Universitas Yudharta Pasuruan Repository
Not a member yet
3084 research outputs found
Sort by
Analisis Deskriptif Tingkat Komunikasi Terapeutik Perawat Dan Kecemasan Keluarga Pasien Ruang Isolasi Di RSUD Bangil
Adanya variasi tingkat komunikasi terapeutik yang diterima oleh keluarga pasien berdampak langsung pada tingkat kecemasan mereka, sehingga penting untuk mengevaluasi dan mengidentifikasi antara kedua variabel tersebut., Penelitian ini bertujuan untuk untuk mendeskripsikan tingkat komunikasi terapeutikperawat dan tingkat kecemasan keluarga pasien diruang isolasi RSUD Bangil. Metode penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah 33 keluarga pasien. Sampel penelitian dengan mengambil semua jumlah popolasi menjadi sampel yaitu 33 keluarga pasien. Dengan teknik pengambilan sampel yaitu sampel jenuh. Alat ukur yang digunakan untuk pengumpulan data dengan menggunakan skala kecemasan dan skala komunikasi terapeutik. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif. Berdasarkan hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa tingkat kecemasan keluarga pasien di ruang isolasi RSUD Bangil lebih tinggi dari yang diharapkan. Mayoritas keluarga pasien mengalami kecemasan pada tingkat sedang. Komunikasi terapeutik perawat ditemukan lebih rendah dari yang diharapkan, dengan mayoritas berada pada kategori sedang. Terdapat variasi besar dalam tingkat komunikasi terapeutik, menunjukkan ketidakkonsistenan dalam pelaksanaan
Pengaruh Religiusitas Terhadap Resiliensi Orang Tua Dengan Anak Berkebutuhan Khusus Tuna Rungu
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh religiusitas terhadap resiliensi orang tua dengan anak berkebutuhan khusus di SLBN Juwet Kenongo Porong Sidoarjo. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini orang tua SLBN Juwet Kenongo Sidoarjo yang sejumlah 30 orang tua. Sampel penelitian sebanyak 30 orang tua yang diambil menggunakan teknik total sampling. Alat ukur yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu skala resiliensi dengan 27 item diperoleh nilai reliabilitas 0.938 dan skala religiusitas dengan 27 item diperoleh nilai reliabilitas 0.954, yang mana keduanya menunjukkan korelasi reliabel. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi sederhana. Bedasarkan hasil analisis regresi sederhana diperoleh nilai F sebessar 8.335 dengan signifikansi (Sig) sebesar <,001 karena nilai Sig. < 0.05, maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh religiusitas terhadap resiliensi. Dimana religiusitas memberikan sumbangan efektif sebesar 22,9% terhadap resiliensi orang tua dengan anak berkebutuhan khusus. Dengan demikian hipotesis yang menyatakan bahwa “ada pengaruh religiusitas terhadap resiliensi orang tua dengan anak berkebutuhan khusus tuna rungu di SLBN Juwet Kenongo Porong Sidoarjo’’ diterima
Pengaruh Self Esteem Terhadap Subjective Well-Being Pada Guru TK/RA Di Kecamatan Prigen
Guru TK/RA memiliki tanggungjawab untuk dapat memberikan bimbingan dan pendidikan sesuai dengan tingkat perkembangan anak. Akan tetapi hal tersebut tidak diimbangi dengan adanya kesetaraan atau kesesuaian dengan hasil yang diperoleh yang akhirnya bisa menimbulkan tekanan tersendiri atau bahkan stres dan emosi tidak terkontrol. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh self esteem terhadap subjective well-being pada guru TK/RA. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah guru TK/RA Non-Sertifikasi di Kecamatan Prigen. Sampel pada penelitian ini sebanyak 123 guru TK/RA di Kecamatan Prigen dengan menggunakan teknik simple random sampling. Alat ukur yang digunakan dalam pengumpulan data menggunakan skala self esteem dan skala subjective well-being. Teknik analisis menggunakan analisis regresi sederhana. Adapun hasil analisis data uji korelasi (r) sebesar 0,810 yang artinya arah hubungan self esteem dengan subjective well-being kategori sangat kuat. Hasil penelitian ini menunjukkan ada pengaruh self esteem terhadap subjective well-being pada guru TK/RA di Kecamatan Prigen. Hal tersebut ditunjukkan dengan perhitungan uji-F dengan nilai F-hitung sebesar 208,737> F-tabel sebesar 1,20. Dengan demikian terbukti ada pengaruh self esteem terhadap subjective well-being pada guru TK/RA di kecamatan Prigen “diterima” dengan distribusi koefisien determinan (r2) sebesar 0,633
Inovasi Metode Takror Berbasis Hierarki Pembelajaran Higher Order Thinking Skill (HOTS) Di Pondok Pesantren Ngalah Sengonagung Purwosari Pasuruan
Pendidikan merupakan hal yang penting bagi setiap individu. Pendidikan dapat diperoleh melalui tiga lingkungan, yaitu lingkungan sekolah (Pendidikan formal), lingkungan masyarakat (Pendidikan non formal), lingkungan keluarga (pendidikan in formal). Pondok pesantren merupakan contoh dari Pendidikan non formal. Awalnya pesantren merupakan sebuah lembaga tradisional yang digunakan untuk menyiarkan agama Islam. Seiring berjalannya waktu dan berkembangnya zaman pesantren membutuhkan sebuah inovasi. Inovasi yang dilakukan di asrama D yaitu mengintegrasikan metode takror dengan cara berpikir tingkat tinggi (HOTS). Fokus permasalahan dari penelitian ini yaitu: (1) Bagaimana implementasi inovasi metode takror berbasis hierarki pembelajaran HOTS di Pondok Pesantren Ngalah Sengonagung Purwosari Pasuruan? (2) Bagaimana inovasi metode takror berbasis hierarki pembelajaran HOTS di Pondok Pesantren Ngalah Sengonagung Purwosari pasuruan? (3) Apa faktor pendukung dan penghambat implementasi inovasi metode takror berbasis hierarki pembelajaran HOTS di Pondok Pesantren Ngalah Sengonagung Purwosari pasuruan? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dalam penelitian ini meliputi data primer, dan data sekunder. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara, observasi partisipan, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data temuan dilakukan melalui triagulasi sumber, triangulasi waktu, dan triangulasi teknik. Hasil penelitian ini menunjukkan, bahwa: 1) impelementasi inovasi metode takror berbasis hierarki pembelajaran HOTS di Pondok Pesantren Ngalah berjalan efektif melalui tiga tahap, yaitu: tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi, 2) Inovasi metode takror berbasis hierarki pembelajaran HOTS di Pondok Pesantren Ngalah terbukti efektif dan dapat meningkatkan pemikiran peserta didik hingga mencapai level pemikiran tingkat tinggi, meliputi: menganalisis, mengevaluasi, mengkreasi, 3) Faktor pendukungnya yaitu: pendampingan guru yang kompeten, dukungan dan fasilitas asrama yang memadai, motivasi santri dalam mengembangkan ilmu pengetahuannya, sedangkan faktor penghambatnya yaitu: santri yang tidak mengakses sumber daya pembelajaran, santri kurang termotivasi dan belum bisa membaca kitab kuning
Pengembangan Media Pembelajaran Pai Dengan Menggunakan Platform Raptivity Dalam Memotivasi Belajar Di SMP Al-Inayah Purwosari Pasuruan
Ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang menuai banyak dampak bagi dimensi kehidupan, perkembangan yang sering terjadi memunculkan banyak perubahan yang sangat signifikan sehingga memunculkan persaingan global yang memerlukan adanya peningkatan dan pengembangan kualitas SDM. Perkembangan yang sering terjadi yaitu dalam dunia pendidikan yang tak luput dengan integrasi yang dialami dalam proses pembelajaran, sehingga teknologi memegang kendali yang sangat penting dalam lingkungan pendidikan. Media pembelajaran, komponen terpenting sebagai pendukung kefektifitasan kegiatan pembelajaran yang dilakukan, khususnya dalam materi pelajaran PAI. Pengembangan media pembelajaran PAI dengan menggunakan platform raptivity yang diaplikasikan memiliki dampak yang dominan, terutama dalam membangkitkan semangat dan memotivasi belajar. Penelitian ini, dilakukan untuk mengembangkan dan menguji tingkat keefektifitasan media pembelajaran PAI dengan menggunakan platform raptivity dalam meningkatkan motivasi belajar di kelas 7 SMP al-Inayah Purwosari Pasuruan. Penelitian ini bersifat kuantitatif yang menggunakan metode Research and Development (R&D), yang mengacu terhadap teknik Brog and Gall. Proses penelitian ini, melibatkan beberapa tahapan, seperti mengidentifikasi potensi dan masalah, mengumpulkan data yang sudah diperoleh, kemudian perancangan produk, memvalidasi rancangan produk, revisi produk, uji coba produk, revisi produk, uji coba pemakaian, revisi produk, dan akhirnya penciptaan produk jadi. Instrumen pendukung sebagai teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuisioner yang ditujukan kepada peserta didik. Hasil penelitian ini, bertujuan guna menilai apakah media yang diaplikasikan peneliti dapat memotivasi belajar peserta didik di SMP al-Inayah. Validasi dari para ahli menunjukkan bahwa media tersebut mendapatkan skor yang di katakan layak, meskipun masih ada beberapa komentar dan saran. Selain itu, kuisioner yang diberikan terhadap peserta didik menunjukkan bahwa 90% dari mereka, merasa sangat puas dengan adanya media pembelajaran PAI yang menggunakan platform Raptivity. Hal ini menandakan bahwa media tersebut sangat layak untuk di kembangkan lebih lanjut serta dapat digunakan sebagai media alternatif untuk meningkatkan motivasi belajar
Pembelajaran Fikih Melalui Metode Syawir Di Asrama “H” Pondok Pesantren Ngalah
Pembelajaran kitab kuning merupakan ciri khas dari setiap pondok pesantren, terutama pembelajaran dalam bidang ilmu fikih, dengan adanya syawir diharapkan para santri mudah untuk memahami, dan dapat saling bertukar pikiran pada saat syawir. Adapun yang menjadi fokus penelitian yang dilakukan merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan di asrama H Pondok Pesantren Ngalah. Di mana santri di asrama H ini tidak cenderung mahasiswa saja tetapi mulai dari MI sampai Mahasiswa berada di asrama ini. Karena itu peneliti tergugah melakukan penelitian pada asrama ini mengenai metode kegiatan syawir yang bermacam- macam jenjang santri didalamnya. Kegiatan syawir ini santri bisa memecahkan sebuah masalah atau pemahaman yang belum dipaham oleh seorang santri dapat di diskusikan bersama dengan para santri lain, dengan ini fokus penelitiannya yaitu: (1) Pembelajaran Syawir melalui metode syawir di asrama H (2). Hambatan dalam pelaksanaan pembelajaran fikih melalui metode syawir di Asrama H pondok pesantren Ngalah. (3). Evaluasi dalam pelaksanaan Hambatan dalam pelaksanaan pembelajaran fikih melalui metode syawir di Asrama H pondok pesantren Ngalah. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif, dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian menjelaskan tentang bagaimana macam-macam metode diskusi dan cara yang digunakan dalam proses diskusi dan proses pembelajaran syawir di asrama H. Hasil yang didapat dari fokus penelitian yaitu, syawir di asrama H Pondok Pesantren Ngalah merupakan sebuah kegiatan yang mendiskusikan dan juga mempelajari kitab-kitab yang sesuai dengan tingkatan madin. kegiatan syawir dilaksanakan setiap hari kamis setelah jamaah Asar, dan wajib di ikuti oleh seluruh santri asrama H. Kegiatan berdiskusi yang dilakukan di asrama H ini sama halnya dengan berdiskusi pada umumnya. Pelaksanaan kegiatan syawir di asrama H ini memiliki faktor yang menjadi penghambat jalannya kegiatan syawir, yaitu kurangnya SDM Ustadzah yaitu dari pihak pengurus karena memiliki kesibukan di luar asrama, maka dari itu solusi dalam mengatasi faktor ini sudah terdapat solusi dari pihak pengurus bidang pendidikan yaitu dengan cara menambahkan serta menetapkan badal Ustadzah syawir. Pelaksanaan evaluasi syawir yang ada di asrama H ini berupa soal- soal, dengan adanya soal evaluasi diterapkan di asrama H diterapkan untuk dapat mengetahui seberapa pengaruh dan berhasilnya suatu pembelajaran dari penerapan kegiatan syawir di asrama H Pondok Pesantren Ngalah pada kemampuan santri. diberikan sebuah evalusi untuk menjadi pembelajaran dari proses belajar yang masih belum efisien. Baik itu dari segi materi, atau cara penyampaian guru terhadap santri. Supaya syawir berjalan dengan efektif, diperlukan sebuah tindakan peningkatan dan perbaikan, agar syawir dapat diterapkan dengan baik di masa yang akan datang
Peran Pengurus Pesantren Dalam Penanaman Nilai-Nilai Karakter Kepemimpinan (Studi Kasus di Asrama A, Ponpes Ngalah)
Maraknya zaman globalisasi yang perlahan memudarkan nilai-nilai karakter pemuda yang bertolak belakang dengan (UU No.20. Tahun 2003). Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan peran pengurus pesantren dalam penanaman nilai-nilai karakter kepemimpinan di Asrama A dan untuk mengetahui cara implementasi dalam menanamkan nilai-nilai karakter kepemimpinan santri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dalam penelitian ini ada dua meliputi data primer dan data sekunder. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara, observasi partisipan dan studi dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data temuan dilakukan dengan triagulasi sumber, triangulasi waktu dan triangulasi teknik. Hasil dari penelitian ini adalah terbentuknya nilai-nilai karakter kepemimpinan santri melalui pemberian amanah dan pelaksanaan program. Menurut Stogdill and lee 1989 sikap pemimpin dalam membentuk nilai karakter kepemimpinan, santri diajarkan memiliki rasa tanggung jawab dan kapasitas, yang di kembangkan dengan prestasi, juga diringi dengan partisipasi sosial yang tinggi, lebih lebih jika memiliki status sehingga santri ataupun calon pemimpin, dapat mudah membenahi dan mengarahkan untuk mencapai tujuan bersama
Larangan Mengumbar Aib Dalam Al-Qur’an (Kajian Tafsir Tahlili)
Penelitian dalam skripsi ini dilatar belakangi oleh beberapa fenomena yang sering terjadi dikalangan masyarakat sekarang, yang mana seluruh kegiatan bias kita lakukan dengan cara yang sangat canggih, perkembangan zaman digital pun terus berjalan cepat dan tidak bisa dihentikan lagi oleh manusia.tentunya hal inu juga akan berdampak positif dan negatif. Hal demikian ini merusak tatanan tujuan manusia diciptakan. Dengan semakin canggihnya perkembangan tersebut membawa dampak penyebaran aib orang semakin cepat, baik didunia nyata maupun sosial. Peneliti melihat bagaimana ayat-ayat Al-Qur’an berbicara tentang curhat pengumbaran aib di media sosial dan dampak curhat (pengumbaran aib) di media sosial untuk menghasilkan kajian dinamis kritis membangun argumen yang responsif terhadap problem pengumbaran aib, dapat merelevansi dengan konteks masyarakat kekinian. Penetian ini merupakan penelitian kepustakaan (Library Research), data dalam penelitian ini bersumber dari bahan-bahan kepustakaan yang terdiri dari: 1) data primer yaitu Tafsir al-Munir, 2) data sekunder berupa Al-Qur’an dan terjemahnya, kitab Tafsir Fath Al-Qadir, Tafsir Al-Misbah, dan Tafsir Al-Munir, dan Tafsir Al-Azhar dan buku-buku yang terkait dengan ilmu pengetahuan al-Qur’an dan pembahasannya. Teknis pengumpulan data yang digunakan oleh penulis membutuhkan dokumentasi berupa catatan, lampiran, dan beberapa dokumen yang berkaitan dengan judul. Selanjutnya menggunakan langkah-langkah maudhu’i dan yang paling utama yaitu mengenai ayat-ayat al-Qur’an yang dibahas, terjemah dan tafsiran dari para mufasir, dan diambil dari buku, artikel maupun jurnal yang terkait. Dari penafsiran tafsir amenjelaskan bahwa semua perilaku mengumbar aib, dapat diketahui bahwa perilaku mengumbar aib sangat dianjurkan untuk dihindari agar tidak terjadi hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. Penafsiran dalam tafsir tahlili menyebutkan bahwa melarang untuk menampakkan perbuatan ataupun menceritakan sesuatu yang berkaiatan dengan perbuatan maksiat boleh jadi apa yang diceritakan atau perbuatan yang telah dilakukan sebelumnya berakibat buruk kepada orang lain atau bahkan kepada diri sendiri misalnya dampaknya kepada orang lain yaitu boleh jadi orang yang mendengarkan cerita orang tersebut melakukan hal yang serupa terhadap apa yang telah dilakukan. Dampak negatif mengumbar aib pertama yaitu yang berdampak buruk bagi dirinya sendiri. Kemudian yang kedua mengumbar aib menceritakannya karena ingin membanggakan perbuatan maksiatnya sehingga menimbulkan sikap atau perbuatan yang sombong dengan membanggakan diri terhadap perbuatan yang telah dilakukan
Komparasi Penafsiran Tentang Nasab Anak Zina Antara Al-Qurthubi Dan Wahbah Al-Zuahaili
Perkawinan yang sah dalam islam merupakan pintu awal terbentuknya hubungan nasab. Keberadaan nasab sangtlah penting. Nasab menjadi penentu bagian warisan, perwalian, pengasuhan, pengasuhan dan hal-hal yang berhubungan dengannya. Tanpa adanya hubungan nasab, maka banyak hal yang akan sulit untuk diselesaik. Anak hasil zina dianggap tidak sah secara hukum karena zina dianggap sebagai perbuatan yang tidak halal dan melanggar ketentuan syariat. Dalam hal ini, anak tersebut tidak memiliki nasab yang sah dari ayah biologisnya jika bukti-bukti yang cukup menunjukkan bahwa anak tersebut adalah hasil zina. Nasab anak zina adalah status hubungan keturunan anak yang lahir di luar pernikahan sah menurut hukum Islam. Dalam Islam, anak yang lahir dari hubungan di luar nikah dianggap tidak memiliki hubungan nasab (garis keturunan) dengan ayah biologisnya, melainkan hanya dengan ibunya. Maka dari itu, ada dua perbedaan pendapat mufassir tentang nasab anak zina. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana perbedaan pendapat tentang nasab anak zina menurut Al-Qurthubu dan Wahbah Zuhaili. Penelitian ini menggunakan metode penelitian komparasi dengan pendekatan kualitatif, yaitu dengan cara mencari perbedaan yang termuat dalam berbagai sumber primer maupun sekunder dan mengeksplorasi serta menguraikan penelitian dengan deskripsi. Selain itu, metode penelitian tafsir yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode riset dokumentasi, yaitu dengan cara mengumpulkan buku-buku, jurnal, artikel, catatan, lampiran,dan literatur-literatur lainnya.pertama yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu menafsirkan surat Al-Furqon ayat 54, Kedua menganalisa penafsiran Al-Qurthubi dan Wahbah Zuhaili tentang penafsiran nasab anak zina. Ketiga, mencari perbedaan pendapat tentang nasab anak zina. Keempat, menarik kesimpulan dalam penafsiran tersebut. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa perbedaan pendapat tentang nasab anak zina Imam Al-Qurthubi berpendapat tentang nasab anak zina bahwa anak yang dilahirkan dari hasil zina maka nasab tersebut tidak ikut pada ayahnya tetapi ikut kepada ibunya, jika anak tersebut yang lahir perempuan maka tidak bisa menjadi wali dalam pernikahannya dan boleh dinikahi oleh suami dari ibu tersebut. Menurut Wahbah Zuhaili anak yang lahir dari hubungan zina tersebut haram unutk dinikahi laki-laki dari ibu tersebut karena laki-laki tersebut masih tersmasuk dalam ketegori mushoharoh. perkawinan wanita hamil karena zina itu diperbolehkan. Apabila melahirkan anak setelah enam bulan akad nikah maka nasabnya ke pria itu. Apabila kurang dari enam bulan dari waktu akad nikah maka tidak dinasabkan padanya kecuali apabila si pria itu membuat ikrar bahwa anak itu adalah anaknya dan tidak menjelaskan bahwa anak itu bukan berasal dari zina
Analisis Nilai-Nilai Pendidikan Islam Multikultural Dalam Konten Media Sosial Majelis Ta’lim Sabilu Taubah Gus Iqdam
Indonesia merupakan negara dengan banyak keberagaman salah satunya dalam hal beragama. Nilai-nilai multikultural di tengah keberagaman sangat diperlukan agar persatuan dan kesatuan tetap terjaga. Toleransi dalam hal agama menjadi sesuatu yang penting untuk mencegah konflik dalam tatanan kehidupan bermasyarakat. Sikap saling menghargai dan menghormati terhadap perbedaan adalah pondasi utama dalam menyikapi keberagaman. Salah satu pendakwah yang sering kali menyuarakan nilai-nilai toleransi adalah Agus Muhammad Iqdam Kholid. Ia adalah seorang tokoh muda Islam yang aktif berdakwah melalui media sosial. Dakwahnya yang humor, santai dan damai membuat Ia banyak disukai oleh banyak kalangan bukan hanya umat Islam saja tetapi dari agama lain. Konten dakwahnya dikemas dalam Channel Youtube miliknya yaitu Gus Iqdam Official. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1) Nilai-nilai Pendidikan Islam Multikultural dalam konten media sosial Majelis Ta’lim Sabilu Taubah Gus Iqdam (2) respon netizen terhadap konten media sosial Majelis Ta’lim Sabilu Taubah Gus Iqdam. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian library research (penelitian kepustakaan) dengan pendekatan analisis isi (content analysis). Data dalam penelitian ini terdiri dari data primer, dan data sekunder. Data dikumpulkan dengan metode dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan, bahwa: 1) Nilai-nilai Pendidikan Islam Multikultural dalam konten media sosial Majelis Ta’lim Sabilu Taubah Gus Iqdam meliputi; (a) Toleransi, (b) Kesetaraan, (c) Kemanusiaan, (d) Tolong Menolong, (e) Keadilan, (f) Persatuan dan Kesatuan, dan (g) Cinta Sesama. Sedangkan respon netizen terhadap konten media sosial Majelis Ta’lim Sabilu Taubah Gus Iqdam meliputi (a) respon positif dan (b) respon negatif