Repository Universitas Muhammadiyah Jember
Not a member yet
19650 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN KOMUNIKASI ANTAR PERSONAL PADA BUDAYA ADAT TARI SEBLANG BANYUWANGI (Studi Kasus di Desa Olehsari Kec.Glagah Banyuwangi)
Tari Seblang adalah tradisi ritual yang dilaksanakan oleh masyarakat osing di Desa Olehsari, Banyuwangi, yang mengandung makna spiritual dan sosial yang mendalam. Ritual ini tidak hanya berfungsi sebagai penghormatan kepada leluhur, tetapi juga sebagai sarana komunikasi antar masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis unsur-unsur dan faktor-faktor yang memengaruhi komunikasi antar personal dalam budaya adat tari seblang, serta peran pemerintah dalam upaya pelestariannya. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Fokus penelitian ini adalah komunikasi antar personal pada ritual adat seblang. Teknik pengumpulan data dikumpulkan melalui wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa simbol-simbol gerakan tari, peran tokoh adat, serta nilai-nilai spiritual dan sosial merupakan unsur utama yang membentuk komunikasi antar personal dalam ritual ini. selain itu, faktor-faktor seperti keyakinan spiritual, norma sosial, dan interaksi selama upacara adat juga berkontribusi pada dinamika komunikasi yang terjadi. Pemerintah daerah memainkan peran penting dalam melestarikan budaya melalui dukungan kebijakan, promosi, dan penyediaan fasilitas. Kesimpulan pada penelitian ini menegaskan bahwa komunikasi antar personal dalam tari seblang tidak hanya berfungsi sebagai media penyampaian pesan, tetapi juga sebagai mekanisme untuk mewariskan budaya dan identitas masyarakat osing. Oleh karena itu, pelestarian tradisi ini memerlukan sinergi antara masyarakat dan pemerintah agar dapat terus bertahan di tengah arus modernisasi
Eksplorasi Etnomatematika dalam Kerajinan Gazebo Bambu di Desa Candijati Arjasa Jembet
Penelitian ini penting untuk mengungkapkan bahwa matematika tidak
hanya sebatas ilmu yang dipelajari di kelas, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan
sehari-hari, termasuk dalam kerajinan gazebo bambu di Desa Candijati yang
mengandung konsep matematika secara alami dan diwariskan secara turun
temurun, serta memiliki makna filosofis yang unik. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui etnomatematika dalam kerajinan gazebo bambu di Desa Candijati
Arjasa Jember. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan
etnografi. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara,
dan dokumentasi. Data yang diperoleh, dianalisis melalui tahap reduksi, penyajian
data, dan penarikan kesimpulan, sementara keabsahan datanya diuji menggunakan
teknik triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat konsep
matematika dalam kerajinan gazebo bambu, yaitu bangun datar (segitiga sama kaki,
segitiga siku-siku, persegi, persegi panjang, jajar genjang, belah ketupat, dan
trapesium), bangun ruang (Rangka limas segi empat dengan alas persegi dan
persegi panjang, rangka kubus, rangka balok, dan tabung), serta transformasi
geometri (refleksi dan translasi). Selain sebagai struktur fungsional, bentuk-bentuk
ini memiliki makna filosofis, yaitu keseimbangan, ketahanan, keteraturan, dan
harmoni terhadap alam sekitar. Motif anyaman belah ketupat sebagai dekoratif,
rangka limas segi empat pada atap melambangkan perlindungan dari segala arah,
rangka kubus dan balok memberikan ruang yang nyaman serta mencerminkan
kekokohan. Bentuk tabung melambangkan penghormatan terhadap alam serta
pemanfaatan secara bijak. Hasil penelitian ini dapat diterapkan dalam pembelajaran
matematika berbasis budaya, sehingga dapat meningkatkan pemahaman siswa
terhadap konsep matematika dalam etnomatematika serta keterkaitannya dengan
kehidupan sehari-hari dan kearifan lokal
PENGARUH PENYEMPROTAN KONSENTRASI GA3 TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BERBAGAI VARIETAS TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays var saccharata Strut)
Jagung manis (Zea mays saccharata Sturt) merupakan salah satu komoditas yang digemari oleh masyarakat Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2021 menunjukkan produksi jagung manis mengalami penurunan selama 3 tahun. Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi jagung manis dengan penyemprotan GA3 dan memilih beberapa varietas yang menghasilkan pertumbuhan dan produksi terbaik. GA3 merupakan salah satu hormon tanaman yang memiliki fungsi yaitu mempengaruhi pertumbuhan, mempercepat perkembangan kuncup, mempercepat proses pembungaan. Dan di Indonesia ada berbagai macam varietas tanaman jagung manis hibrida yang dibudidayakan antara lain yaitu, jagung manis varietas Master Sweet, jagung manis varietas Exotic Pertiwi, dan jagung manis varietas Bonanza. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyemprotan konsentrasi GA3 tentang pertumbuhan dan produksi tiga varietas jagung manis. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 perlakuan yang disusun secara faktorial 3 kali ulangan. Perlakuan pertama yaitu G0: 0 ppm, G1: 40 ppm, G2: 60 ppm, dan G3: 80 ppm. Perlakuan kedua yaitu Varietas V1: Bonanza, V2: Exotic Pertiwi, dan V3: Master Sweet. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa aplikasi konsentrasi GA3 tidak berbeda nyata terhadap perlakuan 3 varietas jagung manis, sedangkan pada perlakuan 3 varietas parameter tinggi tanaman umur 2, 3, 4, 5, 7 MST, diameter batang umur 2, 5, 6, 7 MST, diameter tongkol, berat basah tongkol berbeda sangat nyata, juga terdapat berbeda nyata pada parameter tinggi tanaman umur 6 MST, jumlah daun umur 2 MST, diameter batang umur 3, 4 MST, dan panjang tongkol. Sedangkan yang berbeda tidak nyata terdapat pada pengamatan jumlah daun umur 3, 4, 5, 6, 7 MST, dan berat kering tongkol. Interaksi antara perlakuan aplikasi GA3 terhadap 3 varietas jagung manis berbeda tidak nyata pada semua parameter pengamatan
IMPLEMENTASI KEWENANGAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN JEMBER DALAM PENGENDALIAN MONITORING DAN PENERTIBAN PEREDARAN MINUMAN BERALKOHOL (BERDASARKAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN JEMBER NOMOR 3 TAHUN 2018 TENTANG PENGENDALIAN MINUMAN BERALKOHOL)
Penelitian ini membahas implementasi kewenangan Pemerintah
Daerah Kabupaten Jember dalam pengendalian, monitoring, dan
penertiban peredaran minuman beralkohol berdasarkan Peraturan Daerah
Kabupaten Jember Nomor 3 Tahun 2018. Latar belakang dari penelitian
ini adalah tingginya angka peredaran minuman beralkohol yang masih
terjadi di Kabupaten Jember, meskipun telah diberlakukan peraturan
daerah yang mengatur tentang pengendaliannya. Penelitian ini
menggunakan metode yuridis empiris dengan pendekatan perundang-
undangan dan konseptual. Data diperoleh melalui studi pustaka dan
wawancara dengan Satpol PP dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan
Kabupaten Jember. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun telah
ada regulasi yang tegas, implementasinya masih menghadapi kendala
seperti kurangnya kepatuhan pelaku usaha, lemahnya pengawasan, dan
terbatasnya sanksi administratif. Oleh karena itu, perlu adanya penguatan
dalam pengawasan dan edukasi kepada masyarakat serta pelaku usaha
mengenai pentingnya kepatuhan terhadap peraturan peredaran minuman
beralkohol untuk menciptakan ketertiban dan melindungi masyarakat dari
dampak negatif konsumsi alkohol
PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN BERDASARKAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN ENTITAS MIKRO KECIL DAN MENENGAH (SAK EMKM) PADA UD. LOGAWA BIRD FARM BONDOWOSO
Penelitian ini menganalisis laporan keuangan UD. Logawa Bird Farm Bondowoso berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro Kecil dan Menengah (SAK EMKM). Penelitian ini merupakan pendekatan kualitatif. Pendekatan ini dipilih untuk mengesplorasi bagaimana system pelaporan keuangan disusun di Logawa Bird Farm dan untuk memahami siklus akuntansinya. Data dikumpulkan menggunakan tiga metode: wawancara langsung, observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan temuan, disimpulkan bahwa: 1) Laporan keuangan yang disusun oleh UD. Logawa Bird Farm belum sepenuhnya selaras dengan standar SAK EMKM, yang menyatakan bahwa laporan keuangan harus mencakup Laporan Posisi Keuangan, Laporan Laba Rugi, dan Catatan Atas Laporan Keuangan. 2) Pengakuan, pengukuran, dan penyajianlaporan keuangan di UD. Logawa Bird Farm belum sepenuhnya menerapkan SAK EMKM dengan benar, karena masih menggunakan metode basis kas, sedangkan SAK EMKM mengamanatkan pengguanaan basis akrual. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa UD. Peternakan Burung Logawa perlu menyesuaikan praktik pelaporan keuangan agar sesuai dengan SAK EMKM, khususnya dengan beralih ke basis akuntansi akrual dan memastikan bahwa semua komponen laporan keuangan yang diperlukan disertakan. Hal ini akan meningkatkan akurasi dan transparansi informasi keuangan peternakan, hal yang dapat meningkatkan pengambilan keputusan, menarik calon investor, dan memfasilitasi pengelolaan keuangan yang lebih baik dalam jangka panjang.
Kata Kunci: Pelaporan Keuangan, SAK EMKM, Siklus Akuntans
Implementasi Program Bantuan Sosial dalam Pemenuhan Kebutuhan Lansia di Desa Kasiyan Kabupaten Jember
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi Program Bantuan
Sosial dalam pemenuhan kebutuhan lansia di Desa Kasiyan Kecamatan Puger,
Kabupaten Jember. Fokus utama dari penelitian adalah untuk mengetahui sejauh
mana pengaruh bantuan sosial melalui program Bantuan Langsung Tunai (BLT)
terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat penerima manfaat, khususnya lansia,
dan untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan
program ini. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan
pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara
mendalam dengan berbagai informan, termasuk kepala desa, perangkat desa, dan
penerima bantuan. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan observasi dan
analisis dokumen untuk mendapatkan gambaran yang komprehensif tentang
proses implementasi bantuan sosial. Berdasarkan temuan analisis data
menunjukkan bahwa kejelasan informasi, koordinasi antar pihak, hambatan
komunikasi, upaya peningkatan komunikasi, dampak komunikasi, sumber daya
manusia, sumber daya finansial, sumber daya informasi, sumber daya waktu,
sikap dan komitmen pelaksana program, respon terhadap tantangan dan hambatan,
hubungan dengan penerima manfaat, koordinasi dan kolaborasi dengan pihak
terkait, motivasi dan etos kerja, evaluasi dan perbaikan berkelanjutan, hierarki dan
pembagian tugas yang jelas, prosedur dan mekanisme kerja yang terstandardisasi,
koordinasi antar unit yang efektif, sistem pelaporan dan monitoring yang
terstruktur, alokasi sumber daya dan infrastruktur pendukung, transparansi dan
akuntabilitas yang tinggi menunjukkan bahwa meskipun program BLT telah
dilaksanakan terdapat beberapa tantangan dalam pelaksanaannya
PENGEMBANGAN LKPD BERBASIS ETNOMATEMATIKA RUMAH ADAT OSING BANYUWANGI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS
Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan proses pengembangan LKPD berbasis etnomatematika rumah adat osing Banyuwangi untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis, dan untuk mengetahui LKPD yang layak digunakan berdasarkan kevalidan dan kepraktisan produk. Jenis penelitian pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah research and development (R&D). Peneliti menggunakan model pengembangan ADDIE yang melalui tahap analisis (analysis), desain (design), pengembangan (development), implementasi (implementation), dan evaluasi (evaluation), Pelaksanaan penelitian di kelas IX 2 yang berjumlah 6 peserta didik untuk uji coba skala kecil dan 28 peserta didik untuk uji coba skala luas SMPN I Srono.
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh dari hasil kevalidan yang dilakukan oleh 3 validator mendapat skor penilaian 97,78% dikatakan "Sangat Valid". Hasil kepraktisan diperoleh dari hasil angket respon peserta didik dengan skor penilaian 81,07% dikatakan "Layak". Dengan demikian, LKPD berbasis etnomatematika rumah adat Osing Banyuwangi untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis memenuhi kriteria valid dan praktis untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran
PERLAKUAN AKUNTANSI PRODUK CACAT DAN RUSAK DALAM MENENTUKAN HARGA POKOK PRPDUKSI PADA SHEINA BATIK JEMBER
Dalam proses produksi, perusahaan tidak hanya fokus pada kualitas produk, tetapi juga pada pengurangan produk cacat dan rusak. Penelitian ini meneliti bagaimana akuntansi memperlakukan biaya produk cacat dan rusak dalam menentukan harga pokok produksi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis perlakuan akuntansi terhadap biaya-biaya tersebut dalam konteks harga pokok produksi.
Penelitian ini mengumpulkan data primer dan data sekunder melalui wawancara dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif kualitatif, dengan fokus pada penjelasan mendalam mengenai perlakuan akuntansi produk cacat dan rusak dalam penentuan harga pokok produksi. Analisis ini akan menyajikan data penelitian berupa angka-angka, dan dijabarkan dalam bentuk narasi yang komprehensif. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa perlakuan akuntansi untuk biaya produk cacat dan rusak dilakukan dengan cara menjual kembali produk tersebut, sehingga dapat mengurangi kerugian akibat produk cacat dan rusak di Sheina Batik Jember. Selain itu, berdasarkan perhitungan kerugian produk cacat tercatat sebesar Rp 5.722.400 dan terjual dengan harga sebesar Rp 4.600.000, sehingga kerugian yang ditanggung sebesar Rp 1.122.400. Sementara itu, kerugian untuk produk rusak mencapai Rp3.600.000
Pengaruh Diversifikasi produk Kualitas Pelayanan Harga Gaya Hidup dan Pengetahuan Produk Terhadap Keputusan Pembelian Pada Toko Elektronik ( Study Pada Konsumen Toko TG Elektronik(
Dalam era persaingan bisnis yang semakin ketat, memahami faktor faktor yang dapat memengaruhi keputusan pembelian konsumen menjadi sangat penting, terutama pada sektor ritel elektronik. Toko TG Elektronik Ambulu Jember, menjadi salah satu penyedia produk elektronik yang menghadapi tantangan untuk mempertahankan dan menarik pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh diversifikasi produk, kualitas pelayanan, harga, gaya hidup dan pengetahuan produk terhadap keputusan pembelian di toko TG Elektronik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei kuantitatif dengan pengambilan sampel yang melibatkan 190 responden. Data yang dikumpulkan akan dianalisis menggunakan tekni analisi linier berganda untuk mengetahui hubungan antara variabel independen dan dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diversifikasi produk memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Kualitas pelayanan tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Harga berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Gaya hidup berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Dan variabel terakhir yaitu pengetahuan produk berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Temuan ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi manajemen Toko TG Elektronik dalam merumuskan strategi pemasaran yang lebih efektif untuk meningkatkan keputusan pembelian pada toko tersebut
AN ANALYSIS OF THE AFFECTED FACTORS ON COMMUNICATION BREAKDOWN ON SPEAKING
This research aims to analyze the factors that affect communication breakdown in students speaking performance, especially in terms of oral fluency. It focuses on interpersonal skills such as confidence, anxiety, and listening ability to the instruction, as well as the language learning aspects such as classroom environment and learning styles. This research was conducted due to students struggles with speaking English fluency during classroom activities. The study used a qualitative research design. Data were collected through classroom observations and interview with 35 students at SMAN 1 Kalisat. The observation focused on students’ behaviors during speaking activities, while the interviews explored their personal experiences with communication difficulties. The findings revealed that communication breakdowns were influenced by two main factors: interpersonal skills and language learning factors. Interpersonal skills factors included low confidence, anxiety, lack of motivation, and poor listening ability to the teacher’s instructions. Then language learning factor involved limited vocabulary, grammar difficulties, and unsupportive classroom environment. These factors led to common causes of communication breakdown, such as hesitation, fear of making mistakes, silence during speaking activities and difficulty in expressing ideas clearly. In conclusion, this research found that both interpersonal skill and language learning factors contribute significantly to communication breakdown in speaking. To overcome these issues, teachers are encouraging to create a more supportive learning environment and provide more interactive and confidence building speaking opportunities