Repository Universitas Muhammadiyah Jember
Not a member yet
19650 research outputs found
Sort by
Tindak Tutur Ekspresif Siswa Kelas VII dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMPN 1 Tapen
Tindak tutur ekspresif merupakan sebuah pengungkapan atau mengutarakan ucapan dengan adanya sikap psikologis penutur terhadap suatu keadaan yang terjadi. Dalam tindak tutur ekspresif terdapat beberapa bentuk yaitu bentuk tindak tutur lansung literal, bentuk tindak tutur langsung tidak literal, bentuk tindak tutur tidak langsung literal, dan bentuk tindak tutur tidak langsung tidak literal berupa kalimat deklaratif, imperatif, inteogatif, dan ekslamatif. Dari bentuk-bentuk tersebut terdapat fungsi tindak tutur ekspresif yaitu fungsi tindak tutur ekspresif menyapa, fungsi tindak tutur ekspresif meminta maaf, fungsi tindak tutur ekspresif memuji, fungsi tindak tutur ekspresif mengkritik, fungsi tindak tutur ekspresif terima kasih, fungsi tindak tutur ekspresif memberikan perintah, fungsi tindak tutur ekspresif mengeluh, dan fungsi tindak tutur ekspresif mempersilakan.
Penelitian ini berrtujuan untuk mendeskripsikan bentuk tindak tutur ekspresif dan fungsi tindak tutur ekspresif dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMPN 1 Tapen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Karena penelitian ini menjabarkan dan menjelaskan fungsi tindak tutur ekspresif yang diperoleh dari pembelajaran bahasa Indonesia kelas VII di SMPN 1 Tapen. Pada tahap pengumpulan data peneliti menggunakan dokumentasi, simak dan catat. Analisis data pada penelitian ini menggunakan metode padan ektralingual dan intralingual. Teknik padan yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik pilah unsur penentu. Pada tahap keabsahan peneliti menggunakan teknik meningkatkan ketekunan.
Hasil pada penelitian ini tedapat bentuk tindak tutur ekspresif berupa empat bentuk tindak tutur langsung literal, dua tindak tutur langsung tidak literal, satu tindak tutur tidak langsung literal, dua tindak tutur tidak langsung tidak literal yang disampaikan dalam bentuk kalimat deklaratif, imperatif, interogatif, dan ekslamatif. Paparan data yang kedua meliputi satu fungsi tindak tutur ekspresif menyapa, dua fungsi tindak tutur ekspresif meminta maaf, dua fungsi tindak tutur ekspresif memuji, satu fungsi tindak tutur ekspresif mengkritik, dan tiga fungsi tindak tutur ekspresif terima kasih, dua fungsi tindak tutur ekspresif memberikan perintah, satu fungsi tindak tutur ekspresif marah. Semua fungsi tersebut diucapkan secara mutlak dan konkrit seperti tuturan yang diucapkan tanpa adanya selingan pengantar, selanjutnyya memuji, mengkritik, dan juga marah dituturkan dengan adanya kalimat pengantar sebelum tertuju pada konteks tuturan fungsi tersebut. Selain dapat dilihat dari sebuah tuturannya tindak tutur ekspresif juga dapat diperkuat dengan adanya memperlihatkan raut wajah, intonasi dan juga gerak tubuh dalam melakukan tuturan yang disebut dengan pengekspresian diri. Diharapkan dengan adanya penelitian tentang tindak tutur ekspresif dapat bermanfaat bagi pembaca atau peneliti selanjutnya yang ingin mencari referensi maupun digunakan untuk penelitian pembelajaran dalam kajian pragmatik terutama pada tindak tutur ekspresif. Bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk menambah kajian strategi bertutur yang benar. Supaya penelitian mengenai tindak tutur ekspresif menjadi lebih sempurna lagi
Analisis Algoritma Dijkstra Untuk Pencarian Rute Terpendek Ruangan Di Universitas Muhammadiyah Jember
Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan dan mengukur akurasi algoritma Dijkstra dalam menentukan rute terpendek di gedung Universitas Muhammadiyah Jember. Dasar dari penelitian ini adalah ketergantungan masyarakat terhadap aplikasi pencarian rute seperti Google Maps yang umumnya digunakan di luar ruangan, sedangkan kebutuhan aplikasi serupa di dalam gedung, terutama gedung universitas yang kompleks belum banyak tereksplorasi. Algoritma Dijkstra dipilih karena kemampuannya dalam menentukan jalur terpendek dengan efisien. Metode penelitian melibatkan pengumpulan data langsung di semua gedung perkuliahan melalui wawancara serta studi literatur. Hasilnya menunjukkan bahwa algoritma Dijkstra dengan efisien dapat menghitung jalur terpendek yang dilalui sesuai dengan bobot jalur yang telah diberikan. Penerapan algoritma ini terbukti membantu menghemat waktu tempuh meskipun belum mencakup seluruh ruangan dan jalan kecil di kampus
ANALISIS YURIDIS PEMBERIAN UPAH PEMAGANGAN MAHASISWA DITINJAU DARI PERATURAN MENTERI KETENAGAKERJAAN NOMOR 6 TAHUN 2020 TENTANG PENYELENGGARAAN PEMAGANGAN DI DALAM NEGERI
Peningkatan softskill dan hardskill dalam perguruan tinggi terus dilakukan, salah satunya dengan
meluncurkan program magang terhadap mahasiswa. Pada pelaksanaannya Peraturan Menteri
Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Pemagangan di Dalam Negeri
menyatakan peserta magang memiliki hak salah satunya dalam memperoleh upah yang disebut
dengan uang saku. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis
perlindungan hukum, urgensi dan akibat hukum pemberian upah pemagangan mahasiswa ditinjau
dari Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan
Pemagangan di Dalam Negeri. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif dilakukan
dengan teknik pengumpulan data yakni: studi kepustakaan, wawancara, dan dokumentasi yang
selanjutnya dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian: pertama, mahasiswa pemagangan bukan
merupakan subjek dari peraturan menteri ketenagakerjaan no 6 tahun 2020 tentang
penyelenggaraan pemagangan di dalam negeri sehingga tunduk pada KUHPerdata berdasarkan asas
kebebasan berkontrak, kedua urgensi hukum pemberian upah pemagangan terhadap mahasiswa
tidak memiliki perlindungan hukum pasti, sehingga pemagangan mahasiswa khususnya program
Merdeka Belajar Kampus Merdeka masuk dalam kerja rentan dan diperlukannya campur tangan
pemerintah dikarenakan perkembangan zaman pemagangan subjek mahasiswa semakin banyak
diikuti; ketiga, mahasiswa masuk kedalam posisi abu-abu dengan tidak adanya regulasi yang jelas
mengenai pelaksanaan pemagangan yang berakibat tidak memiliki hak untuk mendapat uang saku
ataupun hak lainnya sesuai peraturan mengenai pemagangan
PENGARUH SHOPPING LIFESTYLE, FASHION INVOLVEMENT, DISCOUNT, LIVE STREAMING SHOPPING, DAN METODE PEMBAYARAN TERHADAP IMPULSE BUYING PADA PRODUK FASHION DI MARKETPLACE SHOPEE (Studi Kasus Pada Generasi Z Di Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Shopping Lifestyle, Fashion Involvement, Discount, Live Streaming Shopping, dan Metode Pembayaran Terhadap Impulse Buying Pada Produk Fashion Di Marketplace Shopee (Studi Kasus Pada Generasi Z Di Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember). Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini pengguna aplikasi Shopee pada Generasi Z Di Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember dan sampel yang diambil 155 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Metode pengumpulan data dengan observasi dan kuesioner melalui Google Form. Analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda, sedangkan pengujian hipotesisnya menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan Shopping Lifestyle, Fashion Involvement, Discount, Live Streaming Shopping, dan Metode Pembayaran berpengaruh secara signifikan terhadap Impulse Buying pada produk fashion di Marketplace Shopee. Saran untuk peneliti selanjutnya menambahkan variabel yang mendukung untuk mengukur Impulse Buying seperti variabel Electronic Word of Mouth (e- WOM) dan Motivasi Belanja Hedonis sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih luas mengenai faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi Impulse Buying
Penerapan Metode Komunikasi Persuasif Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran PAI Kelas VIII B Di SMP Muhammadiyah 06 Wuluhan
Peningkatan hasil belajar tentunya memerlukan guru yang mempunyai
kemampuan belajar dan mengasuh peserta didik yang berkualitas dan baik.
Dengan demikian guru mampu dalam mendidik para peserta didik dengan
maksimal dan dapat mengelola kelas dengan baik. Sehingga ketika dalam proses
pembelajaran berlangsung akan menjadi lebih baik, kerena guru mengajar sesuai
dengan kompetensi yang sudah di kuasainya. Kompetensi guru adalah
kemampuan guru agar mampu melaksanakan tugasnya, sehingga mutu dan hasil
kerja seorang guru dapat mencerminkan perilaku profesional yang baik. Jadi,
seorang guru harus mempunyai empat keterampilan, yaitu keterampilan mengajar,
keterampilan kepribadian, keterampilan profesional, dan keterampilan sosial.
Peningkatan hasil belajar siswa dapat dilakukan melalui pembelajaran yang
efektif dengan menggunakan metode dan gaya pembelajaran yang menyenangkan
dan dimengerti. Dalam hal ini melalui pembelajaran metode komunikasi persuasif
dapat digunakan dalam proses pembelajaran dan menjadikan sebuah pembelajaran
semakin menyenangkan dan akan tepat sasaran kepada siswa. Peningkatan hasil
pembelajaran tentunya memerlukan guru yang mempunyai kemampuan belajar
dan mengasuh anak yang berkualitas, efektif. Kompetensi guru adalah
kemampuan guru agar mampu melaksanakan tugasnya, sehingga mutu dan hasil
kerja seorang guru dapat mencerminkan perilaku profesional yang baik. Penelitian
ini dilakukan untuk mengetahui strategi komunikasi guru dalam meningkatkan
hasil belajar siswa di SMP Muhammdiyah 06 Wuluhan. Penelitian menunjukkan
bahwa komunikasi personal antara guru dan siswa serta orang tua dan orang tua
siswa berperan penting dalam meningkatkan motivasi belajar siswa
Pengaruh Kualitas Produk, Kualitas Pelayanan, dan Keragaman Produk Terhadap Kepuasan Pelanggan Conato Jember
Kepuasan pelanggan adalah tujuan utama pelaku bisnis dalam bidang jasa. Tujuan dalam peneltian ini untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kualitas produk, kualitas pelayana, dan keragaman produk dapat mempengaruhi kepuasan pelanggan Conato Jember. jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif deskriptif. Metode analisis dalam penelitian ini adalah analisis regresi liniear berganda, populasi dalam penelitian ini yaitu pelanggan conato jember. sampel yang digunakan sebanyak 150 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesimpulan ini dibuktikan dari nilai t hitung pada variabel dengan t hitung sebesar 4,305 dan tingkat signifikan 0,000. (1) variabel kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Dengan t hitung sebesar 6,241 dan Tingkat signifikan 0,000. (2) variabel kualitas pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Dengan t hitung sebesar 5,543 dan Tingkat signifikan 0,000. (3) variabel keragaman produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Variabel kualitas produk, kualitas pelayanan, dan keragaman produk secara bersamaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan pada Conato Jember
ANALISIS KESULITAN GURU BIOLOGI DALAM MELAKSANAKAN KURIKULUM MERDEKA BELAJAR DI SMA SE-KECAMATAN PAITON KABUPATEN PROBOLINGGO
Pada penelitian ini berfokus untuk mengetahui kesulitan yang dihadapi
guru biologi dalam melaksanakan kurikulum merdeka belajar di SMA SeKecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo. Masalah dalam penelitian ini adalah
bagaimana kesulitan guru biologi dalam melaksanakan kurikulum merdeka belajar
di SMA Se-Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo dan bagaimana upaya
guru biologi dalam melaksanakan kurikulum merdeka belajar di SMA SeKecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo. Penelitian ini bertujuan Untuk
menganalisis kesulitan guru biologi dalam melaksanakan kurikulum merdeka
belajar di SMA Se-Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo dan untuk
mengetahui upaya guru biologi dalam melaksanakan kurikulum merdeka belajar
di SMA Se-Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo.
Penelitian dilaksanakan di SMA Se-Kecamatan Paiton, Kabupaten
Probolinggo. Jenis penelitian ini adalah kualitatif, dengan metode pengumpulan
data meliputi dokumentasi, observasi, dan wawancara. Analisis data ini meliputi
reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan atau validasi.
Berdasarkan hasil kesulitan guru biologi di SMA Se-Kecamatan Paiton,
Kabupaten Probolinggo, pada indikator kompetensi pedagogik yaitu; karakteristik
siswa, memahami pengetahuan konten pembelajaran dan cara mengajarkannya,
komponen modul ajar, serta fasilitas, pada indikator kompetensi kepribadian
yaitu; kesulitan berorientasi pada peserta didik, keterbatasan waktu, keberagaman
kebutuhan peserta didik, subjektivitas evaluasi, perbedaan pendapat atau
pendekatan, pada indikator kompetensi sosial yaitu; keterbatasan sumber daya,
tantangan dalam mengelola konflik, kurangnya pemahaman tentang evaluasi,
tantangan dalam menerapkan perbaikan, kesulitan dalam melibatkan semua pihak,
kurangnya waktu, pada indikator kompetensi profesional yaitu; kurangnya
pengetahuan konten, tidak memahami karakteristik peserta didik, kurangnya
pengetahuan tentang komponen kurikulum, tidak mengaitkan pengetahuan konten
dengan pengajaran, dengan upaya mengikuti Platfrom Merdeka Mengajar (PMM)
dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP)
Survei kemampuan teknik dasar dribbling bola basket pada siswa kelas 7 olahraga di Mts negeri 12 Banyuwangi
Kemampuan Teknik dasar dribblig menjadi salah satu kemampuan yang harus di kuasai
oleh siswa pada permainan bola basket. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan
teknik dribbling siswa kelas 7 Olahraga di MTS Negeri 12 Banyuwangi. Jenis penelitian ini adalah
deskriptif. Penelitian ini di laksanakan di MTS Negeri 12 Banyuwangi. Teknik pengumpulan data
menggunakan metode observasi. Data yang sudah di dapat dari hasil observasi di sekolah
kemudian di analisis secara deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa kemampuan
teknik dribbling siswa di kategorikan baik dan cukup pada Low Control Dribbling dan Crossover
Dribbling. Kemudian kemampuan teknik dribling siswa di kategorikan kurang pada Behind The
Back Dribbling. Hal ini dikarenakan terdapat berberapa faktor yang mempengaruhi kemampuan
siswa tersebut
RANCANG BANGUN ALAT PENGATUR SUHU OTOMATIS BERBASIS IoT UNTUK PROSES FERMENTASI TEMPE
Tempe merupakan makanan tradisional Indonesia yang terbuat dari kedelai yang difermentasi. Fermentasi tempe dipengaruhi oleh beberapa faktor penting yang menentukan keberhasilan dan kualitas akhir tempe, salah satunya yaitu suhu. Proses fermentasi memerlukan kondisi lingkungan yang hangat dan lembap. Di musim dingin, jamur tempe mungkin tidak tumbuh dengan baik, yang dapat memperlambat fermentasi. Oleh karena itu, diperlukan alat yang dapat mengatur suhu untuk mempercepat proses fermentasi tempe. Alat fermentasi tempe berbasis IoT adalah perangkat pengatur suhu yang menggunakan teknologi IoT untuk memastikan suhu optimal yang dibutuhkan untuk pertumbuhan jamur tempe. Langkah–langkah penelitian alat ini adalah studi literatur, pembuatan hardware, pembuatan software, pengujian alat dan analisis. Dengan menggunakan ESP8266 sebagai pusat pengendalian sistem. ESP8266 menerima data dari sensor DHT11 dan panel surya, memproses data tersebut, dan kemudian menentukan tindakan yang diperlukan, Selain itu, ESP8266 juga dapat mengirim data ke smartphone melalui koneksi Wi- Fi untuk pemantauan jarak jauh. sensor DHT 11 untuk mendeteksi suhu, kipas untuk menurunkan suhu jika suhu terlalu tinggi. Kipas ini juga bisa membantu menjaga sirkulasi udara yang baik di sekitar area fermentasi. Lampu diaktifkan atau dinonaktifkan berdasarkan kondisi lingkungan yang diukur. Lampu digunakan untuk tambahan pemanasan jika suhu terlalu rendah, dan smartphone dapat digunakan untuk memantau perkembangan proses fermentasi tempe melalui aplikasi Blynk. Implementasi dari penelitian ini adalah menciptakan alat yang dapat mempercepat proses fermentasi tempe sekaligus mengatur dan memantau suhu secara online menggunakan ap
likasi Blynk melalui smartphone. Berdasarkan pengujian, alat fermentasi tempe berbasis IoT ini mampu mempercepat proses fermentasi tempe hingga 22 jam dengan suhu optimal antara 37ºC hingga 38ºC. Selain mempercepat proses fermentasi, alat ini juga mampu memantau suhu selama proses fermentasi tempe
Tindak Tutur Ilokusi Dalam Podcast Yess!! Akhirnya Indro Ketemu Boneng Setelah Warkop Kanal YouTube Deddy Corbuzier
Podcast adalah file audio rekaman dalam format MP3 yang didistribusikan melalui internet. Tindak tutur dalam arti yang sempit sekarang adalah istilah minimal dari pemakaian situasi tutur/peristiwa tutur/tindak tutur. Ilokusi, atau yang dikenal sebagai tindakan ilokusioner, merupakan bentuk ujaran yang tidak hanya berfungsi sebagai ekspresi atau informasi, tetapi juga digunakan untuk melakukan suatu tindakan. Ilokusi melibatkan melakukan suatu tindakan seiring dengan penyampaian kata-kata. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk-bentuk dan fungsi tindak tutur ilokusi dengan pendekatan pragmatik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Data dalam penelitian ini adalah tuturan atau dialog yang diucapkan oleh penutur dan mitra tutur yang mengandung bentuk dan fungsi tindak tutur ilokusi. Sumber data dalam penelitian ini adalah berupa percakapakan narasumber dan bintang tamu yang ada didalam podcast Deddy Corbuzier. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi Teknik Simak dan Teknik catat. Berdasarkan hasil dari analisis ditemukan Bentuk tindak tutur ilokusi dibagi menjadi 3 diantaranya: (1) Kalimat Deklratif melaporkan dan menyatakan, (2) Kalimat Imperatif permintaan dan larangan, (3) Kalimat Interogatif pertanyaan. Fungsi ilokusi, terdiri dari fungsi kompetitif, fungsi konvival, fungsi kolaboratif, fungsi konfliktif. Yang meliputi: (1) fungsi kompetitif meminta (2) fungsi kolaboratif melaporkan dan menyatakan, (3) fungsi konvival menyapa, (4) fungsi konfliktif kemarahan