Repository Universitas Muhammadiyah Jember
Not a member yet
19650 research outputs found
Sort by
Hubungan Tugas Keluarga dengan Hidup Prilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Klien Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Sumbersari
Pendahuluan: Perilaku hidup bersih dan sehat merupakan perilaku kesehatan
secara sadar yang dapat dilakukan oleh individu secara pribadi, keluarga dan
masyarakat sehingga dapat melakukan upaya pencegahan di bidang kesehatan,
masalah kesehatan yang ada dimasyarakat dan keluarga sangatlah banyak dan
beragam macamnya sebagian masyarakat ada yang menyadari dan sebagian
masyarakat juga ada yang tidak menyadari bahwa terdapat masalah kesehatan yang
dialami. Salah satu diantara masalah tersebut adalah rendahnya perilaku hidup
bersih dan sehat . Dalam hal ini keluarga merupakan salah satu kunci utama untuk
menyelesaian masalah penyakit hipertensi yang ada di Masyarakat
Ketidakmampuan keluarga dalam melaksanakan tugas kesehatan mengakibatkan
keluarga terus menjalani gaya hidup yang dapat menyebabkan penyakit hipertensi.
Perilaku hidup sehat dan bersih (PHBS) dapat mempengaruhi pemenuhan tugas
kesehatan keluarga. Salah satu faktor dalam upaya pengendalian hipertensi dalam
keluarga adalah pengawasan dari pihak keluarga itu sendiri. Metode: Dalam
Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasi dengan pendekatan Cross
Sectional yang bertujuan untuk mengidentifikasi Hubungan Tugas Kesehatan
Keluarga Dengan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Pada Klien Hipertensi Di
Wilayah Kerja Puskesmas Sumbersari. Pada penelitian ini yang menjadi sampel
sejumlah 168 responden. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan
cluster rondom sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan lembar
kuesioner dengan skala likert. Hasil: Dari 168 responden yakni di dapatkan Hasil
uji statistik dengan Spearman Rho berdasarkan nilai signifikan p value 0,005
artinya ada hubungan yang signifikan antara tugas kesehatan keluarga dengan
perilaku hidup bersih dan sehat pada pasien hipertensi, sedangkan kriteria tingkat
kekuatan koefisien korelasi di peroleh angka sebesar 0,215 artinya tingkat kekuatan
korelasi yang sangat lemah, serta tanda koefisien korelasi menunjukan arah
hubungan yaitu bernilai positif yakni (0,215). Diskusi: Rekomendasi penelitian ini
adalah memberikan pendidikan serta dukungan kepada keluarga dengan penderita
hipertensi pada umumnya tentang betapa pentingnya menerapkan perilaku hidup
bersih dan sehat terhadap keluarga dengan hipertensi.
Kata kunci : Tugas Kesehatan keluarga, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat,
Hipertensi,
Daftar Pustaka 17 (2015 - 2023
KAJIAN USAHATANI CABAI RAWIT (Capsicum annum L.) MELALUI PENDEKATAN PRODUKTIVITAS, KEUNTUNGAN DAN EFISIENSI DI DESA GEDANGMAS KECAMATAN RANDUAGUNG KABUPATEN LUMAJANG
Cabai rawit merupakan salah satu sayuran penting yang memiliki peluangn bisnis mengunntungkan, nlai jual cabai rawit yang tinggi dapat membuat petani untung jika membudidayakan cabai rawit. Produksi cabai rawit cenderung mengalami naik turun yang diakibatkan oleh faktor cuaca yang tidak menentu sehingga mengakibatkan penerimaan petani cabai rawit juga tidak menentu, Kecamatan Klakah merupakan salah satu kecamatan sentra produksi cabai rawit di Kabupaten Lumajang yang juga terdampak fluktuasi produksi pada tahun 2021 hingga 2023, Tujuan dari penelitian ini (1) menghitung besarnya produktivitas (2)menghitung keuntungan (3) menganalisis efisinsi. sehingga penelitian ini akan dibahas terkait Penelitian menggunakan menggunakan metode deskriptif kuantitatif yang berlokasi di Desa Gedangmas Kecamatan Randuangung Kabupaten Lumajang menggunakan data primer dan sekunder, analisis yang digunakan adalah analisis produktivitas, keuntungan dan efisiensi. Hasil penelitian ini adalah (1) produktivitas cabai rawit di Desa Gedangmas Kecamatan Randuagung Kabupaten Lumajang pada tahun 2024 sebeesar 4,521 ton/ha; (2) keuntungan usahatani cabai rawit di Desa Gedangmas Kecamatan Randuagung Kabupaten Lumajang pada tahun 2024 sebesar - Rp 10.278.800/ha (3) nilai efisiensi pada usahatani cabai rawit di Desa Gedangmas Kecamatan Randuagung Kabupaten Lumajang pada tahun 2024 sebesar 0,82 dengan hasil ini maka usahatani cabai rawit tidak efisien
Penerapan Theory Planned of Behavior terhadap minat beli pupuk organik dengan motivasi sebagai variabel intervening dalam konteks pertanian berkelanjutan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku petani melalui Penerapan Theory Planned of Behavior terhadap minat beli pupuk organik dengan motivasi sebagai variabel intervening dalam konteks pertanian berkelanjutan. Penelitian dilakukan karena sistem pertanian sudah mulai rusak kerena penggunaan pupuk kimia secara berlebilah dan minat petani dalam menggunakan pupuk organik sangat kecil. Metode penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian kuantitatif, penelitian ini menggunakan alat analisis SEM jumlah sampel ditentukan melalui metode purposif sampling dan diperoleh jumlah sampel sebanyak 421 orang dengan objek petani di Kabupaten Banyuwangi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara langsung sikap perilaku tidak berpengaruh terhadap minat pembelian pupuk organik dan norma subjektif tidak berpengaruh terhadap minat pembelian pupuk organik, namun kontrol periaku berpengaruh terhadap minat pembelian pupuk organik, motivasi secara langsung berpengaruh terhadap minat pembelian pupuk organik, sikap perilaku, norma subjektif dan kontrol perilaku berpengaruh terhadap motivasi. Secara tidak langsung motivasi dapat memediasi antara sikap perilaku terhadap minat pembelian pupuk organik dan kontrol perilaku terhadap minat pembelian pupuk organik. Namun tidak dapat memediasi norma subjektif terhadap minat pembelian pupuk organik. Hal tersebut juga dapat menjadi landasan bagi pemerintah agar selalu mendampingi dan memotivasi para petani muda agar terus memperbaiki sistem pertanian.
Kata kunci : Sikap perilaku, Norma subjektif, Kontrol perilaku, Motivasi, Minat bel
PRINSIP PERTANGGUNGJAWABAN HUKUM PELAKU USAHA JASA ANGKUTAN UMUM MENURUT HUKUM POSITIF INDONESIA
Indonesia, sebagai negara kepulauan yang terletak di garis khatulistiwa, memiliki posisi dan peranan yang sangat penting untuk mendukung pembangunan ekonomi. Perekonomian berperan vital dalam ketahanan nasional, dengan sektor-sektor seperti industri pengolahan, perdagangan, pertanian, pertambangan, dan konstruksi sebagai penopang utama. Untuk mendukung aktivitas tersebut, transportasi menjadi sangat penting untuk memastikan mobilitas penduduk dan barang, baik di perkotaan maupun pedesaan. Transportasi memiliki peran yang signifikan dalam memfasilitasi berbagai kegiatan sosial dan ekonomi. Tiga jenis transportasi utama adalah darat, laut, dan udara. Seiring kemajuan teknologi, transportasi dituntut untuk memberikan rasa aman, nyaman, cepat, dan ekonomis. Pemerintah Indonesia, melalui Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, bertujuan untuk mewujudkan sistem transportasi yang aman, efisien, dan tertib. Transportasi umum sangat penting untuk berbagai segmen masyarakat, termasuk ibu rumah tangga, buruh, dan pelajar. Namun, kepemilikan kendaraan yang semakin meningkat menambah masalah lalu lintas. Semakin banyaknya kecelakaan yang melibatkan angkutan umum disebabkan oleh faktor-faktor seperti prasarana, kesalahan manusia, dan kondisi kendaraan. Undang-undang menetapkan bahwa perusahaan angkutan umum bertanggung jawab atas kecelakaan dan kerugian yang disebabkan oleh karyawan mereka, namun banyak perusahaan yang tidak mengambil tanggung jawab atas insiden tersebut. Penelitian ini mengkaji pertanggungjawaban hukum pelaku usaha jasa angkutan umum menurut hukum positif Indonesia.
Kata Kunci: Pertanggungjawaban Hukum, Angkutan Umum, Hukum Positif Indonesia
HUBUNGAN KEKUATAN OTOT LENGAN TERHADAP KETEPATAN HASIL SHOTING JARAK 6 METER PADA ATLET CABANG OLAHRAGA PETANQUE UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kekuatan otot lengan dengan ketepatan shooting dalam permainan petanque pada atlet Universitas Muhammadiyah Jember. Kekuatan otot lengan diukur menggunakan tes push-up selama satu menit, sedangkan performa shooting dinilai berdasarkan hasil lemparan dalam permainan petanque. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji korelasional dengan bantuan perangkat lunak SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kedua variabel dengan nilai signifikansi (sig 2-tailed) sebesar 0,005 <0,01. Selain itu, nilai Pearson correlation sebesar 0,752 mengindikasikan hubungan yang kuat antara kekuatan otot lengan dan ketepatan shooting. Dengan demikian, peningkatan kekuatan otot lengan melalui metode tambahan latihan push-up dapat berkontribusi positif terhadap performa shooting atlet petanque
PENEGAKAN HUKUM TERHADAP KEPALA DESA YANG MELAKUKAN PELANGGARAN NETRALITAS PADA PEMILIHAN KEPALA DAERAH TAHUN 2024
Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) merupakan perwujudan kedaulatan
rakyat melalui mekanisme demokratis dalam memilih pemimpin daerah. Dalam
Pilkada, kepala desa dan perangkat desa dilarang terlibat dalam kampanye
sebagaimana diatur dalam Pasal 70 Ayat (1) dan Pasal 71 Ayat (1) UU No. 10
Tahun 2016 Jo. Pasal 29 huruf j dan Pasal 51 huruf j UU No. 3 Tahun 2024.
Namun, pada Pilkada 2024, Kepala Desa dan Perangkat Desa Rambipuji,
Kabupaten Jember, diduga melanggar ketentuan netralitas. Penelitian ini
menggunakan metode yuridis empiris dengan mengombinasikan data sekunder
dan penelitian lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dugaan
pelanggaran netralitas kepala desa tidak memenuhi unsur tindak pidana pemilihan
karena kurangnya alat bukti. Namun, Kepala Dusun Gudang Rejo diduga
melanggar UU No. 3 Tahun 2024, sehingga Bawaslu Jember meneruskan
kasusnya kepada instansi berwenang. Bupati Jember kemudian menjatuhkan
sanksi administratif berupa teguran tertulis. Penelitian ini berkontribusi dalam
memahami implementasi regulasi dan efektivitas penegakan hukum terkait
netralitas kepala desa dalam Pilkada
PENGARUH PERCEIVED EASE OF USE (PEOU), PERCEIVED USEFULNESS (PU), TRUST (TRUST), PERCEIVED RISK (PRISK), TERHADAP ATTITUDE TOWARD USING (ATT) DAN BEHAVIORAL INTENTION TO USE (BIU) DALAM PENERIMAAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT (SIMRS) RSU KALIWATES JEMBER
Penelitian ini mengkaji penerapan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) di Rumah Sakit Umum Kaliwates, dengan fokus pada dampaknya terhadap efisiensi layanan dan kepuasan pasien. Dengan menggunakan Technology Acceptance Model (TAM), penelitian ini mengeksplorasi bagaimana Perceived Ease of Use (PEOU), Perceived Usefulness (PU), Trust, dan Perceived Risk memengaruhi sikap dan niat perilaku profesional kesehatan terhadap penggunaan sistem. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan Structural Equation Modeling (SEM) untuk menganalisis hubungan antara variabel-variabel ini dan pengaruhnya terhadap adopsi SIMRS. Sampel yang digunakan adalah 169 pengguna dari Rumah Sakit Kaliwates, dan hasilnya menunjukkan bahwa PEOU dan PU berdampak signifikan terhadap Attitude Toward Using (Y1) dan Behavioral Intention to Use (Y2). Trust berperan penting dalam memitigasi risiko yang dirasakan dan membentuk sikap positif, sementara Perceived Risk memiliki efek negatif yang signifikan terhadap sikap pengguna. Temuan ini juga menyoroti peran mediasi dari faktor-faktor ini dalam memengaruhi niat perilaku. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman adopsi teknologi di lingkungan perawatan kesehatan dan memberikan rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti untuk meningkatkan implementasi SIMRS, khususnya dalam meningkatkan pengalaman pengguna, memastikan keamanan data, dan menawarkan pelatihan dan dukungan berkelanjutan
EFEKTIVITAS KEBIJAKAN TIM PENGENDALIAN INFLASI DAERAH (TPID) DALAM STABILISASI HARGA KOMODITAS PANGAN DI KABUPATEN BONDOWOSO TAHUN 2024
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kebijakan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam stabilisasi harga komoditas pangan di Kabupaten Bondowoso tahun 2024. Fluktuasi harga pangan yang signifikan, khususnya pada komoditas strategis seperti beras, cabai, dan daging ayam ras, berdampak pada daya beli masyarakat serta kestabilan ekonomi daerah. Sebagai upaya pengendalian inflasi, TPID menerapkan strategi utama berupa operasi pasar dan pemantauan harga guna menjaga stabilitas harga komoditas pangan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi non-partisipan, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan stabilisasi harga yang diterapkan TPID tergolong efektif berdasarkan empat indikator evaluasi: pemahaman program, ketepatan waktu, tercapainya tujuan, dan perubahan nyata. Program stabilisasi harga telah dipahami dengan baik oleh pemangku kepentingan, diterapkan sesuai jadwal, serta berhasil menekan fluktuasi harga pangan di Kabupaten Bondowoso. Data menunjukkan bahwa setelah intervensi TPID, harga komoditas pangan menjadi lebih stabil dibandingkan sebelumnya. Namun, terdapat kendala dalam indikator ketepatan sasaran, di mana pada beberapa kasus operasi pasar yang seharusnya ditujukan bagi masyarakat justru dimanfaatkan oleh pedagang yang membeli dalam jumlah besar, sehingga distribusi manfaat belum sepenuhnya optimal.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kebijakan TPID dalam stabilisasi harga komoditas pangan secara umum efektif, tetapi masih memerlukan perbaikan dalam aspek ketepatan sasaran. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pengawasan terhadap distribusi operasi pasar, peningkatan partisipasi masyarakat dalam pemantauan, serta koordinasi yang lebih erat antar-stakeholder untuk memastikan kebijakan pengendalian inflasi berjalan lebih optimal dan tepat sasaran
Peran Street-Level Bureaucrats dalam Implementasi Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Desa Tugusari Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember
Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) merupakan kebijakan pemerintah untuk mempercepat legalisasi kepemilikan tanah bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Street-Level Bureaucrats dalam implementasi program PTSL di Desa Tugusari, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap pelaksana program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Street-Level Bureaucrats sangat krusial dalam memastikan efektivitas implementasi kebijakan. Namun, dalam pelaksanaannya terdapat kendala seperti keterbatasan sumber daya manusia, rendahnya pemahaman masyarakat terkait prosedur PTSL, serta munculnya sengketa tanah yang memperlambat proses sertifikasi. Meskipun demikian, strategi adaptasi yang diterapkan oleh Street-Level Bureaucrats dalam bentuk komunikasi langsung dan fleksibilitas prosedural terbukti membantu kelancaran implementasi program Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan program PTSL di Desa Tugusari sangat bergantung pada efektivitas peran Street-Level Bureaucrats dalam mengatasi berbagai kendala yang muncul. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kapasitas dan dukungan kebijakan yang lebih optimal untuk meningkatkan efisiensi program PTSL
AN ANALYSIS ON THE ERRORS OF THE TENTH GRADE STUDENTS WRITING ON THE DESCRIPTIVE TEXT
Writing is one of the fundamental skills in English language education, yet many students, particularly at the vocational school level, face significant difficulties in composing well-structured and grammatically accurate texts. These challenges often result in persistent errors that hinder their ability to communicate ideas effectively. Understanding these errors especially in writing descriptive texts is crucial for improving teaching strategies and student writing outcomes.
This study employed a qualitative descriptive research design to analyze the writing errors of tenth-grade students at SMK Islam Bustanul Ulum Pakusari in the academic year 2024/2025. Data were collected through classroom observations, student worksheets, and semi-structured interviews. The instruments used included observation checklists, interview guides, and documentation of student writings. Data were analyzed using the interactive model of Miles and Huberman, which consists of data reduction, data display, and conclusion drawing.
The findings revealed that students commonly made three major types of errors: (1) grammatical errors (e.g., misuse of articles, auxiliary verbs, subject-verb agreement, and passive forms); (2) lexical and spelling errors (e.g., limited vocabulary, incorrect word forms, and spelling mistakes); and (3) cohesion and stylistic errors (e.g., redundancy, unclear references, and inappropriate sentence structure). These errors were primarily caused by interlanguage interference, intralingual interference, and carelessness.
These findings align with prior research indicating that students struggle with basic grammatical structures and vocabulary use in English writing. Interviews confirmed that insufficient writing practice, limited feedback, and unclear understanding of descriptive text structures contributed to the errors. This suggests the need for more explicit instruction and structured practice in grammar, vocabulary, and writing conventions. Integrating visual aids, regular writing assignments, and peer reviews may help students overcome these difficulties.
This study concludes that writing difficulties among tenth-grade students are multifaceted and primarily stem from linguistic and pedagogical factors. Addressing these challenges requires targeted teaching strategies and a more engaging writing environment. Further research is needed with a larger sample size and different school contexts to validate and expand upon these findings