Repository Universitas Muhammadiyah Jember
Not a member yet
19650 research outputs found
Sort by
ANALISIS PERBANDINGAN MATERIAL ROLL BAR TERHADAP KEAMANAN MOBIL LISTRIK TIPE 2KW
Industri otomotif terus berkembang dengan pesat, khususnya dalam pengembangan teknologi mobil listrik sebagai salah satu upaya untuk pengurngan emisi gas rumah kaca. Disamping itu, adanya mobil listrik ini memiliki keunggulan dibidang efisiensi energi dan lingkungan. Namun, aspek keamanan pengemudi penting untuk diperhatikan. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan jarak rollbar dengan posisi pengemudi terhadap tingkat keamanan dalam situasi kecelakaan pada kompetisi lomba mobil listrik (KMLI). Penelitian ini adalah untuk mendapatkan desain chasis mobil listrik tipe tubular dengan menggunakan material dan sudut rollbar dengan melakukan uji stress, displacement, dan factor of safety. Analisis simulasi menggunakan software autodesk inventor 2019. Penelitian menghasilkan kesimpulan yaitu simulasi pembebanan pada desain chasis dengan menggunakan material alumuium 6061-T6 menghasilkan nilai tegangan 29.4194 MPa, displacement 0.0942121 mm, dan factor of safety 15 ul , sedangkan desain chasis menggunakan material alumunium 6063-T1 menghasilkan nilai tegangan 86.0514 MPa, displacement 0.0993425 mm, dan factor of safety 15 ul. Dari kedua hasil analisis simulasi tersebut, bahwa desain rollbar menggunakan material alumunium 6061- T6 mempunyai tingkat keamanan yang lebih baik.
Kata kunci : Roll bar, Keamanan, Otomotif
HUBUNGAN ANTARA CITA RASA, HARGA DAN DESAIN KEMASAN DENGAN MINAT BELI KONSUMEN KOPI KOPERASI KETAKASI DI DESA SIDOMULYO KECAMATAN SILO KABUPATEN JEMBER
Perusahaan senantiasa meneliti perilaku pembeli untuk mengetahui keinginan-keinginan konsumen pada produknya. Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan kepuasan konsumen agar produknya disukai sehingga keuntungan tinggi dapat dicapai. Pada saat sekarang ini, kopi dapat diolah menjadi berbagai jenis varian rasa yang dapat dinikmati. Adanya fenomena ini memunculkan ide bagi para kelompok tani ataupun koperasi di Desa Sidomulyo , Kecamatan Silo, Kabupaten Jember untuk memproduksi kopi dengan cita rasa khas kopi Ketakasi yang dikemas dengan berbagai desain. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi (1) persepsi konsumen terhadap cita rasa kopi Ketakasi (2) persepsi konsumen terhadap harga kopi Ketakasi (3) persepsi konsumen terhadap desain kemasan kopi Ketakasi (4) menganalisis hubungan cita rasa, harga dan desain kemasan dengan minat beli konsumen kopi Ketakasi. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif yang dilakukan secara purposive method pada konsumen kopi robusta kertakasi. Sampel peneliti berjumlah 33 konsumen berdasarkan perhitungan rumus Taro Yamane. Hasil penelitian menunjukkan (1) kopi robusta Ketakasi memiliki araoma yang kuat, aftertaste yang kuat, dan cita rasa yang enak (2) harga kopi Ketakasi kemasan kaleng terjangkau, harga sesuai dengan kualitas produk dan bersaing dengan produk sejenis (3) desain kemasan kopi robusta. Kertalasi menampilkan kemasan yang menarik dan informasi produk yang jelas (4) hubungan cita rasa, harga dan desain kemasan terhadap minat beli konsumen kopi Ketakasi di Desa Sidomulyo Kecamatan Silo Kabupaten Jember adalah cita rasa mempunyai kolerasi yang cukup namun tidak signifikan, harga mempunyai korelasi yang cukup dan signifikan, serta desain kemasan mempunyai korelasi yang sangat lemah namun tidak signifikan
RESPONS PERTUMBUHAN DAN KOMPONEN HASIL BERBAGAI VARIETAS SORGUM TERHADAP KONSENTRASI GIBERELIN
Sorgum (Sorghum bicolor L.) dapat digunakan sebagai sumber pangan yang
mempunyai potensi besar sebagai sumber karbohidrat, bahan pangan, pakan dan
barang ekspor. Sorgum merupakan tanaman dalam jumlah kecil, namun memiliki
keunggulan dibandingkan tanaman pangan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui : 1). Respons pertumbuhan dan hasil varietas sorgum terhadap
konsentrasi giberelin, 2). Respons pertumbuhan berbagai varietas sorgum
terhadap berbagai konsentrasi giberelin, 3). Interaksi berbagai varietas sorgum
terhadap pertumbuhan dan hasil sorgum dan konsentrasi giberelin.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri
dari dua faktor, yaitu varietas sorgum dan konsentrasi giberelin. Faktor pertama
V1 : Varietas Suri 4 , V2 : Varietas Bioguma, V3 : Varietas Super 1 dan faktor
kedua P1 : 0 ppm, P2 : 50 ppm, P3 : 100 ppm, P4 : 150 ppm dan P5 : 200 ppm.
Hasil penelitian ini menunjukkan perlakuan varietas sorgum berpengaruh nyata
terhadap parameter tinggi tanaman 14, 21, 28 dan 90 HST, jumlah daun 28 HST,
Diameter batang 14, 21, 28 HST, berat 1000 biji, berat total biji, berat brangkasan
basah, berat brangkasan kering, umur berbunga, umur panen. Perlakuan varietas
super 1 (V5) memberikan perlakuan yang terbaik. Perlakuan giberelin
berpengaruh nyata terhadap parameter umur panen, konsentrasi P5 (200 ppm)
memberikan perlakuan terbaik terhadap Interaksi antara perlakuan varietas dan
konsentrasi giberelin berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 21 dan 90 HST
Studi kekakuan dan modulus elastisitas bambu isi beton
Kemajuan teknologi pemerintah memprogramkan swasembada pangan melalui peningkatan pelayanan irigasi bidang pertanian. Salah satu kegiatan adalah pembangunan bidang sumber daya air seperti normalisasi jaringan irigasi dan pembangunan bendung dan bendungan. Permasalahan yang sering terjadi ialah pelaksanaan pembangunan bendung khususnya bendung moduler sering terjadi letak bendung pada lapisan tanah lunak. Jenis tanah lunak sangat rentan terhadap penurunan tanah. Oleh karena itu, perlu mendesain bendung agar mampu menahan gaya-gaya yang mungkin akan terjadi sesuai perhitungan beban, baik berupa gaya vertikal maupun gaya horizontal. Penggunaan cerucuk bambu isi beton merupakan salah satu konstruksi yang akan digunakan dalam menahan beban-beban pada bendung, baik beban vertikal maupun beban horisontal. Adapun metode yang dilakukan dengan membandingkan pengujian material beton dan material bambu tali dengan mutu beton masing masing K-175, K-225, K-300 kemudian dianalisa modulus E dan pola retak. Berdasarkan hasil analisis diperoleh Bambu K-175 memiliki nilai modulus elastisitas sebesar 24421.2 N/m,
bambu K-225 memiliki nilai modulus elastisitas sebesar 19378.1 N/m, sedangkan bambu K-300 memiliki nilai modulus elastisitas sebesar 17587.4 N/m dan Bambu isi beton K-175 memiliki kuat tekan beton tertinggi, yaitu 397.06. dengan proporsi perbandingan semen 1.5 kg/12.0% semen, pasir 3.9 kg/31.7% pasir, kerikil 5.9 kg/47.5% kerikil, dan air 1.1 ltr/8.8%
Proses pembuatan hotpot di Western Kitchen Hotel Sheraton Taoyuan Taiwan
Penulisan tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan HotPot pada
saat lunch dan dinner di western kitchen sheraton taoyuan Taiwan sehingga dapat
mengembangkan dan mengimplementasikan menu HotPot pada saat makan siang dan
makan malam di Western Kitchen Sheraton Taoyuan, Taiwan. HotPot, yang secara
tradisional merupakan hidangan Asia, diadaptasi untuk sesuai dengan selera dan
ekspektasi tamu di restoran hotel berbintang empat ini. Metodologi yang digunakan
mencakup analisis preferensi pelanggan, penyesuaian resep tradisional dengan bahan-
bahan lokal dan musiman, serta evaluasi uji coba melalui masukan dari tamu. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa pengenalan menu HotPot di Sheraton Taoyuan
meningkatkan kepuasan pelanggan dan menarik lebih banyak pengunjung pada jam
makan siang dan makan malam. Selain itu, adaptasi ini membantu memperkaya variasi
menu di Western Kitchen dengan menambahkan sentuhan cita rasa Asia yang autentik
namun tetap sesuai dengan standar kuliner Barat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah
bahwa inovasi menu seperti HotPot tidak hanya memberikan nilai tambah bagi
pelanggan tetapi juga meningkatkan daya tarik dan reputasi restoran di pasar yang
kompetiti. Metode analisis data dengan metode analisis deskirptif dengan melakukan
pengamatan langsung pada kegiatan saat operasional hotel.
Pelayanan yang baik merupakan faktor pendukung dari kualitas pelayanan pada sebuah
hotel bintang empat seperti Sheraton Taoyuan Taiwan. Pelayanan langsung kepada
tamu saat operasional lunch dan dinner berlangsung.
Kata kunci: Proses pembuatan, HotPot, Lunch dan Dinner
Analisis Yuridis Terkait Alasan Mendesak Dalam Pengajuan Dispensasi Kawin Dalam Pasal 7 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 Tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan
ABSTRAK
Ketidakjelasan dalam kasus dispensasi kawin, masyarakat berbondong-bondong mengajukan permohonan, karena tidak menjelaskan keadaan yang dapat dianggap mendesak dan usia minimal anakyang dapat memperoleh dispensasi. Tujuanpenelitian untuk mengetahui alasan mendesak dalam pengajuan dispensasi kawin dari berlakunya Pasal 7 Ayat 2 UUPerkawinan. Metode Penelitian normatif melihat konsep hukum dan undang-undang. Hasil penelitian bahwa batas usia minimal pernikahan dan persyaratan untuk dispensasi harus dipertimbangkan secara menyeluruh dalammelindungi hak anak dan memastikan pertumbuhannya. Alasan mendesak untuk dispensasi juga harus dipertimbangkan secara menyeluruh, dan keputusan pengadilan harus berpusat pada kepentingan terbaik anak. Kesimpulan dari penelitian bahwa Pasal 7 Ayat (2) UU Perkawinanharus menghormati hak-hak anak untuk tumbuh kembang dan merupakan opsi terakhir. Dalam kebanyakan kasus, diberikan untuk menghindari perzinahan atau untuk mencegah calon mempelai hamil sebelum nikah
ANALISIS PERAN AKTOR DALAM FORMULASI KEBIJAKAN RANCANGAN PERATURAN DAERAH TENTANG PELINDUNGAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA ASAL KABUPATEN JEMBER DAN KELUARGANYA
Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menyatakan bahwa Jawa Timur menjadi daerah penyumbang Pekerja Migran Indonesia dengan jumlah terbesar. Kabupaten Jember menjadi daerah di Jawa Timur dengan menyandang gelar tertinggi sebagai daerah penyumbang PMI, namun besarnya predikat justru dibarengi dengan isu permasalahan pelanggaran kerja yang dialami Pekerja Migran Indonesia asal Kabupaten Jember dan Keluarganya. Hal tersebut terjadi karena dengan perbandingan lebih dari setengah PMI asal Kabupaten Jember berangkat secara non-prosedural. Pemerintah daerah berupaya memberikan jaminan pelindungan bagi PMI dengan melalui RAPERDA atau Rancangan Peraturan Daerah. Penelitian ini dilaksanakan yaitu bertujuan untuk mengetahui bagaimana Peran aktor Pemerintah dan non Pemerintah dalam proses Formulasi kebijakan yang melibatkan para aktor atau stakeholder pemangku kepentingan dengan peran masing- masing Hasil penelitian ini menggunakan perbandingan teori model Elite dan street level birokrat untuk melihat peran aktor yang terlibat dalam perumusan formulasi kebijakan. Dilihat dari temuan lapangan dengan menggunakan teori model elite dan street level birokrat yang menjelaskan bahwa peran Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Jember sebagai Elite utama dapat dipandang secara positif dilihat dari kebijakanya untuk menjalin kerjasama bersama multistakeholder hingga aktor street level birokrat sehingga menghasilkan usulan Raperda yang berkualitas dan efektif.
Kata Kunci : Analisis peran Aktor, Formulasi kebijakan, Raperda, PMI asal Kabupaten Jember dan Keluarganya
PENGARUH PROGRAM JEMBER EKONOMI DIGITAL DESA (JEDISA) TERHADAP PENINGKATAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT DESA OLEH DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA ( DPMD) KABUPATEN JEMBER
Dalam rangka meningkatkan dan mengembangkan usaha ekonomi di masyarakat
desa berbasis teknologi informasi digital, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa
(DPMD) Pemerintah Kabupaten Jember telah memperkenalkan program JEDISa.
Program JEDISA, singkatan dari Jember Ekonomi Digital Desa. Untuk mengetahui
efektivitas pelaksanaan program Jember Ekonomi Digital Desa dalam
meningkatkan pengetahuan dan keterampilan penggunaan teknologi masyarakat
desa di pedesaan. Menggunakan metode kuantitatif, dengan melakukan survey serta
mengumpulkan data yang bisa diukur secara numerik, menganalisis data tersebut
secara statistik, dan menginterpretasikan hasilnya. Menunjukkan bahwa setelah
dilakukan pelaksanaan program pemberdayaan dalam peningkatan ekonomi secara
digital oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, ternyata program ini tidak
memberikan dampak signifikan bagi masyarakat dalam meningkatkan
perekonomian di desa. Program tersebut tidak menunjukkan peningkatan yang
berarti dalam akses dan efisiensi produksi, distribusi, dan pemasaran produk lokal.
Desa juga tidak berhasil menciptakan platform online yang efektif untuk menjual
produk lokal, dan kerja sama dengan perusahaan teknologi untuk memberikan
pendidikan digital serta pelatihan bisnis tidak memberikan hasil yang diharapkan.
Selain itu, pengembangan sumber daya manusia untuk mendukung transformasi
digital di desa tidak mengalami perkembangan yang signifikan.
Kata Kunci: Implementasi Kebijakan, Ekonomi Digital, Pemberdayaan, Des
PENERAPAN STANDART OPERATIONAL PROCEDURE (SOP) PRAMUSAJI DALAM MELAYANI BREAKFAST SAATPANDEMIC COVID-19 DI INTERCONTINENTAL BALI RESORT
ABSTRAK
Tugas Akhir ini berjudul “Penerapan Standart Operational Procedure (SOP) Pramusaji Dalam Melayani Breakfast Saat Pandemic Covid-19 Di Intercontinental Bali Resort”. penulisan tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui peranan pramusaji pada saat breakfast di Intercontinental Bali Resort sehingga dapat dilakukan peningkatan kinerja. Metode analisis data dengan metode analisis deskirptif menggunakan pengamatan langsung. Hasil dari penelitian adalah Pramusaji memiliki tiga peran dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya yaitu pra breakfast, on breakfast, dan pasca breakfast. 1) Pra breakfast pramusaji memiliki tugas melakukan Preparation Area, Penerapan Protokol Kesehatan, Checklist Kebersihan, Refil makanan & minuman, Cateleries, serta tissue, Koordinasi dengan dapur, serta Menyambut Tamu. 2) Saat on breakfast pramusaji mempunyai tugas untuk Clear Up Area, Pengaturan Jarak Sosial, Pembersihan dan Sanitasi, Pelayanan Tanpa Kontak Langsung, Memberikan Informasi dan Edukasi, serta Pengelolaan Waktu, dan 3) Pasca breakfast pramusaji bertugas untuk Clear Up Area Breakfast, Setting Meja Dan Kursi, Mengisi Kembali Perlengkapan Untuk Sesi Berikutnya, Melayani Alacarte dan Room Service, Prepare Lunch, seta Evaluasi sebelum pergantian shift.
Kata kunci: Peranan, Pramusaji, Breakfast, Pandemi Covid-1
STUDY EKSPERIMENTAL KAPASITAS WALL PANEL PRACETAK BETON BERTULANG BAMBU AKIBAT BEBAN TEKAN AKSIAL
Panel dinding beton pracetak sebagai salah satu inovasi di dunia konstruksi
sebagai bahan alternatif pengganti dinding bata. Bambu merupakan energi
terbarukan yang dapat digunakan sebagai bahan alternatif tulangan beton
pengganti baja. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui perilaku panel dinding
beton praetak bertulang bambu yang dikenai beban tekan aksial merata. Metode
ini menggunakan metode eksperimen yang dilakukan di laboratorium teknik sipil
universitas muhammadiyah jember. Terdapat empat panel dinding beton pracetak
tiga diproduksi di laboratorium dan satu dari pabrik industri lokal dengan ukuran
1200 x 400 x 50 mm3, menggunakan jarak variasi 150 mm dan 200 mm. Hasil
penelitian menyatakan bahwa panel beton bertulang bambu menunjukkan
karakteristik yang mirip dengan panel beton bertulang baja produk industri lokal.
Panel dinding beton bertulang bambu memiliki kapasitas beban aksial tekan 7%
lebih besar dibandingkan panel dinding beton bertulang baja produk industri
lokal