Repository Universitas Muhammadiyah Jember
Not a member yet
19650 research outputs found
Sort by
ANALISIS KOMUNIKASI ANGGOTA KOMUNITAS RAILFANS DALAM MENSOSIALISASIKAN KESELAMATAN DI PERLINTASAN KERETA API
Penelitian ini membahas analisis komunikasi anggota komunitas Railfans dalam mensosialisasikan keselamatan di perlintasan kereta api. Keselamatan di perlintasan kereta api masih menjadi isu penting di Indonesia karena tingginya angka pelanggaran dan potensi kecelakaan. Komunitas Railfans, sebagai kelompok pecinta perkeretaapian, memiliki peran strategis dalam mendukung kampanye keselamatan melalui komunikasi publik. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola komunikasi yang digunakan oleh anggota komunitas dalam menyampaikan pesan keselamatan, baik melalui interaksi langsung maupun media digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus pada komunitas Railfans yang aktif melakukan kampanye keselamatan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi internal bersifat partisipatif dan horizontal, menciptakan koordinasi, keterlibatan, dan solidaritas antaranggota. Media sosial, seperti Instagram dan YouTube, digunakan sebagai sarana utama penyebaran pesan, sementara kegiatan offline berupa edukasi langsung, kolaborasi dengan PT KAI dan Dinas Perhubungan, serta penyebaran materi visual turut memperkuat efektivitas kampanye. Analisis menggunakan Teori FIRO (Fundamental Interpersonal Relations Orientation) oleh Schutz (1958) yang menjelaskan tiga kebutuhan dasar interaksi kelompok: Inclusion (keterlibatan), Control (pengendalian), dan Affection (keakraban). Ketiga aspek ini memengaruhi cara anggota berinteraksi, mengatur peran, dan membangun hubungan yang mendukung keberhasilan penyampaian pesan keselamatan. Kesimpulannya, komunitas Railfans berperan sebagai aktor strategis dalam kampanye keselamatan di perlintasan kereta api melalui strategi komunikasi kreatif, kolaboratif, dan konsisten, dengan dukungan interaksi kelompok yang harmonis dan pemanfaatan media digital secara optimal
PERBEDAAN KONSENTRASI GA3 DAN WAKTU PERENDAMAN DALAM PEMATAHAN DORMANSI BENIH BAWANG DAUN (Allium fistulosum l)
Muhammad Alfarizi Dio Prabowo, Perbedaan Konsentrasi GA3 Dan Waktu
Perendaman Dalam Pematahan Dormansi Benih Bawang Daun (Allium fistulosum
L) , dibawah bimbingan Ir. Insan wijaya, MP sebagai dosen pembimbing utama dan
Hidayah Mutiyaningsih, S.Si., M.Si sebagai dosen pembimbing anggota.
Penelitian ini telah dilaksanakan di lahan Pertanian Universitas
Muhammadiyah Jember yang bertempat di Jln. Karimata 49, Kecamatan
Sumbersari, Kabupaten Jember dimulai pada bulan Aplir 2025 – Juni 2025.
Penelitian ini merupakan percobaan 2 faktor yang dirancang menggunakan
rancangan acak kelompok (RAK) dan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial
dengan 3 ulangan. Faktor pertama konsentrasi GA3 (A) yang terdiri dari: A0
Aquades, A1 Konsentrasi 20 ppm, A2 Konsentrsi 40 ppm, A3 konsentrasi 60 ppm.
Sedangkan faktor kedua lama perendaman (D) yang terdiri dari: D1 15 menit, D2
30 menit, D3 45 menit.
Berdasarkan hasil analisis ragam konsentrasi GA3 berpengaruh sangat
nyata. A1 (konsentasi 20 ppm) berpengaruh sangat nyata pada parameter potensi
tumbuh, A2 (konsentrasi 40 ppm) berpengaruh sangat nyata pada parameter tinggi
tanaman 7 hst, berbeda nyata pada parameter tinggi tanaman 28 hst dan panjang
akar. Lama perendaman berpengaruh nyata. D1 (lama perendaman 15 mrnit)
berpengaruh nyata pada parameter potensi tumbuh dan tinggi tanaman 14 hst.
Perlakuan interaksi A1D2 (konsentrasi 20 ppm dan lama perendaman 30 menit)
berpengaruh sangat nyata pada parameter potensi tumbuh, perlakuan A2D1
(Konsentrasi 40 ppm dan lama perendaman 15 menit) berpengaruh sangat nyata
pada parameter tinggi tanaman 7 hst. A0D3 (aquades lama perendaman 45 menit)
berpengaruh nyata pada parameter keserempakan tumbuh dan index vigor. A1D1
(konsentrasi 20 ppm lama perendaman 15 menit) berpengaruh nyata pada parameter
tinggi tanaman 21 hst, A3D3 (Konsentrasi 60 ppm lama perendaman 45 menit)
berpengaruh nyata pada parameter panjang akar
STRATEGI PENINGKATAN EFEKTIVITAS DAN EFISIENSI MANAJEMEN RANTAI PASOK AGROINDUSTRI BUAH NAGA (STUDI KASUS PT. ORENG OSING BANYUWANGI)
Rantai pasok adalah keterkaitan antara aliran bahan atau jasa, aliran uang,
dan aliran informasi dari pemasok, produsen, distributor, gudang, pengecer, dan
pelanggan akhir. PT. Oreng Osing merupakan salah satu agroindustri yang
bergerak di bidang agroindustri hasil pertanian dari Kabupaten Banyuwangi
Khususnya buah naga yang berlokasi di Kabupaten Banyuwangi. Selama ini PT.
Oreng Osing memiliki rantai pasok yang cukup besar belum pernah melakukan
pengukuran kinerja rantai pasok. Tentunya salah satu dampak dari aktivitas dalam
rantai pasok adalah penambahan nilai produk pada sale buah naga. Sehingga
tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis struktur rantai pasok sale
buah naga, mengukur kinerja rantai pasok sale buah naga, menganalisis nilai
tambah produk sale buah naga, dan perumusan strategi peningkatan efektifitas dan
efisiensi rantai pasok di PT. Oreng osing.
Penelitian ini menggunakan metode SCOR-AHP dan Hayami untuk
mengetahui nilai tambah produk. SCOR digunakan untuk mengumpulkan data
objektif tentang kinerja rantai pasok PT. Oreng Osing, dan AHP digunakan
membuat keputusan berdasarkan perbandingan berpasangan yang memeriksa
parameter bobot kriteria.
Hasil dari penelitian ini adalah mekanisme rantai pasok sale buah naga
dimulai dari petani, pengepul, PT. Oreng Osing, Retailer antar daerah dan luar
daerah, retailer produk dan konsumen. Berdasarkan perhitungan, nilai kinerja
tertinggi pada level satu adalah proses Plan/Perencanaan dengan nilai 87,53.
Kedua adalah Delivery/Pengiriman dengan skor 86,62. Selanjutnya ketiga adalah
proses Retrun/Pengembalian dengan nilai 71,26. Keempat adalah proses
Source/Pengadaan dengan nilai 55,26. Kelima adalah proses make/Pengolahan dengan nilai 52,8. Analisis kinerja PT. Oreng Osing Banyuwangi sebesar 66,24
yang termasuk dalam kategori Sangat kurang baik (Poor). Hasil tersebut dapat
digunakan sebagai acuan oleh PT. Oreng Osing Banyuwangi untuk selalu
menjaga keseimbangan pada Matrik yang memeliki nilai tertinggi dan
peningkatan kepada Matrik yang memiliki nilai pada level sedang. Sehingga nilai
kinerja PT. Oreng Osing Banyuwangi tetap menjadi kategori sangat baik.
Hasil nilai tambah agroindustri dari petani didapatkan nilai tambah yang
paling besar adalah dari pengepul yaitu 46,40% yang termasuk dalam kategori
Tinggi, semakin banyak proses pengolahan yang terjadi maka nilai tambah yang
didapatkan semakin besar. Sedangkan nilai tambah agroindustri dari petani
didapatkan nilai tambah sebesar 44,73 % yang termasuk dalam kategori Tinggi.
Nilai tambah yang dihasilkan berbeda antara bahan baku yang diperoleh dari
petani dan pengepul. Nilai tambah yang diperoleh setiap anggota rantai pasok
berbeda-beda dikarenakan tergantung input dan perlakuan yang dilakuka
Analisis Kelayakan Usaha Peternakan Ayam Petelur di Resa Farm Desa Tutul Kecamatan Balung Kabupaten Jember
Desa Tutul Kecamatan Balumg merupakan salah satu desa yang ada di Kabupaten Jember. Di Desa Tutul ini terdapat usaha peternakan ayam petelur yang sudah berdiri cukup lama kurang lebih 5 tahun sehingga memiliki potensi untuk dikembangkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) menghitung keuntungan, (2) menganalisis kelayakan usaha dan Tingkat sensitivitas peternakan ayam petelur bila terjadi Perubahan harga input dan harga output. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode purposive samping. Kriteria kelayakan usaha yang digunakan yaitu Net Benefit cost (B/C), Net Present Value (NPV), dan Internal Rate Of Return (IRR). Hasil penelitian diperoleh bahwa usaha peternakan ayam petelur di Resa Farm Desa Tutul Kecamatan Balung Kabupaten Jember (1) menguntungkan dengan keuntungan bersih sebesar Rp. 1.231.733.000 selama 5 tahun. (2) Analisis kelayakan pada usaha peternakan ayam petelur menunjukkan bahwa nilai Net Benefit Cost Ratio (B/C) 3,72 ≥ 1, Net Present Value (NPV) sebesar Rp. 607.900.082 ≥ 0 yang berarti keuntungan investasi dalam jangka panjang berada di atas nol dan Internal Rate Of Return (IRR) 78%, maka dapat diketahui bahwa usaha peternakan ayam petelur di Resa Farm Desa Tutul Kecamatan Balung Kabupaten Jember selama 5 tahun layak untuk di laksanakan
ANALISIS PEMASARAN GULA MERAH TEBU (Saccharum officinarum L.) UD BUMI ASIH DI DESA WONOKUSUMO KECAMATAN TAPEN KABUPATEN BONDOWOSO
UD Bumi Asih di Desa Wonokusumo, Kecamatan Tapen, Kabupaten Bondowoso adalah agroindustri yang memproduksi gula merah tebu dalam skala usaha mikro. Efisiensi pemasaran merupakan salah satu upaya meningkatkan perge-rakan barang dari produsen ke konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1) saluran pemasaran, (2) distribusi margin, (3) efisiensi pemasa-ran, (4) dan struktur pasar. Metode penelitian menggunakan deskriptif kuanti-tatif. Data primer dikumpulkan melalui observasi dan wawancara dengan pem-ilik agroindustri, pedagang pengecer, dan pabrik kecap. Data sekunder diperoleh dari studi pustaka. Data dianalisis menggunakan distribusi margin, efisiensi pemasaran, dan analisis struktur pasar dengan Indeks Herfindahl-Hirschman (IHH). Hasil penelitian menunjukkan: (1) pemasaran gula merah tebu menggunakan saluran nol tingkat (produsen langsung ke pabrik kecap) dan salu-ran satu tingkat (produsen ke pedagang pengecer ke konsumen), (2) Pada saluran pemasaran nol tingkat, gula merah tebu langsung didistribusi ke pabrik kecap dengan harga jual Rp 9.000/kg dan biaya pemasaran total Rp 791,90/kg, sementa-ra pada saluran pemasaran satu tingkat, margin pemasaran sebesar Rp 2.500/kg, didistribusikan untuk biaya 23,80% dan 76,20% sebagai keuntungan bagi peda-gang pengecer, (3) kedua saluran pemasaran gula merah tebu sudah efisien, farmer’s share saluran nol tingkat sebesar 91,20%, dan saluran satu tingkat 76,19%. (4) Analisis struktur pasar menggunakan Indeks Herfindahl-Hirschman (IHH) menunjukkan nilai 5002,00 mengindikasikan struktur pasar mengarah pa-da oligopsoni di tingkat pengecer
PENGARUH KOMPETENSI TERHADAP INNOVATIVE WORK BEHAVIOR PADA DOSEN PERGURUAN TINGGI DI KABUPATEN JEMBER
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh yang diberikan kompetensi terhadap innovative work behavior. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan jenis korelasional. Sampel dalam penelitian ini adalah 322 dosen yang berada di kabupaten Jember. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah accidental sampling. Instrumen yang dalam penelitian ini menggunakan alat ukur Kompetensi yang diadaptasi dari Ghazali et al. (2023) dan alat ukur Innovative Work Behavior. Penelitian ini menemukan bahwa kompetensi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap innovative work behavior pada dosen Perguruan Tinggi di kabupaten Jember (F=191.553; p=0.000; ẞ=0.578). Temuan tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat kompetensi yang dimiliki oleh dosen baik dalam hal pengembangan diri, efektivitas pribadi, kerja sama tim, maupun kemampuan interpersonal, maka semakin tinggi pula kecenderungan dosen untuk menunjukkan perilaku inovatif
HUBUNGAN PERILAKU MEROKOK DAN VENTILASI DENGAN FAKTOR PREDISPOSISI KEPARAHAN TUBERKULOSIS PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS AJUNG
Latar Belakang dan Tujuan: Tuberkulosis paru masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan perilaku merokok dan kondisi ventilasi dengan faktor predisposisi keparahan tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas Ajung. Metode: Penelitian menggunakan desain potong lintang cross sectional dengan jumlah responden sebanyak 103 penderita tuberkulosis paru yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi. Data perilaku merokok dan faktor predisposisi (pengetahuan, sikap, keyakinan, persepsi) diperoleh melalui kuesioner, sedangkan kondisi ventilasi diukur berdasarkan perbandingan luas bukaan dengan luas lantai rumah. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku merokok dengan faktor predisposisi keparahan tuberkulosis paru (ρ = 0,156; p = 0,116). Namun, terdapat hubungan negatif yang signifikan antara ventilasi dengan faktor predisposisi keparahan tuberkulosis paru (ρ = −0,248; p = 0,012), yang berarti semakin baik ventilasi rumah, maka tingkat keparahan tuberkulosis paru cenderung menurun Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa ventilasi rumah memiliki peran penting dalam menurunkan tingkat keparahan tuberkulosis paru, sementara perilaku merokok tidak terbukti berhubungan signifikan. Hasil ini menekankan pentingnya intervensi perbaikan lingkungan, khususnya ventilasi rumah, dalam upaya pencegahan dan pengendalian keparahan tuberkulosis paru.
Kata kunci: Tuberkulosis paru, perilaku merokok, ventilasi, faktor predisposisi, keparaha
METODE BERCERITA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA ANAK USIA DINI
Cholidiah Aviva, 2025. Metode Bercerita Untuk Meningkatakan Kemampuan Berbicara Anak Usia Dini. Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Anak Usia Dini. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Jember. Pemebimbing: (1) Dra. Khoiriyah, M.Pd. (2) Dr. Misyana M.Pd.
Penelitian ini mengkaji efektivitas metode bercerita sebagai pendekatan pembelajaran yang dapat mendukung perkembangan kemampuan berbicara pada anak usia dini. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, studi ini berfokus pada proses dan hasil dari penerapan metode bercerita dalam konteks pembelajaran sehari-hari. Kemampuan berbicara merupakan aspek fundamental dalam perkembangan bahasa, yang tidak hanya mencerminkan pemahaman anak terhadap bahasa, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun relasi sosial dan mengekspresikan diri. Metode bercerita dipandang sebagai strategi yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga mampu memberikan stimulus bagi anak untuk mendengarkan secara aktif, memahami makna, dan mengungkapkan kembali isi cerita dengan kata-kata mereka sendiri. Dalam artikel ini, penekanan diberikan pada bagaimana cerita dapat memperkaya kosakata anak, meningkatkan kepercayaan diri dalam berbicara, serta mendorong interaksi sosial yang bermakna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan bercerita tidak hanya meningkatkan pemahaman anak terhadap struktur bahasa, tetapi juga membuka ruang bagi mereka untuk mengekspresikan ide, pengalaman, dan perasaan secara verbal. Proses ini memperkuat keterampilan berbicara anak secara alami dan bertahap, sesuai dengan ritme perkembangan mereka. Melalui pendekatan ini, anak-anak tidak hanya belajar menggunakan bahasa, tetapi juga membangun hubungan emosional dengan isi cerita dan lingkungan belajar mereka. Dengan demikian, metode bercerita menjadi salah satu pendekatan yang relevan dan menyenangkan dalam mendukung tumbuh kembang bahasa anak pada masa usia dini, yang dikenal sebagai masa emas perkembangan
ANALISIS KAMPAS REM DARI KARBON AKTIF SERBUK KAYU JATI DENGAN MATRIKS EPOXY TERHADAP UJI KEAUSAN DAN UJI KEKERASAN
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sifat keausan dan kekerasan kampas rem
berbahan dasar serbuk kayu jati yang telah melalui proses pirolisis dan dicampur
dengan resin epoxy. Variasi yang digunakan dalam penelitian meliputi suhu pirolisis
350°C dan 450°C, serta komposisi campuran serbuk terhadap resin epoxy sebesar
40:60 dan 50:50. Pengujian dilakukan terhadap lima spesimen, termasuk satu spesimen
tambahan yang menggunakan karbon aktif dari serbuk kayu jati. Hasil pengujian
keausan menunjukkan bahwa nilai tertinggi sebesar 0,007257655 mm³/kg·m diperoleh
dari spesimen serbuk kayu jati pirolisis 350°C dengan komposisi 50:50, sedangkan
nilai keausan terendah sebesar 0,002321607 mm³/kg·m terdapat di spesimen suhu
450°C dengan komposisi 40:60. Pada uji kekerasan menggunakan metode Vickers,
nilai kekerasan tertinggi sebesar 13,36 VHN diperoleh dari spesimen karbon aktif suhu
450°C dengan komposisi 40:60, sedangkan nilai terendah sebesar 11,96 VHN
diperoleh dari spesimen serbuk kayu jati suhu 350°C dengan komposisi 50:50. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa suhu pirolisis dan komposisi campuran berpengaruh
signifikan terhadap keausan dan kekerasan kampas rem. Kombinasi suhu tinggi dan
komposisi resin yang lebih besar menghasilkan performa mekanik yang lebih baik
RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI KEARSIPAN BERBASIS WEB DENGAN METODE WATERFALL PADA UNIT KEARSIPAN UNIVERSITAS JEMBER
Pengelolaan arsip pada sebuah institusi merupakan hal yang penting, terutama dalam hal pengelolaan arsip surat masuk dan keluar. Dalam sebuah institusi, arsip surat merupakan penanda eksistensi dan bukti komunikasi dengan institusi lain. Sistem pengelolaan arsip yang digunakan pada Unit Kearsipan Universitas Jember selama ini dilakukan dengan cara manual dan konvensional sehingga belum efektif dan efisien. Tujuan penelitian ini adalah merancang dan membangun sistem informasi kearsipan yang merupakan upaya pengelolaan arsip secara digital dan diharapkan dapat menghasilkan kinerja yang lebih efektif dan efisien serta mampu memberikan pelayanan kearsipan bagi stake holder yang
membutuhkan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pendekatan desain waterfall, dengan tahapan analisis, desain, pengkodean, dan pengujian. Hasil dari rancang bangun sistem ini adalah sebuah situs web yang menyediakan informasi mengenai data dan laporan surat masuk dan keluar pada Unit Kearsipan Universitas Jember