Repository Universitas Muhammadiyah Jember
Not a member yet
19650 research outputs found
Sort by
IMPLEMENTASI RANGE OF MOTION (ROM) TERHADAP TINGKAT FATIGUE PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD) DI RUANG BOUGENVILE RSUD DR. H KOESNADI BONDOWOSO
Pendahuluan: Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan penyakit kronis dengan
prevalensi tinggi yang ditandai oleh penurunan fungsi ginjal secara progresif. Salah
satu gejala utama pada pasien CKD adalah fatigue atau kelelahan kronik, yang
berdampak pada penurunan aktivitas fisik, kualitas hidup, dan partisipasi dalam
perawatan diri. Intervensi non-farmakologis seperti latihan Range of Motion
(ROM) dapat menjadi pilihan terapi yang aman, sederhana, dan efektif untuk
mengatasi keletihan, namun pelaksanaannya belum menjadi bagian rutin dalam
praktik keperawatan. Tujuan: Mengetahui efektivitas implementasi latihan ROM
terhadap tingkat fatigue pada pasien CKD di Ruang Bougenvile RSUD dr. H.
Koesnadi Bondowoso.Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus
dengan subjek tiga pasien CKD stadium 3–5 yang mengalami fatigue sedang–berat
berdasarkan skor Fatigue Severity Scale (FSS). Intervensi berupa latihan ROM
pasif dan aktif-asistif dilakukan selama lima hari berturut-turut. Data dikumpulkan
melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi keperawatan
menggunakan pendekatan SDKI, SIKI, dan SLKI. Hasil: Seluruh pasien
menunjukkan penurunan tingkat fatigue setelah dilakukan intervensi. Skor FSS
menurun signifikan, pasien mampu meningkatkan aktivitas ringan, kualitas tidur
membaik, serta menunjukkan peningkatan motivasi dan respons emosional yang
positif. Tidak ditemukan efek samping selama pelaksanaan ROM. Kesimpulan:
Implementasi latihan ROM terbukti efektif dalam menurunkan tingkat fatigue pada
pasien CKD. Intervensi ini dapat diintegrasikan dalam praktik keperawatan sebagai
bagian dari pendekatan holistik dan evidence-based practice dalam pelayanan
pasien penyakit kronik
THE IMPACT OF EXTENSIVE READING ON VOCABULARY ACQUISITION IN ENGLISH LANGUAGE LEARNERS
Reading is one of the four essential English language skills, playing a crucial role in vocabulary acquisition and overall language proficiency. However, many students struggle with reading, particularly in comprehending texts and acquiring new vocabulary, which hinders their ability to communicate effectively. To address this challenge, extensive reading is considered an effective strategy, as it exposes students to a wide range of vocabulary in meaningful contexts. In response to this issue, the researcher conducted this study to explore how this approach can enhance students' vocabulary mastery. In this research, the main problem is “Is there any significant impact of extensive reading on vocabulary acquisition among students at SMK Muhammadiyah Jember?” and the objective is “to analyze the effect of extensive reading on students’ vocabulary acquisition.” Based on the research problem and relevant theories, the hypotheses are formulated as follows: null hypothesis (H₀): There is no significant impact of extensive reading on vocabulary acquisition, and alternative hypothesis (Hₐ): There is a significant impact of extensive reading on vocabulary acquisition. This study employs a quantitative method with a quasi-experimental design. The sample consists of grade XI students at SMK Muhammadiyah Jember. Data were collected through pre-tests and post-tests measuring vocabulary acquisition, focusing on nouns, verbs, adjectives, adverbs, and pronouns. The research instrument included a vocabulary test validated for content and reliability. The results demonstrate a statistically significant difference (Asymp. Sig. = 0.000 < 0.05) between the experimental and control groups, with the experimental group showing substantially higher vocabulary acquisition (mean rank 23.47 vs 9.53), confirming that extensive reading effectively enhances vocabulary learning while also fostering motivation, engagement, and independent learning habits, leading to the conclusion that integrating extensive reading into the curriculum would significantly improve students' vocabulary acquisition and overall language proficiency while cultivating a lasting reading habit
Pengaruh Indikator keuangan pada benjamin graham’s perspective terhadap harga saham (studi pada sub sektor perbankan di BEI periode 2020-2023)
Keberhasilan dalam dunia investasi nilai tidak lepas dari cara berinvestasi dari Benjamin Graham. Oleh sebab itu, ada baiknya para investor memahami cara investasi Benjamin Graham, terutama dalam penggunaan indikator keuangan guna memilih perusahaan mana yang baik untuk ditanamkan modal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh
Earnings Per Share (EPS), Price Book Value (PBV), Price Earnings Ratio (PER), Return On Equity (ROE), Current Ratio (CR), dan Debt to Equity Ratio (DER) terhadap harga saham. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini yaitu 6 perusahaan perbankan yang terindeks LQ45. Alat analisis menggunakan regresi linier berganda.
Hasil penelitian membuktikan bahwa Earnings Per Share (EPS), Price Book Value (PBV), Price Earnings Ratio (PER), Return On Equity (ROE), Current Ratio (CR), dan Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham
PERAN KARAKTER WIRAUSAHA, ORIENTASI, DAN KEUNGGULAN BERSAING TERHADAP KEBERHASILAN USAHA PADA USAHA CAFE DI KABUPATEN JEMBER
Kabupaten Jember merupakan salah satu wilayah di Provinsi Jawa Timur yang mengalami pertumbuhan signifikan dalam sektor kuliner, terutama café yang berkembang di kalangan wirausahawan muda. Dalam menghadapi kompetisi bisnis yang ketat, keberhasilan usaha tidak hanya ditentukan oleh faktor eksternal, tetapi juga oleh faktor internal seperti karakteristik wirausaha, orientasi kewirausahaan, dan keunggulan bersaing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh karakteristik wirausaha, orientasi kewirausahaan, dan keunggulan bersaing terhadap keberhasilan usaha pada pelaku usaha café di Kabupaten Jember, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 86 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda, didukung dengan uji validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik, uji t, uji F, dan koefisien determinasi (R²) menggunakan bantuan SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel independen yaitu karakteristik wirausaha, orientasi kewirausahaan, dan keunggulan bersaing secara parsial maupun simultan berpengaruh signifikan terhadap keberhasilan usaha café di Kabupaten Jember. Di antara ketiga variabel tersebut, orientasi kewirausahaan memberikan pengaruh yang paling dominan. Temuan ini menegaskan pentingnya keberanian mengambil inisiatif, inovasi, dan kemampuan adaptif sebagai faktor kunci dalam meningkatkan keberhasilan usaha. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan kapasitas kewirausahaan harus menjadi perhatian serius, baik oleh pelaku usaha sendiri maupun oleh pemangku kepentingan seperti pemerintah dan institusi pendidikan. Upaya penguatan karakter wirausaha, peningkatan orientasi bisnis, serta strategi membangun keunggulan bersaing dapat menjadi solusi dalam meningkatkan daya saing UMKM café di tengah tantangan bisnis yang terus berkembang. Kata Kunci: Karakteristik Wirausaha, Orientasi Kewirausahaan, Keunggulan Bersaing, Keberhasilan Usaha
PENGARUH DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KECEMASAN MAHASISWA SEMESTER AKHIR YANG SEDANG MENGERJAKAN SKRIPSI DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER
Mahasiswa tingkat akhir seringkali mengalami tekanan psikologis yang tinggi saat menyusun skripsi, khususnya mereka yang berada di semester 12 ke atas. Salah satu faktor yang diyakini berpengaruh terhadap kecemasan tersebut adalah dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dukungan keluarga terhadap kecemasan mahasiswa semester akhir yang sedang mengerjakan skripsi di Universitas Muhammadiyah Jember. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif kausal. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 104 mahasiswa aktif semester 12–14 yang sedang menyusun skripsi, dipilih menggunakan teknik purposive dan accidental sampling. Instrumen yang digunakan meliputi Skala Dukungan Keluarga yang mengacu berdasarkan teori Friedman dengan 42 aitem (α = 0,917), serta Skala Kecemasan yang mengacu berdasarkan teori Nevid dengan 22 aitem (α = 0,866). Teknik analisis data menggunakan regresi linier sederhana dengan bantuan SPSS versi 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara dukungan keluarga terhadap kecemasan mahasiswa nilai signifikansi p = 0,079 > 0,05. Hal ini mengindikasikan bahwa tingkat kecemasan mahasiswa lebih dipengaruhi oleh proses kognitif internal, seperti dialog batin yang negatif dan penilaian berlebihan terhadap ancaman, dibandingkan oleh besarnya dukungan keluarga yang diterima
PRENCANAAN JALAN PENGHUBUNG (SAYAP) DAN TEBAL PERKERASAN TERHADAP JALAN JALUR LINTAS SELATAN BBERJARAK 2,41 KM KABUPATEN JEMBER (Studi Kasus Kecamatan Wuluhan Kabupaten Jember)
Jalan Jalur Lintas Selatan (JLS) di Kabupaten Jember merupakan infrastruktur strategis yang mendukung konektivitas utama dan pertumbuhan ekonomi wilayah. Hingga tahun 2025, sebagian segmen Jalan JLS di wilayah selatan Jember belum terselesaikan, sementara pembangunan ruas jalan tersebut diiringi dengan pembangunan jalan penghubung di sekitarnya. Jalan penghubung memerlukan perencanaan rute dan ketebalan perkerasan yang disesuaikan dengan umur rencana serta proyeksi beban lalu lintas. Penelitian ini mengkaji kinerja jalan penghubung di Kecamatan Wuluhan melalui evaluasi derajat kejenuhan dan penentuan ketebalan perkerasan optimal berdasarkan metode Bina Marga 2017. Data dikumpulkan melalui survei volume kendaraan, pengujian daya dukung tanah, dan analisis parameter lalu lintas sesuai peraturan kinerja jalan indonesia 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai derajat kejenuhan meningkat dari 0,16 di tahun 2025 (kategori A) dan 0,35 di tahun 2045 (kategori B). Rekomendasi struktur perkerasan dimulai dari bawah ke atas meliputi lapisan pondasi agregat kelas A (30 cm), aspal beton–lapisan pondasi (8 cm), aspal beton–lapisan antara (6 cm), dan aspal beton–lapisan aus (4 cm) dengan total ketebalan 48 cm. Penelitian ini memberikan dasar ilmiah untuk pengembangan infrastruktur jalan yang berkelanjutan dan mampu mengakomodasi pertumbuhan lalu lintas jangka panjang
KOMUNIKASI INTERPERSONAL SUKU JAWA DAN KOMUNITAS TIONGHOA DI PERUMAHAN BUKIT PERMAI KECAMATAN SUMBERSARI KABUPATEN JEMBER
Penelitian ini mengkaji komunikasi interpersonal antara suku jawa dan komunitas
Tionghoa di Perumahan Bukit Permai, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember.
Fokus pada penelitian ini adalah untuk dapat memahami dinamika interaksi sosial
serta hambatan komunikasi yang terjadi di antara kedua kelompok etnis tersebut.
Menggunakan metode kualitatif deskriptif, data diperoleh melalui kuesioner,
observasi, dan dokumentasi. Temuan menunjukkan bahwa komunikasi
interpersonal berlangsung melalui dua cara, yaitu langsung (tatap muka) dan tidak
langsung (melalui media elektronik). Faktor budaya, stereotip dan norma sosial
menjadi menjadi tantangan dalam membangun hubungan yang harmonis. Walau
demikian, pada nilai-nilai seperti gotong royong dan saling menghormati
mamainkan peran penting dalam menjaga keharmonisan antarwarga. Studi ini
memberikan terkait wawasan mengenai pentingnya komunikasi interpersonal
dalam mendukung integrasi sosial di masyarakat multietnis serta menawarkan
rekomendasi untuk mengatasi hambatan dalam interaksi lintas budaya. Berdasarkan
hasilobservasi dan wawancara, diketahui bahwa keharmonisan lintas suku di
perumahan ini dapat dikategorikan cukup baik. Warga Jawa dan Tionghoa di
Perumahan Bukit Permai tampak saling menghargai kehadiran satu sama lainnya.
Kedua suku tersebut diketahui aktif berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan
keagamaan bersama, seperti kerja bakti dan peringatan HUT RI. Komunikasi
interpersonal yang efektif terbukti menjadi faktor krusial dalam memelihara
kerukunan, dan masyarakat menyadari pentingnya kebersihan lingkungan,
keamanan, dan saling membantu. Khususnya dalam mendukung integrasi sosial di
masyarakat multietnis di Perumahan Bukit Permai Jember
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL TEMAN SEBAYA DENGAN KEPERCAYAAN DIRI DEWASA AWAL YANG BERJERAWAT
Masalah jerawat tidak hanya berdampak pada fisik, tetapi juga pada psikologis, terutama kepercayaan diri. Stigma sosial terhadap penampilan sering kali membuat individu merasa minder dan cemas, khususnya pada masa dewasa awal, fase penting dalam pembentukan identitas diri, pengambilan keputusan besar seperti pekerjaan, pendidikan lanjutan, relasi jangka panjang serta tuntutan kematangan emosional. Gangguan kepercayaan diri akibat jerawat dapat menghambat perkembangan psikososial. Dukungan sosial teman sebaya salah satu faktor eksternal diduga dapat membantu individu menghadapi tekanan sosial dan memperkuat kepercayaan dirinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dengan kepercayaan diri pada dewasa awal yang berjerawat. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan 100 responden berusia 18 25 tahun yang mengalami jerawat berulang dan berdomisili di Kabupaten Jember. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode sampling jenuh. Alat ukur berupa skala modifikasi, yaitu skala kepercayaan diri yang diadaptasi oleh Zulda dari aspek Lauster dan skala dukungan sosial teman sebaya yang diadaptasi oleh Azra & Tiara berdasarkan aspek Sarafino. Kedua skala telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara dukungan sosial teman sebaya dengan kepercayaan diri (r = 0,484; p < 0,01). Artinya, semakin tinggi dukungan sosial yang diterima individu dari teman sebaya, semakin tinggi pula kepercayaan dirinya
PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSAKSIONAL,MOTIVASI DAN KOMPETENSI TERHADAP KINERJA KARYAWAN DILINGKUNGAN DINAS PENANAMAN MODAL PELAYANAN TERPADU SATU PINTU KABUPATEN JEMBER
Fenomena yang terjadi di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Jember menunjukkan bahwa kinerja pegawai masih belum konsisten dan optimal. Hal ini terlihat dari keterlambatan penyelesaian layanan, kurangnya inisiatif pegawai, serta rendahnya efektivitas dalam pelaksanaan tugas, yang berpotensi menghambat pencapaian target layanan publik. Kondisi ini mendorong perlunya penelitian untuk mengidentifikasi faktor-faktor internal yang dapat memengaruhi kinerja pegawai.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan transaksional, motivasi, dan kompetensi terhadap kinerja pegawai pada instansi pemerintahan tersebut. Ketiga variabel tersebut dipandang sebagai elemen penting dalam meningkatkan kinerja individu dalam organisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada pegawai dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda untuk mengukur pengaruh masing-masing variabel independen terhadap kinerja.Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi dan kompetensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, sementara kepemimpinan transaksional tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Artinya, meskipun kepemimpinan tetap penting dalam membentuk struktur kerja, motivasi dan kompetensi lebih menentukan pencapaian kinerja optimal. Temuan ini diharapkan menjadi masukan bagi manajemen dalam meningkatkan kualitas SDM melalui pelatihan, bimbingan, dan pengembangan karier.
Kata kunci: Kepemimpinan Transaksional, Motivasi, Kompetensi, Kinerja Pegawai
PENERAPAN SISTEM TANAM DAN INTERVAL WAKTU PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR AZOLLA PADA TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea Mays Var, Saccharata Strut)
Baharsyah Rizky Nurrachmawan (2010311041), “PENERAPAN SISTEM
TANAM DAN INTERVAL WAKTU PEMBERIAN PUPUK ORGANIK
CAIR AZOLLA PADA TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea Mays
Saccharata Strut)”. Dosen Pembimbing Utama Ir. Hudaini Hasbi, Msc. Agr.
Dosen Pembimbing Anggota Ir. Iskandar Umarie, M.P.
Jagung manis (Zea mays Saccharata) adalah salah satu tanaman serealia di
Indonesia, selain sebagai tanaman bahan pangan pokok pengganti beras dalam
upaya diversifikasi pangan, jagung juga merupakan pakan ternak. Permintaan
jagung manis di Indonesia semakin meningkat seiring dengan peningkatan jumlah
penduduk, hal ini dikarenakan hampir semua bagian tanaman jagung manis
memiliki nilai ekonomis. Beberapa upaya yang umumnya dilakukan untuk
meningkatkan produksi jagung manis antara lain dengan melakukan pengolahan
tanah yang baik, pengairan yang teratur, pemupukan yang tepat, penggunaan
varietas unggul, serta pengendalian hama dan penyakit. Salah satu upaya untuk
meningkatkan produksi tanaman jagung manis adalah dengan perbaikan teknik
budidaya yaitu dengan melakukan pemupukan. Azolla sp. merupakan tumbuhan
paku air yang dapat dijadikan sebagai sumber N alternatif untuk tanaman jagung
manis sehingga dapat menghemat penggunaan pupuk kimia. Penyediaan N untuk
tanaman jagung manis karena adanya simbiosis antara Azolla sp. dengan
sianobakteria (Anabaena azollae). Selain pemupukan, perlakuan sitem tanam juga
mempengaruhi terhadap pertumbuhan tanaman jagung manis. Sistem tanam yang
umum digunakan adalah sistem tanam kovensional, legowo dan zig-zag.
Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini mengguunakan Rancangan Acak
Kelompok (RAK) dengan 2 faktor yang disusun secara faktorial dengan 3 kali
ulangan. Penelitian dengan 2 faktor yaitu Beberapa sistem tanam sebanyak 3 taraf
perlakuan dan Interval waktu pemberian pupuk organik sebanyak 3 taraf
perlakuan. Kedua faktor tersebut kemudian di dapatkan 9 kombinasi dan masing –
masing diulang 3 kali (9x3) sehingga didapat 27 satuan percobaan.
Penerapan sistem tanam zig-zag perlakuan S2 menunjukkan hasil terbaik dalam
pertumbuhan tanaman jagung manis. Pada perlakuan interval waktu aplikasi poc
azolla (W2) menunjukkan perlakuan terbaik dalam pertumbuhan tanaman jagung
manis. Pemberian POC Azolla memberikan pengaruh yang bagus dalam
pertumbuhan jagung manis