Repository Universitas Muhammadiyah Jember
Not a member yet
19650 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN STATUS EKONOMI DAN USIA PERNIKAHAN DENGAN KEJADIAN PRE-EKLAMSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUMBERJAMBE
Abstrak
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER
PROGRAM STUDI S1 ILMU KEPERAWATAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
Skripsi, 29 Juli 2025
Aliyah Ratnaning Palupi
Hubungan Status Ekonomi Dan Usia Pernikahan Dengan Kejadian Pre-Eklampsia
Di Wilayah Kerja Puskesmas Sumberjambe
xviii + 74 Hal + 23 Tabel + 2 Bagan + 20 Lampiran
Abstrak
Preeklampsia merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang berbahaya dan
menjadi penyebab utama kematian ibu dan bayi di Indonesia. Faktor-faktor seperti
status ekonomi dan usia pernikahan diduga berperan dalam meningkatkan risiko
kejadian preeklampsia. Pada sttatus ekonomi yang rendah dapat membatasi akses
terhadap pelayanan kesehatan, gizi, dan edukasi yang memadai. Sementara itu, usia
pernikahan yang terlalu muda (35 tahun) dapat
menimbulkan risiko kesehatan reproduksi yang lebih tinggi. Tujuan penelitian ini
untuk mengetahui hubungan antara status ekonomi dan usia pernikahan dengan
kejadian preeklampsia di wilayah kerja Puskesmas Sumberjambe. Penelitian ini
menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross-sectional.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil trimester III dengan
primigravida di wilayah kerja Puskesmas Sumberjambe, dengan jumlah sampel
sebanyak 52 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Data
dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan Sprearman Rho. Hasil
analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara status ekonomi
dengan kejadian preeklampsia (p value 0,001 <0,05), dan antara usia pernikahan
dengan kejadian preeklampsia (p value 0,001 <0,05). Kesimpulan status ekonomi
rendah dan usia pernikahan di luar rentang ideal (35 tahun)
berhubungan dengan peningkatan risiko kejadian preeklampsia. Disarankan agar
edukasi mengenai kesiapan pernikahan dan kehamilan ideal lebih ditingkatkan,
terutama kepada pasangan usia subur di wilayah kerja Puskesmas Sumberjambe.
Kata Kunci: Pre-eklampsia, Status Ekonomi, Usia Pernikahan
Abstract
UNIVERSITY OF MUHAMMADIYAH JEMBER
BACHELOR OF SCIENCE IN NURSING
FACULTY OF HEALTH SCIENCES
Thesis, July 29, 2025
Aliyah Ratnaning Palupi
The Relationship Between Economic Status and Age at Marriage with the Incidence
of Pre-eclampsia in the Working Area of Sumberjambe Public Health Center
xviii + 74 Pages + 23 Tables + 2 Chart + 20 Attachment
Abstract
Pre-eclampsia is one of the most serious pregnancy complications and a leading
cause of maternal and neonatal mortality in Indonesia. Factors such as economic
status and age at marriage are believed to contribute to the increased risk of preeclampsia. Low economic status may limit access to adequate healthcare services,
nutrition, and education. Meanwhile, marrying at a very young age (<19 years) or
at an older age (>35 years) poses greater reproductive health risks. This study
aimed to examine the relationship between economic status and age at marriage
with the incidence of pre-eclampsia in the working area of the Sumberjambe Public
Health Center. A descriptive correlational design with a cross-sectional approach
was used. The study population included all third-trimester pregnant women who
were primigravida in the Sumberjambe working area, with a total sample of 52
respondents selected using total sampling technique. Data were collected using
questionnaires and analyzed with the Spearman Rho test. The results showed a
significant relationship between economic status and the incidence of preeclampsia (p-value 0.001 < 0.05), as well as between age at marriage and the
incidence of pre-eclampsia (p-value 0.001 < 0.05). In conclusion, low economic
status and age at marriage outside the ideal range (35 years) are
associated with an increased risk of pre-eclampsia. It is recommended that
education regarding ideal marriage and pregnancy preparation be enhanced,
especially for reproductive-aged couples in the Sumberjambe Public Health Center
area.
Keywords: Pre-eclampsia, Economic Status, Age at Marriag
Hubungan Penurunan Visus Penglihatan Dengan Kualitas Hidup Pada Penderita Hipertensi Di RSD Kalisat Jember
Visus penglihatan merupakan baik buruknya fungsi mata secara keseluruhan. Kondisi medis yang kronis seperti hipertensi dapat menimbulkan berbagai komplikasi yang berakibat pada penurunan visus penglihatan. Penurunan visus penglihatan dapat membatasi aktivitas sehari-hari dan menimbulkan ketergantungan, koondisi ini berpotensi memengaruhi kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penurunan visus penglihatan dengan kualitas hidup pada penderita hipertensi di RSD Kalisat Jember. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain korelasi pendekatan cross sectional. Jumlah responden sebanyak 55 orang penderita hipertensi di RSD Kalisat Jember yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan meliputi lembar observasi visus menggunakan Snellen Chart dan kuesioner WHOQOL-BREF untuk mengukur kualitas hidup. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji korelasi Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan secara statistik antara penurunan visus penglihatan dengan kualitas hidup pada penderita hipertensi. Hal ini dibuktikan dengan nilai koefisien korelasi (rho) sebesar -0.340 dan nilai signifikansi (p-value) sebesar 0.011 (p < 0.05). Mayoritas pasien hipertensi di RSD Kalisat Jember sebesar (54,5%) mengalami penurunan visus sedang, dan (70,9%) memiliki kualitas hidup rendah. Pasien dengan angka penurunan visus sedang didapatkan kualitas hidup rendah pada pasien hipertensi di RSD Kalisat Jember di RSD Kalisat. Temuan ini menekankan perlunya perhatian lebih terhadap kondisi penglihatan pasien hipertensi guna meningkatkan kualitas hidupnya secara holistik.
Kata kunci: Hipertensi, Kualitas Hidup, Penurunan Visus, Snellen Chart WHOQOL-BREF.
Daftar Pustaka 59 (2019-2024
REDESAIN STRUKTUR CAFE CASCARA KOTA TARAKAN DENGAN KONSTRUKSI BAJA
Perencanaan struktur bangunan harus memperhatikan kekuatan, efisiensi, dan kesesuaian terhadap kebutuhan fungsi bangunan. Gedung Cafe Cascara memiliki jarak antar kolom 8 meter sehingga membutuhkan suatu dimensi balok yang besar, mengingat mutu beton yang digunakan mempunyai mutu beton normal. Berdasarkan kondisi tersebut, struktur bangunan Cafe Cascara di Kota Tarakan akan diredesain menggunakan material baja sebagai elemen struktur utama. Redesain ini mencakup pemilihan profil baja untuk balok dan kolom, serta analisis kekuatan struktur menggunakan peraturan dan standar yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil baja WF500x300x11x15 digunakan pada balok utama B1-1 dan WF300x200x8x12 pada balok B1-2. Kolom K1 dan K2 masing-masing menggunakan Kingcross K588x300x12x20 dan K400x200x8x13. Baja yang digunakan adalah Bj 37 dengan tegangan leleh minimum (Fy) 240 MPa. Kapasitas momen balok hasil redesain terbukti mampu menahan beban kerja, di mana balok B1-1 memiliki kapasitas 672 kN-m dan B1-2 sebesar 227,24 kN-m, lebih besar dari momen nominal yang diperoleh dari analisis struktur. Dengan demikian, redisain struktur baja ini memenuhi aspek kekuatan dan kelayakan teknis
STRATEGI PENDIDIKAN SEKSUAL PADA ANAK USIA DINI DI TK AL HUSNA JEMBER
Pendidikan seksual merupakan upaya pembinaan yang dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran seseorang dalam menjaga dirinya sendiri dari kejahatan bentuk perilaku pelecehan seksual.Kejahatan bentuk perilaku seksual sangat beragam, baik yang dilakukan secara verbal maupun nonverbal. Kejahatan bentuk perilaku pelecehan seksual secara verbal adalah jenis pelecehan tanpa sentuhan fisik tetapi melibatkan lisan maupun gerakan tubuh seperti berbicara dengan nada cabul atau memberi simbol-simbol pelecehan kepada seseorang. Penelitian ini bertunjuan mengetahui strategi pembelajaran melalui bemain untuk menerapkan Pendidikan seksual pada anak usia dini. Penelitian ini mengidentifikasi sejumlah pemahaman guru TK A terhadap strategi penerapan Pendidikan seksual untuk anak usia dini.
Simpulan penelitian ini adalah bahwa strategi yang digunakan guru diantaranya menyusun buku pembelajaran terkait dengan pendidikan seksual pada anak usia dini yang dimana nantinya buku pembelajaran ini akan digunakan juga sebagai media pembelajaran. Strategi terakhir yaitu menyusun RPPH yang terkait dengan pendidikan seksual anak usia dini, RPPH disusun dengan tujuan untuk meningkatkan perkembangan seksual anak usia dini dengan menggunakan model pembelajaran klasikal
ANALISIS IMPLEMENTASI AKAD KERJA SAMA TIDAK TERTULIS ANTARA MINIMARKET MADINAH ORYZA MART DENGAN PONDOK PESANTREN MADINATUL ULUM CANGKRING JENGGAWAH JEMBER
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi akad kerja sama berbasis
syirkah pada unit usaha ritel pesantren, yaitu Minimarket Madinah Oryza Mart
yang merupakan bagian dari Pondok Pesantren Madinatul Ulum Cangkring
Jenggawah Jember. Kajian ini dilakukan menggunakan metode penelitian
kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research) dan pendekatan
deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam
dengan pengelola dan pihak pesantren, observasi langsung di lokasi usaha, serta
dokumentasi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk kerja sama tidak
dituangkan dalam kontrak tertulis, melainkan didasarkan pada kepercayaan dan
kesepakatan moral antara kedua belah pihak. Pondok pesantren berperan sebagai
penyedia aset berupa lahan dan bangunan, sementara mitra bertanggung jawab
atas operasional usaha. Sistem bagi hasil dilakukan secara fleksibel dengan
proporsi umum 80:20, namun dapat disesuaikan dengan kondisi usaha. Akad kerja
sama ini secara umum mencerminkan prinsip musyarakah, di mana masingmasing pihak memberikan kontribusi berbeda, baik berupa aset maupun tenaga
manajemen. Secara spesifik, praktik ini mendekati akad syirkah „inan, karena
adanya kontribusi modal tidak seimbang dan kesepakatan fleksibel dalam
mengelola bagi hasil. Temuan penting lain mengungkapkan adanya peluang
strategis berupa lokasi pesantren yang strategis dan pasar internal santri, serta
tantangan berupa ketidakjelasan legalitas formal dan potensi risiko pengelolaan.
Kata Kunci: Akad Kerja Sama, Unit Usaha Pesantren, Kemandirian
Ekonomi
STUDI PENGARUH KOEFISIEN KESERAGAMAN (Cu) DAN KOEFISIEN GRADASI (Cc) PADA PASIR DENGAN PENAMBAHAN TANAH LEMPUNG TERHADAP POTENSI LIKUIFAKSI (STUDI KASUS : PANTAI PUGER, KABUPATEN JEMBER)
Likuifaksi adalah keadaan ketika tanah berbutir halus atau pasir jenuh mengalami kehilangan kekuatan dan kekakuannya secara tiba-tiba akibat peningkatan tekanan air pori yang melebihi tegangan efektif tanah. Fenomena likuifaksi menjadi perhatian serius dalam bidang geoteknik, khususnya di daerah rawan gempa seperti Pantai Puger, Jember. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan butiran halus berupa tanah lempung ke dalam pasir terhadap potensi terjadinya likuifaksi. Sampel tanah yang digunakan terdiri dari pasir murni, lempung murni, serta campuran pasir dengan 10%, 20%, dan 30% tanah lempung. Pengujian dilakukan untuk menentukan parameter geoteknik seperti koefisien keseragaman (Cu), koefisien gradasi (Cc), serta diameter efektif (D10, D30, D50, D60). Hasil analisis menunjukkan bahwa peningkatan kandungan tanah lempung menyebabkan nilai Cu dan Cc meningkat, yang berpengaruh terhadap penurunan potensi likuifaksi. Berdasarkan kurva distribusi Tsuchida, campuran 0 – 10% termasuk dalam zona berpotensi tinggi likuifaksi, sedangkan campuran 20 – 30% tergolong zona potensi likuifaksi yang lebih rendah. Dengan demikian, keberadaan butiran halus secara proporsional mampu meningkatkan stabilitas tanah dan menurunkan risiko likuifaksi
HUBUNGAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE (ANC) K1 MURNI DENGAN KEJADIAN PRE-EKLAMPSIA PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUMBERJAMBE
Preeklampsia merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang
dapat mengancam keselamatan ibu dan janin. Deteksi dini melalui kunjungan
Antenatal Care (ANC) K1 murni pada trimester pertama menjadi langkah penting
dalam mencegah dan menurunkan risiko pre-eklampsia. Tujuan : Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kunjungan ANC K1 murni dengan
kejadian pre-eklampsia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Sumberjambe.
Metode : Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan
cross-sectional, melibatkan 77 ibu hamil yang dipilih melalui teknik total sampling.
Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dokumentasi medis, kemudian
dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil : Dari 77 responden, terdapat 48 ibu
hamil (62,3%) yang melakukan kunjungan ANC K1 murni, dan sebagian besar tidak
mengalami preeklampsia. Sebaliknya, ibu hamil yang tidak melakukan kunjungan K1
cenderung lebih banyak mengalami pre-eklampsia. Hasil uji statistik menunjukkan
adanya hubungan yang signifikan antara kunjungan ANC K1 murni dengan kejadian
preeklampsia (p = 0,001). Kesimpulan : Kunjungan antenatal yang tepat waktu dan
sesuai standar dapat membantu deteksi dini serta pencegahan komplikasi kehamilan
seperti pre-eklampsia. Temuan ini menekankan pentingnya edukasi dan peningkatan
kesadaran ibu hamil terhadap kunjungan ANC sejak dini
ANALISIS PERSEPSI MANFAAT, PERSEPSI KEMUDAHAN PENGGUNAAN, DAN KEPERCAYAAN KONSUMEN TERHADAP KEPUTUSAN PENGGUNAAN UANG ELEKTRONIK QRIS PADA CAFE STRATA JEMBER
Pengelolaan dan literasi keuangan yang baik merupakan hal penting dalam mensejahterahkan perekonomian sebuah bangsa, terutama di negara berkembang seperti di Indonesia. Dalam era globalisasi yang semakin pesat, transformasi digital sangat cepat berevolusi dari masa ke masa, salah satunya dalam metode transaksi, hal ini kemudian memberikan solusi baru dalam bertransaksi dengan aman, efektif dan efisien, yaitu melalui metode transaksi digital berbasis QRIS. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis persepsi manfaat, persepsi kemudahan penggunaan, dan kepercayaan konsumen terhadap keputusan penggunaan uang elektronik QRIS pada Cafe Strata Jember. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan regresi linear berganda. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen yang menggunakan metode pembayaran QRIS di Cafe Strata Jember, dengan sampel sebanyak 140 responden yang mengacu pada rumus Ferdinand dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian membuktikan bahwa, persepsi manfaat, persepsi kemudahan penggunaan, dan kepercayaan konsumen berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan penggunaan uang elektronik QRIS pada Cafe Strata Jember.
Kata Kunci : persepsi manfaat, persepsi kemudahan penggunaan, kepercayaan konsumen, keputusan penggunaan QRI
PERAN INNOVATION WORK BEHAVIOR DALAM MEMEDIASI SOCIAL SUPPORT DAN WORK ENGAGEMENT TERHADAP KINERJA OPERATOR SISTEM DETEKSI DINI KEWASPADAAN DAERAH DI KABUPATEN BANYUWANGI
Penerapan inovasi pelayanan publik merupakan langkah krusial dalam peningkatan efektivitas tata kelola pemerintahan. Penelitian ini mengkaji peran dukungan sosial, keterikatan kerja, dan perilaku kerja inovatif (IWB) dalam meningkatkan kinerja operator yang menggunakan aplikasi SIDEDIWASDA di Kabupaten Banyumas. Meskipun memiliki potensi, namun terdapat kendala dalam mengoptimalkan pemanfaatan aplikasi yang mengindikasikan adanya kesenjangan kinerja antar operator. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh langsung dan tidak langsung dukungan sosial dan keterikatan kerja terhadap kinerja operator yang dimediasi oleh IWB. Data dikumpulkan dari 124 responden melalui purposive sampling menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dan verifikatif. Analisis menggunakan Structural Equation Model (SEM) dengan WarpPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial dan keterikatan kerja memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap kinerja operator dengan koefisien jalur masing-masing sebesar 0,298 dan 0,249 (p = 0,001). Kedua variabel tersebut juga berpengaruh signifikan terhadap IWB (0,394 dan 0,384, p = 0,001). Lebih jauh lagi, IWB secara signifikan meningkatkan kinerja (0,346, p = 0,001) dan memediasi efek dukungan sosial (0,136, p = 0,014) dan keterlibatan kerja (0,133, p = 0,016) pada kinerja. Studi ini menyimpulkan bahwa mendorong perilaku inovasi melalui lingkungan kerja yang mendukung dan karyawan yang terlibat meningkatkan kinerja operator. Studi ini merekomendasikan program pengembangan kapasitas berkelanjutan dan budaya kerja kolaboratif untuk memaksimalkan efektivitas aplikasi dan memberikan layanan publik yang unggul
REKONTRUKSI LAPORAN KEUANGAN SESUAI DENGAN SAK EMKM (STUDI KASUS PADA KOPI DAKO JULIE SUKOSARI KABUPATEN BONDOWOSO)
Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi laporan keuangan pada UMKM Kopi Dako Julie di Sukosari, Kabupaten Bondowoso agar sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM) yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. UMKM tersebut selama ini hanya melakukan pencatatan keuangan secara manual dan sederhana, tanpa menyusun laporan keuangan formal seperti laporan posisi keuangan, laporan laba rugi, dan catatan atas laporan keuangan. Metode penelitian yang
digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data primer diperoleh melalui wawancara dan observasi langsung, sementara data sekunder berupa dokumen
pencatatan keuangan UMKM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah dilakukan rekonstruksi, laporan keuangan dapat disusun secara lengkap sesuai dengan struktur SAK EMKM. Laporan yang dihasilkan memberikan informasi yang lebih akurat dan relevan, meliputi laba bersih setelah pajak sebesar Rp. 1.068.232.377 dari total penjualan Rp 1.235.398.500, dengan margin laba bersih sebesar 86,45%. Penelitian ini menegaskan pentingnya penyusunan laporan keuangan yang sesuai standar untuk meningkatkan akuntabilitas, akses pembiayaan, serta pengambilan keputusan manajerial pada UMKM