Universitas Yudharta Pasuruan Repository
Not a member yet
3084 research outputs found
Sort by
Karakteristik Fisikokimia Dan Organoleptik The Herbal Daun Asam Jawa (Tamarindus indica L.) Terhadap Waktu Dan Suhu Pengeringan
Daun asam jawa merupakan daun yang berbentuk majemuk bertangkai panjang, berwarna hijau, mengandung senyawa saponin, flavonoid, vitamin B, dan asam tartrat. Daun asam jawa dapat dijadikan minuman herbal yang bersifat fungsional, minuman tersebut berupa teh herbal daun asam jawa dengan menggunakan metode pengeringan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh waktu dan suhu pengeringan terhadap karakteristik sifat fisikokimia dan organoleptik teh herbal daun asam jawa serta untuk mengetahui waktu dan suhu pengeringan yang optimal sehingga menghasilkan teh herbal daun asam jawa dengan kualitas terbaik. Rancangan percobaan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) 2 faktor meliputi waktu dengan 2 taraf W1= 2 jam,W2= 3 jam dan faktor perbandingan konsentrasi suhu dengan 3 taraf yaitu S0= 35 0C, S1= 50 0C, S2= 60 0C. Analisis pada penelitian ini adalah intensitas warna, kadar air, kadar abu, pH, aktivitas antioksidan, dan organoleptik. Waktu pengeringan yang digunakan berpengaruh pada kadar air, kadar abu, pH, organolpetik, tidak berpengaruh pada aktivitas antioksidan. Sama halnya dengan suhu pengeringan berpengaruh pada intensitas warna, kadar air, kadar abu, pH, dan organoleptik, dan tidak berpengaruh pada aktivitas antioksidan. Berdasarkan perhitungan nilai indeks efektifitas secara keseluruhan baik waktu dan suhu pengeringan perlakuan terbaik terdapat pada perlakuan W1S0 yang menggunakan waktu pengeringan 2 jam dan suhu pengeringan 35 0C dengan parameter indeks efektifitas sifat fisikokimia dan organoletik meliputi kadar air 3,13%, kadar abu 5,1%, intensitas warna 16,67, pH 2,7, aktivitas antioksidan 8,22, warna 4,2(suka),aroma 3,32 (agak suka), dan rasa 3,36 (agak suka)
Analisis Pendapatan Usaha Tani Jagung Didesa Sambi Sirah Kecamatan Wonorejo Kabupaten Pasuruan
Jagung adalah komoditas utama tanaman pangan dengan peran strategis dalam pembangunan pertanian dan perekonomian nasional sebagai sumber karbohidrat kedua setelah padi, serta digunakan untuk konsumsi, pakan ternak, dan industri. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pendapatan petani jagung di Desa Sambisirah, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, dilaksanakan dari Maret hingga Mei 2024. Metodologi penelitian menggunakan teknik simple random sampling, melibatkan 31 dari 177 petani jagung sebagai responden, dengan data primer dan sekunder yang dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif menguraikan kegiatan usahatani jagung secara deskriptif, sedangkan analisis kuantitatif meliputi perhitungan biaya total, penerimaan, dan pendapatan, serta analisis Break-Even Point (BEP) dan Ratio-Cost (R/C ratio) untuk menilai kelayakan usaha. Hasil penelitian menunjukkan biaya rata-rata usahatani sebesar Rp2.914.000 per musim dengan penerimaan rata-rata Rp67.500.000 per musim dan harga jual rata-rata Rp4.500, menghasilkan R/C ratio sebesar 1,7, yang menunjukkan usaha jagung di desa ini layak dan mendukung perekonomian lokal
Analisis Nilai Tambah Singkong Pada Agroindustri Tape Singkong Di Desa Kenduruan Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan
Bagi sebagian besar orang Indonesia, singkong adalah salah satu sumber karbohidrat utama mereka. Dengan kebutuhan yang terus meningkat, permintaan terhadap produk olahan singkong meningkat. Namun, pertumbuhan produksi yang cukup tidak mengimbangi peningkatan permintaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memeriksa tingkat pendapatan dan nilai tambah yang dihasilkan oleh agroindustri tape. Di Desa Kenduruan, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, pengrajin tape digunakan sebagai subjek penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Berdasarkan data observasi, setiap siklus produksi menghasilkan 560 bungkus tape singkong, dengan total biaya tetap sebesar 20.800 dan biaya variabel sebesar 3.185.000. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi tape singkong Bapak Hasan Basri menghasilkan keuntungan sebesar Rp 3.505.000, dengan nilai tambah sebesar 70%. Selain itu, produksi tape singkong Bapak Hasan Basri memberikan pengrajin nilai tambah sebesar Rp 758 per kilogram bahan baku
Analisis Persepsi Petani Sayur Organik Terhadap Digitalisasi Pertanian Di Kabupaten Pasuruan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Persepsi Petani Sayur Organik terhadap Digitalisasi Pertanian Di Kabupaten Pasuruan. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif. Metode pengambilan sampel yaitu metode sampel jenuh yaitu berjumlah 30 orang. Pengumpulan data yaitu terdiri dari data primer dan data sekunder. Metode analisis data yang digunakan yaitu Kualitatif Deskriptif dan menggunakan aplikasi SPSS 20 untuk uji data yaitu uji valid, uji realibilitas dan Korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Persepsi Petani Sayur Organik bernilai baik terhadap Digitalisasi Pertanian dengan nilai 84,8%. Sementara hasil korelasi bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi yaitu Umur, Pendidikan, Latar Belakang Budaya, Pengalaman, Informasi terhadap digitalisasi pertanian mempunyai hubungan di Kabupaten Pasuruan
Bauran Pemasaran Jamur Tiram (Pleurotus Ostreatus) Di UPT BLK Wonojati Malang
UPT BLK Wonojati Malang adalah salah satu tempat yang membudidayakan jamur tiram. Budidaya Jamur tiram secara ekonomis menarik dikarenakan untuk membudidayakan jamur tidak memerlukan lahan yang luas dan media tanam yang digunakan mudah didapatkan sehingga menyadari peluang bisnis yang muncul dalam usaha budidaya jamur tiram. Adapun beberapa kendala dalam memasarkan produk usaha jamur tiram sehingga pengelola usaha jamur tiram di UPT BLK Wonojati Malang memerlukan langkah yang strategis untuk mengembangkan usahanya dalam menghadapi permasalahan guna meraih peluang, agar tujuan perusahaan bisa tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui budidaya jamur tiram (pleurotus ostreatus) di UPT BLK Wonojati Malang dan mengetahui strategi, serta kendala- kendala yang dihadapi dalam memasarkan jamur tiram tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif (studi kasus). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, studi literatur dan kepustakaan serta dokumentasi. Teknis analisis data yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses budidaya jamur tiram masih menggunakan alat sederhana dan tradisional. Strategi pemasaran produk usaha jamur tiram yang telah diterapkan di UPT BLK Wonojati Malang diantaranya adalah strategi produk, strategi harga, strategi tempat/distribusi dan strategi promosi. Adapun kendala-kendala yang dihadapi dalam pemasaran tersebut diantaranya adanya penipuan, kualitas barang menurun, tidak bisa memenuhi target pasar, tidak ada perjanjian usaha, promosi belum maksimal, kemasan atau repacking belum menarik, lokasi terlalu jauh, mesin produksi masih manual, dan adanya persaingan
Penerapan Reformasi Birokrasi Dalam Perspektif Agile Governance (Studi di Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan reformasi birokrasi di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur dengan fokus pada peningkatan kualitas tenaga kerja dalam perspektif agile governance. Dalam era Revolusi Industri 4.0, kebutuhan akan tenaga kerja yang berkualitas dan adaptif menjadi semakin penting. Oleh karena itu, diperlukan reformasi birokrasi yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan efisiensi dan efektivitas, tetapi juga responsif terhadap perubahan lingkungan dan kebutuhan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus, menganalisis keselarasan 8 area perubahan dalam Grand Design Reformasi Birokrasi (Perpres Nomor 81 Tahun 2010) dengan 6 prinsip agile governance, yaitu good enough governance, business driven, human focused, based on quick wins, systematic and adaptive approach, serta simple design and continuous refinement. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar area perubahan dalam reformasi birokrasi di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur lebih dominan terkait dengan prinsip human focused dan systematic and adaptive approach. Hal ini disebabkan oleh fokus utama peningkatan kualitas tenaga kerja yang berpusat pada pengembangan sumber daya manusia dan kemampuan birokrasi untuk beradaptasi terhadap perubahan dinamika kebutuhan tenaga kerja. Selain itu, penerapan prinsip good enough governance dan simple design and continuous refinement dalam penguatan tata kelola dan peningkatan pelayanan publik juga berperan penting dalam mendukung reformasi birokrasi yang lebih efektif dan efisien. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan perlunya peningkatan kapasitas adaptasi dan responsifitas dalam implementasi reformasi birokrasi agar dapat lebih selaras dengan tuntutan era digital dan dinamis saat ini
Analisis Pelayanan Publik Dalam Perspektif Good Governance Di Desa Sumberrejo Kecamatan Purwosari
Penelitian ini bertujuan menganalisis pelayanan publik di desa Sumberrejo dalam perspektif good governance. Desa Sumberrejo menghadapi sejumlah tantangan dalam memberikan pelayann publik yang optimal, antara lain kurangnya penguasaan teknologi informasi, lemahnya sumberdaya manusia pada warga yang berusia tua, keterbatasan sarana dan prasarana. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dimana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun ada upaya untuk menerapkan prinsip-prinsip good governance, seperti transparansi, akuntabilitas dan partisipasi masayarakat dalam pelayann publik di desa Sumberrejo masih terdapat kendala signifikan. Penggunaan teknologi seperti aplikasi SIAK dan E-KIOS telah membantu dalam meningkatkan efisiensi administrasi, namun penguasaan teknoligi yang rendah dikalangan aparat desa dan masayarakat menghambat pelaksanaannya secara optimal. Kesimpulannya, untuk mewujudkan pelayann publik yang sesuai dengan prinsip good governance di desa Sumberrejo perlu ada peningkatan kapasitas sumberdaya manusia, penyediaan pelatihan teknologi serta pengembangan sarana dan prasarana yang lebih baik
Analisis Pengelolaan Aset Desa Pada Peningkatan Pendapatan Asli Desa (Studi Di Desa Sukolelo Kecamatan Prigen Kabupaten Pasuruan)
Penelitian ini mengkaji tentang pengelolaan aset desa pada peningkatan pendapatan asli desa dengan menggunakan teori fungsi manajemen George r terry dalam (sukarna,2011), Serta dampak pengelolaan pada peningkatan pendapatan asli desa di Desa Sukolelo. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui pengelolaan aset desa menggunakan teori fungsi manajemen George r terry dan juga untuk mengetahui dampak pengelolaan aset pada peningkatakan pendapatan asli desa di desa sukolelo kecamatan prigen kabupaten pasuruan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan fungsi manajemen yang terdiri dari perencanaan (planning) belum dilakukan dengan matang, pengorganisasian (Organizing) belum cukup baik, penggerakan (Actuating) sudah dilakukan penggerakan dengan baik, dan juga pengawasan (Controling) yang fungsi pengawasannya juga sudah dilakukan dengan baik. meskipun dalam pengelolaan aset desanya masih ada beberapa aspek yang harus dibenahi, pengelolaan aset desa di desa sukolelo memiliki dampak terhadap meningkatnya pendapatan asli desa di desa sukolelo
Pengaruh Labeling “Tasya Farasya Approved” Terhadap Minat Beli Produk Somethinc Calm Down Moisturizer Di E-Commerce (Pada Mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas Yudharta Pasuruan)
Penelitian ini berfokus pada dampak label 'Tasya Farasya Approved' terhadap minat beli produk Somethinc Calm Down Moisturizer di platform e-commerce. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis sejauh mana label tersebut mempengaruhi perilaku konsumen dan memberikan rekomendasi kepada perusahaan dalam merancang strategi pemasaran yang lebih efektif. Temuan penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas produk dan layanan, serta pengembangan strategi promosi yang lebih kompetitif di industri kecantikan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian terdiri dari 93 mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas Yudharta Pasuruan, dengan responden yang dipilih secara purposive. Instrumen penelitian mencakup kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai Sig sebesar 0.000, yang lebih kecil dari 0.05, sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Ini berarti terdapat pengaruh positif secara parsial antara labeling “Tasya Farasya Approved” (X) terhadap minat beli produk Somethinc Calm Down Moisturizer (Y). Nilai F hitung sebesar 89,489 juga lebih besar dari F tabel yang bernilai 4,043, dengan probabilitas 0,000 (<0,005), sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel bebas (pengaruh labeling “Tasya Farasya Approved”) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat (minat beli produk Somethinc Calm Down Moisturizer). Dari 48 responden, diperoleh nilai Sig < 0,05 yaitu 0,000, yang menunjukkan bahwa labeling “Tasya Farasya Approved” (X1) secara simultan berpengaruh terhadap minat beli (Y). Analisis hubungan antara variabel labeling “Tasya Farasya Approved” dan minat beli menyimpulkan bahwa pengaruh labeling ini terhadap minat beli adalah sebesar 66%
Peristiwa Komunikasi Pada Ritual Cok Bakal Sawah Di Desa Kertosari, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan
Penelitian ini bertujuan untuk memahami peristiwa komunikasi dalam ritual Cok Bakal Sawah di Desa Kertosari, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan. Ritual ini merupakan upacara tradisional yang mengkomunikasikan nilai-nilai spiritual dan budaya melalui simbol-simbol seperti daun kelapa muda, beras kuning, dan telur. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik observasi dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peristiwa komunikasi dalam ritual ini sangat terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Desa Kertosari, mencerminkan nilai kebersamaan dan gotong royong. Simbol-simbol tersebut berfungsi sebagai alat komunikasi sosial, memperkuat ikatan komunitas, dan mencerminkan harapan serta kepercayaan masyarakat terhadap kesuburan dan kesejahteraan. Penelitian ini juga menemukan bahwa modernisasi dan globalisasi mempengaruhi pemahaman dan interpretasi simbol-simbol dalam ritual ini, menimbulkan tantangan dalam menjaga keberlangsungan dan keaslian ritual Cok Bakal Sawah