Repository Universitas Muhammadiyah Jember
Not a member yet
    19650 research outputs found

    REKONTRUKSI LAPORAN KEUANGAN SESUAI SAK EMKM PADA BUMDES BERSAMA BANYU MANDIRI KABUPATEN SITUBONDO

    No full text
    Laporan keuangan BUMDes Banyu Mandiri memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi keuangan dan kinerja keuangan BUMDes selama periode tertentu. BUMDes Banyu Mandiri, yang didirikan pada tahun 2012, berfokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan menyediakan layanan pinjaman. Pada tahun 2018, BUMDes ini mempersempit fokusnya hanya pada bidang pinjaman dengan dukungan pendanaan dari pemerintah daerah serta di kelola oleh Unit Pengelola Keuangan (UPK) di Kecamatan Banyuglugur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil dan Menengah (SAK EMKM) dalam penyusunan laporan keuangan BUMDes Banyu Mandiri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk menggambarkan kondisi pencatatan keuangan saat ini dan proses penyusunan laporan keuangan yang sesuai dengan SAK EMKM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencatatan keuangan di BUMDes Banyu Mandiri masih sangat sederhana dan hanya menggunakan nota yang dibukukan untuk mencatat penerimaan kas dan pengeluaran kas. Dalam penelitian ini, penyusunan laporan keuangan berdasarkan SAK EMKM dimulai dari pengumpulan bukti transaksi, penjurnalan, pembukuan besar, neraca saldo, hingga pembuatan laporan keuangan seperti laporan posisi keuangan, laporan laba rugi, dan catatan atas laporan keuangan. Hasil laporan keuangan menunjukkan total aset senilai Rp 4.614.700.850,8, total kewajiban Rp 14.825.000, total ekuitas Rp 4.599.875.850,8, dan laba bersih Rp 99.875.850,8. Penelitian ini menegaskan pentingnya pencatatan dan penyusunan laporan keuangan sesuai standar untuk keberlangsungan usaha, meskipun pemilik BUMDes belum sepenuhnya memahami cara penerapannya

    RESPON DOSIS DAN WAKTU PEMBERIAN AGEN HAYATI Trichoderma harzianum TERHADAP PENYAKIT LAYU FUSARIUM DAN HASIL TANAMAN TOMAT (Solanum lycopersicum)

    No full text
    Dina Adelia Rahmawati (1810311022) ‘’ “Respon dosis dan waktu pemberian agen hayati Trichoderma harzianum terhadap penyakit layu fusarium dan hasil tanaman Tomat (Solanum lycopersicum L.) Dosen Pembimbing Utama Ir. Oktarina, MP., Dosen Pembimbing Anggota Ir. Insan Wijaya, MP. Penelitian ini bertujuan : 1). Untuk mengetahui respon dosis pemberian agen hayati Trichoderma harzianum terhadap penyakit layu Fusarium dan hasil tanaman tomat. 2) Untuk mengetahui reaksi dari waktu pemberian agen hayati Trichoderma harzianum pada tanaman tomat terhadap penyakit layu Fusarium dan hasil tanaman tomat. 3) Untuk mengetahui interaksi dosis dan waktu pemberian agen hayati Trichoderma harzianum dan hasil tanaman tomat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor perlakuan yaitu faktor Dosis Trichoderma harzianum: T0 (kontrol), T1( 15 gram pertanaman), T2(20 gram pertanaman). Kedua, faktor waktu pemberian yaitu P1 (1 hst), P2 ( 5 hst), dan P3 (10 hst). Hasil penelitian menunjukkan perlakuan dosis Trichoderma harzianum berpengaruh terhadap hasil tanaman tomat (Solanum lycopersicum L.) . Perlakuan T2 20 g/tanaman merupakan perlakuan terbaik pada variabel pengamatan jumlah buah bagus pertanaman, jumlah buah busuk pertanaman, berat buah bagus pertanaman, berat buah bagus per plot tetapi cenderung tidak berpengaruh terhadap penyakit layu fusarium. Perlakuan waktu pemberian Trichoderma harzianum pada perlakuan P2 (5 hst) berpengaruh terhadap jumlah buah bagus pertanaman, jumlah buah bagus perplot, jumlah buah busuk perplot, berat buah bagus pertanaman, berat buah bagus pertanaman, berat buah bagus perplot dan perlakuan interaksi dosis dan waktu pemberian Trichoderma harzianum T2P2 (15 gram pertanaman dan 5 hst) berpengaruh nyata terhadap jumlah buah bagus pertanaman dan jumlah buah bagus perplot

    Perlindungan Hukum Bagi Petani Terhadap Kelangkaan Ketersediaan Pupuk Bersubsidi di Kabupaten Jember Berdasarkan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013 Tentang Perlindungan Dan Pemberdayaan Petani

    No full text
    Petani berhak mendapatkan perlindungan dalam memperoleh sarana dan prasarana produksi, termasuk subsidi pupuk, sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dalam praktiknya, alokasi pupuk bersubsidi diatur dengan ketat melalui peraturan perundang-undangan, dengan menetapkan alokasi berdasarkan usulan kebutuhan dari daerah dan direncanakan secara detail untuk memenuhi pemupukan berimbang di lokasi spesifik. Dalam tiga tahun terakhir terdapat pengurangan signifikan dalam alokasi pupuk bersubsidi di beberapa daerah, termasuk Kabupaten Jember yang mengalami penurunan alokasi sebesar lima puluh persen untuk pupuk urea dan NPK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebijakan Pemerintah Kabupaten Jember dan hambatan dalam menangani kelangkaan pupuk bersubsidi di kabupaten Jember. Hasil riset menyatakan kebijakan pemerintah Kabupaten Jember dalam menangani kelangkaan pupuk bersubsidi diwujudkan melalui program solusi dengan mendiirikan pabrik pupuk organik bernama Jember Pupuk Organik Lengkap (Si Jempol), dan hambatan terhadap ketersediaan Pupuk bersubsidi di Kabupaten Jember timbul karena adanya keterbatasan dalam anggaran APBN, yang mengakibatkan pengurangan alokasi kuota pupuk setiap tahunnya. Penulis memberikan saran untuk segera dilakukan percepatan regulasi daerah dengan segera menyusun dan menetapkan peraturan daerah yang spesifik untuk mendukung operasional pabrik pupuk organik Si Jempol. Selain itu dengan meningkatkan produksi pupuk lokal guna memenuhi kebutuhan pupuk di tingkat lokal bagi petani. Kata kunci : Perlindungan hukum, pupuk organik, pupuk bersubsidi, petani

    Hubungan Ketepatan Waktu Pelayanan Dengan Tingkat Kepuasaan Pasien Pengguna BPJS Rawat Jalan di Puskesmas Kalisat

    No full text
    Puskesmas sebagai layanan kesehatan, kemampuan puskesmas dalam memenuhi kebutuhan pasien dapat diukur tingkat kepuasan pasien. Kepuasan dimulai dari penerimaan terhadap pasien dari pertama kali datang dan pasien pulang. Tingkat kepuasan pasien dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti ketepatan waktu pelayanan. Ketepatan waktu pelayanan kesehatan sebuah keharusan dalam penyelesaian pelayanan kesehatan yang ditetapkan mulai dari pendaftaran hingga selesainya pelayanan kesehatan.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan ketepatan waktu pelayanan dengan tingkat kepuasan pasien pengguna BPJS rawat jalan di Puskesmas kalisat. Desain penelitian ini menggunakan korelasi dengan pendekatan crosssectional, jumlah sampel 42 pasien rawat jalan di puskesmas kalisat yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah spearman rho dengan α = 0,05. Hasil penelitian ini 30 responden ketepatan waktu pelayanan baik dengan tingkat kepuasan dalam kategori puas dan cukup puas 4 respondan. Dari 80% responden yang menyatakan pelayanan di puskesmas kalisat dalam kategori tidak tepat waktu 37,5% merasa kurang puas, 62,5% merasa cukup puas. Hasil uji statistik didapatkan hasil p value (0,001) sehingga H1 diterima, yang berarti adanya hubungan yang signifikan antara ketepatan waktu dan kepuasan pasien di puskesmas kalisat. Nilai koefisien kolerasi diperoleh angka koefisien korelasi sebesar (0,797) yang berarti termasuk hubungan sangat kuat, dengan hubungan kedua variabel bersifat positif

    Pengaruh Kebijakan Subsidi Pupuk terhadap Penggunaan Pupuk di Kecamatan Sukorambi Kabupaten Jember

    No full text
    Subsidi pupuk merupakan salah satu upaya pemerintah agar petani dapat membeli pupuk dengan harga yang lebih terjangkau, namun sejak pemberlakuan UU N0 10 tahun 2022 kebijakan subsidi mengalami perubahan yang menyebabkan tidak semua kebutuhan pupuk petani dapat disubsidi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan : (1) penggunaan pupuk organik sebelum dan sesudah perubahan kebijakan subsidi pupuk; (2) penggunaan pupuk anorganik sebelum dan sesudah perubahan kebijakan subsidi pupuk; (3)perbedaan produktivitas sebelum dan sesudah perubahan kebijakan subsidi pupuk. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, data dianalisis menggunakan analisis produktivitas dan uji t-beda sampel berpasanagn untuk mengetahui perbedaan kondisi sebelum dan sesudah perubahan kebijakan subsidi pupuk. Sampel penelitian berjumlah 40 orang, yang terdiri dari 20 orang petani yang menerapkan pertanian sehat, dan 20 orang petani yang menerapkan pertanian konvensional. Hasil penelitian adalah: (1) Penggunaan pupuk organik sesudah perubahan kebijakan subsidi pupuk meningkat sebesar 1.000 kg/ha dan nyata pada taraf uji 5%. (2) a. Pada padi sehat penggunaan pupuk Urea menurun sebesar 30,03% atau 102,08 kg/ha , pada pupuk NPK turun sebesar 50% atau 20,00 kg/ha, tetapi penggunaan pupuk KCL dan ZA tetap setelah perubahan kebijakan subsidi pupuk. b. Pada padi konvensional penggunaan pupuk Urea turun sebesar 32,69% atau 130,55 kg/ha , pupuk NPK turun 48,90% atau 147,89 kg/ha, pupuk KCL turun 14,07% atau 16,67 kg/ha namun penggunaan pupuk ZA tetap, (3) produktivitas padi sehat setelah perubahan kebijakan subsidi meningkat 0,71 ton/ha yang nyata pada taraf uji 5% demikian pula padi konvensional meningkat 1,23 ton/ha yanag nyata pada taraf uji 1 %

    KINERJA ROOM ATTENDANT DALAM UPAYA MENERAPKAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PEMBERSIHAN KAMAR TAMU DI IJEN VIEW HOTEL & RESORT

    No full text
    Penelitian ini berfokus pada implementasi Standard Operating Procedures (SOP) untuk pembersihan kamar tamu di Ijen View Hotel & Resort. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah kinerja room attendant, terutama dalam kepatuhan terhadap SOP yang telah ditetapkan untuk pembersihan kamar tamu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja room attendant, dengan fokus khusus pada kualitas kerja, efisiensi waktu, dan hospitality. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei, di mana kuesioner disebarkan kepada 85 responden yang merupakan tamu hotel. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis regresi berganda untuk mengetahui pengaruh kualitas kerja, efisiensi waktu, dan hospitality terhadap kinerja room attendant. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga faktor tersebut kualitas kerja, efisiensi waktu, dan hospitality memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap kinerja room attendant. Di antara ketiga faktor ini, kualitas kerja ditemukan sebagai faktor yang paling berpengaruh. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pelatihan dan pengawasan yang lebih intensif untuk meningkatkan kinerja serta memastikan implementasi SOP yang tepat

    PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP KEMAMPUAN MASYARAKAT SUKU MADURA DALAM MELAKUKAN PERTOLONGAN PERTAMA KORBAN GIGITAN ULAR DI DUSUN KRAJAN SITUBONDO

    No full text
    Gigitan ular merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi di negara tropis maupun subtrropis seperti indonesia. Banyaknya kasus gigitan ular di Desa tokelan dusun krajan Situbondo sehingga memakan korban jiwa dan dilihat dari lingkungan desa tokelan yang memang berdekatan dengan area persawahan dan sungai. hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan mayarakat desa tokelan yang belum mengetahui bagaimana cara penanganan pertama pada korban gigitan ular, sehingga dibutuhkan pendidikan kesehatan pertolongan pertama pada kasus gigitan ular dengan metode demostrasi. Metode: Desain penelitian ini menggunakan pre-eksperimen (pre-eksperimental design) dengan pendekatan one grup pre-test post test. Jumlah sampel yang digunakan adalah 30 respondent yang berada di dusun krajan desa tokelan situbondo dan diambil menggunakan teknik porpusive sampling yaitu quota sampling. Analisis yang digunakan adalah uji Sign Test untuk mengetahui kemampuan masyarakat suku madura dalam melakukan perolongan pertama pada gigitan ular sebelum dan sesudah diberikan pendidikan. Hasil: uji penelitian diperoleh p value sebesar 0,000 sehingga keputusan hipotesis H1 diterima yang berarti terdapat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap kemampuan masyarakat suku Madura dalam melakukan pertolongan pertama korban gigitan ular di dusun krajan situbondo. Dari hasil penelitian ini diharapkan masyarakat mampu melakukan pertolongan pertama korban gigitan ular sebelum dibawa ke pelayanan kesehatan terdekat untuk mencegah kejadian yang mengancam jiwa korban. Kesimpulan: Ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap kemampuan masyarakat suku Madura dalam melakukan pertolongan pertama pada gigitan ular. Kata Kunci: Gigitan Ular, Pendidikan Kesehatan, Pertolongan Pertama

    (Similarity) Modifikasi fonologis bahasa prokem di media sosial (tiktok, instagram, x dan youtube)

    Get PDF

    10,685

    full texts

    19,650

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository Universitas Muhammadiyah Jember
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇