Repository Universitas Muhammadiyah Jember
Not a member yet
19650 research outputs found
Sort by
PENGARUH PARENTAL INCOME, FINANCIAL LITERACY DAN LOCUS OF CONTROL TERHADAP FINANCIAL BEHAVIOR MANAGEMENT DIKOTA JEMBER
Memelihara pola-pola keuangan yang bijak di antara kebiasaan berbelanja yang berlebihan dapat mendukung kesehatan keuangan. Kesehatan finansial sangat penting agar kebutuhan dasar dapat dipenuhi dengan baik melalui pengelolaan anggaran yang tepat. Pemahaman mengenai manajemen keuangan dianggap sangat penting akhir-akhir ini bagi individu dalam mengatur pendapatan, mengawasi pengeluaran, berinvestasi, serta merencanakan keuangan untuk masa depan sehingga berpengaruh pada kesejahteraan finansial dan sosial mereka. Studi ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman tentang pengaruh pendapatan orang tua, literasi keuangan, dan locus of control terhadap pengelolaan perilaku keuangan mahasiswa di Kota Jember. Pengujian data menggunakan regresi linear ganda. Sampel yang diambil terdiri dari 180 mahasiswa yang berada di Kota Jember. Sampel diambil dengan menggunakan probability sampling melalui metode stratified random sampling. Ditemukan hasil penelitian bahwa pendapatan orang tua, literasi keuangan, dan locus of control mempengaruhi perilaku pengelolaan keuangan secara positif dan signifikan, baik secara individual maupun bersamasama
Asuhan Keperawatan Jiwa pada Pasien dengan Masalah Keperawatan Gangguan Persepsi Sensori Halusinasi di Wilayah Kerja UPTD. Puskesmas Sumbersari
Abstrak
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER
PROGRAM STUDI PROFESI NERS
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
Karya Ilmiah Akhir, 2025
Nitalia Pebri Susanti, S.Kep.
Asuhan Keperawatan Jiwa pada Pasien dengan Masalah Keperawatan Gangguan
Persepsi Sensori Halusinasi di Wilayah Kerja UPTD. Puskesmas Sumbersari
ABSTRAK
Pendahuluan: Halusinasi merupakan suatu bentuk dari persepsi sensorik palsu
yang tidak terkait dengan adanya rangsangan eksternal nyata dan dapat melibatkan
salah satu panca indera. Halusinasi memiliki dampak salah satunya adalah
kehilangan interaksi sosial, sehingga mengakibatkan kekerasan terhadap orang lain
dan juga diri sendiri termasuk terjadinya bunuh diri, bahkan merusak lingkungan.
Studi ini bertujuan melaksanakan asuhan keperawatan jiwa pada klien dengan
halusinasi di wilayah kerja Puskesamas Sumbersari Jember. Metode: Studi ini
menggunakan desain studi kasus pada tiga klien dengan halusinasi. Pengumpulan
informasi melalui wawancara dan observasi, menggunakan analisis induktif dan
penyajian data. Studi ini dilakukan selama 4 hari kerja. Hasil: Hasil evaluasi
terdapat perbedaan, klien 1 mampu mempraktikkan SP 1 dan sebagian SP 2, klien
2 mampu mempraktikkan SP 1, dan klien 3 mampu mempraktikkan sebagian SP 1.
Kesimpulan: Klien mampu mengontrol halusinasi melalui cara menghardik
halusinasi dan minum obat. Terapi Generalis SP 1-4 adalah pendekatan
keperawatan yang dirancang khusus untuk membantu klien dengan halusinasi.
Terapi ini tidak secara langsung menyembuhkan halusinasi, terapi efektif dalam
mengurangi frekuensi, intensitas, dan dampak negatif halusinasi pada klien.
Perbedaan hasil evaluasi dapat dipengaruhi oleh intensitas, frekuensi, dan isi
halusinasi. Klien dengan halusinasi yang sangat intens, sering dan mengganggu
akan jauh lebih sulit fokus pada instruksi perawat atau menerapkan strategi koping.
Kata Kunci: Asuhan Keperawatan, Halusinasi, Strategi Pelaksanaa
PENGARUH FINANCIAL SELF EFFICACY, LITERASI KEUANGAN, DAN INKLUSI KEUANGAN TERHADAP PENGELOLAAN KEUANGAN PADA ANGGOTA PKK KECAMATAN PANTI
Pengelolaan keuangan keluarga merupakan salah satu aspek penting dalam upaya meningkatkan kesejahteraan ekonomi, terutama bagi ibu-ibu PKK yang berperan sebagai pengelola utama keuangan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Financial Self Efficacy, Literasi Keuangan, dan Inklusi Keuangan terhadap Pengelolaan Keuangan pada Anggota PKK Kecamatan Panti. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dan kuesioner yang disebarkan kepada 181 anggota PKK Kecamatan Panti. Analisis data dilakukan dengan regresi linear berganda menggunakan software IBM SPSS 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa financial self efficacy berpengaruh signifikan terhadap pengelolaan keuangan (sig. 0.001, t hitung 8.316 > t tabel 1.973), literasi keuangan signifikan terhadap pengelolaan keuangan (sig. 0.001, t hitung 3.707 t tabel 1.973). Uji koefisien determinasi (R2 = 0.595) menunjukkan bahwa ketiga variabel menjelaskan (59,5%) variasi pengelolaan keuangan. Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya peningkatan financial self efficacy, literasi keuangan, dan inklusi keuangan bagi ibu rumah tangga agar mampu mengelola keuangan keluarga secara lebih efektif, efisien, dan bijak, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga secara berkelanjutan
Pengaruh Edukasi Pertolongan Pertama Pre-Hospital terhadap Pengetahuan Penanganan Kegawatdaruratan Luka Bakar pada Anggota Korps Sukarela Unit Universitas Muhammadiyah Jember
Abstrak
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
FAKULTAS ILMU KSEHATAN
Skripsi, 23 Juni 2025
Istikomah
Pengaruh Edukasi Pertolongan Pertama Pre-Hospital terhadap Pengetahuan
Penanganan Kegawatdaruratan Luka Bakar pada Anggota Korps Sukarela Unit
Universitas Muhammadiyah Jember.
Xviii + 98 halaman + 10 tabel + 1 bagan + 17 lampiran
Abstrak
Luka bakar merupakan kondisi kegawatdaruratan yang membutuhkan penanganan
cepat dan tepat untuk mencegah komplikasi yang dapat mengancam jiwa, seperti
trauma inhalasi. Pengetahuan yang baik mengenai penanganan awal luka bakar
sangat diperlukan, khususnya bagi relawan kesehatan seperti anggota Korps
Sukarela yang sering menjadi penolong pertama di lokasi kejadian. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi pertolongan pertama Pre-Hospital
terhadap pengetahuan penanganan kegawatdaruratan luka bakar pada anggota
Korps Sukarela Unit Universitas Muhammadiyah Jember. Desain penelitian ini
menggunakan Pre-Eksperimen dengan pendekatan One Group PreTest-PostTest.
Sampel berjumlah 53 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random
sampling. Edukasi diberikan secara langsung melalui ceramah dan diskusi
interaktif. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah
intervensi, dan dianalisis menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil penelitian
menunjukkan peningkatan signifikan dalam tingkat pengetahuan setelah edukasi
diberikan. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,001 (p<0,05) yang berarti terdapat
pengaruh signifikan edukasi terhadap peningkatan pengetahuan. Edukasi
pertolongan pertama Pre-Hospital terbukti efektif sebagai intervensi untuk
meningkatkan kesiapan relawan dalam menangani luka bakar. Penelitian ini
merekomendasikan integrasi pelatihan Pre-Hospital dalam program pembinaan
Korps Sukarela dan institusi pendidikan keperawatan guna memperkuat respon
awal dalam situasi kegawatdaruratan yang berkaitan dengan luka bakar.
Kata Kunci : Edukasi; Pre-Hospital; Pertolongan Pertama; Pengetahuan; Luka
Bakar
Daftara Pustaka : 2020-202
PENGARUH FINTECH PAYMENT DAN LITERASI KEUANGAN TERHADAP PERILAKU MANAJEMEN KEUANGAN MAHASISWA DI KABUPATEN JEMBER
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan fintech payment dan
tingkat literasi keuangan terhadap perilaku manajemen keuangan mahasiswa di Kabupaten
Jember. Latar belakang penelitian ini didasari oleh meningkatnya penggunaan layanan
keuangan berbasis digital, khususnya di kalangan mahasiswa yang termasuk dalam generasi
milenial dan Z, serta tantangan dalam pengelolaan keuangan pribadi akibat kemudahan akses
transaksi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei
melalui penyebaran kuesioner kepada 398 responden mahasiswa aktif pengguna fintech di
Kabupaten Jember. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda untuk
menguji pengaruh simultan dan parsial antara variabel independen dan dependen. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa fintech payment berpengaruh positif dan signifikan terhadap
perilaku manajemen keuangan mahasiswa. Selain itu, literasi keuangan juga memiliki pengaruh
positif yang signifikan dalam memperkuat perilaku manajemen keuangan yang baik. Temuan
ini mengindikasikan bahwa peningkatan pemanfaatan fintech perlu diimbangi dengan
peningkatan literasi keuangan untuk menghindari perilaku konsumtif dan mendukung
pengelolaan keuangan yang lebih efektif.
Kata kunci: Fintech payment, literasi keuangan, perilaku manajemen keuangan, mahasiswa,
Jember
Implementasi Defisit Perawatan Diri (Mandi) pada Lansia dengan Stroke Non Hemoragik di UPT PSTW Bondowoso
ABSTRAK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER
PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN FAKULTAS ILMU KESEHATAN
Karya Tulis Ilmiah, Juni 2025 Pambayun Cikal Insyirrah
Implementasi Defisit Perawatan Diri (Mandi) pada Lansia dengan Stroke Non Hemoragik di UPT PSTW Bondowoso
xi + 55 halaman + 13 tabel + 9 lampiran
Abstrak
Stroke non hemoragik menyebabkan gangguan neuromuskular yang berdampak pada penurunan kemampuan perawatan diri, termasuk mandi. Ketergantungan ini menurunkan kualitas hidup lansia, khususnya yang tinggal di panti sosial seperti UPT PSTW Bondowoso. Tujuan studi ini adalah mendeskripsikan implementasi dukungan perawatan diri: mandi, pada lansia dengan defisit perawatan diri akibat stroke non hemoragik. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif pada satu lansia laki-laki usia 55 tahun. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, serta instrumen Barthel Index, MMSE, dan GDS. Hasil menunjukkan skor Barthel Index 5 (ketergantungan total) dan MMSE 15 (gangguan kognitif berat). Intervensi dilakukan selama 3 hari. Pada hari ketiga, pasien mulai berpartisipasi aktif dengan menyeka wajah dan lengan sendiri serta memahami pentingnya kebersihan diri. Simpulan: Implementasi dukungan perawatan diri secara terstruktur dan berkesinambungan dapat meningkatkan kemandirian lansia dalam melakukan mandi, serta meningkatkan kualitas hidupnya. Saran: Diharapkan keluarga atau petugas PSTW dapat terus memberikan pendampingan dan edukasi yang konsisten agar lansia termotivasi serta mampu mempertahankan kemandiriannya dalam merawat diri.
Kata Kunci: Lansia, Stroke Non Hemoragik, Defisit Perawatan Diri (mandi
PERAN DUKUNGAN KELUARGA DALAM UPAYA MENINGKATKAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA KLINIK ABU SA'AD GUMUKMAS JEMBER
Hipertensi merupakan kondisi kronis yang memerlukan pengobatan jangka panjang dan tingkat kepatuhan yang tinggi dari pasien. Ketidakpatuhan dalam mengonsumsi obat dapat menyebabkan komplikasi serius seperti stroke dan gagal ginjal. Salah satu faktor penting yang memengaruhi kepatuhan pengobatan adalah dukungan keluarga, yang meliputi dukungan emosional, informasional, instrumental, dan penghargaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran dukungan keluarga dalam meningkatkan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di Klinik Abu Sa’ad Gumukmas Jember. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan pendekatan observasi langsung, wawancara, serta edukasi kesehatan kepada pasien dan keluarga. Observasi dilakukan selama tiga hari berturut-turut terhadap pasien hipertensi dan anggota keluarga terdekat yang mendampingi. Hasil menunjukkan adanya peningkatan kepatuhan pasien dalam minum obat setelah mendapatkan dukungan dari keluarga. Pada hari pertama, pasien tidak patuh karena tidak mendapat pengingat. Hari kedua, pasien mulai patuh setelah diingatkan oleh keluarga. Pada hari ketiga, pasien patuh secara mandiri, menunjukkan peningkatan kesadaran akibat dukungan emosional, praktis, dan informasional yang konsisten dari keluarga. Temuan ini menunjukkan bahwa keterlibatan aktif keluarga sangat berperan dalam membentuk perilaku kepatuhan minum obat pasien. Oleh karena itu, tenaga kesehatan disarankan untuk melibatkan keluarga dalam setiap intervensi keperawatan serta memberikan edukasi secara berkelanjutan guna mendukung keberhasilan pengobatan hipertensi jangka panjang
IMPLEMENTASI PROGRESSIVE MUSCLE RELAXATION (PMR) UNTUK MENGURANGI NYERI PADA PASIEN HIPERTENSI DI RSUD DR.KOESNADI BONDOWOSO
Pendahuluan: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang sering disertai keluhan nyeri, terutama pada kepala atau tengkuk, akibat peningkatan tekanan vaskular. Salah satu intervensi nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri adalah Progressive Muscle Relaxation (PMR). Studi kasus ini bertujuan menganalisis implementasi PMR dalam menurunkan intensitas nyeri pada pasien hipertensi di RSUD Dr. Koesnadi Bondowoso. Metode: Studi penelitian menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada satu pasien hipertensi yang mengalami nyeri akut. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan pemeriksaan fisik, kemudian dianalisis melalui tahapan asuhan keperawatan: pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Hasil: Hasil menunjukkan klien mengeluh nyeri kepala skala 6, tampak meringis, gelisah, dan tekanan darah tinggi. Diagnosa keperawatan yang ditegakkan adalah “Nyeri Akut”. Intervensi yang diberikan berupa terapi PMR selama 3 hari. Setelah intervensi, skala nyeri menurun menjadi 2, tekanan darah membaik, dan tanda vital stabil. Kesimpulan: PMR efektif mengurangi intensitas nyeri dan memperbaiki kondisi fisiologis pasien hipertensi. Terapi ini dapat digunakan sebagai alternatif intervensi nonfarmakologis yang praktis dan efisien
Komunikasi antar-budaya dalam melestarikan tradisi adat Ider Bumi Kebo-keboan (Study kasus di Desa Watukebo Kecamatan Blimbingsari Kabupaten Banyuwangi
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh urgensi pelestarian budaya lokal di tengah arus
globalisasi dan modernisasi yang berpotensi mengikis nilai-nilai kearifan lokal. Tradisi
Ider Bumi Kebo-Keboan di Desa Watukebo, Banyuwangi, merupakan bagian penting
dari warisan budaya masyarakat Osing yang sarat akan makna simbolik, spiritual, dan
nilai sosial. Tradisi ini tidak hanya melibatkan masyarakat lokal, tetapi juga menjadi
ruang interaksi dengan individu dari berbagai latar budaya, sehingga menciptakan
dinamika komunikasi antarbudaya yang kompleks dan menarik untuk dikaji.
Penelitian ini berfokus pada tiga aspek utama: (1) fungsi komunikasi antarbudaya
dalam upaya pelestarian tradisi Kebo-Keboan, (2) bentuk komunikasi antarbudaya
yang diterapkan masyarakat Desa Watukebo, dan (3) hambatan komunikasi
antarbudaya yang dihadapi dalam pelaksanaan tradisi tersebut. Tujuannya adalah
untuk menganalisis peran strategis komunikasi antarbudaya dalam menjaga
keberlangsungan tradisi lokal serta memahami tantangan dan bentuk interaksi yang
terjadi selama prosesi adat.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik
pengumpulan data meliputi observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan
dokumentasi, dengan pemilihan informan melalui teknik purposive sampling.
Informan terdiri dari tokoh adat, tokoh agama, perangkat desa, dan masyarakat pelaku
tradisi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi komunikasi antarbudaya dalam
pelestarian tradisi Kebo-Keboan meliputi fungsi sosialisasi nilai budaya, edukasi,
hiburan, dan penguatan identitas komunitas. Bentuk komunikasi antarbudaya yang
dominan melibatkan komunikasi verbal dan nonverbal, komunikasi antar etnis, serta
simbol-simbol budaya yang dimaknai bersama. Sementara itu, hambatan yang muncul
mencakup etnosentrisme, stereotip, perbedaan interpretasi simbolik, dan
kesalahpahaman komunikasi nonverbal. Meskipun demikian, masyarakat Desa
Watukebo mampu mengatasi hambatan tersebut melalui strategi komunikasi adaptif
dan kolaboratif, sehingga tradisi tetap lestari sebagai bagian dari identitas budaya
lokal
Implementasi Foot Massage Dalam Menurunkan Masalah Keperawatan Nyeri Pada Pasien Post Partum Pasca Sectio Caesarea Di Ruang Dahlia RS dr. Soebandi Jember
ABSTRAK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER
PROGRAM STUDI PROFESI NERS
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
Karya Ilmiah Akhir, Juli 2025
Angelica Shafabila Arsita
Implementasi Foot Massage Dalam Menurunkan Masalah Keperawatan Nyeri Pada Pasien Post Partum Pasca Sectio Caesarea Di Ruang Dahlia RSD dr. Soebandi Jember.
xvii+ 107 halaman + 7 tabel + 8 lampiran + 5 gambar
Latar Belakang: Sectio Caesarea (SC) adalah tindakan operasi yang dilakukan untuk membantu ibu yang tidak memungkinan untuk melakukan persalinan normal dengan alasan kesehatan ibu atau janin. Meskipun prosedur ini sering dianggap aman, proses pemulihan pasca operasi dapat menimbulkan berbagai keluhan, salah satunya adalah nyeri pasca operasi. Nyeri adalah suatu keadaan yang tidak menyenangkan akibat terjadinya rangsangan fisik maupun dari serabut saraf dalam tubuh ke otak dan diikuti oleh reaksi fisik, fisiologi, dan emosional. Tujuan: penelitian ini untuk melaksanakan Implementasi Foot Massage sebagai Intervensi Masalah Nyeri pada Post Partum Pasca Sectio Caesarea di RSD dr. Soebandi Jember. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian analisis deskriptif dengan studi kasus. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling dengan jumlah 3 responden yang telah memenuhi kriteria inklusi. Implementasi foot massage dilakukan selma tiga hari berturut-turut, dilakukan dua kali dalam sehari selama 10-20 menit. Hasil: Hasil menunjukkan penurunan nyeri skala nyeri pada pasien dengan rentang 5-10 dan setelah diberikan terapi foot massage rentang skala nyeri menjadi 3-8. Foot massage terbukti dapat menurunkan skala nyeri melalui stimulasi relaksasi, peningkatan sirkulasi darah dan menimbulkan pelepasan hormon endorfin. Kesimpulan: Teknik ini juga gampang untuk dilakukan, aman, dan bisa diterapkan oleh anggota keluarga atau tenaga medis sebagai bagian dari pengelolaan rasa sakit tanpa obat. Temuan dari penelitian ini mendukung pijat kaki sebagai pilihan tambahan yang patut untuk dimasukkan dalam praktik keperawatan berbasis bukti, khususnya dalam perawatan setelah operasi ginekologis. Hasil temuan ini diharapkan dapat berkontribusi pada kemajuan pelaksanaan perawatan non-invasif yang efisien dan berorientasi pada kemanusiaan.
Kata Kunci: Post Partum, Sectio Caesarea, Foot Massage, Nyeri Aku