Repository Universitas Muhammadiyah Jember
Not a member yet
    19650 research outputs found

    ANALISIS YURIDIS TERHADAP KONTEN AKUN FUFUFAFA PADA PLATFORM KASKUS

    No full text
    Tindak pidana penghinaan atau pencemaran nama baik merupakan salah satu bentuk tindak pidana yang dalam pelaksanaanya semakin mutakhir untuk dilakukan dengan menggunakan internet, dilakukan oleh seseorang terhadap perorangan atau individu maupul kelompok yang lain. Tindak pidana penghinaan dilakukan dengan penyerangan martabat kehormatan dan nama baik yang bersifat pribadi maupun komunal yang menyinggung, mempermalukan sehingga membuat orang lain merasa terhina, tercemar dan melahirkan rasa tidak senang, amarah, dan bentuk penderitaan orang lain terhadap batinnya. Setelah pergeseran zaman di era digital ini pemerintah khususnya aparat penegak hukum terdorong untuk memberikan pengaturan terkait tindak pidana cyber yang kemudian disebut cyber law dengan menetapkan Undang – Undang Nomor. 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang – Undang Nomor. 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik. Awalnya kejahatan dan pencemaran nama baik yang terjadi di Indinesia hanya dikenakan peraturan yang diatur dalam Kitab Undang - Undang Hukum Pidana yang selanjutnya disebut KUHP. Akun Fufufafa pada platform kaskus viral setelah menjadi perbincangan di platform X (Twitter). Awalnya, beberapa pemilik akun X memposting tangkapan layar yang memperlihatkan jejak digital akun Fufufafa di platform kaskus. Sehingga, hal tersebut memunculkan tagar “#Fufufafa” yang trending sampai berhari-hari. Terdapat beberapa unggahan dalam akun tersebut secara tidak beretika menyerang beberapa tokoh tanpa dilengkapi data-data yang kuat di ruang digital, dalam postingan akun fufufafa beberapa di antaranya memiliki unsur pencemaran nama baik dan penghinaan, akun tersebut juga memposting kata-kata tak senonoh di dalam postingannya.penelitian ini menggunakan jenis penelitian yuridis normatif. Didalam penelitian ini juga menggunakan pendekatan Undang – Undang. Pendekatan kasus. Serta pendekatan konseptual, yang kemudian hasil dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tindak pidana apa saja yang dapat disangkakan pada pemilik akun fufufafa pada platform kaskus

    EFEKTIVITAS PERCEPATAN WAKTU PROYEK DENGAN OPTIMALISASI TENAGA KERJA DALAM MENYESUAIKAN BATAS WAKTU KONTRAK

    Get PDF
    Frequent delays in the completion of construction projects are a common problem encountered in the field, particularly due to an imbalance between available resources and project schedules. This situation necessitates the implementation of effective and efficient acceleration strategies to avoid cost overruns and penalties resulting from delays. One method that can be applied to address this issue is the Time Cost Trade Off (TCTO), which in this study focuses on the approach of adding labor as an effort to accelerate the project. The ongoing construction project of the 3rd Floor Integrated Laboratory Building at the Faculty of Engineering, University of Jember, was selected as a case study because the project faced potential delays and serves as a real-world example of the importance of optimal time and resource management. This study aims to analyze to what extent increasing the workforce can accelerate project completion time without placing excessive pressure on implementation costs. The analysis results demonstrate that the project can be completed in 79 working days, resulting in a time efficiency of 10.23% (9 days) and a cost efficiency of 1.2% (IDR 31,493,617.9) from the normal project cost of IDR 2,627,642,636.31

    THE CORRELATION BETWEEN INTRINSIC MOTIVATION AND SPEAKING PROFICIENCY IN EFL CLASSROOM

    Get PDF
    Speaking proficiency is a crucial component in English language learning, yet many students struggle to develop effective speaking skills in EFL classrooms. One of the major influencing factors is motivation, especially intrinsic motivation. This research was conducted to examine whether there is a significant correlation between intrinsic motivation and students’ speaking proficiency in an EFL context. The problem investigated in this study is: "Is there any significant correlation between intrinsic motivation and students’ speaking proficiency in the EFL classroom?" The objective of this research is to determine the correlation between the two variables, based on the Self-Determination Theory by Ryan and Deci (2020), which posits that intrinsic motivation can significantly enhance students’ engagement and performance. This research used a quantitative correlational design. The population was 81 students of grade X at Madrasah Aliyah Al Hidayah, Jember. The instruments used were a questionnaire adapted from the Intrinsic Motivation Inventory (IMI) to measure students’ intrinsic motivation, and a speaking test scored using the rubric developed by David P. Harris to assess speaking proficiency. The data were analyzed using Pearson Product Moment correlation. The result showed a moderate and statistically significant positive correlation between intrinsic motivation and speaking proficiency (r = 0.579, p < 0.001). Among the subscales of intrinsic motivation, Enjoyment-Interest had the strongest correlation (r = 0.474), followed by Effort-Importance (r = 0.448), Pressure-Tension (r = 0.358), and Perceived Competence (r = 0.242). Based on the results, it can be concluded that students who possess high intrinsic motivation tend to achieve better speaking proficiency. Therefore, encouraging students’ intrinsic motivation can play a significant role in improving their speaking skills in the EFL classroom

    An Analysis of Students Sifficulties in Speaking English at Tenth Grade of SMK Al Furqon Bondowoso

    Get PDF
    The ability to speak English is an essential skill for students in achieving the goals of English language learning, especially under the implementation of the Emancipated Curriculum (Kurikulum Merdeka) in Indonesia. Despite its importance, many students still encounter serious difficulties in speaking English fluently and confidently. This research aimed to analyze the factors that cause students' difficulties in speaking English, focusing on linguistic aspects (such as lack of vocabulary, poor pronunciation, and grammar issues) and non-linguistic aspects (such as low self-confidence, anxiety, and lack of motivation).The research question guiding this study was: What are the factors that cause students’ difficulties in speaking English? To answer this question, the researcher employed a quantitative descriptive method using a survey design. Data were collected through a structured questionnaire distributed to 25 tenth�grade students of SMK Al-Furqon Bondowoso in the 2024/2025 academic year. The questionnaire consisted of closed-ended questions using a Likert scale and an additional column to capture students' reasons for their responses.The findings revealed that the most common difficulties experienced by students in speaking English were a lack of vocabulary, pronunciation problems, and low confidence. Many students also reported experiencing fear of making mistakes and limited speaking practice. Furthermore, the reasons behind these difficulties included insufficient English exposure, rare opportunities to speak in class, and influences from the learning environment, such as peer pressure or ineffective teaching strategies.In conclusion, students’ speaking difficulties are caused by a combination oflinguistic and non-linguistic factors. The results suggest that to improve students’ speaking skills, teachers should focus not only on language components but also on building a supportive and motivating classroom environment that encourages practice and reduces speaking anxiety

    ASPEK HUKUM PENGUASAAN FISIK BIDANG TANAH SEBAGAI DASAR PENERBITAN HAK MILIK ATAS TANAH PADA PROGRAM PENDAFTARAN TANAH SISTEMATIS LENGKAP (PTSL) DITINJAU BERDASARKAN PRINSIP KEPASTIAN HUKUM

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pengakuan penguasaan fisik bidang tanah sebagai dasar penerbitan Sertifikat Hak milik atas tanah pada program PTSL sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Selain itu juga untuk mengetahui apakah penerbitan Sertifikat Hak Milik tanah melalui program PTSL yang di dasarkan pada pengakuan penguasaan fisik bidang tanah sesuai dengan prinsip kepastian hukum. Permasalahan hukum muncul karena Peraturan Menteri Agraria/Kepala BPN Nomor 6 Tahun 2018 mengizinkan pengajuan permohonan sertifikat tanah hanya berdasarkan pernyataan penguasaan fisik atas tanah. Hal ini memudahkan proses pendaftaran tanah sebagai bagian dari program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap. Hal ini berpotensi disalahgunakan dan menimbulkan sengketa apabila tidak terdapat bukti hak kepemilikan formal atau jika pihak lain mengklaim kepemilikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual, serta jenis penelitian yuridis normatif (penelitian hukum), dengan studi kepustakaan sebagai metode pengumpulan bahan hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguasaan fisik bidang tanah dapat menjadi dasar penerbitan SHM dalam PTSL, namun harus mengacu pada ketentuan Pasal 24 ayat (2) Peraturan Pemerintah No. 24 Tahun 1997, yang mengharuskan penguasaan fisik dengan itikad baik, terbuka, terus-menerus, dan tanpa sengketa paling singkat dua puluh tahun. Penerapan Pasal 22 ayat (2) Peraturan Menteri ATR/BPN No. 6 Tahun 2018 tidak dapat berdiri sendiri dan harus ditafsirkan selaras dengan peraturan yang lebih tinggi, sesuai dengan asas lex superior derogat legi inferiori

    ANALISIS YURIDIS DISKUALIFIKASI CALON PERSEORANGAN PEMILIHAN KEPALA DAERAH KABUPATEN JEMBER TAHUN 2024 BERDASARKAN PERATURAN KOMISI PEMILIHAN UMUM

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek hukum diskualifikasi calon perseorangan dalam Pilkada Jember tahun 2024 berdasarkan Keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Studi ini berfokus pada kasus Gus Jaddin, seorang calon perseorangan yang dinyatakan tidak memenuhi batas minimal dukungan sesuai SK KPU Nomor 532 Tahun 2024. Namun, beberapa hari kemudian KPU menerbitkan SK KPU Nomor 1022 Tahun 2024 yang mengubah ketentuan mengenai jumlah minimal dukungan calon perseorangan, sehingga menimbulkan ketidakpastian hukum. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual, yang mengkaji peraturan-peraturan terkait serta pendapat para ahli hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat inkonsistensi dalam pengambilan kebijakan oleh KPU yang berpotensi melanggar asas kepastian hukum, keadilan, dan prinsip non- retroaktif dalam administrasi pemerintahan. Penerbitan SK baru tanpa memberikan mekanisme koreksi atau ruang keberatan bagi calon yang terdampak menunjukkan lemahnya perlindungan terhadap hak politik warga negara. Kesimpulannya, perubahan kebijakan KPU seharusnya disertai prosedur yang adil dan transparan agar tidak merugikan peserta pemilu yang telah mengikuti prosedur sebelumnya secara sah

    PENGARUH METODE PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP KEMAMPUAN ANALISIS SISWA PESERTA DIDIK KELAS X PADA MATA PELAJARAN PAI DI SMAN 1 GLAGAH BANYUWANGI

    Get PDF
    Pembahasan tentang pendidikan tidak dapat di lepas dari pembelajaran. Oleh karena itu, pada proses belajar mengajar disampaikan dengan berbagai pembelajaran yang bertujuan untuk mempermudah peserta didik menyerap ilmu yang disampaikan dan termotivasi untuk belajar. Salah satu metode pembelajaran pendidikan di Indonesia yaitu Problem Based Learning (PBL), metode ini juga digunakan pada mata pelajaran PAI. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh metode Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan analisis peserta didik. Pendekatan yang digunakan yaitu kuantitatif untuk mengumpulkan dan menganalisis data melalui bentuk numerik. Jenis penelitian menggunakan survei. Penelitian ini akan menggunakan data dari hasil observasi, dokumentasi, dan kuisioner. Teknik yang digunakan untuk analisis data menggunakan teknik regresi yang berjenis linear sederhana sehingga diperlukan SPSS chi square untuk menganalisisnya. Berdasarkan hasil uji analisis chi square pada data yang didapatkan peneliti, menjelaskan bahwa nilai pearson chi square sebesar 4,649 dengan signifikansi 0,031 < 0,05, menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikasi antara metode pembelajaran PBL dengan kemampuan analisis peserta didik. Kesimpulan yang didapatkan yaitu ada pengaruh metode pembelajaran Problem Based Learning terhadap kemampuan analisis peserta didik SMAN 1 Glagah pada mata pelajaran PAI, yang berarti Ha diterima

    Studi Faktor Keterlambatan Proyek Akibat Pekerjaan Tiang Pancang Menggunakan Metode Contigency Planning

    Get PDF
    Proyek pembangunan gedung terpadu Agribisnis Politeknik Negeri Jember, Manajemen durasi waktu proyek secara konsisten menghadapi tantangan signifikan, khususnya pada pekerjaan tiang pancang yang merupakan tahapan pondasi krusial untuk menahan beban diatasnya. Penelitian ini menganalisis pekerjaan tiang pancang di proyek pembangunan Gedung akibat perbedaan durasi waktu rencana dan aktual yang berdampak pada jadwal proyek, menganalisis kesesuaian durasi rencana dengan prinsip perencanaan, membandingkan pelaksanaan aktual 9 minggu dengan rencana 6 minggu dan perhitungan ulang 8 minggu menggunakan Microsoft Project, serta mengevaluasi efektivitas Contingency Planning. Durasi waktu rencana 6 minggu terbukti tidak realistis dibandingkan perhitungan ulang 8 minggu. Pelaksanaan aktual 9 minggu mengalami keterlambatan 3 minggu dari rencana, dan mengalami keterlambatan 1 minggu dari perhitungan ulang, disebabkan kondisi tanah berbatu dan kerusakan alat HSPD. Namun, pada penerapan Contingency Planning melalui lembur 2 jam harian terbukti efektif mengurangi durasi waktu menjadi 7 minggu. Perencanaan durasi waktu awal proyek terbukti seringkali tidak realistis. Contingency Planning secara signifikan menunjukkan efektivitasnya sebagai solusi mitigasi keterlambatan yang krusial, sekaligus mampu mengoptimalkan manajemen waktu proyek

    PENGARUH GAYA HIDUP HEDONIS, FINANCIAL TECHNOLOGY DAN KONTROL DIRI TERHADAP MINAT MENABUNG PADA SISWA SMAN 1 SUBOH

    Get PDF
    Di era modern, menabung menjadi aspek krusial bagi generasi muda dalam mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Namun, minat menabung tidak lepas dari pengaruh berbagai faktor, seperti gaya hidup, teknologi finansial, dan kemampuan mengendalikan diri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya hidup hedonis, Financial Technology (Fintech), dan kontrol diri terhadap minat menabung siswa SMAN 1 Suboh, Kabupaten Situbondo. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan survei dan analisis regresi linear berganda. Data diperoleh melalui kuesioner yang disebarkan kepada sejumlah siswa sebagai responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel tersebut memiliki pengaruh signifikan terhadap minat menabung. Gaya hidup hedonis yang ditandai oleh perilaku konsumtif dan kecenderungan mengikuti tren justru menurunkan minat menabung. Sebaliknya, keberadaan Fintech yang menyediakan kemudahan akses dan fitur menarik mampu meningkatkan motivasi siswa untuk menabung secara rutin. Selain itu, kontrol diri yang mencakup disiplin, kemampuan menunda kepuasan, dan regulasi emosi juga berperan penting dalam membentuk kebiasaan menabung yang berkelanjutan. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi sekolah dan pemangku kepentingan untuk mengembangkan program edukasi keuangan dan pembinaan karakter guna meningkatkan kesadaran dan minat menabung di kalangan pelajar. Penelitian ini juga membuka peluang bagi studi lanjutan dengan memperluas variabel dan cakupan objek penelitian demi pemahaman yang lebih komprehensi

    Peran Lingkungan keluarga, Sikap Mandiri, Motivasi Berwirausaha Terhadap Minat Berwirausaha Mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Jember

    Get PDF
    Kewirausahaan merupakan faktor strategis dalam pembangunan ekonomi, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lingkungan keluarga, sikap mandiri, dan motivasi berwirausaha terhadap minat berwirausaha mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Jember. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan populasi sebanyak 117 mahasiswa dan metode pengambilan propotional random sampling. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan keluarga, sikap mandiri, dan motivasi berwirausaha secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha mahasiswa. Temuan ini menegaskan pentingnya lingkungan keluarga, penguatan karakter mandiri, serta peningkatan motivasi internal untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan mahasiswa Kata Kunci : Lingkungan Keluarga, Sikap Mandiri, Motivasi Berwirausaha, Minat Berwirausaha

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository Universitas Muhammadiyah Jember
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇