tambahan. Namun, pelaksanaan program ini menghadapi berbagai tantangan, seperti rendahnya partisipasi masyarakat dan kurangnya pemahaman tentang pentingnya gizi, yang mempengaruhi efektivitas program dalam mencapai target zero stunting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Program POSTIK di Desa Gununggangsir telah memberikan kontribusi signifikan terhadap penurunan prevalensi stunting, yang terlihat dari penurunan angka stunting dari 14,08% menjadi 1,96% dalam periode tertentu. Keberhasilan ini didukung oleh pendekatan yang tepat, responsivitas terhadap kebutuhan masyarakat, dan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat setempat. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa hambatan, termasuk kurangnya inovasi dalam kegiatan sosialisasi dan edukasi, serta keterbatasan akses terhadap informasi kesehatan gizi. Faktor-faktor ini menghambat peningkatan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pencegahan stunting. Kesimpulannya, meskipun Program POSTIK telah menunjukkan keberhasilan dalam menurunkan angka stunting di Desa Gununggangsir, program ini perlu ditingkatkan untuk mencapai hasil yang lebih optimal. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan strategi sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, memperkuat kolaborasi antar pemangku kepentingan, dan meningkatkan kapasitas kader Posyandu untuk mendukung pelaksanaan program secara lebih efektif. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman masyarakat tentang pentingnya gizi, meningkatkan partisipasi dalam kegiatan posyandu, dan mendukung pencapaian target zero stunting di masa mendatang

    Strategi Pengelolaan BUMDes Durensewu Dalam Pendekataan Good Corporate Governance

    No full text
    Penelitian ini mengeksplorasi penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dalam pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Durensewu, khususnya pada wisata Telaga Sewu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan GCG di BUMDes Durensewu telah memberikan dampak positif signifikan terhadap kinerja dan transparansi organisasi. Masyarakat merasakan peningkatan kepercayaan yang berasal dari praktik transparansi dan akuntabilitas yang lebih baik. Namun, terdapat tantangan yang perlu diatasi, seperti responsivitas terhadap umpan balik masyarakat dan independensi dalam pengambilan keputusan. Perbandingan dengan BUMDes lainnya mengindikasikan bahwa Durensewu perlu mengadopsi praktik-praktik terbaik untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan. Rekomendasi strategis meliputi penguatan struktur organisasi dengan pembentukan komite independen, peningkatan kapasitas manajerial melalui pelatihan, dan pengembangan mekanisme responsif untuk umpan balik masyarakat. Selain itu, diversifikasi sumber pendanaan dan strategi pemasaran yang lebih inovatif dianjurkan untuk meningkatkan pendapatan dari wisata Telaga Sewu. Penelitian ini juga menyarankan agar penelitian selanjutnya dilakukan untuk analisis perbandingan yang lebih mendalam antara BUMDes di berbagai daerah serta studi longitudinal untuk mengevaluasi dampak jangka panjang dari penerapan GCG. Keseluruhan, penerapan GCG yang efektif diharapkan dapat memperkuat kinerja BUMDes Durensewu dan berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat desa

    Implementasi Peraturan Bupati Pasuruan No. 50 Tahun 2017 Dalam Bidang Ketahanan Pangan (Studi Lumbung Pangan Di Desa Kayoman)

    No full text
    Lumbung pangan merupakan model perangkat ketahanan pangan masyarakat desa yang efektif sebagai tempat penyimpanan untuk menjaga stabilitas pasokan pangan Lumbung pangan berperan dalam mengatasi kerawanan pangan masyarakat, terutama di daerah rawan pangan kronis. Namun, diajukan belum optimal dalam mengatasi kerawanan pangan transien akibat kondisi tak terduga seperti bencana. Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penggunaan penelitian deskriptif ini digunakan karena peneliti berusaha memotret peristiwa yang terjadi, peneliti tidak memberikan perlakuan atau manipulasi, tetapi menggambarkan suatu kondisi apa adanya. Fokus penelitian ini diambil berdasarkan model implementasi kebijakan yang dikemukakan oleh Model George C. Edward III. 4 (empat) variabel yang mempengaruhi implementasi kebijakan yakni komunikasi, sumberdaya, disposisi, dan struktur birokrasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Implementasi Peraturan Bupati Pasuraun tentang Produksi Pertanian pada Pemerintah Desa Kayoman Kabupaten Pasuruan belum berjalan maksimal. Hal ini dilihat dari kurangnya terpenuhinya beberapa indikator yakni komunikasi yang kurang terbangu, sumber daya manusianya yang masih kurang dalam segi kapasitas dan yang terakhir yakni sop yangbelum terbentu, satu- satunya hal yang menjadi faktor pendukung pada implementasi Peraturan Bupati No.50 Tahun 2017 ini adalah disposisi

    Peranan Komunikasi Pemasaran Pada Pokdarwis Desa Wisata Wonokitri Pasuruan Dalam Meningkatkan Kunjungan Wisata

    No full text
    November 2023 merupakan bulan bersejarah bagi desa wisata wonokitri pasuruan yang terpilih dalam 75 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023. Hal ini tak lain peningkatan pengunjung desa wisata wonokitri semakin meningkat. Dengan meningkatnya pengunjung wisata di desa wonokiri tersebut sisi objektivitasnya dipertanyakan. Dengan tujuan memahami peran komunikasi pemasaran Pokdarwis dalam meningkatkan kunjungan wisata. Menggunakan metode deskriptif kualitatif, data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dan dianalisis secara deskriptif. Narasumber terdiri dari ketua Pokdarwis, seksi daya tarik wisata, dan wisatawan. Teori yang digunakan adalah komunikasi pemasaran dengan model AIDA untuk menjelaskan tahapan promosi desa wisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh Pokdarwis efektif dalam menarik perhatian wisatawan, yang merupakan tahap awal dalam proses pengambilan keputusan untuk mengunjungi destinasi. Pokdarwis menggunakan strategi yang menggabungkan media sosial untuk menyebarkan informasi visual dan naratif tentang keindahan alam serta kekayaan budaya desa, serta promosi offline melalui partisipasi dalam acara pariwisata. Strategi ini berhasil membangkitkan minat wisatawan, mendorong mereka untuk merencanakan kunjungan ke Desa Wisata Wonokitri. Dengan memanfaatkan berbagai media, baik online maupun offline, Pokdarwis berhasil mencapai audiens yang beragam, memastikan pesan pemasaran mereka menjangkau target audiens yang lebih luas dan sesuai dengan preferensi konsumsi media wisatawan

    Analisis Isi Kuantitatif Kecenderungan Pesan Politik Stand Up Comedy Alwi Makassar Di Konten Somasi Pada Channel Youtube Deddy Corbuzier

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kecenderungan isi pesan politik yang terkandung dalam materi stand up comedy Alwi Makassar yang disampaikan dalam konten "Somasi" di channel YouTube Deddy Corbuzier. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah konten Somasi yang diunggah pada channel youtube Deddy Corbuzier dengan enam scene sebagai unit analisis. Kategori pesan politik adalah propaganda, iklan politik, dan retorika. Uji reliabilitas menggunakan keofisien reliabilitas Holsti dan scott phi. Teknik analisis data menggunakan Content Analysis. Hasil penelitian menunjukkan kecenderungan pesan politik isu sensiitif tentang agama dan legitimasi kekuasaan tokoh politik pada kategori propaganda, tokoh politik Capres dan Cawapres pada kategori iklan politik, serta identitas nasional, kebangsaan dan agama pada kategori retorika. Kecenderungan pesan politik tertinggi terdapat pada subkategori Tokoh Politik dengan presentase 66,67% dan subkategori Identitas sebesar 66,67%

    1,291

    full texts

    3,084

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Yudharta Pasuruan Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇