Repository Universitas Muhammadiyah Jember
Not a member yet
    19650 research outputs found

    Evaluasi Pelayanan Kesehatan Dalam Pelayanan Publik Di Rumah Sakit Daerah Kalisat Kabupaten Jember.

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis proses evaluasi pelayanan kesehatan dalam pelayanan publik di Rumah Sakit Daerah Kalisat Kabupaten Jember. Serta Mengidentifikasi masalah atau kendala yang dihadapi oleh Rumah Sakit Daerah Kalisat Jember dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif, Sumber Data yang diperoleh berasal dari Rumah Sakit Daerah Kalisat Kabupaten Jember. Pengumpulan Data melalui Wawancara, Observasi, serta Dokumentasi. Berdasarkan analisis data menunjukkan bahwa Tangibles terdapat fasilitas fisik rumah sakit atau klinik, penampilan dan profesionalisme staf, alat dan teknologi kesehatan, kejelasan komunikasi dan Informasi. Reliability terdapat ketepatan diagnosis dan pengobatan, konsistensi layanan, pemenuhan janji. Responsiveness terdapat kecepatan respons, kemampuan mendengarkan dan berkomunikasi, serta penanganan keluhan. Assurance terdapat Kompetensi Tenaga Kesehatan, Rasa Aman dan Kepercayaan. Empathy terdapat perhatian personal, memahami kebutuhan emosional pasien. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa kualitas sarana dan prasarana yang dinilai kurang memadai, terutama akibat keterbatasan anggaran untuk pemeliharaan fasilitas. Selain itu, kecepatan waktu pelayanan masih dirasakan lambat, khususnya bagi pasien rawat jalan. Secara keseluruhan, kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan mengalami peningkatan terbukti dengan adanya jumlah peningkatan pasien tiap tahunnya

    STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN 7P (PODUCT, PRICE, PLACE, PROMOTION, PEOPLE, PROCESS, PHYSICAL EVIDENCE) DALAM EFEKTIVITAS PELAYANAN WISATAWAN LOKAL DI MUSEUM BLAMBANGAN

    No full text
    Banyuwangi dikenal dengan salah satu daerah dengan potensi pariwisata yang berkembang pesat di Jawa Timur. Salah satu objek wisata budaya yang turun temurun berperan dalam mendukung sektor ini adalah Museum Blambangan. Museum ini tidak hanya menyimpan nilai-nilai sejara dan budaya lokal, tetapi juga berusaha menghadirkan pelayanan terbaik bagi pengunjungnya. Dalam konteks ini, strategi komunikasi pemasaran 7P (Product, Price, Place, Promotion, People, Process, Physical Evidence) menjadi pendekatan penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan wiisatawan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan tujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan strategi komunikasi pemasaran 7P I Museum Blambangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Museum telah mengimplementasikan strategi 7P dengan cukup baik, seperti penataan kleksi yang menarik (Product) harga tiket yang terjangkau (Price), dan ketersediaan pemesanan daring (Place). Promosi melalui media sosial seperti instagram juga terbukti efektif, meskipun masih terdapat bebrapa kendala seperti kurangnya pemanfaatan platform lain seperti tiktok dan keterbatasan promosi offline. Pada aspek people, keterampilan dan pelayanan staf sudah cukup baik namun masih perlu meningkatkan dalam hal profesionalisme dan interaksi. Dari segi process dan physical evidence, sistem kunjungan dan fasilitas fisik Museum menunjukkan adanya upaya perbaikan meski belum sepenuhnya optimal. Dengan demikian, keberhasilan penerapan strategi 7P di Museum Blambanagn berpengaruh terhadap peningkatan kualitas pelayanan kepada pengunjung. Namun, diperlukan pengembangan lebih lanjut agar Museum dapat bersaing sebagai destinasi budaya yang unggul di tengah pesatnya pertumbuhan pariwisata yang ada di Banyuwangi

    HUBUNGAN WORKLOAD DENGAN OCCUPATIONAL STRESS LEVEL PERAWAT ICU DAN ICCU DI RSUD dr. H. KOESNADI BONDOWOSO

    Get PDF
    Workload ialah sebuah tuntutan kerja yang meliputi aspek fisik, mental, dan emosional yang dapat memengaruhi kinerja tenaga kerja. Occupational stress level merupakan keadaan ketegangan yang menimbulkan disfungsi fisik, mental, dan psikologis. Beban kerja yang tinggi akibat kompleksitas tugas dan sumber daya yang tidak memadai berpotensi meningkatkan stres kerja pada perawat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis workload dengan occupational stress level perawat ICU dan ICCU di RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat yang bertugas diruang ICU dan ICCU RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso sebanyak 41 perawat. Hasil perhitungan menggunakan rumus slovin didapatkan 37 perawat sebagai responden. Teknik pengumpulan sampel menggunakan pengambilan sampel secara acak proporsional dengan pendekatan probability sampling. Instrumen yang digunakan untuk menilai variabel independen adalah Job Content Questionnaire, sedangkan penilaian terhadap variabel dependen dilakukan menggunakan New Job Stress Scale. Hasil analisis data menggunakan uji statistik Spearman rho menunjukkan hasil bahwa p value = 0,001 < 0,05. Hasil ini mengindikasikan bahwa H1 diterima dengan koefisien korelasi (r) = 0,503. Workload berhubungan dengan occupational stress level perawat ICU dan ICCU di RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso

    The Effect of Indirect Feedback on Students' Recount Text Writing Ability at SMK Fatihul Ulum

    Get PDF
    Writing is one of the four essential English language skills. It plays a vital role in enabling students to express their ideas clearly in written form. However, many students struggle with writing, especially in applying correct grammar, such as the use of the past tense. These difficulties often hide their ability to produce accurate and effective texts. To help overcome these challenges, the use of indirect feedback through correction codes is considered a useful strategy, as it encourages students to identify and revise their errors. In response to this issue, the researcher conducted a study entitled “THE EFFECT OF INDIRECT FEEDBACK ON STUDENTS’ RECOUNT TEXT WRITING ABILITY AT SMK FATIHUL ULUM” to explore how this approach can improve students’ writing performance. In this research, the main problem is “Is there any significant effect on student writing ability after getting indirect feedback?” and the objective of this research is “to investigate the effect of indirect feedback on students’ writing ability in recount text.” Based on the research problem and the relevant theory, the hypothesis of this reseach is “null hypothesis (H0): There is no significant effect of indirect feedback on students’ recount text writing ability”, and “alternative hypothesis (Ha): There is a significant effect of indirect feedback on students’ recount text writing ability.” The kind of research is the quantitative method using quasi-experimental as design. The sample of this research is students of SMK Fatihul Ulum grade X. The data are collected using a recount writing test before and after giving indirect feedback. The research instrument included a writing skill assessment sheet with criteria covering aspects of grammar, punctuation, spelling, and mechanics. The results show that the value of Asymp. Sig. (2-tailed) in the pre-test and post-test experimental group is 0.012, which is smaller than 0.05. While in the control group, the value of Asymp. Sig. (2-tailed) of 0.813, which is higher than 0.05. Based on the findings, it indicates that indirect feedback can reduce the error of students’ recount text writing ability. In addition, this strategy can engage the critical thinking of students and also encourage self-correction. This strategy also makes the time of learning more efficient because the students do not need to wait for feedback from the teacher for a long time. Therefore, it is recommended to integrate indirect feedback as part of the writing learning strategy to encourage students to be more active in the process of revision. Based on the result, it can be concluded that there is a significant effect of indirect feedback on students’ recount text writing ability

    PENGARUH WORK LIFE BALANCE, INSENTIF DAN SELF EFFICACY TERHADAP KINERJA KARYAWAN KB BANK KC JEMBER

    Get PDF
    Kinerja karyawan merupakan salah satu faktor utama dalam keberhasilan suatu perusahaan, khususnya dalam industri perbankan yang sangat bergantung pada kualitas layanan salah satunya di KB Bank KC Jember, Work-life balance yang baik berperan penting dalam menjaga kesejahteraan karyawan, mengurangi stres, dan meningkatkan produktivitas kerja. Insentif yang adil dan proporsional terhadap kontribusi karyawan berfungsi sebagai motivator eksternal yang mendorong peningkatan kinerja. Selain itu, self-efficacy atau keyakinan individu terhadap kemampuannya dalam menyelesaikan tugas juga mempengaruhi tingkat kinerja yang dicapai. Berdasarkan analisis data kinerja karyawan KB Bank KC Jember tahun 2020-2024, ditemukan bahwa penurunan kinerja yang terjadi berkaitan dengan faktor-faktor tersebut. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif untuk mengukur hubungan antara work-life balance, insentif, dan self-efficacy terhadap kinerja karyawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa work-life balance yang buruk menyebabkan peningkatan stres kerja, insentif yang tidak memadai menurunkan motivasi, dan rendahnya self-efficacy menghambat pencapaian kinerja optimal. Oleh karena itu, perusahaan perlu mengambil langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan, memberikan insentif yang lebih kompetitif, serta meningkatkan keyakinan diri karyawan melalui pelatihan dan pengembangan keterampilan

    PENGARUH BUDAYA ORGANISASI,MOTIVASI KERJA,KREATIVITAS DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI TATZAKA BATIK BANYUWANGI

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis “Pengaruh Budaya Organisasi, Motivasi Kerja, Kreativitas dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan di Tatzaka Batik Banyuwangi”. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan mengumpulkan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada 32 karyawan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa budaya organisasi dan motivasi kerja memiliki pengaruh positif signifikan terhadap kinerja karyawan. Namun, kreativitas tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan. Lingkungan kerja juga berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan. Secara keseluruhan, variabel-variabel tersebut dapat menjelaskna 34% dari variasi kinerja karyawan, sedangkan 66% dipengaruhi oleh faktor lain. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi bagi manajemen Tatzaka Batik Banywuangi untuk meningkatkan kinerja karyawan melalui penguatan budaya organisasi dan motivasi kerja. Kata Kunci : Budaya Organisasi, Motivasi Kerja, Kreativitas, Lingkungan Kerja, Kinerja Karyawan

    Pengaruh Digital Marketing, Brand Awareness dan Kepercayaan Terhadap Loyalitas Pelanggan Barenbliss (Studi Kasus Mahasiswa di Kabupaten Jember)

    Get PDF
    Perkembangan teknologi saat ini membuat konsumen melakukan kegiatan membeli barang dengan melalui media digital, sehingga dapat memberikan kemudahan bagi para penggunanya. Seperti saat ini mahasiwi merupakan kalangan yang sering melakukan dalam berbelanja online. Selain melakukan pembelian barang dengan adanya media digital dapat mempermudah untuk melakukan pemasaran seperti promosi ataupun mencari informasi. Dengan banyaknya saat ini oknum penjual skincare ataupun make up dengan menggunakan bahan-bahan kimia berbahaya sehingga dengan adanya digital marketing kita dapat mencari tau terlebih dahuli informasi sebelum membeli produk. Sehingga kita dapat menjadi sadar terhadap merek dan lebih percaya terhadap merek. Barenbliss merupakan merek yang cukup baik dalam memanfaatkan digital marketing.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis digital marketing, brand awareness dan kepercayaan berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pelanggan Barenbliss. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan populasi mahasiswi di Kabupaten Jember. Sampel yang diambil dalam penelitian ini yaitu sebanyak 400 responden. Hasil dari penelitian ini yaitu digital marketing, brand awareness dan kepercayaan berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pelanggan

    PENGARUH KOMPETENSI, BEBAN KERJA, DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KINERJA APARATUR DESA DI DESA HARJOMULYO KECAMATAN SILO

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi, beban kerja, dan kualitas pelayanan terhadap kinerja aparatur desa di Desa Harjomulyo, Kecamatan Silo. Kompetensi dan beban kerja menjadi faktor utama dalam menentukan efektivitas kinerja aparatur desa dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kualitas pelayanan juga berperan penting dalam meningkatkan kepercayaan dan kepuasan masyarakat terhadap pemerintahan desa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada aparatur desa sebagai responden penelitian. Sampel penelitian ini mencakup seluruh aparatur desa yang bekerja di Desa Harjomulyo. Teknik analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan uji t untuk menguji pengaruh masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja aparatur desa. Hasil uji t menunjukkan bahwa nilai t-hitung untuk kompetensi adalah 2,784, lebih besar dari t-tabel 1,985, dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, yang berarti kompetensi berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja aparatur desa. Beban kerja juga berpengaruh signifikan terhadap kinerja aparatur desa. Hasil uji t menunjukkan bahwa t-hitung untuk beban kerja adalah 9,796, lebih besar dari t-tabel 1,985, dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, yang menunjukkan bahwa semakin tinggi beban kerja yang diberikan, semakin tinggi tekanan kerja yang dapat mempengaruhi efektivitas dan produktivitas aparatur desa. Kualitas pelayanan juga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja aparatur desa. Hasil uji t menunjukkan bahwa t-hitung untuk kualitas pelayanan adalah 3,322, lebih besar dari t-tabel 1,985, dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, yang berarti semakin baik kualitas pelayanan yang diberikan, semakin tinggi kinerja aparatur desa dalam melayani masyarakat. hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan dalam mengoptimalkan kinerja aparatur desa untuk meningkatkan Kata kunci : Kompetensi, Beban Kerja, Kualitas Pelayanan, Kinerja Aparatur Desa

    PENGARUH AMBIGUITAS PERAN, KONFLIK PERAN, DAN KESESUAIAN PENEMPATAN KERJA TERHADAP KINERJA APARATUR DESA DI DESA SUKORENO KECAMATAN UMBULSARI KABUPATEN JEMBER

    Get PDF
    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ambiguitas peran, konflik peran, dan kesesuaian penempatan kerja terhadap kinerja aparatur desa, khususnya dalam konteks pemerintahan Desa Sukoreno. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya pengelolaan sumber daya manusia (SDM) yang efektif dalam pemerintahan desa, mengingat aparatur desa memiliki peran yang sangat dekat dengan masyarakat dan menghadapi tantangan administratif yang unik. Berbeda dengan sektor swasta atau pemerintahan pusat, pemerintahan desa sering kali beroperasi dengan keterbatasan sumber daya dan sistem kerja yang sederhana, namun tetap dituntut untuk memberikan pelayanan publik secara optimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif kausal, yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh aparatur Desa Sukoreno, dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner tertutup yang disebarkan kepada responden yang telah ditentukan melalui teknik sampling.Hasil uji t menunjukkan bahwa ketiga variabel bebas berpengaruh signifikan terhadap komitmen aparatur. Ambiguitas peran (X₁) memiliki t-hitung sebesar 4.410 dan signifikansi 0,000, menunjukkan bahwa kejelasan peran meningkatkan komitmen kerja. Konflik peran (X₂) menunjukkan t-hitung sebesar 5.170 dan signifikansi 0,000, yang berarti semakin rendah konflik peran, semakin tinggi komitmen aparatur. Sementara itu, kesesuaian penempatan kerja (X₃) menunjukkan t-hitung sebesar 3.515 dan signifikansi 0,000, yang berarti penempatan kerja yang sesuai dengan kompetensi aparatur dapat meningkatkan komitmen terhadap tugas

    SINKRONISASI PENGATURAN BATAS USIA KERJA ANAK DALAM PERSPEKTIF PERLINDUNGAN ANAK MENURUT UU PERLINDUNGAN ANAK DAN UU KETENAGAKERJAAN

    Get PDF
    Penelitian ini membahas sinkronisasi pengaturan batas usia pekerja anak menurut Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Kedua undang-undang tersebut sama-sama mengatur perlindungan terhadap anak, tetapi memiliki perbedaan substansi dalam menetapkan batas usia anak untuk bekerja. UU Ketenagakerjaan Pasal 69 memperbolehkan anak usia 13–15 tahun melakukan pekerjaan ringan dengan syarat tertentu, sementara UU Perlindungan Anak secara tegas melarang segala bentuk eksploitasi ekonomi terhadap anak di bawah usia 18 tahun. Ketidaksinkronan ini menimbulkan celah hukum yang dapat dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab dan merugikan hak-hak anak, terutama di sektor informal. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat umumnya memahami batasan dalam mempekerjakan anak secara wajar. Namun, peningkatan kesadaran hukum dan pengawasan dari pemerintah tetap dibutuhkan. Penelitian ini merekomendasikan sinkronisasi regulasi agar tercipta kepastian hukum dan perlindungan yang komprehensif terhadap anak. Dengan regulasi yang selaras, diharapkan eksploitasi anak dapat dicegah secara efektif dan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya penghapusan pekerja anak, dapat terwujud

    10,685

    full texts

    19,650

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository Universitas Muhammadiyah Jember
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇